Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Abang Queen#


__ADS_3

Dua hari kemudian, Queen dan Kenzie, pergi ke villa pribadi milik Daddy nya tempat dimana, terjadi nya, pernikahan Daddy dan mommy nya, kedua anak Kenzo bahkan ingin melihat foto Lion, paman nya, yang super gagah itu, dan itu membuat Mariana seketika menangis saat teringat Lion, bahkan di rumah besar itu tidak ada satupun foto Lion, yang Kenzo simpan demi kebaikan sang istri yang akan down saat mengingat adik nya itu.


"Sayang maafkan aku"ucap Kenzo, dia selalu merasa bersalah ketika Mariana menangis sesenggukan karena ingat dengan Lion.


"Tidak apa-apa? mas aku hanya sedih saja"ucap Mariana.


mereka pun pergi menuju villa, menyusul kedua anak mereka, hingga mereka tiba di sana, mereka melihat kedua anak nya tengah bermain kejar-kejaran berdua sambil tertawa lepas melihat hal itu Mariana dan Kenzo pun, merasa sangat bahagia.


Hingga tiba di ruangan keluarga mereka pun duduk santai sambil menikmati hidangan yang lezat untuk camilan mereka yang dibuat kan oleh pelayan mereka yang bekerja di sana.


sementara kedua putranya asik bermain bersama di halaman yang luas itu, hingga mereka berenang bersama tanpa menghiraukan kedua orang tua mereka yang juga ada di sana.


sementara Mariana juga kini tengah berduaan dengan sang suami yang tengah duduk di sofa, di dalam kamar mereka.


"Mas, sudah belasan tahun kita tidak kesini tapi semua tidak ada yang berubah dan masih sangat terawat"ucap Mariana.


"Aku sengaja meminta mereka untuk terus merawat semua ini dengan baik karena ini adalah tempat bersejarah untuk kita, dimana, Mariana ku si janda seksi dan baik hati untuk pertama kalinya aku mendapatkan dia seutuhnya"ucap Kenzo, sambil menatap penuh cinta pada Mariana.


"Memangnya aku, seksi, ah perasaan tidak deh aku tidak pernah memakai pakaian seksi"ujar Mariana.


"Kamu itu terlihat sangat seksi dan menggoda saat memakai baju apapun, dan aku sangat marah saat melihat mu menggunakan tangtop dan legging waktu itu, saat aku melihat mu di parkiran restoran, karena aku tidak ingin pria lain menikmati tubuh indah mu itu"ucap Kenzo yang terus mengena kebersamaan mereka berdua.


"Mas, aku beruntung bisa bersama mu, aku sudah memiliki suami yang sangat tampan dan gagah tidak hanya itu aku juga mendapat kan putra dan putri secantik dan sepintar mereka, aku sangat mencintaimu mas I love you so much"ucap Mariana sambil memeluk erat pria yang selama dua puluh tahun lebih menjadi suami nya itu.


"Heummm sayang sama-sama, tapi kenapa? tidak sedari awal kamu menyadari hal itu sayang ku"ujar Kenzo yang langsung mencium puncak kepala Mariana.


sementara itu obrolan dua anak muda yang lagi santai di tepi kolam renang saat ini sungguh menarik.


"Queen, kamu sudah pernah dapat surat cinta belum?"tanya Kenzie.


"Sudah sering sih tapi tidak pernah aku baca"jawab Queen.


"Benarkah!"ucap Kenzie berteriak tidak percaya.


"Kakak... biasa aja ya, telinga Queen gak tuli"ucap Queen.


"Lagian ya kayak gak tau saja kalau punya adik cantik"ucap nya lagi.


"Heummm begitu ya, tapi Queen, kakak tidak mengijinkan mu untuk pacaran"ucap Kenzie.


"Daddy sama saja"protes Queen.


"Sayang semua karena kami ingin yang terbaik untuk mu"ucap Queen.


"Kalau begitu Queen gak usah cari pacar Queen pacaran sama kakak saja" ucap Queen.


