Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Mencurigakan#


__ADS_3

Hari ini adalah hari ketiga gajian wanita cantik itu pun tengah bersiap untuk pulang tapi tiba-tiba atasannya memberitahu bahwa sore ini semua lembur karena ada meeting penting bersama pemilik perusahaan besar tempat Sanum bekerja tersebut.


Tapi yang membuat Sanum, Sanum heran adalah kenapa? meeting penting dilakukan saat malam tiba, bukan nya sedari tadi pagi karena setau Sanum ,bos perusahaan itu sedari pagi berada di kantor dan terlihat santai, dan kenapa,? hanya dari Device keuangan saja.


Sanum, yang tadinya sudah bersemangat karena akan pulang dan menghasilkan waktunya untuk memanjakan tubuh nya yang terasa lelah setelah aktifitas yang cukup menguras tenaga dan pikiran.


Wanita itu pun bersandar di kursi tempat ia bekerja setiap hari nya, sampai atasan nya memanggil agar Sanum ikut ke ruang meeting room, sampai di sana wanita itu langsung duduk di deretan kursi yang tersedia.


Bukan baru pertama kali ini Sanum, diikut sertakan dalam meeting penting, tapi dia tidak pernah merasakan suasana se tegang itu, seakan malaikat maut sudah berada di samping nya.


Pria bertubuh tinggi besar itu, pun mengatakan bahwa, dirinya adalah wakil CEO perusahaan besar yang baru berdiri tega tahun itu hingga Sanum, merasa tertipu sendirian kenapa tidak ada satupun orang yang memberitahu bahwa dia hanya wakil CEO perusahaan itu, lalu dimana CEO yang asli, dan kenapa? selama Sanum bekerja pria itu selalu mencari masalah dengan nya hingga berkali-kali Sanum dipanggil dengan alasan kejanggalan dari laporan keuangan yang nyatanya tidak ada salah, padahal setelah di cek ulang langsung di sana wanita itu pun tidak menemukan adanya kejanggalan, hingga pria itu kembali meminta maaf, dan begitu terus.


Sampai saat suara pintu terbuka, semua orang berdiri dan membungkuk hormat diikuti oleh Sanum, tanpa melirik ke arah siapa yang datang, semua orang dari setiap Device yang hadir belakangan pun berbarengan dengan CEO, yang belum dia lihat wajahnya itu,kini semua orang kembali duduk.


Sanum begitu terkejut saat melihat siapa CEO perusahaan itu, hingga dia tidak berani melirik ke arah pria itu.


Setiap Device sudah memberikan laporan dan semua ditanggapi hanya dengan anggukan dan dehemaman dari pria yang sudah lama Sanum lupakan hingga saat Sanum diminta untuk menyampaikan laporan keuangan hasil pekerjaan nya sedari pagi ia selesaikan.


Sanum yang terlihat ragu pun, langsung maju sambil menunduk hingga tiba di depan CEO tersebut Sanum pun berusaha profesional dia langsung menjelaskan semua yang tertulis di sana.


Setelah selesai Sanum langsung bergegas kembali ke tempat duduk nya semula, Sanum pun pura-pura sibuk memperhatikan dengan layar proyektor yang ada di belakang pria yang terlihat datar dan dingin itu.


Sanum, tidak sedikit pun berniat untuk melirik pria itu, yang sesekali terlihat melirik kearah nya, entah sengaja atau pun tidak.


setelah meeting selesai di jam sembilan malam, wanita itu pun keluar lebih dulu karena alasan ingin ke toilet, padahal dia ingin pulang lebih dulu tapi dijalan dia dihadang oleh seorang wanita cantik yang memiliki body gold, dia bertanya ruangan CEO dimana dan bertanya lebih banyak lagi, hingga Sanum tertahan di sana, sampai CEO perusahaan itu pun keluar dari dalam ruang meeting.


"Nona yang ada maksud tuan CEO itu orang nya, saya permisi"ucap Sanum, baru dua langkah Sanum berjalan tiba-tiba.


