
Aluna terus mengigau hingga Zaid kembali membawa gadis itu kedalam dekapannya.
Pelukan hangat yang diberikan Zaid selalu menenangkan jiwa gadis polos itu.
Sampai saat malam hari tiba, Zaid membangunkan Aluna yang kini masih terlelap.
"Aluna sayang bangun, kita makan malam dulu kamu pasti laper setelah melewatkan makan siang mu."ucap Zaid lembut.
"Zaid disini, kapan kamu datang."ujar gadis yang kini terlihat kebingungan.
Zaid langsung mencolek hidung gadis cantik itu.
"Apa? Zaid mencari Luna, Luna takut saat hujan Luna tidur di taman sendirian dan bunyi petasan itu begitu menakutkan."ujar Aluna.
Zaid pun tersadar, saat ini ternyata Aluna kembali mengalami kemunduran dalam ingatannya setelah dia bersedih tadi siang.
"Aluna sayang.... itu hanya mimpi buruk sedaritadi Zaid tidur bersama dengan Luna memeluk Aluna penuh sayang."ucap Zaid dengan sabar.
"Oh jadi itu hanya mimpi buruk ya,,, mengerikan Zaid jangan mencari wanita lain ya, Luna takut apalagi Daddy belum ketemu."ujar gadis itu.
"Iya sayang,,, Zaid janji hanya ada Aluna tersayang satu-satunya yang ada di hati Zaid."ucap pria tampan itu.
"Zaid, belum gendong Luna di pantai."ujar gadis itu.
"Heumm,,, baik'lah Minggu ini kita akan akan pergi ke pantai."ujar Zaid.
Rasa bersalah terus menyelimuti pria tampan itu, karena ternyata gadis itu begitu menderita saat pergi darinya.
Biarlah Zaid mengatakan bahwa itu adalah mimpi buruk Aluna, agar gadis itu tidak lagi memikirkan itu.
Zaid kini harus lebih berhati-hati dalam berbicara dan juga dia harus lebih memperhatikan gadis polos yang sangat ia cintai itu.
"Ayo kita makan dulu sayang setelah itu kita bisa tidur lagi atau mau menonton film juga terserah Aluna."ujar Zaid.
"Hore Aluna boleh nonton film dewasa?."ujar gadis itu seakan minta jawab.
Sementara Zaid kini hanya diam, pasalnya dia tidak pernah bahas tentang film dewasa, karena gadis itu suka menonton film kartun seperti biasanya kenapa? tiba-tiba bisa berubah.
Zaid hanya bisa pasrah dan tidak pernah mau berdebat lagipula dia akan mencoba untuk mengikuti kemauan gadis itu, terserah setelah itu dia mau seperti apa? tapi Zaid hanya akan memberikan drama percintaan bukan yang benar-benar film dewasa.
"Aluna mau makan sama apa? heumm."tanya Zaid lembut.
__ADS_1
"Sama ayam goreng saja, jawab gadis itu.
"Baiklah Zaid suapi atau makan sendiri?."Tanya Zaid.
"Zaid lupa ya suapi Luna setiap hari juga."Tidak lupa kok sayang hanya siapa tau saja Luna yang cantik ini sudah bisa mandiri."ucap Zaid dengan sengaja.
"Zaid Luna memang cantik dari lahir, kenapa? Zaid lupa bahwa Luna itu masih kecil."ujar gadis itu sambil berkedip.
Sementara Zaid hanya tersenyum simpul.
"Ya sudah ayo makan dulu princess Aluna."ujar Zaid sambil menyodorkan suapan pertamanya.
Dan pria itu pun makan di piring yang sama dengan menu yang sama seperti Aluna.
Aluna begitu menikmati suapan demi suapan yang diberikan oleh Zaid, pria itu pun berharap Aluna bisa kembali mengingat tentang siang tadi dan mungkin malam kemarin dimana dia datang ke rumahnya.
