Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Bermain#


__ADS_3

Gidion dan Mikaila kini tengah bermain puzzle milik Kendra dan Kevin.


Mikaila diam-diam membawa puzzle milik mereka kedalam kamar Gidion, pria itu kini tengah mengerjakan sesuatu di laptop nya.


"Kamu bawa apa? honey"ucap Gidion.


"Minjam puzzle milik mereka"ucap Mikaila.


"Nanti mereka mencari nya bagaimana?"ujar Gidion.


"Paling juga minta sama mommy atau Daddy"ucap Mikaila.


Gidion tersenyum jahil, dia langsung menyimpan laptop nya dan langsung bergegas meraih puzzle dan menepis nya, hingga semua berhamburan di lantai.


"Om jelek..."ucap Mikaila.


"Honey,,, jangan marah jika kamu jago aku tantang kamu untuk memperbaiki semua nya"ucap Gidion.


"Siapa? takut"ucap Mikaila, tanpa disadari bahwa pria itu menyembunyikan potongan puzzle tersebut di bawah kakinya.


"Duduk lah kita main sekarang"ucap Gidion.


"Aku duluan"ucap Mikaila.


"Boleh"balas Gidion.


Sementara permainan dimulai potongan demi potongan kecil puzzle tersebut tengah di susun oleh Mikaila Gidion hanya menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat lebih serius.


"Jangan terlalu keras berpikir santai saja"ujar Gidion.


"Aku santai, yang begini soal gampang ucap Mikaila.


"Honey waktu mu hanya lima belas menit, jika tidak selesai dalam lima belas menit kamu dapat hukuman"ucap Gidion.


"Baiklah jangan banyak bicara"ucap Mikaila.


"Kamu tidak mau tau hukuman mu apa?"tanya Gidion.


"Terserah kamu saja"ucap Mikaila.


"Heumm... baik'lah"ucap Gidion.


Gidion hanya menahan tawa saat gadis itu terus berpikir dan mencari potongan puzzle.


"Honey waktu mu tinggal tiga menit"ucap Gidion.


Gidion pun menawarkan bantuan pada gadis itu tapi Mikaila menolak dengan tegas dia yakin akan bisa menyelesaikan semua nya, saat itu juga, tapi ternyata Mikaila kebingungan untuk menemukan puzzle terakhir yang kini terlihat bolong di bagian tengah.


"Kenapa? honey,,, waktu mu sudah habis"ucap Gidion.


"Begini tunggu aku sudah menyelesaikan semua, tapi potongan puzzle yang ini hilang"ujar Mikaila.


"Ah masa sih sudah ya tidak ada lagi alasan"ucap Gidion.


"Ya sudah aku selesai tapi lihat kamu bisa atau tidak Om jelek"ucap Mikaila.


"Ya sudah kemarikan itu puzzle nya"ucap Gidion.

__ADS_1


Mikaila pun memberikan semua itu, hingga Dion mengacak semua puzzle itu dan menggabungkan semuanya dengan sangat cepat, hingga dia memulai permainan tersebut.


Tidak sampai sepuluh menit, semua puzzle itu sudah selesai di susun.


"Kok aneh tadi puzzle nya hilang"ucap Mikaila sambil menatap lekat wajah Gidion.


"Mungkin kamu tidak teliti honey, ini contoh nya aku selesai, sekarang kamu harus di hukum"ucap Gidion.


"Apa? hukuman nya, jangan bilang minta cium"ucap Mikaila.


"Tidak itu sih mau mu ih mesum"goda Dion.


"Kamu yang suka tiba-tiba mencium ku Om jelek"ucap Mikaila.


"Tapi kamu suka kan"ucap Gidion, semakin menggoda gadis itu dan ternyata semua itu berhasil membuat membuat wajah Mikaila bersemu merah bak kepiting rebus.


"Ih... dasar jelek"ucap Mikaila.


Tok...


Tok...


Suara pintu di ketuk seseorang.


"Siapa?"tanya Gidion.


"Ini aunty"ucap Sanum.


"Ya aunty masuk"ucap Gidion karena memang pintu terbuka setengah nya.


"Aku tadi meminjam nya, kukira mereka tidak membutuhkan ini lagi"ucap Mikaila.