"Sayang kamu kenapa? tidak mengabari aku, aku kira tidak jadi datang kesini"ucap wanita yang Sanum lihat sekilas tengah memeluk Kenzie, dan Kenzie merangkul pinggang wanita itu dengan mesranya.


Sanum pun melanjutkan perjalanan hingga dia turun ke bawah dan pergi menggunakan taksi.


Sepanjang perjalanan, Sanum, termenung bukan karena dia memikirkan pasangan itu, tapi kenapa? bisa dia kembali dipertemukan dengan pria itu.


Hingga saat tiba di depan gedung apartemen nya, Sanum langsung kaget karena sopir taksi itu tiba-tiba berteriak memanggil nya, mungkin Sanum, terlarut dalam pikirannya.


Di sebuah restoran pria tampan yang sudah berubah menjadi pria dingin itu, menerima laporan tentang tempat tinggal seseorang, saat ini.


"Sayang kamu mencari alamat siapa?"ujar wanita itu.


"Seorang teman"jawab nya datar.


Sanum pun langsung bergegas menuju menuju kamar mandi dan berendam di bathtub yang sudah menjadi tempat ternyaman nya selama ini, bahkan dia sering ketiduran disana.


Begitu pula saat ini dia kembali tertidur di sana.


Hingga suara bel pintu apartemen nya pun terdengar begitu nyaring, wanita itu pun buru-buru menyediakan mandi nya, dan langsung menggunakan bathrobe, setelah sampai dan berlari menuju pintu dia mengintip tidak terlihat ada siapapun, sampai saat dia berbalik dia kaget setengah mati, sambil memegang dadanya.


"Apa? kau melihat hantu" ucap nya dingin.


"T tuan apa? yang anda lakukan disini, kapan Anda masuk, dan darimana? kamu tau tempat ini"ujar Sanum sambil berdiri di hadapan pria itu Sanum, tidak sadar jika dirinya saat ini tengah menggunakan bathrobe.


"Mau terus bertanya tentang semua itu atau kau sengaja ingin menggoda ku"ujar Kenzie.


"Ahhhhhh!"teriak Sanum langsung berlari menuju kamar nya.


Sanum, langsung menggunakan pakaian, tapi setelah selesai berpakaian dia tidak keluar lagi dari dalam kamar, hingga membuat Kenzie langsung menggedor pintu yang terkunci dari dalam itu.


"Sanum buka pintu nya, mau sampai kapan kamu menghindari ku sayang, aku tak akan pernah membiarkan mu pergi lagi dari ku"ujar Kenzie.


Tidak ada jawaban, dari dalam kamar Kenzie langsung masuk dengan mendobrak pintu, dia kaget melihat wanita itu malah tertidur pulas di atas ranjang empuk berukuran king size itu.

__ADS_1


Di sana Hanya ada satu kamar, satu kamar mandi dan meja pantry yang tinggi dapur mini dan satu sofa berukuran panjang di depan meja, tv tidak ada meja makan.


Sanum, benar-benar menyewa tempat untuk sendiri.


"Sayang bangun aku lapar"ujar Kenzie yang kini menggoyangkan lengan Sanum, tapi wanita itu tidak kunjung terbangun hingga Kenzie tidak sengaja menendang sebuah botol kecil berisi puluhan butir pil kecil yang berhamburan di lantai.


Kenzie pun meraih botol obat obat dan membaca nya" Obat pemenang" ujar Kenzie.


Kenzie langsung membulat kan mata nya, saat itu juga dia langsung bertanya-tanya, apa? Sanum mengkonsumsi obat itu karena dia sakit, atau ada hal lain yang memicunya, karena sudah bisa dipastikan obat itu tidak dijual di sembarang tempat, meskipun itu apoteker sekalipun.


"Kamu kenapa? sayang bangun kamu kenapa!"teriak Kenzie.