"Heummm baiklah-baiklah kamu boleh pacaran tapi tidak boleh pergi berdua dengan nya"ucap Kenzie.


"Sama juga bohong kak, mending tidak usah sekalian"ucap Queen.


"Tuh pinter"ujar Kenzie.


"Queen malas bahas itu"ucap nya sambil hendak pergi.


"Mau kemana Queen kita masih harus bicara"ucap Kenzie.


"Gak mau ahhhhhh... Queen malas membahas tentang itu"ucap Queen.

__ADS_1


"Sayang kamu itu ngambek kan gitu sekarang ya, kakak pulang lagi ah ke luar negeri"ucap Kenzie.


"Pulang saja lagi pula Queen gak di sayang kakak, dan kakak lebih sayang mereka berdua, Queen bukan adik kak Kenzie kayaknya"ucap Queen spontan.


"Queen! kamu itu apa-apaan, sih... jangan sekali-kali kamu bicara seperti itu lagi, kakak gak suka, kamu itu adikku satu-satunya sampai kapan pun"ucap Kenzie.


"Tapi itu kenyataan nya kak, Queen hanya anak pungut yang bahkan tidak pernah diketahui asal-usulnya, sama sekali entah dimana organ tua kandung Queen selama ini"ucap gadis itu dalam hati.


hingga akhirnya Queen berlari meninggalkan Kenzie, karena tidak ingin Kenzie melihat nya menangis, bahkan keluarga nya tidak ada yang tau bahwa dirinya sering di-bully sebagai anak pungut di sekolah Queen yang teramat mahal itu, hanya karena setiap menghadiri acara sekolah semua orang selalu melihat ke tidak mirip an antara Queen dan kedua orang tua nya.


"Queen, sayang kamu lagi apa? disini"ucap Mariana yang melihat Queen, berdiri membelakangi pintu masuk dapur.


Gadis itu tidak langsung menoleh dia terlebih dahulu mengusap air mata nya yang semakin deras hingga saat dia berbalik Queen tersenyum ceria dan sambil menunjukkan sebotol air mineral.


tapi Mariana, tau putri nya sedang tidak baik-baik saja, karena ada sisa air mata di pelupuk mata nya, sementara itu wajah Queen juga sembab, sebagai seorang ibu yang telah membesarkan nya, dia tau putri kesayangan mereka sedang memiliki masalah.


"Sayang ayo cerita sama mommy, ada masalah apa? ucap Mariana.


"Tidak ada mommy, Queen, hanya haus dan langsung bergegas ke dapur"ucap nya berbohong.


sementara itu Kenzie yang melewati tempat mereka berdiri saat ini, langsung berhenti saat melihat Mariana sang Mommy telah memegang kedua pipi adiknya itu.


"Ada apa?? ini"ucap Kenzie.


"Entah lah Mommy juga Bingung karena, adik mu tidak pernah mau berkat jujur pada mommy"ucap Mariana sambil membawa Queen berjalan menuju kamar nya.


"Benar-benar tidak ada apapun,,, Mommy, aku baik-baik saja"elak Queen.


"Baiklah jika kamu baik-baik saja Mommy sangat lega tapi jika ada masalah tolong katakan pada Mommy sayang"ucap Mariana.


"Tentu mom"jawab Queen.


"Tidak usah khawatir, aku akan selalu baik-baik saja"ucap Queen, sambil berlalu.


Kenzie tidak akan pernah bisa percaya begitu saja.


setelah selesai makan malam, Queen lebih dulu pamit ke kamar, dia terlihat mengantuk hingga saat akan masuk kedalam kamar, Kenzie menarik tangan Queen, membawa gadis itu pergi menuju sebuah tempat santai di atas.


"Katakan Queen "ucap Kenzie.


"Apa? kak Queen harus katakan apa?"ucap Queen.


"Katakan kenapa? kamu tadi menangis sayang"ucap Kenzie lembut.


"Tidak apa-apa, Queen hanya ke lilifan bulu mata"ucap Queen berbohong.