"Ah..ya ampun sayang kamu tau sendiri saat adikmu belum bosan dengan mainannya mereka akan terus memainkan itu, sudah ya mommy bawa dulu nanti mereka semakin mengacaukan seisi villa ini"ucap Sanum.


"Baiklah mom"kata Mikaila yang kini terlihat sangat sedih karena wanita itu kalah dengan Gidion.


"Apa? hukumnya bisa dibatalkan"ucap Mikaila.


"Tidak bisa honey"ucap Gidion.


"Ayo katakan apa? hukumnya"ucap gadis itu.


"Heumm baik'lah sepertinya kamu sudah tidak sabar honey"ucap Gidion yang kini tersenyum licik.


"Apa? buruan"ucap Mikaila.


"Pijat aku lalu sambil memijat katakan bahwa kamu sangat mencintai ku"ucap Gidion sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Jangan macam-macam ya"ucap Mikaila.


"Protes tambah hukuman lagi"ucap Gidion.


"Iya bagian mana yang ingin aku pijat"ucap Mikaila.


"Tangan dan bahu juga kepala"ucap Gidion.


"Baiklah"ucap Mikaila.

__ADS_1


Mikaila mulai memijat tengkuk dan kepala Gidion, tapi dia tidak mengatakan apapun, hingga akhirnya Gidion protes.


"Honey mau ditambah hukuman nya"ucap Gidion .


"Iya,,,"ucap wanita itu.


"Ya apa? ayo katakan apa? yang aku katakan tadi"ucap Gidion.


"Iya Om jelek aku sangat mencintaimu"ucap Mikaila.


"Tidak,,, tidak! seperti itu kamu harus mengatakan itu dengan sopan dan menyebut nama ku sehalus mungkin"ucap Gidion.


"Tuan muda Gidion aku sangat mencintaimu"ucap gadis itu.


"Tidak ada kata tuan muda"ucap Gidion lagi.


"Heeuh ribet banget"ucap gadis itu.


Sampai akhirnya gadis itu melakukan apa? yang menjadi bagian dari hukuman nya, Mikaila, mengatakan bahwa ia mencintai Gidion puluhan kali, dan pria itu diam-diam merekam semua itu.


Seolah-olah Mikaila tengah merayu Gidion saat ini pria tampan itu begitu puas dia bahkan tersenyum penuh kemenangan.


Mikaila pun tidak tau akan hal itu, karena diam-diam Gidion memasang kamera saat gadis itu tengah bermain puzzle.


"Sudah selesai sayang sekarang semua keinginan mu akan segera terwujud"ucap Gidion.


"Keinginan ku, memangnya Om jelek tau apa? keinginan ku"ucap gadis itu.


"Tau "ujar Gidion.


"Apa?"tanya gadis itu.


"Dicium oleh ku"ucap Gidion sambil tersenyum manis.


"Ih amit ge-er banget"ucap gadis itu.


"Mikaila sayangku, aku sangat tau apa? yang kamu inginkan"ucap Gidion.


"Om jelek kamu itu tidak tahu apapun"ucap gadis itu.


"Aku justru lebih tau apapun dari dirimu."ucap Gidion yang kini duduk semakin mendekat.


Wajah Gidion yang tampan rupawan dan juga humoris itu, membuat siapapun akan tertarik pada pria itu, namun Mikaila belum sepenuhnya mengerti apa? itu cinta yang sesungguhnya.


Sampai akhirnya Gidion memberikan sebuah kotak, berukuran cukup besar pada Mikaila.


"Sayang ini hadiah untuk mu sebagai tanda terimakasih atas cinta yang kamu berikan"ucap Gidion yang kini memeluk erat tubuh gadis yang kini merasa ingin muntah dengan perlakuan Gidion yang menurutnya terlalu lebay.


Tapi dia harus tetap berpura-pura menerima itu semua meskipun dirinya sudah ingin pergi jauh dari pria itu, tapi hukuman bisa di tambah karena Mikaila menolak permintaan pria itu.


Gidion berkata"Selamat siang sayang ku sekarang kamu bisa istirahat."ucap Gidion, sambil mengelus puncak kepala dengan sayang.


"Kau mengusir ku"ucap Mikaila yang heran.


"Ah tidak honey jika kamu masih ingin disini boleh saja berarti kamu mau temani aku tidur"canda Gidion.


Mikaila langsung lari terbirit-birit saat itu juga.

__ADS_1


__ADS_2