
Keesokan harinya Sanum, sudah bersiap untuk pergi bekerja, setelah menitipkan putri kecilnya itu pada pengasuh nya.
Wanita cantik itu berjalan menuju tepi jalan raya, karena untuk menuju jalan raya dia harus melewati beberapa gang yang hanya cukup untuk satu kendaraan bermotor, saja.
Sanum pun langsung melihat taksi lewat, dia langsung menghentikan nya, beruntung taksi tersebut tidak membawa penumpang lain jadi dia bisa buru-buru pergi.
"Jalan xx pak tolong cepat ya ini hari pertama saya bekerja"ujar Sanum dengan lembut.
"Baik neng"ujar sopir tersebut.
Sesampainya di depan gedung perkantoran tersebut, Sanum langsung berjalan menuju lobi bertepatan dengan kedatangan Kenzo, saat dia masuk Kenzie, pun masuk, saat Sanum ingin bertanya kepada resepsionis tiba-tiba tangan Kenzie langsung menarik lengan Sanum sontak hal itu membuat semua orang yang ada di sana melongo tidak percaya.
"Lain kali jika sudah datang langsung masuk saja, karena kamu adalah asisten saya"ujar Kenzie, yang akhirnya melepaskan pegangan tangan nya.
"Baik tuan" Jawab Sanum.
Sanum pun berjalan mengikuti langkah Kenzie dan langsung memasuki lift bersama dengan Kenzie, karena pria itu menarik nya saat itu juga.
"Gunakan lift ini untuk akses keluar masuk dari dalam kantor"ujar Kenzie lagi.
"Baiklah"ujar Sanum.
"Tidak ada kata lain selain baiklah, Sanum kita ini teman kenapa? kamu begitu formal saat kita berdua"ujar Kenzie.
"Anda bos saya mana bisa saya berbuat seenaknya, maaf saya harap tuan Kenzie, bisa mengerti"ujar Sanum, sopan dan begitu lembut.
Sesampainya mereka di dalam ruangan tersebut Kenzie langsung meminta Sanum duduk di ruang yang hanya ada sekat dinding kaca yang menjulang tinggi.
"Itu ruangan mu, dan mulai sekarang tolong periksa semua pekerjaan yang sempat tertunda itu, setelah selesai bawa ke hadapan saya, dan kamu bisa mulai dari sekarang tapi sebelum itu, tolong buatkan saya kopi"ujar Kenzo.
Pria itu kembali bersikap formal karena Sanum yang meminta semua itu.
Sanum pun menyimpan tas dan sebuah paper bag, berisi kotak bekal yang ia bawa dari rumah untuk makan siang nya nanti.
Sanum langsung beranjak dari tempat tersebut menuju pantry yang masih berada di ruangan tersebut, agar memudahkan Kenzie saat menjamu tamu dari luar disana ada mini bar, dan juga rak penyimpanan botol anggur dan minuman berkelas lainnya, tidak hanya itu ada berbagai jenis buah-buahan segar yang ada di lemari pendingin, entah itu kantor atau apartemen berkelas internasional.
Semu. kebutuhan Kenzie ada di sana meskipun ada sekat ruangan dinding yang terkesan menjadi ciri khas, ruangan tersebut.
Sanum, langsung menyuguhkan kopi tersebut di atas meja kebesaran Kenzie, pria itu begitu tergoda dengan aroma kopi yang Sanum buat mungkin karena takaran nya pas.
"Seperti nya kau pandai membuat kopi, aroma nya sudah menggoda bahkan saat kau membuat nya, apa? kau sering membuatkan itu untuk suami mu"ujar Kenzie.
"Tidak tuan hanya saja saya pernah bekerja di kedai kopi"jawab Sanum.
"Kedai kopi mana"ujar Kenzie lagi penasaran sambil menyeruput kopi yang terlihat masih mengepul kan asap tersebut, Kenzie langsung memejamkan mata nya.
"wow,,, heumm ini benar-benar nikmat"ujar Kenzie lagi.
