
Shania kini telah menjadi istri yang baik untuk Arvin dia juga mengikuti langkah ibunya dalam merawat kedua keponakannya.
Kenzie tidak memberikan kedua cucunya itu untuk kembali dirawat oleh Vino, karena Kenzie mengetahui sesuatu tentang putrinya.
Sementara itu di Kanada saat ini, Julia sudah bersama dengan kedua putranya yang begitu bahagia bisa bertemu dengan sang mommy.
Julia juga terus bersama dengan keduanya sepanjang hari hingga malam hari.
Gidion sendiri saat ini masih berada di sana bersama mereka bagaikan keluarga yang utuh. Julia pun memberikan piring yang sudah dia isi dengan menu makanan yang ia buat untuk semuanya.
"Mommy Junho ingin jalan-jalan dengan mommy dan Daddy."ucap Junho.
"Iya Mommy."ujar Junho menimpali.
"tanya Daddy mau tidak jalan-jalan dengan mommy."ucap Julia sambil melirik ke arah Gidion.
"Honey, tanpa diminta pun tentu aku bersedia,,, aku tidak akan pernah menolak untuk jalan bersama dengan kalian kapanpun itu.
"Terimakasih Dion."ucap Julia.
"Tidak perlu berterimakasih karena dengan begitu kita bisa bersama."ucap Gidion.
Mereka pun melanjutkan makan malam bersama, besok pagi-pagi sekali rencananya mereka akan pergi jalan-jalan.
Sementara itu setelah mereka selesai makan, Julia membawa kedua putranya untuk menggosok gigi sebelum tidur.
Setelah memastikan keduanya berbaring dengan nyaman, Julia langsung bergegas menemui Gidion yang masih duduk di ruang santai.
Julia pun pergi menuju dapur untuk membuat kopi untuk Gidion.
Pria itu tersenyum manis, saat Julia membawa nampan berisi secangkir kopi. saat Gidion tengah sibuk dengan pekerjaannya.
"Sayang kamu tidak perlu repot-repot tapi terimakasih."ucap Gidion.
"Hanya kopi Dion."ucap Julia sambil duduk di samping Gidion.
"Kamu sudah bekerja seharian kenapa? masih harus bekerja, istirahat lah jaga kesehatan mu."ucap Julia.
__ADS_1
"Aku menghabiskan waktu ku untuk bekerja karena sudah tidak ada yang memberikan perhatian pada ku dan juga tidak ada yang membutuhkan perhatian ku lagi."ucap Gidion.
Julia hanya menghela nafas panjang saat itu, karena dia tau apa? yang Gidion maksud.
"Dion,,, kamu bisa menikah lagi dengan wanita yang jauh lebih baik agar hidupmu jauh lebih baik."ucap Julia.
"Kamu tau kan sayang.... bahwa tidak ada wanita yang bisa benar-benar menggantikan posisi mu disini."ucap Gidion.
"Dion... kisah kita sudah berakhir, selain untuk anak kita tidak akan pernah ada cerita lain diantara kita... aku sudah bersuami dan sudah memiliki anak darinya seperti yang kamu tahu."ucap Julia.
"Heumm... sayang kamu tidak tahu yang terjadi saat ini."ucap Gidion.
Gidion pun langsung membuka Handphone miliknya, dia membuka sebuah video berdurasi sepuluh menit yang memperlihatkan bahwa Julia saat ini sudah tergantikan oleh Julia palsu yang kini berada di samping Vino.
Julia hanya bisa menitikan air mata, ternyata benar,,, selama ini cinta Vino tidak benar-benar kuat seperti yang dia katakan.
Dia bahkan tidak pernah mengenali dirinya.
"Sampai saat ini dia tidak pernah mengenali istrinya sendiri yang selama hampir sepuluh tahun bersama sejak kalian belum menikah dulu."ucap Gidion
"Apa? kamu masih berharap pada pria seperti itu."ucap Gidion.
"Aku tidak tau Dion, yang membuat aku bertahan adalah anak-anak."balas Julia yang kini menundukkan pandangannya.
