Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Jangan berharap#


__ADS_3

Deswita kini tengah menyiapkan kedua anak nya karena kakek dan nenek Deswita mengajak mereka untuk melihat sirkus yang merupakan sirkus terbesar yang di tampilkan di sana.


Deswita sendiri ingin segera pergi karena sirkus adalah tontonan yang sungguh membuat hati riang.


dia menyukai sirkus sejak kecil apalagi sirkus yang dilakukan oleh hewan dan manusia.


dia teringat dengan Mariana, dengan Lion, ada tetes air mata jika mengingat masa-masa kecilnya selama ini bersama dengan sahabat nya itu.


Deswita pun sudah tiba di sana, mereka bahkan langsung duduk di kursi paling depan dengan kedua anak nya yang tengah asik meminum susu dengan bantuan tangan Deswita dan omah nya.


hingga sirkus dimulai kedua anak nya begitu antusias seperti dirinya saat masih kecil.


keduanya kini tertidur pulas di stroller baby yang dirancang khusus untuk bayi kembar.


sementara itu di kediaman Mariana Kenzo tengah merajuk pada Mariana, karena wanita itu bahkan tidak pernah mau memberikan informasi tentang keberadaan Deswita.


Kenzo sudah sangat prihatin dengan keadaan Adri yang kini terlihat sangat memprihatikan, pria itu bahkan sudah berbaring berhari-hari di rumah sakit akibat pendarahan di lambung karena terlalu banyak minum.


"Mas, kamu masih membela orang yang salah"ucap Mariana.


"Mariana sayang apa? kamu akan diam saja jika melihat saudara mu seperti itu"ucap Kenzo.


"Ok baik'lah bawa Deswita kembali dia berada di London"ucap Mariana sambil pergi membawa Kenzie dalam gendongan nya.


"Sayang kamu serius dia berada di sana??"ucap Kenzo hendak meyakinkan.


"Cari saja sendiri jika kamu bisa, dan aku tidak bisa menjamin bahwa dia mau kembali pada saudara mu yang tidak punya hati itu"ucap Mariana.


Kenzo langsung pergi menuju rumah sakit dia langsung memberitahu Adri, bahwa Deswita berada di London Inggris.


hingga akhirnya mereka pun pergi menuju London Inggris, akhirnya Adri pun mulai membaik hingga belasan jam perjalanan itu terasa tidak lama bagi Adri, sementara bagi Kenzo pria itu merasa tidak tenang karena istrinya bahkan tidak ingin menemui nya saat dia hendak pergi.


Mariana merasa sangat kecewa karena Kenzo lebih membela Adri yang sudah menyakiti sahabat nya.


hingga tiba di London, akhirnya Adri tiba di kediaman rumah nenek Deswita.


mereka disambut dengan baik, tapi dia tidak melihat Deswita karena Deswita sengaja mengurung diri di kamar bersama dengan kedua anak nya.


Adri menjelaskan semua salah faham yang terjadi pada mereka berdua tidak ada satupun yang Adri tutupi akhirnya nenek Deswita mengerti saat melihat semua rekaman Cctv dan wanita tua itu pun mengijinkan Adri untuk menemui Deswita bahkan nenek Deswita memberikan kunci duplikat untuk kamar Deswita jika wanita itu tidak mau membuka pintu.


hingga Adri langsung masuk ke sana dan melihat Deswita tengah menangis sambil melihat kedua anak mereka yang sedang terlelap.


Adri langsung menghampiri mereka namun Deswita langsung berdiri dan hendak menggendong kedua anak nya, tapi Adri langsung menghentikan Deswita dan langsung memeluk istrinya itu.


"Sayang kamu sudah salah faham jika kamu mau melihat bukti itu dengan jelas, kamu bisa melihat nya langsung"ucap Adri.


"Salah faham mas, salah faham apa? semua bukti ada di handphone aku"ucap Deswita.


"Sayang itu hanya potongan bukti dan itu semua sengaja mereka rekayasa"ucap Adri.


