
"Luna!" teriak Zaid saat dia memanggil gadis itu namun tidak mendapatkan respon.
"Una!"panggil Zaid lagi.
"Heumm, ada apa? aku tidak tuli."ujar Luna.
"Kau memang tidak tuli, tapi Bolot."ujar Zaid.
Sementara kedua sejoli yang sedari tadi sudah duduk anteng di meja makan. kini tengah terkekeh geli saat melihat interaksi mereka.
Satunya galak yang satunya lagi lemot.
"Kau mau makan atau tidak Aluna."ujar Zaid.
"Mau tapi disuapi."ujarnya manja.
"Heumm,,, baiklah-baiklah."ujar Zaid yang terlihat frustasi.
"Buruan duduk."ujar Zaid.
"Iya sabar uncle kamu itu tidak sabaran banget sih."ujar Luna.
"Kau yang buat aku kesal."ujar Zaid.
Pria itu langsung meminta pelayan untuk menyuapi gadis polos itu.
"Tidak mau aku tidak mau disuapi orang lain."ujar Luna yang kini terlihat sedih dan ingin menangis.
"Ah,, ya baiklah-baiklah aku yang suapi."ujar Zaid sambil mengacak rambut nya semakin frustasi.
Akhirnya Zaid mengambil alih piring dan sendok dari tangan pelayan itu.
"Ganti,,,, aku tidak mau bekas di pegunungan orang lain."ujar Luna lagi.
Sementara Vino dan Julia kembali saling tatap Vino pun menyuapi Julia makan.
"Ah so sweet..."ujar gadis itu.
"Sudah ini makan punya ku."ujar Zaid sambil menukar piring yang berisi menu yang berbeda itu.
"Aaa ."ujar Zaid sambil menyodorkan sendok berisi makanan ke mulut Zaid.
Luna pun membuka mulut dengan senang hati menerima suapan dari pria tampan dan gagah yang ada di hadapannya itu.
Sementara Vino senyum-senyum sendiri sampai lemparan sendok itu hampir mengenai jidat pria itu.
"Sialan hampir saja."ujar Vino.
"Sudah-sudah jangan ribut depan rejeki."ujar Julia.
"Suamimu yang memulainya."ujar Zaid sambil terus fokus menyuapi gadis itu.
Mereka terus melanjutkan makan siang tersebut bersama dengan Vino dan juga Julia sementara Zaid vsibuk menyuapi Luna yang sangat lahap memakan menu makanan yang Zaid masukkan ke dalam mulutnya.
"Setelah ini kau harus bersih-bersih dia kamar itu."tunjuk Zaid kepada Luna.
Gadis itu hanya mengangguk.
Sementara Zaid melanjutkan makan siang siangnya.sampai saat semua orang bubar dari meja makan Zahid masih menunggu Luna keluar dari kamar tersebut namun sampai satu jam berlalu Gadis itu tidak kunjung keluar.
Zaid langsung membuka kamar tersebut karena merasa heran kenapa? Gadis itu tidak kunjung keluar juga. sampai saat pintu terbuka Zaid melihat penampakan gadis yang kini tengah tertidur pulas di atas sofa kamar tersebut dan Gadis itu belum juga membersihkan diri.
Zaid melihat masih ada paper bag ada di tangannya seakan dia jatuh pingsan.
Zaid langsung membangunkan gadis itu"Luna bangun kau belum mandi juga dari tadi aku sudah menunggumu. satu jam! sungguh keterlaluan kau ini cepat bangun dan mandi kau mau pulang atau tidak. tau begitu aku tinggal saja di sini agar aku tidak perlu repot lagi ngurusin kamu."ujar Zaid sambil berlalu pergi.
"Tunggu jangan tinggalkan aku Aku tidak mau ditinggal di sini Luna."ujar Luna sambil merengek.
__ADS_1
Gadis itu pun bangkit dan langsung pergi menuju kamar mandi. dengan paper bag yang ada di tangannya.
