
Setelah kembali dari bioskop, mereka pun mencari makan di sebuah restaurant mewah.
"Tuan, sepertinya saya harus pulang duluan, anda silahkan lanjut makan malam"ucap Sanum.
"Bagaimana bisa aku makan semua ini sendiri Sanum, kamu yang benar saja, memangnya ada apa? kamu buru-buru begitu"tanya Kenzie.
"Ada sesuatu yang saya lupakan tadi tuan"jawab Sanum, yang kini terlihat menahan kesedihan karena terlihat dari matanya ada genangan air di sana.
"Sanum, apa? ada sesuatu yang mengganggu mu"tanya Kenzie lagi.
"Ah, tidak baik'lah tuan bisa lanjut makan"ujar Sanum yang kini terlihat menunduk.
"Owh, ternyata setelah ngotot ingin bercerai dari ku, kau mencari mangsa lain, apa? dia lebih memuaskan mu"ujar seorang pria yang kini berdiri disamping mereka.
"Apa? maksud anda bicara seperti itu padanya"tanya Kenzie yang langsung berdiri dia tidak terima pria itu merendahkan Sanum,di depan umum.
"Hati-hati bro, mungkin wanita ini terlihat anggun dan dan baik, tapi anda harus tau siapa? dia, dia hanya akan membuat Anda malu karena dia adalah anak seorang germo"
Bug...
Bogem mentah itu mendarat di pipi pria itu, Kenzie tidak terima dengan ucapan pria yang sudah merendahkan mantan istri nya sendiri, yang jelas-jelas tidak punya salah padanya dan pria itu yang sudah menyakiti Sanum, Kenzie tau segalanya.
Bug...
pukulan itu kembali terjadi saat pria itu kembali ingin membalas Kenzie, tapi tidak sempat karena Kenzie bukan lawan setimpal untuk nya.
"Kau pikir aku tidak tau siapa? kau, pria pengecut yang hanya ingin meniduri wanita tanpa mau memberikan nafkah lahir seperti mu mending tidak usah menikahi wanita jika tidak mampu untuk membahagiakan nya"ujar Kenzie.
"Kau bicara begitu karena kau, sudah termakan tipu daya pelacur ini"
Bug...
pukulan itu kembali mendarat di perut pria itu, hingga sekuriti datang memisahkan mereka karena Sanum tidak bisa memisahkan mereka, sementara istri pria itu kini sudah membantu suaminya.
"Tuan apa? anda tidak apa-apa?" tanya Sanum.
"Kamu lihat sendiri kan sayang aku tidak apa-apa, hanya saja aku tidak selera makan"ujar Kenzie, yang membuat hati wanita semakin tidak enak.
"Saya, akan pesankan makanan, saat tiba di hotel"ujar Sanum.
"Heumm baiklah ayo kita pulang"ujar Kenzie sambil meraih tangan Sanum, pria itu masih bersandiwara menjadi sepasang kekasih.
Sanum, hanya bisa pasrah, protes juga tidak ada gunanya lagi, karena Kenzie tidak akan pernah mau mendengarkan dia saat ini.
Sesampainya di hotel Sanum hendak masuk ke dalam lift, tapi Kenzie langsung menarik nya untuk kembali menuju restaurant hotel tersebut.
"Tuan biar saya pesan kan saja"ujar Sanum.
"Aku ingin makan berdua, bukan makan sendiri"ujar pria tampan itu.
"Baiklah tuan"ujarnya yang kini menyimpan beberapa paper bag di sofa yang ada di restaurant tersebut tepat di tempat yang kosong.
pelayan langsung datang menghampiri dengan ramah nya mereka pun merekomendasikan menu spesial untuk pasangan bulan madu.
Ya, mereka mengira bahwa Sanum dan Kenzie adalah pasangan bulan madu, saat Sanum, ingin menyangkal, Kenzie, menggenggam tangan nya erat entah apa? mau pria itu, saat ini.