"Mas, aku tidak tau itu benar atau tidak yang jelas lebih baik kamu ceraikan aku dan berbahagia lah bersama dengan mereka"ucap Deswita.


Tapi Adri langsung mencium bibir Deswita tanpa aba-aba, Adri bahkan sudah tidak mau mendengar kata-kata Deswita yang membuat nya kecewa.


Adri bahkan menyalurkan rasa rindu nya pada wanita itu saat itu juga.


sementara Kenzo setelah mengurus bisnis nya yang ada di negara tersebut akhirnya pria itu pun langsung pulang ke negaranya.

__ADS_1


pria itu bahkan tidak mampu untuk membayangkan betapa marahnya Mariana saat ini.


"Sayang maafkan mas, nanti setelah mas pulang mas akan bawa oleh-oleh untuk kalian berdua"ucap Kenzo di dalam pesan .


sementara Mariana tidak merespon pesan tersebut akhirnya, Kenzo semakin gelisah jika Adri berhasil membuat Deswita kembali,kini Kenzo dirundung ke was-was an.karena Mariana tidak kunjung membalas pesan nya.


sementara Mariana sendiri kini memutuskan untuk pergi berlibur berdua dengan sang putra menuju pulau yang menjadi tempat tujuan wisata bulan madu.


Mariana berdandan layaknya ABG, berusia sembilan belas tahun, karena memang kecantikan wanita berusia 26 tahun itu sangat awet muda Mariana berjalan membawa satu buah koper sambil menggendong putra nya yang kini belum genap dua tahun,itu yang sudah pintar berceloteh dan selalu bertanya tentang Daddy nya yang kini entah dimana.


sampai mereka di dalam pesawat wanita itu baru bisa beristirahat karena jagoan nya ternyata sudah tertidur pulas di gendong nya, hingga tiba di pulau tersebut Mariana langsung menggunakan topi pantai dan juga bikini dan Kenzie menggunakan t-shirt tanpa lengan dengan kacamata yang macing dengan milik ibunya.


hingga mereka menggelar alas untuk mereka bersantai di tepi pantai yang ramai itu, Mariana bahkan membantu putra nya bermain istana pasir.


asisten pribadi nya datang membawa perbekalan piknik mereka berdua setelah mengantar barang-barang nya ke villa resort, milik Kenzo, yang berada di sana hingga dia menghubungi tuan nya secara diam-diam.


Mariana pun begitu menikmati liburan nya itu hingga menggendong sang putra sambil bermain air bahkan foto Nyonya muda nya yang menggunakan bikini itu hingga membuat Kenzo ingin segera tiba di negara dimana kini istrinya berada, dia tidak bisa membiarkan tubuh seksi istrinya itu dinikmati oleh orang banyak.


hingga menjelang senja Mariana sudah berada di dalam villa dan sudah fresh karena sudah mandi setelah bermain hampir seharian di pantai.


Kenzie sendiri saat ini dia tengah tertidur pulas, mungkin dia lelah setelah begitu antusias nya dia seharian bermain dengan tawa lepas, bersama sang Bunda.


hingga matahari terbenam, akhirnya Mariana menyantap makanan malam nya sendirian.


setelah itu dia memutuskan untuk tetap berada di sofa sambil menikmati tontonan nya, dia menonton film laga romantis yang pemeran utama nya meninggal dunia saat menyelamatkan pujaan hati nya, hingga wanita itu percaya akan ada kehidupan kedua untuk mereka bersama di kehidupan abadi.


"Film ini sungguh membuat ku sakit' hati aku tidak pernah melihat ketulusan itu, selama ini, selain dari ayah dan bunda"ucap Mariana lirih.


"Itu pun akan aku lakukan sayang jika kita di keadaan seperti itu, karena aku sangat mencintaimu"ucap Kenzo yang kini berdiri di belakang nya, pria itu sengaja datang untuk menyusul nya.


