Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Akhir dari mimpi#


__ADS_3

satu tahun berlalu kini Deswita menyusul Mariana menjadi ibu dari sepasang anak kembar mereka, yang anak mereka diberi nama.


Davin Arthur dan Dinda Arthur.


yang kini berusia tujuh bulan, mereka begitu menggemaskan Adri, bahkan selalu mencari keduanya setiap kali bangun tidur atau pun saat pulang bekerja.


hingga Deswita merasa diabaikan.


"seperti nya aku harus cari suami baru yang bisa rindukan diriku"ucap nya tanpa dosa.


"Kau ini kenapa? sayang tidak akan ada yang sesayang aku padamu ucap Adri, sambil memeluk dan mencium tengkuk leher istri nya itu.


"Kamu sudah berubah mas kamu lebih sayang mereka"ucap Deswita.


"Owh ya ampun sayang bagaimana bisa kamu cemburu dengan kedua buahati kita"ucap Adri.


"Aku tidak cemburu tapi itu adalah kenyataan nya, kamu terlalu banyak perhatian pada mereka, dan aku diabaikan"ujar Deswita sambil memanyukan bibir nya.


"Owh sayang ku, kamu itu terlalu berlebih-lebihan aku sangat mencintaimu tidak ada yang bisa mengalahkan rasa ini untuk mu, seorang"ucap Adri.


"Jangan berdusta, kamu masih pertahankan dia di sisimu dan aku,tau perasaan mu, kau terpaksa menikah dengan ku karena mereka berdua"ucap Deswita yang langsung membuat Adri menatap tajam kearah nya.


"Kenapa? aku benar kan"ucap Deswita yang langsung pergi dari hadapan Adri.


Adri berlari menyusul Deswita, yang ternyata tengah berdiri di hadapan kolam renang.


"Yang kamu salah paham"ucap Adri.


"Aku tidak salah paham mas, semua adalah kenyataan bahwa selama ini kamu hanya menginginkan anak dari ku, aku sudah memberi itu, sekarang kamu bebas mau menceraikan ku juga"ucap Deswita.


"Deswita jangan berpikir yang tidak-tidak ,aku sangat mencintaimu, kamu pikir aku hanya menginginkan mereka, apa? tidak berpikir sedari dulu aku sangat mencintaimu,aku selalu mempertahankan hubungan ini karena aku sangat mencintaimu!" teriak Adri.


Adri langsung pergi meninggalkan Deswita, wanita itu langsung terduduk lemas di lantai, di samping kolam renang.


sudah sangat lama Deswita ingin mengungkap kan isi hatinya itu, karena. selama satu tahun berlalu Adri terus mempertahankan dia dan dirinya.


Deswita tau bagaimana sikap Adri, selama ini dia akan memanfaatkan wanita untuk melayani nafsu nya, yang sedikit berlebihan itu.


tapi wanita mana yang akan rela dimadu jikalau ada, pasti cinta nya begitu buta terhadap pria itu.


sementara Deswita memang mencintai Adri, tapi dia masih memiliki akal sehat, sekalipun dia yang harus terbuang dari kehidupan pria yang dicintainya, Deswita tidak akan pernah mengeluh.


sementara itu Adri, yang saat ini tengah berada di perjalanan dengan rasa kesalnya yang teramat sangat pada istri yang sangat ia cintai, karena diri nya tidak kunjung menceraikan istri pertama nya itu.


bukan tidak ada niat untuk menceraikan istrinya itu, tapi Adri, tidak ingin putra nya hidup tanpa dirinya, karena tidak mungkin Deswita akan menerima kehadiran putra pertama nya itu.


Biarlah dia egois untuk saat ini atau bahkan selama nya tapi yang pasti dia tidak akan membuat Deswita bersedih karena itu.


sementara itu istri pertama Adri, juga sudah lama menginginkan kebebasan karena istri pertama nya, itu adalah seorang wanita karir, yang berkecimpung di dunia model.


dengan tubuh yang proporsional wanita itu tidak akan sulit untuk mendapatkan pasangan tapi Adri tidak kunjung melepaskan nya.

__ADS_1


Adri datang ke rumah tersebut dia langsung mencari putra nya itu, yang kini tengah bermain dengan babby sister nya.


"Allan, Daddy disini kamu sedang apa? nak"ujar pria itu yang kini mencari keberadaan putra nya.


Allan langsung berlari ke dan menghambur memeluk kaki jangkung sang papa? hingga Adri langsung mengangkat putra nya yang kini berusia satu tahun tapi dia sudah bisa berjalan.


"Apa? kamu merindukan Daddy sayang "ucap nya yang kini mencium seluruh wajah putra nya yang tertawa terbahak-bahak karena kegelian.


"Daddy"ucap nya cadel.


"Ya sayang Daddy sangat merindukan mu"ucap Adri.


"Benarkah itu, bukan kah, ada kedua anak lain yang sangat kamu sayangi saat ini hingga melupakan putra pertama mu"ucap Gadis.


"Bicara apa? kau tentu saja aku menyayangi ketiga nya, mereka bertiga adalah darah daging ku"ucap Adri.