"Saya hanya membuat nya seperti biasa, tuan mungkin karena kopi anda adalah kopi yang bertaraf internasional, jadi seperti di Starbucks"ujar Sanum sambil pamit hendak bekerja dan Kenzie pun hanya mengangguk sambil lagi-lagi pria tampan itu ,menyesap kopi tersebut yang tinggal setengah.
Kenzie pun kembali berkutat dengan pekerjaan nya, begitu pula dengan Sanum yang fokus mengecek laporan yang ada di meja nya, untuk kembali di serahkan kepada Kenzie untuk ditandatangani setelah selesai.
Saat mereka tengah sibuk berkutat dengan pekerjaan nya masing-masing, tiba-tiba pintu ruangan di keruk, dari luar.
"Masuk "ujar Kenzie.
"Tuan, jadwal anda hari ini bertemu klien penting di hotel xx, lanjut meeting penting di tempat , dan seseorang sudah membuat janji temu dua hari yang lalu"ujar sekertaris yang terlihat begitu seksi dan sangat menggoda dengan pakaian kurang bahan tersebut, tidak seperti seorang penggoda, berbeda dengan Sanum yang menggunakan pakaian tertutup meskipun bukan gamis atau hijab, tapi wanita itu berpakaian sopan.
dengan baju kemeja putih lengan panjang dan rok yang memiliki panjang di bawah lutut, dari bahan yang sangat nyaman di gunakan, dari bahan keringkel yang pasti tidak bukan rok span, atau mini.
Dan itu bisa dipadukan dengan blazer.
dengan rambut yang tertata rapi, semakin menambah kecantikan Sanum, tapi ada satu yang membuat mata indah Sanum, tertutup, itu adalah kacamata baca nya saat ini yang bertengger di hidung mancung nya itu.
"Tuan semua sudah beres dan yang salah telah saya tandai"ujar Sanum, setelah berkutat dengan pekerjaan nya, selama dua jam.
__ADS_1
"Baiklah"ujar Kenzie tidak langsung meraih berkas tersebut.
Pria itu pun melihat semua hasil pekerjaan Sanum, tidak lama kemudian dia tersenyum sambil membubuhkan tanda tangan.
"Aku suka hasil kerja mu sangat memuaskan, terus lah seperti ini"ujar Kenzie.
Sementara itu, Kenzie memanggil sekertaris nya, untuk memberikan berkas yang harus di perbaiki karena terdapat kesalahan di dalam nya.
"Bersiap lah, sebentar lagi ikut aku ke hotel untuk bertemu dengan klien penting hari ini"ujar Kenzo.
"Baik tuan
Sanum pun mulai merapikan penampilan nya, sambil sesekali terlihat menyuap kan sesuatu kedalam mulutnya, dan itu berhasil Kenzie lihat hingga pria itu pun bertanya saking penasarannya.
"Apa? yang sedang kau makan"ujar Kenzie.
"Ah ini bekal makan siang saya dari rumah tuan "jawab Sanum.
"Bawa kemari seperti nya aroma nya sangat menggugah selera"ujar Kenzie.
"Heumm, hanya makanan kampung"ujar Sanum.
"Cepat lah aku ingin mencicipi makanan itu"ujar Kenzie.
"Nanti setelah kita kembali dari hotel,kau jemput adik kesayangan ku, dia pasti senang dan ikuti apapun yang Dia mau"ujar Kenzie.
"Baik"ujar Sanum.
Wanita itu langsung bersiap untuk pergi berdiri dari kursi yang ia tempati tapi kemudian dia tersentak kaget saat, atasan nya sudah berada di hadapan nya entah apa? kapan pria itu beranjak dari kursi kebesaran nya.
"Aku bilang aku ingin mencicipi makanan itu, kenapa? kamu pelit, aku teman sekolah mu"ujar Kenzie.
Pria itu langsung meraih sendok yang ada di atas kotak bekal milik Sanum dan tanpa sadar mereka sudah menggunakan satu sendok itu berdua.
"Eum...ini sangat lezat, aku minta ini buat aku, kamu ambil saja yang ada di belakang sebagai ganti makan siang mu, aku mau yang ini tidak ada penolakan"ujar Kenzie.