"Apa? aku berhalusinasi saat ini, kenapa? aku harus mendengar suara dia disaat dia sedang tidak ada di sini"ucap Mariana lirih.


"Mas, masih ingat dengan anak istri"ucap nya sambil mendongak menatap kearah Kenzo.


"Tentu saja Sayang ku, aku bahkan tidak pernah bisa melupakan kalian barang sedetik pun, dan bahkan aku ingin segera kembali untuk memberikan hukuman karena kamu sudah membuat tubuh seksi mu dipandang oleh ratusan orang"ucap Kenzo.


"Apa? maksud mu mas"tanya Mariana tidak mengerti.


"Aku"ucap nya tak percaya, saat melihat foto dia yang sedang menggunakan bikini tadi siang.


Mariana, hendak kabur tapi kemudian tangan nya dicekal oleh Kenzo yang langsung memeluk dan mencium nya bertubi-tubi.


šŸŒ¹šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸŒ¹


Mariana baru terbangun saat tangis Kenzie terdengar begitu nyaring, bocah itu terbangun saat Mariana lupa memberikan asi pada putra semata wayangnya itu.


"Mas bangun tolong jaga Kenzie dulu dan berikan susu nya, aku mau mandi dulu"ucap Mariana yang langsung bangun dari tidur nya.


hingga selesai mandi akhirnya Mariana sudah melihat suaminya bermain dengan putra nya itu.


"Mas mandi dulu, aku akan memandikan Kenzie"ucap nya yang masih menggunakan bathrobe.


"Baiklah sayang ku, aku sangat mencintaimu terimakasih, karena berkat mu mas bisa benar-benar bahagia, bisa memiliki segalanya"ucap Kenzo lembut.


Mariana mengangguk pelan, dia pun langsung menyiapkan segala keperluan suami dan putra nya itu, saat ini dia tidak punya alasan untuk marah pada Kenzo, karena lelaki itu begitu sempurna untuk nya.


sementara Deswita juga hari ini kembali dari London bersama dengan suaminya, Adri, mereka sudah berdamai bahkan dia akan membesar kan putra Adri, jika Adri, dan istri pertama nya resmi bercerai karena Adri, tetap memilih Deswita, sebagai istri dunia dan akhirat nya

__ADS_1


hingga dua puluh tahun berlalu, saat ini Kenzo sudah beranjak dewasa, usia nya dua puluh dua tahun, dia masih menjadi mahasiswa jurusan manajemen bisnis,di sebuah negara, sementara Kenzo yang memutuskan untuk mengangkat anak saat seorang bayi perempuan ditemukan di dekat parkiran kantor nya saat itu, dan tidak ada satupun yang mengaku kehilangan bayi, Kenzo yang memasang sangat menginginkan kehadiran anak perempuan nya, setelah Kenzie berusia lima tahun, kini putri angkat nya itu, sudah berusia tujuh belas tahun.


gadis itu begitu cantik dengan tubuh yang sangat menarik tapi sifat manja nya yang terlalu berlebih-lebihan kadang membuat Mariana kewalahan.


"Dinda sayang buruan siap-siap nya Mommy sudah hampir terlambat ke bandara kakak mu pasti sudah menunggu"ucap Mariana.


"Iya mom...ini juga lagi siap-siap"ucap nya sambil turun dengan rambut masih berantakan karena belum sempat di sisir tapi wajahnya nya sudah selesai pakai makeup natural yang sangat rapi dan cantik.


"Ya ampun sayang putri Daddy, Daddy kira kamu sudah selesai"ucap Kenzo sambil tersenyum lembut.


" Queen Arturo Georgio, mau sampai kapan kamu seperti ini sayang, sudah tujuh belas tahun, kamu masih seperti anak kecil"ucap Mariana sambil geleng-geleng kepala.


"Susah mom... jika harus buru-buru"ucap nya sambil duduk di pangkuan Daddy nya.