Makanan untuk pasangan bulan madu pun datang disana ada mie, panjang sepanjang jalan kenangan dengan bumbu yang sangat khas dan memiliki rasa pedas yang lumayan level tertinggi, sebenarnya Kenzie hanya ingin mencoba dengan cara makan orang yang sedang benar-benar bulan madu, yaitu kedua pasangan makan satu mie yang benar-benar panjang itu bersamaan hingga bibir mereka bertemu, meskipun mungkin, Sanum akan menolak nya.
"Sanum, ayo kita mulai"ujar Kenzie.
"Tuan, Anda bisa makan makanan se pedas ini, saya tidak yakin"ujar Sanum, dengan penuh pertimbangan.
"Kamu tau kita tidak boleh membuang-buang makanan sudah satu kali tadi kita membuang nya"ujar Kenzie .
Akhirnya Sanum pun meraih garpu bersamaan dengan itu, Kenzie pun melakukan hal yang sama hingga saat ini mereka pun memakan itu dengan cara yang pelayan itu sebutan, tapi Kenzie malah dibuat kecewa saat Sanum memotong mie tersebut hingga akhirnya mie tersebut pun putus begitu saja.
Kenzie langsung menghentikan makannya dan minum jus buah itu dan langsung pergi begitu saja.
"Tuan"ujar Sanum.
Tapi pria itu terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan dari wanita itu.
Kenzie bahkan masuk lift sendiri dan segera pergi.
__ADS_1
"Tuan"lirih Sanum yang kembali melanjutkan perjalanan masuk kedalam lift berikut satunya dan langsung menuju lantai dimana mereka menginap, sesampainya di sana dia mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban sama sekali.
"Tuan angkat telepon nya please"lirih Sanum tapi harapan nya tiba-tiba saja hilang karena Kenzie menolak panggilan tersebut.
āļø"Tuan jika anda marah, saya minta maaf,saya hanya seorang bawahan mana berani melakukan itu dengan anda bisa-bisa reputasi anda rusak, tapi jika anda masih tidak memaafkan saya tidak apa-apa,saya letakkan belanjaan anda didepan pintu, saya pamit pulang duluan"Sanum.
wanita itu pun meletakkan semua barang belanjaan tadi di hadapan kamar Kenzie, dan Sanum langsung meraih koper kecil miliknya , dan berjalan keluar dari pintu ruangan.
"Berani melangkah sedikit saja kamu akan tau akibat nya"ujar Kenzie datar.
Sanum pun mematung di tempatnya kemudian ia menoleh ke arah suara"Aku tau aku manusia kotor, tapi tidak ada kah kesempatan untuk ku, untuk memperbaiki hidup ku, kenapa? semua laki-laki hanya ingin tubuh ku"ujar wanita itu dengan tetes air mata yang jatuh membasahi pipinya.
"Aku mengundurkan diri, maafkan jika selama aku bekerja terlalu banyak kekurangan"ujar nya sambil kembali melangkah pergi tapi tangan kekar itu berhasil menahan langkah Sanum.
"Aku tidak akan pernah menerima pengunduran diri mu, sampai kapan pun,kau dengar itu dan sekarang ikut aku"ujar Kenzie yang langsung membawa Kenzie ke dalam kamar nya.
"Lepas, tuan aku tidak mau masuk"ujar Sanum.
"Masuk Sanum, jangan membantah atau kamu akan tau akibat nya"ujar Kenzie yang menyeret Sanum masuk kedalam kamar nya.
"Ken, aku mohon jangan seperti ini!"ujar Sanum yang mendapat perlakukan kasar dari Kenzie.
"Maaf, aku tidak sengaja, kamu bisa tolong pisahkan barang-barang milik mu dan milikku kedalam koper, malam ini juga kita kembali"ujar Kenzie.
"Baiklah tuan"ujar Sanum kembali dingin sementara Kenzie terus saja menatap intens pada Sanum.
"Sanum, mulai besok tugas mu digantikan oleh Yuda, kamu bisa pilih bagian manapun yang kamu mau"ujar Kenzie.
"Tidak perlu tuan, saya juga tidak punya bakat untuk bekerja di kantoran, jadi saya langsung berhenti saja terimakasih atas tawaran nya"ujar Sanum.