"T tapi i itu bekas saya"ujar Sanum, merasa ngeri, mungkin setelah itu Kenzie akan muntah-muntah tapi , Sanum ternyata salah perkiraan pria itu sama sekali tidak bergeming sedikitpun, malah lanjut menghasilkan makanan nya.
"Tuan, anda makan siang sebelum waktunya, apa? tidak ada masalah"ujar Sanum lagi.
"Tidak ada masalah" yang penting aku makan siang yang lezat seperti ini"ujar Kenzie.
"Tuan itu hanya nasi liwet buatan saya"ujar Sanum.
"Ini enak' bisa buatkan tiap hari untuk ku, maksud aku setiap hari masak menu yang berbeda, aku akan beri uang belanja untuk semua kebutuhan nya"ujar Kenzie.
Pria itu merogoh kantong celana nya, dan mengambil dompet dari dalam sana setelah itu memberikan sebuah kartu berwarna gold, meletakkan nya di atas meja kerja Sanum.
"Itu untuk uang keperluan belanja apapun, yang berhubungan dengan ku juga kamu saat bekerja, dan mulai besok kamu bisa pesan makan siang dari kantin kantor karena itu gratis untuk seluruh karyawan"ujar Kenzie.
Tanpa sadar pria itu sudah menghabiskan semua nya, termasuk ayam tempe dan cumi dan perkedel yang dia buat sebagai toping dari nasi liwet teri petai yang dia buat tadi.
......................................
Setelah sampai di hotel untuk bertemu klien, dari luar negeri, Kenzie dan Sanum langsung menuju ke sebuah kamar tempat dimana tamu itu berada, setelah sampai dan disambut dengan baik, oleh orang tersebut, akhirnya Kenzie pun meminta Sanum, untuk memberikan proposal kerjasama yang sudah disiapkan dari jauh hari oleh Yuda.
Setelah berbincang, sambil menikmati secangkir kopi dan jus, diantara mereka berempat akhirnya semua rampung Kenzie pun meminta Sanum, untuk langsung pergi menuju kampus, tempat dimana Queen kuliah, sementara dirinya sedang menunggu jemputan dari kantor.
Sanum pun pergi menggunakan mobil Kenzie, untuk menjemput Queen, adik dari atasan nya itu, meskipun dia tidak pernah tahu jika Kenzie punya adik, tapi wanita itu tetap pergi berharap Queen, bisa diajak kerja sama, tidak belagu, seperti gadis kaya raya lain di luar sana.
Sesampainya di alamat yang di tuju Sanum, langsung memarkirkan mobilnya di area parkir kampus, mobil sport milik Kenzie, yang ia kendarai, sendiri.
"Tidak lama seorang gadis cantik, berwajah indo, datang menghampiri mobil tersebut, tapi dia terlihat sedih saat yang keluar bukan Kenzie, melainkan Sanum.
"Dengan Nona Queen, saya Sanum, asisten pribadi tuan Kenzie, saya diperintahkan tuan, karena beliau harus meeting"ujar Sanum dengan sopan.
__ADS_1
"Kamu benar, kak aku Queen, ayo kita cabut"ujar Queen, yang langsung masuk ke jok samping kemudi.
"Kita langsung pulang atau kemana? dulu Nona"tanya Sanum.
"Temani aku makan siang kak, apa? boleh aku janji hanya sebentar kok" ujar Queen.
"Baik"jawab Sanum.
Sesuai perintah sang bos bahwa Sanum harus memanjakan Queen, apapun permintaan Queen, harus ia turuti.
"Kakak baru ya"ujar Queen, memecah keheningan.
"Iya, Nona, saya menggantikan pak Yuda untuk sementara, setelah itu, saya tidak tau apa? tuan masih mempekerjakan saya atau tidak"ujar Sanum.
"Harus"ucap Queen sambil tersenyum, seperti nya dia cocok berteman dengan nya.