"Daddy bantuin"ucap nya sambil memberikan sisir tersebut ke tangan Kenzo.


"Besok Daddy minta asisten baru untuk bantuin putri Daddy yang cantik ini sisir rambut"ucap Kenzo sambil menyisir rambut putri nya itu.


"Dia sudah punya babby sister Daddy mau ditambah lagi"ucap Mariana.


"Tidak apa sayang biar kamu tidak kerepotan ngurusin princess kita yang cantik ini"ucap nya sambil terus menyisir rambut putri nya, Kenzo yang sudah terbiasa mengurus rambut putri nya sejak dia kecil hingga saat ini tidak pernah kesulitan justru tangan nya semakin terampil seperti hairstylist proporsional.


sementara itu di bandara, seorang pria tampan dengan stelan jas rapih, turun dari pesawat jet pribadi miliknya, bersama kedua sepupunya.


Davin Arthur dan Dinda Arthur, yang juga kuliah di luar negeri bersama dengan nya.


mereka menjadi pusat perhatian, karena ketampanan dan kecantikan mereka yang diikuti tiga orang asisten pribadi dan juga sepuluh orang bodyguard yang selalu mengikuti mereka kemanapun.


"mereka duduk di ruang tunggu karena kedua orang tua mereka tidak ada ada di sana.


hingga Deswita dan Adri tiba juga Mariana dan Kenzo diikuti oleh Queen di belakang mereka.


"mereka pun langsung berpelukan dengan begitu erat saat putri dan putra mereka kembali setelah empat tahun tinggal di negeri orang, dan tidak mau kembali karena merasa dibuang karena di harus kan hidup mandiri di sana meskipun pasilitas itu tetap mereka nikmati.


sementara Queen, masih berada di belakang dia pura-pura tidak melihat itu.


sampai dia merasakan ada kecupan hangat mendarat di pipi nya, perbuatan sang kakak yang begitu merindukan nya.


"Mom... pulang yu kok aku merinding di sini nyium bau parfum seseorang"ucap Queen cueknya.


"Wah parah kakak sendiri di kira hantu"ucap Davin.


"Mommy, ada yang bicara tapi tidak terlihat orang nya"ucap Queen lagi .


tiba-tiba tubuh nya melayang di udara Kenzie tidak tahan dengan perbuatan sang adik kesayangannya itu, Kenzie menggendong adiknya itu ala bridal style berjalan menuju mobilnya.


"Kakak, Queen sudah besar malu di gendong terus"ucap Queen.


"Owh sudah besar rupanya, tapi masih suka nangis jika tidur sendiri"ucap Kenzie, yang langsung memasukkan adiknya kedalam mobil miliknya yang tadi di bawa oleh Queen.


"Siapa? bilang sekarang aku dah biasa bobo sendirian"ucap nya sambil menjulurkan lidahnya, sengaja mengejek Kenzie.


mereka pun terus mengobrol hingga tiba di rumah mereka.


sementara itu di kediaman Adri, Allan, duduk tenang di sofa saat berhadapan dengan kedua adiknya itu yang meskipun usia mereka tidak terlalu jauh hanya beda lima bulan tapi Adri, mendidik dia lebih keras,agar dia mampu memimpin perusahaan sejak usia nya dua puluh tahun, karena dia adalah pewaris utama dari bisnis nya, saat ini, sementara kedua anak nya yang kembar akan mengurus perusahaan milik ibunya, usaha yang dimiliki Deswita memang cukup besar peninggalan kedua orang tua nya, selain beberapa restoran dan perhotelan juga ada bisnis lainnya, yang memerlukan bantuan kedua anak nya.


meskipun kekayaan yang Adri miliki jauh lebih besar dari miliknya tapi Deswita tidak ingin mereka berebut kekuasaan, karena Deswita juga sudah memiliki segalanya.

__ADS_1


"Mulai saat ini, kalian bertanggung jawab atas semua yang Mommy miliki"ucap Deswita.


__ADS_2