Sementara Zaid kembali keluar untuk menemui Vino dan juga Julia yang tengah sibuk mengurus kedua putranya yang kini tengah berebutan mainan.
Kedua anak kembar itu memang kadang sering berebut mainan hingga dari keduanya saling pukul dan tidak ada yang mau mengalah sampai ikut-ikutan memisahkan mereka namun tetap dengan tingkah jailnya.
dia memprovokasi keduanya dan Vino langsung melempar bantal sofa ke muka Zaid yang kini seakan tengah meledek dirinya.
Sementara Zaid sendiri malah terkekeh geli hingga beberapa menit kemudian Aluna sudah keluar dengan baju baru yang tadi mereka beli di mall.
Aluna tampak sudah cantik dan fresh saat ini meskipun tanpa polesan make up ataupun yang lainnya bahkan rambutnya masih berantakan Karena itu adalah bagian Zaid untuk merapikan rambut gadis polos itu.
Setiap hari Zaid akan disibukkan dengan mengurusi Luna seakan ia mengurusi anak gadisnya.
Zaid langsung mengambil tas yang dibawa oleh Aluna tadi yang berisikan sisir dan juga beberapa pelembab wajah dan badan yang akan Zaid gunakan untuk membantu merawat rambut Dan juga wajah Luna.
Hingga Vino dibuat kagum oleh sahabatnya itu meskipun dia galak, tapi masih memiliki hati untuk melakukan semua hal yang bahkan Vino belum tentu bisa melakukannya.
Namun kesabaran Zaid patut di acungi jempol
Sementara itu di kediaman Gideon di Indonesia mereka kini tengah merayakan hari ulang tahun pernikahan.
Sekaligus hari ulang tahun Inara wanita yang kini telah menjadi Ibu dari seorang bayi perempuan yang juga berusia 5 bulan tersebut diadakan secara meriah oleh keluarga dari Gideon yang datang saat ini.
Untuk menemui anak cucunya kebahagiaan semakin terasa saat Gidion memberikan hadiah kepada Inara yaitu berupa sebuah mobil keluaran terbaru yang sengaja Gideon siapkan sejak Inara melahirkan putrinya itu.
Pria itu masih memberikan perhatian lebih kepada Inara sejak Inara dinyatakan hamil anaknya dan sampai saat ini dia pun menjadi Ayah yang super posesif terhadap putrinya itu.
Mereka tidak tahu bahwa saat ini cucu yang mereka nantikan pun sudah tumbuh besar dan sangat tampan keduanya bahkan begitu menggemaskan seperti Gideon saat kecil.
Namun sampai saat ini tidak ada satu kabar pun mengenai keberadaan Mikaila.
Sampai saat Vino memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk urusan bisnis, dan menjenguk kedua orang tuanya yang juga tidak mengetahui pernikahan putranya yang kedua itu.
Mereka hanya tahu bahwa Vino tengah mengurus perusahaan yang ada di luar negeri padahal putranya sudah memiliki anak dan istri.
Semarang bahkan anak itu masih tumbuh di dalam rahim Julia.
Wanita itu begitu merasakan kerinduan setelah sekian hari Vino belum juga kembali.
Pria itu akan memberikan kabar di saat malam hari. saat mereka akan tidur sementara dirinya masih sibuk bekerja di kantor.
Vino akan tetap sibuk sambil mengawasi gerak-gerik seseorang yang saat ini terlihat mencurigai dirinya.
Yang hadir di tempat yang sama yaitu sebuah restaurant di mana Vino tengah mengadakan meeting bersama dengan kliennya.
Sementara Gideon dan Inara sedang merayakan hari ulang tahunnya. ditemani putrinya yang kini berada di dalam stroller baby tersebut.
Vino pun menatap ke arah Gideon yang juga menatapnya.
Pria itu tengah memperhatikan semuanya mulai dari istri, hingga anak Gideon yang ada di balik stroller yang tidak terlihat dari arah jauh itu.
Vino pun diam-diam mengabadikan kemesraan diantara mereka. lebih tepatnya Inara yang bergelayut manja di lengan suaminya. dari saat mereka tiba, hingga mereka akan makan malam romantis.