"Lalu kapan? kau akan menceraikan nya, bukan kah kau bilang hanya ingin bertanggung jawab untuk anak kalian, tapi sepertinya kau ingkar janji"ucap Gadis.


"Aku masih menunggu waktu yang tepat"jawab Adri singkat, pria itu tidak sadar jika saat ini percakapan mereka tengah Gadis rekam dan dengan liciknya Gadis, langsung mengirim video tersebut pada Deswita, karena Gadis, tau no Deswita, saat Adri tengah tidur bersama dengan nya.


hingga saat Adri pamit membawa Allan, pergi jalan-jalan bersama dengan babby sister nya, akhirnya dia sampai di sebuah mall, yang masih milik nya dan dia langsung disambut asisten pribadi nya, yang berada di sana.


Adri menemani putra nya bermain saat tempat tersebut sudah di seterilkan dari para pengunjung, hingga video kebersamaan itu direkam oleh babby sister Allan dan langsung dikirimkan pada Nyona nya, dan Gadis, kembali mengirimkan video tersebut pada Deswita.


sementara yang menerima semua rekaman video tersebut, saat ini hanya menangis dalam diam, dia tidak membalas pesan tersebut hanya diam dan menyimpan bukti itu untuk persidangan kelak, Deswita sudah bertekad akan pergi dari kehidupan Adri, untuk selamanya bersama dengan kedua anak nya.


hingga dia di bantu oleh para asisten nya, untuk mempersiapkan semua nya, mulai dari perlengkapan kedua anak nya, dan juga dirinya dia akan pergi jauh dari Adri, dan biarkan kedua orang tua nya, yang mengurus perceraian diantara mereka.


hingga saat ini Deswita sudah berada di pesawat dengan tujuan London, wanita itu akan menetap di sana bersama kakek dan nenek nya, tanpa membawa ponsel atau pun yang lain nya, Deswita hanya pergi membawa kedua putranya dan juga perlengkapan ketiga nya itupun tidak terlalu banyak, beruntung wanita yang kini menidurkan kedua anak nya di pangkuan nya di bantu oleh seseorang yang merasa iba dengan Deswita yang terlihat kesulitan.


sementara itu di kediaman Adri dan Deswita pria itu mengamuk, hingga semua isi rumah itu hampir hancur.


tidak hanya itu Adri juga memberikan hukuman pada para pelayan yang sudah membantu Deswita pergi, setelah sedikit tenang Adri langsung menghubungi orang-orang kepercayaan nya, untuk mencari anak istrinya hingga ketemu.


.......................


sementara itu di London, keluarga besar Deswita menyambut nya, dengan penuh suka cita, hingga meminta pria bernama Jose tersebut mengikuti jamuan makan malam.


sementara yang melakukan pencarian, hanya bisa melacak Deswita sampai di bandara, tidak bisa menemukan nya di pesawat manapun.


Deswita hanya bisa menangis dalam diam saat wanita itu melihat kedua anak nya tengah terlelap tidur di ranjang nya, meskipun kakek dan nenek nya, menginginkan mereka tidur bersama dengan kedua nya, tapi Deswita menolak dengan alasan, keduanya tidak bisa jauh dari nya.


Adri sendiri kini tengah ditemani oleh Kenzo, yang mengetahui bahwa sepupunya itu tengah dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Kenzo, tidak bisa memberikan solusi apa pun, karena yang dia tau Adri, telah bersalah karena telah berkata yang tidak seharusnya.


"Tetap lah berpikir positif, dengan begitu kau tidak akan pernah susah untuk menemukan anak istri mu"ucap Kenzo.


sementara Adri masih terus meminum minuman keras itu, dia tidak bisa membayangkan perpisahan itu.


Adri begitu mencintai Deswita, tapi bibir nya, tidak bisa mengontrol ucapan nya, saat sedang terdesak.

__ADS_1


Mariana yang mengetahui semua itu pun, dia ikut geram dia berharap Deswita tidak pernah ditemukan, karena dia juga benar-benar kesal terhadap pria plin-plan seperti Adri, tidak hanya itu Mariana bahkan meminta Kenzo untuk pulang saat itu juga, karena dia tidak ingin suaminya itu membantu sepupunya.


Adri bisa mengerti kemarahan Mariana, karena Mariana bahkan sudah seperti saudara bagi istrinya itu, mereka sudah pasti akan saling membela.


"Aku berharap ini hanya mimpi buruk, dan tolong bangunkan aku setelah mimpi buruk ini berakhir tuhan"ucap Adri, yang terus menenggak minuman keras itu.


sementara itu Kenzo tengah berada di rumah nya, dia juga kecipratan sial karena Adri, Mariana pun ngambek dan tidak ingin bicara pada Kenzo, sementara Kenzo sendiri menganggap bahwa semua itu awal dari kiamat.