Sesampainya di sebuah restaurant, Queen langsung keluar dari dalam mobil, tanpa menunggu Sanum untuk membuka kan pintu untuk nya, gadis itu tidak mau merepotkan asisten pribadi sang kakak, karena tugas Sanum sebagai asisten pribadi, sudah terlalu banyak pekerjaan yang dia sendiri tau, belum lagi harus mengikuti perintah lainnya seperti saat ini.
Sanum sempat terbengong tapi kemudian Queen, langsung menyadarkan nya.
"Tidak usah heran begitu kak, aku tidak perlu dilayani sampai segitu nya, aku tau kakak, sudah banyak pekerjaan, jadi jangan sungkan pada ku, mulai hari ini kita adalah teman, aku Queen Anastasya Georgio, mulai saat ini bersahabat dengan kak"ucapan Queen menggantung.
"Sanum, panggil saja begitu"ujar Sanum.
"Aku panggil kakak saja biar sopan"ujar Queen.
Sanum pun tersenyum manis, ternyata tidak hanya cantik tapi Queen memang sangat baik hati, dia tidak sombong meskipun terlahir dari keluarga konglomerat dan, nama Queen, itu memang sudah sangat cocok untuk gadis itu.
"Terimakasih Nona"ujar Sanum.
"Ya sama-sama, ayo buruan nanti keburu telat kembali ke kantor"ujar gadis itu.
"Baik"ujar Sanum sambil berjalan mengikuti langkah Queen.
Sesampainya di dalam restoran, Queen langsung menghentikan langkahnya, saat melihat pria yang selama ini ia taksir keluar dengan seorang wanita, dari dalam ruangan VVIP, entah siapa? wanita itu yang jelas dia teramat sangat cantik.
"Queen, ngapain? di sini"ujar pria yang tidak lain adalah Alan.
"Aku mau makan siang"ujar Queen yang langsung pergi begitu saja tanpa menoleh kearah pria yang kini menatap kepergian gadis itu yang lantai dua restaurant tersebut, diikuti oleh seorang wanita berpenampilan formal.
"Siapa? dia Allan"ujar wanita cantik itu.
"Dia saudara sepupuku, adik dari pria yang selalu kau kejar"ujar Alan.
Pria itu pun pergi tapi tidak pergi bersama karena mereka pun berbeda tujuan, saat ini.
Sementara itu Queen pun, seperti orang kesurupan dia makan dalam porsi yang banyak, saat ini, dan tatapan mata nya, terlihat sangat menyedihkan, mungkin dia tengah Fatah hati.
"Nona, sebaiknya jangan menyakiti diri sendiri, jika dia bukan pria yang baik untuk anda lebih baik ikhlas kan dia pergi"ujar Sanum yang langsung menahan tangan Queen, yang hendak meraih piring lainnya, karena Sanum bisa melihat, Queen sudah tidak kuat untuk memakan semua itu.
"Tapi kak, dosa tau buang-buang makan sementara di luar sana masih banyak orang kelaparan"ujar gadis itu yang memang ada benarnya.
"Baiklah, kita bungkus saja sekalian kita bagi pada orang yang kurang beruntung"ujar Sanum.
"Oke, itu jauh lebih bagus, kita akan pesan lebih banyak lagi, setelah itu kita bagi-bagi pada orang-orang yang tinggal di kolong jembatan itu"ujar Queen.
"Saya setuju, semoga itu menjadi berkah untuk hidup nona"ujar Sanum.
Gadis itu pun mengangguk dan langsung memesan ratusan porsi, tidak hanya itu dia juga meminta agar dicarikan mobil boks untuk mengangkut semua itu, dan di sumbangkan oleh mereka langsung pada mereka yang sangat membutuhkan.
Sementara Queen, langsung di antar pulang setelah melakukan pembayaran.
Sementara itu Sanum kembali ke kantor, dia pun dibuat terkejut karena ternyata, gadis cantik yang mereka temui tadi di restaurant, tengah berada di dalam ruangan tersebut.
"Maaf, apa? anda yang sudah membuat janji temu dengan tuan Kenzie"ujar Sanum.
__ADS_1