Kenzie pun mulai mencari tahu dengan membuka seluruh laci penyimpanan atau pun tas milik Sanum tapi tidak menemukan apapun, hingga dia melihat sebuah kotak kayu, yang tersimpan di bawah ranjang, Kenzie langsung membuka kotak tersebut dengan bantuan sebuah tang yang dia dapat di rak yang ada di dapur dia terlalu terburu-buru, karena ternyata kunci nya tergeletak di atas ranjang.


Kenzie semakin dibuat kaget dan tidak percaya ada empat botol obat lainnya berbentuk serbuk dan kapsul.


Tidak hanya itu disana juga ada surat keterangan medis bahwa Sanum mengalami depresi, cenderung ke gangguan kepanikan dan menyakiti diri sendiri.


Paranoid, itu adalah penyakit gangguan mental kepribadian yang Sanum alami, terhitung sejak empat bulan yang lalu dan rumah sakit tempat dia berobat adalah di negara dia berada saat ini.


Kenzie terduduk lemas di tepi ranjang dia melihat wanita yang sangat ia rindukan selama empat bulan ini, terlelap dibalik perjuangan nya melawan penyakit yang tidak bisa di anggap remeh tersebut.


"Sayang kenapa? harus memaksa untuk pergi jika kamu ternyata begitu menderita, apa? tidak ada sedikit pun rasa percaya di hati mu pada ku"ucap Kenzie lirih, dia melihat Sanum semakin terlihat kurus saat ini mungkin semua itu terlalu menyiksa baginya.


Kenzie yang seharusnya sudah kembali ke Hotel dia urungkan tidak mungkin dia harus meninggalkan wanita yang sangat ia cintai di sana sendirian, sudah cukup dia lalai selama empat bulan ini, dia tidak ingin lagi itu terjadi lagi.


"Mulai sekarang apapun yang terjadi kita akan terus bersama"ucap Kenzie lirih yang kini berbaring menyamping memeluk wanita itu, dan mengecup nya, saat itu juga.


Keesokan paginya, Sanum sudah terbangun dari tidurnya, dia langsung bangkit dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dia begitu kaget, kotak kayu hadiah dari seorang teman sudah terbuka gembok nya, dan dia lihat di atas meja ada obat yang harus dia konsumsi setiap hari dan obat penting lainnya adalah obat yang terlihat tinggal beberapa butir itu.


Itu adalah obat penenang yang sering dia bawa kemanapun saat dia berpergian, Sanum pun berjalan menuju kamar mandi dia ingin membersihkan diri terlebih dahulu sebelum terlambat pergi ke kantor, hanya karena memikirkan tentang obat itu.


"Sudah minum obat ya, sekarang waktunya memberikan penjelasan"ucap Kenzie.


"Apa? yang harus saya jelaskan heuhhhhh, tidak ada semua tentang kita sudah berakhir tuan, jika anda lupa itu"ucap Sanum.


"Aku tidak membahas kebohongan itu, yang aku bahas adalah ini"ucap Kenzie.


"Kenapa?, apa? anda juga tidak bisa mempekerjakan wanita gila seperti ku"ujar Sanum.


"Sanum! stop sayang kamu tidak gila, tapi kamu hanya sedang sakit"ucap Kenzie.


"Depresi "itu as adalah kenyataan nya"ucap Sanum.


wanita itu pun pergi meninggalkan Kenzie, tapi pria itu pun menyusul nya, menghentikan langkahnya nya, memeluk wanita itu.


"Maafkan saya, tapi saya sedang terlambat untuk bekerja"ucap Sanum.


"Kamu tidak perlu khawatir"aku adalah bos nya"tegas Kenzie.


"Tapi"


"Tidak ada tapi-tapian"ucap Kenzie.


Pria itu pun mendekap erat tubuh langsing yang cenderung kurus itu dia benar-benar merasa sakit melihat keadaan Sanum, wanita yang sangat ia cintai saat ini tengah berjuang melawan penyakit tersebut.


"Kamu tidak sendirian sayang kamu memiliki ku, yang akan selalu ada bersama dengan mu, sampai kapan pun, aku Kenzie, akan selalu berada di samping mu"ucap Kenzie.


