
Disaat semua tengah sibuk berkegiatan, Kenzie pergi ke kantor dan Mikaila juga sekolah, tiba-tiba Sanum merasakan perutnya kontraksi seperti biasanya.
Awalnya merasa biasa saja karena dia tahu itu adalah gejala awal saat mendekati hari kelahiran baby nya, tapi kali ini perutnya benar-benar merasa kesakitan dan sakit itu teramat sangat.
Wanita itu sampai berteriak histeris, hingga seluruh pelayan berlari menuju kamar Sanum.
"Nyonya ada apa?"tanya beberapa orang pelayan.
"Tolong!"teriak Sanum.
Wanita itu seakan hilang kendali saat ini, saat dirinya tengah kesakitan tersebut, terlihat banyak cairan dan yang kini terlihat mengucur di sela kaki Sanum.
"Nyonya sepertinya Anda akan segera melahirkan itu air ketuban nya"tunjuk seorang pelayan.
"Tolong panggilkan suami saya cepat! "ucap shanum sambil berteriak.
Sampai, akhirnya mereka sibuk untuk menyiapkan segala sesuatunya.
Mobil, dan yang perlengkapan saat akan melahirkan di dalam sebuah koper, yang sudah disiapkan sebelumnya oleh Sanum.
Yaitu, peralatan bayi dan juga dirinya seorang sopir dan satpam pribadi langsung datang dan membawa dia masuk ke dalam mobil dan dia dilarikan ke rumah sakit saat itu.
Sementara, pelayan lain memanggil Kenzie lewat panggilan telepon, Kenzie yang kini tengah berada di kantornya, dia tengah memimpin rapat, Kenzieyang mendengar bahwasanya Sanum akan melahirkan.
Dia terlihat sangat panik dan akhirnya rapat itu dihentikan Ia berlari bersama asisten pribadinya Arman menuju ke dalam lift yang langsung menuju basement kantornya.
Sampai, di basement kantor tersebut, Kenzie langsung berlari saat asistennya membawa mobil pribadinya dan menghampiri Kenzie.
"Ayo, tuan segera masuk kita harus segera ke rumah sakit mungkin Nyonya dan baby sedang menunggu anda"ucap Arman
Sepanjang, perjalanan Kenji terlihat cemas pria itu tidak bisa menyembunyikan kecemasannya saat ini, kedua tangan saling bertautan seakan sedang menghitung satu persatu jemarinya. pria itu paling tidak bisa jika melihat istrinya kesakitan karena saking cintanya Kenzie pada Sanum.
Kenzie terus berdoa semoga istri dan anaknya selamat.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, dia langsung di sambut sopir, saat ini dia menuju ruangan dimana Sanum dan juga bayinya berada di ruang rawat inap.
"Sayang!"Kenzie langsung berlari menghambur memeluk Sanum saat itu juga, dia menangis meskipun tanpa suara, karena terharu dan merasa bersalah karena dia tidak berada di sisi istrinya saat istrinya akan melahirkan.
"Sudah Daddy, semua baik-baik saja kok, karena hanya sepuluh menit setelah tiba di rumah sakit dia langsung lahir dan beruntung tidak terlalu lama lihat deh Yank,, wajahnya mirip sekali dengan mu"ucap Sanum.
Sambil tersenyum bahagia dan mengusap air mata Kenzie.
"Kamu benar sayang terimakasih cinta"ucap pria itu sambil menghujani wajah Sanum dengan kecupan sayang.
Pria itu benar-benar terharu karena selama ini dia menginginkan anak perempuan, dia masih teringat dengan jelas, saat almarhum Queen, masih sangat kecil, adik sekaligus aunty nya itu, sangat lucu seperti putri nya kini.
Kenzie, kembali menitikkan air mata, saat teringat terakhir kali Queen, pergi dari rumah saat semua tabir terungkap, dia bahkan tidak mau lagi bertemu dengan orang-orang yang sangat menyayangi nya, hingga kabar meninggalnya ibu dari satu anak itu terdengar.