"Tapi kamu tidak bisa pergi sebelum kontrak kerja mu berakhir"ujar Kenzie tegas.
"Anda tidak ingat saya tidak menandatangani kontrak tersebut, jadi saya tidak terikat kontrak kerja, saya bekerja untuk sementara atau selamanya itu pilihan saya"ujar Sanum.
....................................
Mereka pun masih berada di perjalanan untuk pergi menuju kota asal mereka, kini Kenzie dan Sanum, saling diam tak sedikit pun ada obrolan, setelah Sanum, tetap kekeuh untuk berhenti bekerja.
Sanum bahkan duduk terpisah di depan bersama sopir yang selalu setia mengantar kemanapun Kenzie pergi saat ada perjalanan bisnis luar kota.
"Tolong turunkan saya disini,biar saya pulang sendiri, lagipula kita tidak satu arah"ujar Sanum pada sopir.
"Tapi Nona, disini jalanan sepi, Anda bisa berbahaya jika berhenti di sini"ujar sang sopir.
Sementara Kenzie pun tidak berkata sedikit pun"Tidak usah khawatir saya tidak akan apa-apa"
"Sanum"ujar Kenzie lirih tapi penuh penekanan.
Sanum pun terdiam"pindah kebelakang"ujar Kenzie tidak bicara lagi, Sanum hanya menghela nafas panjang,lalu berjalan kebelakang, setelah duduk dengan tenang wanita itu akhirnya berbalik menatap kearah jalanan.
"Bisa minta tolong?" tanya Kenzie sambil melirik ke arah Sanum.
"Minta tolong untuk?" tanya balik Sanum.
"Kepala ku sedikit pusing tolong pijit"ujar Kenzie.
Sanum pun menuruti perintah Kenzie tapi saat dia meraih kepala Kenzie, Sanum kaget ternyata Kenzie demam.
"Tuan anda sakit, sebaiknya kita ke rumah sakit"ujar Sanum.
"Jangan biarkan aku tidur sebentar saja"ujar Kenzie.
"Tapi tuan"
"Please, biarkan aku seperti ini, sebentar saja" ujar Kenzie yang menyandarkan kepalanya di bahu Wanita itu, sambil memejamkan mata nya.
"Nona sudah sampai"ujar sang sopir.
"Tolong tunggu sebentar lagi, dia masih tidur, jika anda tidak keberatan tolong turunkan koper milik saya"pinta Sanum.
"Baiklah nona"jawab sang sopir.
setelah hampir tiga puluh menit kemudian"Tuan saya sudah sampai, anda bisa pindah bersandar nya ke ke kursi, dan setelah sampai di rumah anda bisa langsung panggil dokter, ini kartu milik Anda, anda bisa cek semua pengeluaran, saya tidak menggunakan uang Anda sembarangan"ujar Sanum sambil mencoba menyandarkan kepala Kenzie.
__ADS_1
"Kamu tega ngelakuin ini, Sanum dimana hatimu aku sedang sakit setidaknya bawa aku pulang atau obati aku dulu"ujar Kenzie.
"Baiklah tuan saya antar anda pulang ke rumah anda, tapi tolong tunggu disini"ujar Sanum.
"Aku ikut"ujar Kenzie yang langsung bangkit hendak turun tapi tiba-tiba Sanum berkata.
"Tunggu saja di sana perjalanan nya, masih jauh kedalam anda tidak akan sanggup"ujar Sanum.
wanita itu pun pergi dengan terburu-buru, hingga menghilang di balik gang sempit dan masih gelap itu.
"Jalan, ujar Kenzie" pada sopir.
cukup tau letak perumahan milik Sanum, suatu hari nanti dia akan kembali untuk mewujudkan mimpi nya.
Sementara Sanum setelah menyimpan semua barang nya dia buru-buru kembali tapi tidak mendapati mobil Kenzie di sana.
Kenzie sendiri sudah tiba di rumah nya saat ini disambut hangat oleh keluarganya.
Tapi Mariana langsung memanggil dokter, karena putra nya ternyata sedang demam.