"Kamu tidak bisa banyak alasan, Queen kakak bukan anak kecil yang bisa kamu bohongin"ucap Kenzie.


šŸŒ¹šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸŒ¹


setelah berkali-kali, Queen berusaha untuk mengelak akhirnya dia buka apa? yang selama ini dia pendam.


"Queen anak pungut, iya kan kak"ucap Queen sambil bercucuran air mata.


"Queen, siapa yang bilang seperti itu padamu, kamu itu anak Mommy dan Daddy adikku"ucap Kenzie.


"Anak pungut kan kak, Queen sudah tau saat Queen mengecek tes DNA antara kita tidak ada hasil yang menunjukan bahwa kita punya hubungan darah, tadinya aku menyimpan semua kenyataan ini, aku bahkan tidak pernah bisa melawan mereka yang selalu mem bully ku di sekolah, karena memang itu kenyataan nya"ucap Queen sambil terduduk

__ADS_1


"Tidak sayang kamu adik kakak adik kandung ku"ucap Kenzie.


"Lalu kenapa? saat Queen kecelakaan Daddy bahkan kelimpungan mencari donor darah yang satu golongan darah dengan Queen, kenapa? tidak salah satu dari mereka mendonorkan darah nya kenapa? kak"tanya Queen dibalik Isak tangis nya, rasanya sangat sakit ketika harus membahas tentang itu.


"Queen, itu tidak benar, Daddy dan Mommy tidak mungkin melakukan hal itu, kamu anak kandung Mommy dan Daddy, adikku aku bahkan masih ingat saat Mommy, tiba-tiba dilarikan ke rumah sakit untuk melahirkan, dan saat Mommy kembali dengan Daddy dia membawa bayi mungil yang masih sangat merah dan itu kamu, kamu adik kakak sayang"ucap Kenzie semakin erat memeluk Queen, dia tidak rela jika Queen suatu hari nanti pergi dari hidup nya, dia adalah satu-satunya adik yang Kenzie miliki, sampai kapan pun Kenzie tidak akan membiarkan Queen pergi dari hidup nya.


"Kakak tidak perlu berpura-pura untuk menutupi semua nya, Queen,aku sudah tau semua nya, hanya saja aku tidak bisa bertanya langsung kepada Mommy dan Daddy, aku hanya belum siap untuk terluka parah"ucap Queen.


"Queen apa? yang kamu bicarakan nak, apa? kamu meragukan kasih sayang Mommy dan Daddy"ucap Mariana yang tiba-tiba saja sudah berdiri sedari tadi menahan tangisnya dan rasa sesak yang teramat menyiksa.


"Queen, apa? Mommy pernah membuat mu sakit hati, ataupun membedakan kasih sayang Mommy dan Daddy pada mu dan kakak mu, hingga kamu bisa bicara seperti itu"ucap Mariana, terlihat Air mata seorang ibu yang teramat sangat sakit karena sang putri telah meragukan kasih sayang ibunya.


"Tidak Mommy, tapi semua menyudutkan Queen, semua orang yang Queen, temui berkata bahwa Queen hanyalah anak pungut"ucap Queen, sambil terisak.


"Kamu bisa lihat semua bukti yang ada Queen, kamu itu putri Mommy dan Daddy Sayang , saat Mommy mengandung mu kita tinggal di luar negeri, dan saat itu Mommy mengalami sakit saat sedang mengandung mu dan obat yang Mommy konsumsi ternyata salah ada obat yang mengubah gen manusia, dan itu terjadi pada mu, Mommy dan Daddy pun sempat dibuat syok kala itu karena DNA kita tidak cocok sementara kamu lahir dari rahim Mommy"ucap Mariana, dia akan melakukan seribu kebohongan untuk menutupi sebuah kenyataan, bahwa Queen bukan putri nya.


Mariana bahkan akan membungkam mulut mereka yang sudah berani mem bully putri semata wayangnya itu.