Sampai saat mereka selesai makan malam, keduanya kembali ke kamar, Zaid menyatakan TV kali ini dia tidak memberikan Aluna memegang handphone karena Zaid tidak ingin kejadian tadi siang kembali terulang.
"Zaid,,, film ini tidak seru ganti filmnya Aluna tidak suka."ujar gadis itu.
"Sayang yang mana lagi filmnya memang seperti itu."ujar Zaid.
Akhirnya Zaid pun mengerti dia ingin film yang sempat ia lihat di sosial media.
Zaid langsung memutar film itu, tapi ternyata pertama kali diputar adegan dewasa yang menunjukkan mereka tengah bercumbu membuat Aluna menjerit keras dan menutup wajahnya.
"Ada apa? Aluna tadi katanya ingin film ini sudah-sudah jika tidak mau menonton lebih baik kamu bobo lagi atau nonton kartun saja, sepertinya ada episode terbarunya."ujar Zaid.
"Oke aku tidur saja, tapi Zaid janji tidak akan pernah pergi kemanapun kan."ujar gadis itu.
"Tentu saja, aku disini."ujar Zaid.
"Peluk."ujar Aluna manja.
"Iya Honey."ucap Zaid yang kini memeluk gadis itu.
Tapi bukannya tidur Luna malah membahas tentang adegan film yang memperlihatkan bahwa mereka tengah bercumbu mesra.
"Zaid, sepertinya Luna bisa praktek adegan tadi Luna juga sudah dewasa."ujar gadis itu.
Sontak Zaid menelan ludahnya dengan susah payah, pria yang kini mendekapnya dari belakang itupun berpura-pura tertidur.
__ADS_1
Namun tidak bisa dibayangkan jika ternyata gadis itu nekad mencium bibir Zaid persis seperti adegan ciuman tadi.
Zaid pun membalas ciuman tersebut dan memperdalam ciuman mereka, hingga saat Aluna melepaskan ciuman itu sambil menatap Zaid dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"I love you Zaid."ucap Aluna.
Zaid pun mematung di tempatnya, setelah Aluna kembali mengecup bibir Zaid, pria itu pun langsung mengatakan "I love you more honey..."ucap Zaid.
Keduanya pun kembali saling memeluk dan memejamkan mata.
Hingga keesokan paginya, gadis itu kembali merengek meminta pergi ke pantai.
Pria itu pun tidak bisa menolak Aluna yang kini sudah berdandan cantik itu.
Gadis itu pun akhirnya bersorak riang gembira saat Zaid memenuhi keinginannya.
Aluna langsung meraih lengan kekar yang kini sudah berpenampilan rapi dengan tuksedo yang ia kenakan saat ini menambah kesan cool.
Tidak hanya itu ia juga menggunakan jas yang lebih mirip jubah dengan warna senada dengan tuksedo yang ia kenakan.
Aluna berjalan dengan penuh senyuman selama berada di dalam mobil pun dia selalu tersenyum.
"Apa? kau senang sayang."ujar Zaid.
"Tentu saja, jangan lupa gendong aku seperti bayi koala yang imut. Aku juga ingin kita mengabadikan foto kita yang sedang bercumbu."ujar gadis itu antusias.
Sementara Zaid sendiri saat ini begitu merasa heran kenapa? dengan Aluna saat ini yang selalu berubah-rubah.
Sesampainya di pantai Aluna pun langsung berlari dan menendang Air hingga bajunya basah.
Dress tipis itu mencetak paha mulus itu, bahkan terlihat sangat mulus dan putih.
Sayang jangan dulu main air."ujar Zaid yang langsung mengangkat Aluna kedalam gendonganya.
Zaid sayang lepas ini belum saatnya karena Aluna belum bermain air. dan juga kita belum ciuman seperti tadi malam."ujar gadis polos itu.
"Apapun yang kamu honey."ujar Zaid.
Keduanya kini berjalan-jalan di pantai bermain air, kejar-kejaran, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sementara Zaid tidak ingin salah faham.
__ADS_1