Queen pun terus berada di samping Kenzie, yang saat ini semakin demam.
"Kakak sakit apa? bilang sama Queen"ujar sang adik yang terlihat cemas.
"Kakak baik-baik saja Queen, mungkin hanya kecapean"ujar nya, sambil mencoba tersenyum.
"Benarkah kakak baik-baik saja"ujar Queen.
"Tentu saja Sayang, tidak usah khawatir"ujar nya.
"Kak, Queen mau nanya asisten baru kakak, kak Sanum kok tidak kelihatan tadi, bukan nya kalian pergi bersama waktu itu"ujar Queen penasaran.
"Dia sudah pulang lebih awal tadi karena rumah nya, sebelum jalan kesini"ujar Kenzie.
"Heumm, eh ternyata dokter nya sudah datang, tolong periksa dengan baik dok"ujar Queen seakan dirinya adalah orang yang lebih tua.
"Queen, kamu itu seperti Mommy saja"ujar Kenzie yang kini tersenyum pada adiknya itu.
"Queen, harus bersikap dewasa kak, agar tidak ada yang mengejek Queen lagi seperti itu"ujar Queen, tentu saja Kenzie heran seperti itu, apa? maksud adiknya.
Dokter pun memeriksa keadaan Kenzie, dengan sangat teliti, setelah itu dia berkata.
"Mag, tuan muda kambuh, mungkin karena makanan pedas atau telat makan, penyebab nya, yang pasti saat ini asam lambung nya naik"ucap sang dokter.
"Sayang kamu terlalu fokus bekerja hingga terlambat makan, lalu apa? kerja si Yuda "ujar Kenzo yang baru datang.
"Dia sibuk mengurus proyek di lapangan Daddy, dan aku tidak terlambat makan, hanya saja aku kemarin mencoba makan mie pedas yang level-level gitu"ujar Kenzie.
"Owh ya ampun sayang sejak kapan? kamu makan, makanan seperti itu, sudah tau tidak baik untuk pencernaan mu"tanya Mariana.
"Baru coba Mom"ujar Kenzie.
"Ini resep obat yang paling bagus, nanti bisa dibeli di apotek terdekat"ujar sang dokter.
"Terimakasih dokter"ujar semuanya.
"Kakak bukan Queen, yang kuat memakan mie level setan , jadi jangan coba-coba"ujar gadis itu keceplosan.
"Queen kamu juga"ujar Mariana marah.
"Ampun mom, keceplosan"ujarnya sambil bersembunyi di balik punggung sang Daddy.
"Owh ya ampun, sejak kapan? anak-anak ku kelaparan hingga mereka memakan sumber penyakit itu"ujar Mariana, yang kini terlihat sedih.
"Sayang jangan di ulang lagi, lihat Mommy kalian sedih"ujar Kenzo, sambil merangkul bahu putri semata wayangnya mencoba memberikan pengertian.
"Iya mom, maafkan Queen gak ulang lagi, habis semua itu menggoda lidah Mommy tau, semua teman ku setiap hari makan jajanan itu"ujar Queen.
"Ya sudah Mommy minta pelayan menebus obat dulu, setelah itu mommy akan bawakan bubur untuk kalian berdua"kata Mariana.
"Ya mom, demi kesembuhan kakak, aku rela makan bubur"ujar Queen, yang dikira sakit juga gara-gara makan-makanan seperti itu.
"Ya Tuhan, aku sudah berbuat lalai, bagaimana bisa aku sampai kecolongan seperti ini, kedua anak ku makan makanan seperti itu, padahal dulu saja adikku Lion tidak pernah aku kasih makan sembarangan selain daging dan sayuran yang di panggang dengan matang tapi kenapa? anakku, hiks hiks hiks," Mariana akhirnya menangis karena merasa gagal sebagai seorang ibu.
__ADS_1
Tapi tidak lama tangis nya terhenti, saat sepasang tangan kekar melingkar di perut nya."Sayang jangan sedih seperti ini, kamu adalah istri dan ibu yang terbaik"ujar Kenzo.