"Maaf kan Queen Mommy, selama ini Queen tidak pernah jujur sama Mommy"ucap Queen mereka bertiga pun berpelukan setelah mengantar Queen ke kamar nya dan me nina bobokan putri kesayangannya itu, Mariana langsung bergegas menuju kamar nya, dia tidak bisa lagi membendung air mata nya.


Mariana langsung membanting pintu kamar, dan bersandar di pintu, tangis nya mulai pecah saat itu Kenzo langsung menarik nya kedalam pelukan nya.


"Hey sayang kamu kenapa? ada apa heumm"tanya Kenzo yang kaget melihat istrinya seperti itu.


"Dia sudah tau mas, ternyata selama ini dia sudah tau, hiks hiks hiks sakit mas sakit, kenapa? harus dia mengetahui bahwa kita hanya orang tua angkat, dan aku sudah berdosa karena telah membuat kebohongan baru"ucap Mariana.


Kenzo begitu kaget mendengar semua kenyataan itu.


"Kurang ajar, siapa? yang berani mengatakan itu pada nya, aku akan membuat perhitungan dengan mereka semua"ucap Kenzo.


"Sedari dulu dia memendam semua ejekan dari teman sekolah nya Daddy, katanya dia tidak bisa membela diri karena semua itu adalah kenyataan, dia sudah melakukan tes DNA tanpa sepengetahuan kita"ucap Mariana sambil menangis sesenggukan.


"Apa?... tenang sayang tenang mas akan membuktikan bahwa semua itu tidak benar, besok kita akan bicara pada kedua anak kita.


Kenzo memeluk erat tubuh istri nya yang semakin terisak, dia benar-benar takut jika Queen pergi dari hidup mereka suatu hari nanti.


dan Kenzo akan melakukan apapun yang akan membuktikan bahwa Queen adalah putri mereka seutuhnya tidak ada kecacatan sedikit pun, meskipun harus melawan seluruh dunia, demi kasih sayang nya untuk sang putri dia tidak ingin putri nya terluka.


keesokan paginya, seperti biasanya Kenzo akan menemui sang putri dan akan membangunkan putri tidurnya seperti biasa, yang Kenzo lakukan adalah mengelus puncak kepala putri nya, sambil berkata.


"My Queen, bangun sayang Daddy sudah menunggu mu,my Queen Daddy harus merapihkan rambut mu sebelum Daddy berangkat kerja"ucap Kenzo.


"Ahhhhhh masih ngantuk Daddy, sebentar lagi ya lima menit lagi"ucap Queen seperti biasanya.


"Baiklah sayang ku, lima menit sudah berlalu ayo bangun"ucap Kenzo.


"Daddy, lima menit nya belum lama"ucap Queen yang super manja pada Daddy nya itu.


"Baiklah kalau kamu tidur terus nanti Daddy tinggal bagaimana"ucap Kenzo.


"Iya Queen bangun, sekarang juga Daddy jangan tinggalkan Queen"ucap Queen sambil merengek.


"Baiklah sayang Daddy tunggu di bawah, buruan mandi ya sayang ku"ucap Kenzo.


"Iya Daddy"ucap Queen.


Kenzo pun turun bersama dengan Mariana yang sudah terlihat sangat cantik meskipun usianya sudah tiga muda lagi, tapi dia masih sangat cantik.

__ADS_1


sesampainya di bawah, mereka melihat Kenzie, tidak seperti biasanya, pemuda itu sedikit murung dan melamun, entah apa? yang sedang dia pikirkan saat ini yang pasti dia sudah terpengaruh dengan ungkapan Queen semalam dia juga takut bahkan sangat takut untuk kehilangan Queen dari hidup nya.


berbeda dengan Queen yang masih bisa bersikap biasa saja, mungkin karena dia sudah terlatih sakit hati karena selama ini, Queen bahkan sering mendapatkan hinaan, tapi gadis itu tetap menganggap semua nya baik-baik saja dan selalu bersikap positif, apapun yang terjadi nanti.


__ADS_2