Meskipun di tempat umum bukan di tempat VIP seperti biasanya. keduanya terlihat seakan larut dalam kebahagiaan.
Namun tatapan mata Gideon begitu lekat pada Vino yang berada di belakang istrinya itu.
Ingin rasanya Gideon bertanya ke mana saja pria itu selama ini. karena saat terakhir kali bertemu mereka di pantai di mana Mikaila hilang pria itu terlihat sangat kacau dan tidak sebaik saat ini.
Tapi kini Vino bahkan terlihat banyak senyum dan terlihat seperti tengah meremehkan dirinya Di balik senyum itu.
Gidion ingin rasanya mendekat lalu bertanya kemana saja Vino selama ini. sejak Mikaila menghilang dia juga menghilang bagaikan ditelan bumi.
Namun yang lebih membuat Gidion heran adalah Vino tampak sedang bahagia.
Dia terlihat begitu bahagia seperti saat pria itu bersama dengan Mikaila dulu.
__ADS_1
Hingga akhirnya percakapan mereka terdengar begitu jelas.
"Tuan Vino saya dengar anda baru saja merayakan kehamilan istri anda beberapa beberapa bulan yang lalu. bagaimana kabar istri dan bayi Anda saat ini."ujar klien penting yang datang bersama Vino.
Vino pun tersenyum manis di hadapan para klien tersebut "Julia istriku begitu sehat dan juga baik-baik saja dengan kehamilannya saat ini. bahkan kedua putra kembar kami yang pertama pun tumbuh sehat dan sangat menggemaskan andaikan kalian bertemu dengan mereka mungkin kalian juga akan jatuh cinta dengan kedua putraku itu"ujar Vino
"Kedua putra Anda bukannya Anda baru memiliki anak saat ini?."ujar mereka kompak.
"Satu hal lagi yang anda semua tidak tahu, istriku sudah hamil lebih dulu sebelum kami menikah dan kini dia juga kembali hamil karena saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang baik itu selagi istri saya yang cantik dan baik hati itu sehat-sehat saja. kami berencana ingin memiliki sepuluh anak dari pernikahan kami dan itu sudah menjadi keputusan kami."
"Julia istriku sangat baik dan pengertian dia juga cantik dan sangat penyabar kalian sudah tahu kan siapa istriku itu."ujar Vino lagi sambil tersenyum simpul.
Sementara kedua orang itu menganggukkan kepalanya dan memuji kecantikan dari istri Vino tersebut.
"Istri Anda nyonya Julia memang sangat cantik dan memiliki body gold saya dengar-dengar usianya baru 20 tahunan lebih tapi dilihat dari kecantikannya sungguh sangat menggoda siapapun yang melihatnya."ujar kedua pria itu.
"Kalian bisa saja Aku bahkan sudah melewatkan kesedihan yang begitu dalam sejak kami berpisah dulu namun kini takdir mempersatukan kami kembali, Julia ku adalah gadis yang sangat cantik sejak dia masih belia dan aku selalu menjaganya sampai akhirnya dia kembali padaku."ujar Vino.
Kata-katanya yang membuat penasaran adalah perpisahan yang sangat menyedihkan yang membuat Gidion semakin penasaran dan kini dia tidak lagi fokus pada istrinya.
Yang meminta Gidion untuk menyuapinya dengan makanan yang ada di hadapan.
Hingga akhirnya Inara menepuk bahu pria itu. "Sayang kamu lagi mikirin apa? sih dari tadi kok terlihat tidak fokus begitu emangnya ada yang menarik selain aku."ucap Inara sambil menatap ke arah sebelah namun dia tidak melihat siapapun di sana karena meja itu kosong.
Sementara di belakang ada beberapa orang yang kini tengah membahas pekerjaan seperti melakukan pembahasan penting di sebuah tempat yang ramai.
Vino langsung mengakhiri meeting tersebut setelah mereka memastikan kerjasama yang kembali diperpanjang itu hingga akhirnya seseorang memanggil Vino dari arah pintu.