Kenzie yang pertama kali mendengar kabar itu, dia langsung pergi meskipun kekacauan dalam rumah tangga nya masih belum selesai, tapi kesedihan atas kehilangan Queen, mampu membuat Kenzie lupa dengan urusan yang lainnya.
"Queen,, kakak rindu kamu"lirih Kenzie dalam hati, bagi Kenzie, Queen tetaplah adiknya, meskipun saat itu Queen langsung memutuskan hubungan dengan siapapun, karena bagi dirinya semua itu adalah aib.
Belum genap tiga puluh menit, pria itu menggendong bayi tersebut, kehebohan terjadi, karena kedua anak kembarnya datang dan bahkan berebutan untuk menghampiri adik bayinya.
Termasuk Mikaila, yang lebih dulu merebut adiknya dari sang daddy.
"Kakak duluan, karena dia adik perempuan, berarti dia teman kakak, kalian kan cowok jadi kalian berdua harus melindungi adik bayi sama kakak, jadi kalian harus sabar, tunggu antrian"ucap Mikaila.
"Mommy, kakak jahat aku yang sampai duluan di sini"ucap Kendra.
"Sayang antri ya,, lagipula kalian belum bisa gendong adik bayinya"ucap Sanum.
"Aku ingin cium mommy"ucap Kevin.
"Iya sebentar ya"kata Sanum, mencoba memberikan pengertian.
"Sayang adik bayi nya saja yang kalian perhatikan, lalu mommy yang melahirkan kalian semua tidak kalian perhatikan"ucap Kenzie.
__ADS_1
"Mommy! I love you so much mom"ucap Kevin yang kini naik dan mencium seluruh wajah sang mommy, dia lupa jika mommy nya,baru saja memberikan adik cantik nya.
"Kendra juga sayang mommy,,, I love you mommy, terimakasih atas semua nya, terimakasih sudah memberikan Kendra, adik bayi yang begitu cantik dan menggemaskan ini"ucap Kendra yang selalu paling bawel di antara anak Sanum.
"Sama-sama sayang love you more"ucap Sanum.
Mereka berenam sungguh sangat bahagia saat ini.
Hingga ketiga anak nya pulang bersama dengan sopir pribadi mereka, akhirnya Kenzie duduk di samping Sanum, sambil sesekali mengecup punggung tangan istrinya itu.
"Yang, aku sangat mencintaimu, maafkan aku karena tidak berada di samping mu tadi"ucap Kenzie, meskipun sudah berulang kali meminta maaf.
"Tidak apa-apa? Yank,, aku ngerti kamu juga tengah sibuk"ucap Sanum.
Sanum mengelus puncak kepala Kenzie yang tengah menundukkan kepalanya saat ini dengan lembut.
"Sayang, aku ingin pulang, aku tidak tega meninggalkan mereka di rumah, lagipula saat ini tidak ada kendala apapun, aku dan bayi kita sehat"ucap Sanum.
"Tunggu sebentar lagi yang, aku tanya dokter dulu"ucap pria itu.
"Heumm baik'lah yang"ucap Sanum.
Kenzie pun langsung berbicara pada dokter yang kebetulan berada di sana, sedang memeriksa Sanum, dan dokter pun mengijinkan mereka untuk pulang karena kondisi ibu dan bayi baik-baik saja.
Kenzie langsung menelpon seseorang untuk menyiapkan mobil, dan meminta pengasuh kedua anak kembarnya, datang ke rumah sakit untuk mengurus bayi yang kini akan dibawa pulang, tapi Sanum melarang nya, karena dia ingin putri nya dia sendiri yang gendong hingga tiba di rumah.
Sanum memang wanita yang sangat kuat, hingga dia ingin melakukan semua yang menjadi kewajiban nya sebagai ibu dan istri.
"Sayang semua sudah siap mas yang gendong sikecil"ucap Kenzie.
"Tidak Yank,, dia aku yang gendong, lagipula aku sambil duduk di kursi roda bukan"ucap Sanum meyakinkan.
"Heumm,, baik'lah cinta,, ini hati-hati ya"ucap Kenzie.
__ADS_1