Untuk sesaat mereka pun terdiam, Sanum mulai bisa menguasai dirinya, saat ini mungkin juga karena obat yang dia konsumsi tadi.


"Tuan saya mohon, biarkan saya pergi bekerja, setidaknya sampai bulan depan, untuk menebus obat"ujar Sanum.

__ADS_1


Kenzie pun langsung melepaskan pelukannya, dia memandang lekat wajah cantik itu.


"Berapa banyak uang yang kamu butuhkan untuk satu kali berobat"ucap Kenzie.


"Lebih dari gajih yang saya terima"ucap Sanum jujur.


"Mulai sekarang aku yang akan selalu menebus obat itu, tapi kamu harus berjanji akan ikut memeriksakan kondisi mu saat ini.


"Tidak tuan, saya mohon hari ini biarkan saya bekerja"ucap Sanum.


"Aku tidak akan pernah membiarkan mu bekerja lagi, semua itu untuk keselamatan mu sayang please, menurut lah"ucap Kenzie.


"Tapi aku bisa gila beneran jika harus terus berada di apartemen"ucap Sanum.


"Tidak sayang kamu tidak akan terkurung di sini, kamu hanya harus ikut kemanapun kamu pergi"ucap Kenzie.


"Kembali jadi asisten mu"ucap Sanum.


"Tidak, tapi istri ku"ucap Kenzie jujur.


"Tidak, itu tidak akan pernah terjadi, karena kamu sudah menikah, dan kita terlalu jauh berbeda, oke jika untuk urusan, menjadi asisten pribadi tapi tidak untuk menjadi istri"ucap Sanum.


Kenzie langsung mendekatkan wajahnya ke wajah cantik Sanum,lalu.


Cuph....


satu kecupan mendarat, dan di lanjutkan dengan ciuman lembut yang Kenzie lakukan saat ini.


"Tuan!"teriak Sanum yang kini tersadar.


"Apa?"ucap Kenzie tanpa dosa.


"Aku tidak suka tuan berbuat sesuka hati"kata Sanum.


"Semua karena aku sangat mencintaimu, jadi bukan sesuka hati melainkan sepenuh hati"ucap Kenzie.


"Sudah cukup, main-main nya tuan silahkan pergi jika saya, sudah dipecat dari perusahaan, secara langsung oleh anda, saya akan melamar pekerjaan di perusahaan lain"ucap Sanum.


"Coba saja jika bisa"ucap Kenzie penuh penekanan.


"Aku bisa"ucap Sanum.


"Silahkan dicoba dulu"ucap Kenzie.


"Bukan dicoba tuan Kenzie tapi sudah bisa masuk"ucap Sanum.


"Siapa? yang sudah berani melawan peringatan dari Daddy ku, karena. orang yang sudah masuk daftar hitam, tidak bisa diterima di perusahaan mana pun"ucap Kenzie.


Seketika itu tubuh Sanum melemah, wanita itu terduduk di lantai dengan tatapan mata kosong, karena dia sudah menduga semua itu dari awal, saat ini tubuhnya bergetar menahan tangisnya, Sanum pun berusaha untuk bangkit dia berjalan menuju kamar mandi.


"Sayang Stop jangan lakukan hal bodoh kamu harus tenang aku minta maaf, tapi kamu tidak usah khawatir, kamu memiliki tiga puluh persen saham milikmu dan lima puluh persen saham milikku, jadi kamu tidak harus bekerja keras cinta kita punya itu untuk masadepan kita dan kita akan membuka cabang perusahaan lain nya dengan itu"ucap Kenzie.


Pria itu berbicara sendiri didepan pintu kamar mandi, tiba-tiba .


Bug....


Suara benda keras terjatuh.


Kenzie langsung membulat kan mata nya.


"Sanum!! teriak Kenzie saat pintu kamar mandi terbuka terlihat Sanum tergeletak bersimbah darah.

__ADS_1


__ADS_2