Dia adalah mantan istrinya. wanita itu buru-buru menghampiri Vino. Vino sendiri langsung pergi seolah tak mengenal wanita tadi.
Gidion yang rasanya ingin segera pergi untuk mengejar Vino dan kini berjalan cepat menuju ke parkiran restaurant tersebut.
"Sayang kamu lihatin apa?sih dari tadi begitu terus apa? ada orang yang kamu kenal kah di sini."ujar Inara.
"Ah tidak hanya saja aku seperti melihat seseorang yang ada di masa laluku dulu. tapi tidak penting Ayo lanjutkan makan malam ini sudah terlalu larut untuk anak kita. seharusnya kita sudah membawa dia keluar di jam seperti ini."ujar Gideon yang tampak gelisah tersebut.
Pria itu pun buru-buru menghabiskan makan malamnya tanpa memperdulikan innara yang sedari tadi memperhatikannya sambil menyiapkan makanan tersebut.sesekali ke dalam mulutnya.
Sementara Vino langsung pulang menuju kediaman orang tuanya kali ini dia tidak ingin menjauhi kedua orang tuanya karena dipastikan kedua orang tuanya akan menyetujui pernikahan mereka setelah mereka tahu bahwa Vino akan memiliki seorang anak. meskipun belum bisa dipastikan jenis kelamin dari janin itu apakah anak laki-laki atau perempuan.
Yang jelas buat Vino adalah dia akan memberikan cucu dan keturunan pertama untuk kedua orang tuanya itu.
Sementara kedua orang tua Vino saat ini pun terus bertanya-tanya saatnya putranya tengah berbicara dengan orang lain di dalam kamarnya.
Mereka mengira bahwa Vino tengah melakukan zoom meeting. padahal saat ini mereka tengah mengobrol dengan anak dan juga istrinya hingga saat dia mendengar ketukan pintu dari luar.
Vino pun berburu mematikan telepon tersebut dia tidak ingin kedua orang tuanya tahu saat ini sebelum anak itu lahir ke dunia karena biar bagaimanapun restu dari kedua orang tuanya belum ia dapatkan saat ini.
Karena mereka pun tidak tahu Vino telah menikahi Julia yang tak lain adalah kekasihnya dulu. yang tidak mendapatkan restu dari kedua orang tuanya.
Kini Vino hanya bisa berdoa semoga setelah ini kedua orang tuanya bisa menerima pernikahannya itu meskipun nanti dia akan mendapatkan kemarahan dari kedua orang tuanya tersebut.
Karena sudah dipastikan pernikahan itu dilakukan tanpa restu dan jika anaknya lahir adalah obat dari semua kemarahan tersebut.
Vino akan berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka hingga saat nanti saat mereka kembali ke Indonesia untuk hidup dengan kedua orang tuanya yang sudah tak lagi muda itu.
Kedua orang tua Vina pun bertanya sedang apa putranya sejak pulang dari luar tidak sekalipun mereka melihatnya turun dan makan malam.
Padahal Vino sudah makan malam saat berada di luar. sama dengan klien pentingnya itu.
Kedua orang tua Vino pun kembali ke kamarnya setelah mendapatkan penjelasan dari Vino putranya itu.
Bahwa dia sudah makan malam bersama dengan klien pentingnya.
Bahkan kedua orang tuanya tidak pernah mempertanyakan bagaimana kondisi perusahaan mereka selama ini.
Karena selama ini asisten pribadi Vino juga selalu melaporkan keadaan perusahaan yang selalu stabil dan tidak pernah mendapatkan gangguan apapun bahkan makin hari perusahaan itu semakin berkembang pesat sejak Vino mengambil alih perusahaan tersebut.
__ADS_1
Kedua orang tua Vino bahkan merasa sangat bangga terhadap anaknya.
Meskipun mereka sempat kecewa karena Vino memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya yang baru berusia beberapa minggu itu dulu bersama dengan istri pilihan mereka.