Deswita sendiri kini sudah mulai terbiasa tanpa Adri, disisinya meskipun terkadang di waktu yang tertentu, saat dia akan memejamkan mata, atau pun saat jam pulang kantor, dia akan melihat suaminya itu, tengah mengendap-endap masuk untuk memberikan kejutan pada kedua anak nya.


lagi-lagi hanya tangis yang ia lakukan, sementara kedua bocah tersebut masih anteng dengan hari-hari nya bertemu orang baru, hingga melihat perbedaan tempat.


Deswita akan membawa kedua putranya untuk berjalan-jalan di taman kota menggunakan stroller baby kembar, dan keduanya terlihat sangat antusias, hingga mereka kembali bertemu dengan pria yang menolong nya di pesawat kali ini pria itu tengah bersama seorang gadis kecil berusia sekitar sembilan tahun, Deswita langsung menyapa pria itu, dan begitu pula pria itu mengenalkan gadis kecil itu, sebagai putri nya, ya karena memang mereka sangat mirip.


Deswita pun berbincang panjang lebar dengan Deswita, sambil menunggu putri nya, yang ternyata sangat menyukai bayi yang sangat menggemaskan itu.


Deswita hanya tersenyum, saat melihat interaksi mereka, dan kedua anak nya, seperti sangat menyukai gadis kecil itu.


hingga kedua memutuskan untuk berpisah akhirnya Deswita pun kembali ke mobil nya, bersama kedua anaknya.


wanita itu sudah mulai bisa melupakan semua yang terjadi, dari cerita Jose, yang mengatakan kejujuran soal rumah tangga nya bersama istri nya yang pergi meninggalkan Jose, dalam keadaan sulit saat itu, hingga dia mampu bangkit dan membesarkan putri nya sendirian.


dan Deswita akan melakukan hal yang sama dengan yang Jose lakukan meskipun akhirnya tidak akan pernah sama.


hingga tiba di rumah, Deswita langsung membawa keduanya menemui kakek nenek nya, Deswita pun langsung bergegas menuju kamar nya, dia membersihkan diri terlebih dahulu sebelum ia memandikan kedua anak nya itu.


sambil berendam di bathtub dia memejamkan mata dan kilas balik rumah tangga nya yang ia jalani bersama Adri, tidak ada ketenangan selain sikap posesif Adri, pria itu juga tidak pernah memberikan kepastian akan dibawa ke mana rumah tangga mereka, karena Adri, juga masih memiliki istri lain.


Adri masih mempertahankan hubungan mereka dengan alasan yang sama yaitu anak mereka


hingga Adri, berencana untuk membuang dirinya, dan Deswita sudah melakukan hal yang tepat dengan pergi dari pria itu, sebelum itu terjadi dia yang lebih dahulu akan menggugat cerai Adri.


Adri sendiri tidak pernah berhenti melakukan pencarian dia yakin, Deswita dan kedua anak mereka akan segera ditemukan, tidak hanya itu dia juga menolak gugatan perceraian, yang diajukan oleh pihak Deswita, karena kedua orang tua nya begitu murka, karena putri nya telah di sia-sia kan.


untuk pertama kalinya dalam sejarah hidupnya dia di caci maki di depan umum, oleh ibunda dari Deswita, yang benar-benar merasakan sakit yang teramat sangat, tapi Adri tidak melawan karena dia sadar dia salah.


hingga Adri, melihat bukti yang menyebabkan kepergian anak dan istri nya, Adri begitu murka, dia langsung memberikan pelajaran kepada istri pertamanya itu.


tidak hanya itu Adri juga mengambil semua pasilitas yang ia berikan, selama ini.


hingga akhirnya ia menggugat cerai istri nya itu, dan Adri memilih untuk membawa Allan bersama dengan nya, sementara itu keluarga Adri pun ikut murka pada Adri, karena dia telah menceraikan Gadis.


di kediaman Adri, di sebuah apartemen, kini pria itu tengah menatap wajah polos Allan, yang kini hanya tinggal bersama dirinya dan juga babby sister dan asisten rumah tangga, yang sengaja ia pekerjakan untuk menjaga putra pertama nya itu.


Adri sendiri selalu sibuk di kantor, dan sesekali ia mengawasi putra nya itu lewat pantauan kamera Cctv, yang tersambung ke ponsel miliknya.


Adri, bahkan selalu menghubungi pengasuh nya, untuk melihat keadaan putra nya, sudah makan atau belum.


dia kini merasakan sulit nya, membagi waktu untuk pekerjaan dan juga anak, hingga dia teringat dengan Deswita yang merajuk merasa terabaikan, perlahan tetes air mata itu jatuh membasahi pipinya, pria itu begitu rapuh saat ini.


Adri kembali menghubungi seseorang untuk terus melakukan pencarian, tidak mungkin Deswita menghilang begitu saja, jika tidak ada orang yang menutup infomasi atasnya.

__ADS_1


hingga akhirnya, Adri memiliki ide, untuk meminta maaf kepada kedua orang tua Deswita, sekalipun dia harus bersujud di kaki kedua nya.


Adri akan melakukan itu hingga mertuanya mau memberitahu keberadaan istrinya dan juga kedua anak nya.


__ADS_2