Air mata Julia sulit untuk dibendung lagi, hingga saat tangan kekar itu tiba-tiba menarik dia kedalam dekapannya.
"Menangis lah dan lepaskan segala beban yang ada, aku tau ini pernah kamu alami saat kita berpisah dulu."ucap Gidion.
"Semua itu jauh lebih berat karena saat itu aku bahkan belum bisa berfikir lebih dewasa."ucap Julia.
"Heumm..."Gidion mengusap puncak kepala Julia karena Gidion tau bagaimana? rapuhnya wanita itu.
Sepanjang malam Julia tidak pernah bisa melupakan semua masalah yang ada karena rasa sakit yang ia derita.
Julia pun duduk di tepi ranjang, dia hendak mencuci wajahnya saat ini.
Sementara itu di kediaman Kenzie, dia begitu marah saat mendapat laporan bahwa ternyata saat itu juga menjadi korban penculikan dan kini ada Julia palsu di rumah putrinya.
__ADS_1
Sementara itu, informasi mengatakan bahwa Julia tidak berada di dalam pesawat terbang tersebut. terlihat dari rekaman Cctv seluruh area bandara tersebut yang memperlihatkan bahwa putrinya tidak naik pesawat kala itu justru dia diculik dari sebuah jet pribadi yang hendak ia naikki.
Sampai saat semua orang yang ada di rumah itu melihat itu, akhirnya mereka pun ikut marah termasuk Arvin sendiri.
"Daddy aku akan mencari keberadaan orang-orang itu."ucap Arvin.
"Tidak perlu nak,,, kuncinya ada di si wanita palsu."ucap Kenzo.
"Putriku ada di Kanada bersama dengan Gidion, besok aku akan mengantar kedua cucu ku kesana.... kasihan putriku yang malang."ucap Sanum.
"Sanum,,, sayang siapa? yang telah memberitahu dirimu."ucap Mariana.
"Gidion yang menghubungi ku, putriku ditemukan tergeletak di jalanan oleh rekan bisnisnya yang kini menjadi bos dari Julia."ucap Sanum.
"Bersyukurlah kita tidak perlu bersusah payah untuk menemukan putri kita, sekarang yang terpenting adalah kita harus segera menghukum pelaku kejahatan itu."ucap Kenzie.
"Jangan beritahu Vino bahwa putriku masih hidup, dan sampai kapan pun aku tak mengijinkan Vino untuk bertemu dengan cucuku."ucap Sanum yang terlanjur kecewa.
"Tenanglah sayang aku akan melakukan apapun untuk menghukum seorang pecundang."ucap Kenzie.
"Aku tidak menyangka bahwa pria yang selama ini terlihat sangat baik dan bertanggung jawab tapi kenapa?di akhir sangat menyakitkan."ucap Sanum yang kembali terisak.
"Mom,,, jangan buang-buang air mata untuk orang yang seperti itu, kita akan segera membawa kakak pulang."ucap Shania.
"Shania sayang mommy tidak akan membawa kakak mu pulang tapi mommy akan tetap membiarkan dia disana. bersama dengan anak-anak."ucap Sanum.
Shania pun mengangguk setuju begitu juga dengan yang lainnya, sementara itu di kediaman Vino saat ini dia tengah memperhatikan gerak-gerik wanita itu.
Sudah sejak lama Vino menaruh curiga terutama saat dia melihat postur tubuh dari Julia yang Vino tau itu palsu.
Setiap hari Vino akan selalu menghindari Julia yang menginginkan berhubungan intim dengan dirinya, tapi Vino selalu berusaha untuk memberikan alasan yang mudah di fahami oleh wanita itu, agar dia tidak tersinggung.
Pria itu selalu memanggil nama istrinya saat ia tengah sendirian.
Hatinya begitu yakin kalau saat ini istrinya masih hidup dan berada di luar sana.
Sementara Julia sendiri kini tengah mati-matian berusaha untuk melupakan semuanya termasuk Vino.
__ADS_1