
Aiden, pun sudah kembali pulih setelah tiga hari berikutnya, dia pun diperbolehkan pulang.
Sanum yang setia mendampingi nya, datang pagi-pagi sekali untuk menjemput nya, karena malam ini dia tidak menginap di sana.
"Sudah siap yang, ayo kita pulang" ucap Sanum, sambil meraih tas dan paper bag, berisi bekas kotak makanan.
"Sayang, apa? kamu bangun di pagi buta, hingga saat ini sudah berada di sini"ucap Aiden, yang melihat penampilan Sanum yang rapi dan cantik.
"Aku, sengaja bangun lebih pagi, untuk menjemput mu, aku bahkan membuat membuat kan mu, sarapan ekstra lezat sayang, agar kamu kembali pulih.
Aiden, pun tersenyum manis, dia tau Sanum, akan melakukan apa pun yang terbaik bagi dirinya.
"Jangan, melihat ku seperti itu yang, ayo bangun apa? aku harus menggendong mu juga"ucap Sanum.
"Iya istriku yang cerewet, kamu itu memang sangat cerewet dan aku cinta"ucap Aiden.
"Yang kamu itu kalau aku tidak cerewet, kamu akan terus berdiam diri seperti itu"ucap Sanum.
"Mana mungkin, aku sudah ingin pulang dari kemarin, kamu nya saja yang tidak peka"ucap Aiden yang masih betah memandangi wajah Sanum, saat ini.
Sanum, pun mendekat, lalu memegang tangan Aiden.
"Ayo bangun, nanti sarapan pagi nya keburu basi"ucap Sanum.
"Gak mau, kamu lupa sesuatu kan"ucap Aiden.
"Lupa, apa?"ucap Sanum.
"Sanum, sayang Kiss me, please"ucap Aiden.
Cuph....
Cuph.....
"Sudah, bukan ayo bangun sayang"ujar Sanum setelah memberikan kecupan singkat dibibir Aiden.
"Thank you honey"ucap Aiden yang kini bangun dan turun dari ranjang pasien tersebut.
"Sama-sama"ucap Sanum yang kini membawa tas milik Aiden, tapi Aiden mengambil alih tas tersebut.
"Jangan, bawa beban berat nanti kamu, tambah pendek gimana?"ujar nya sambil nyengir kuda.
"Aku, tidak pendek sayang, hanya beda sedikit dengan kamu"ujar Sanum.
Tapi, pria berambut gondrong itu kembali menggodanya.
"Buktikan, jika kamu tidak pendek, kamu pasti bisa cium pipi ku sambil berjalan"ucap Aiden, yang kini baru keluar bersama dengan Sanum, dari lift.
"Tidak mau, kalau minta itu, jangan sembarangan"ucap Sanum.
"Kenapa? memang nya, ini negara bebas, tuh lihat orang-orang di sana"ucap Aiden yang menunjuk pada pasangan pria dan wanita yang saling berciuman di depan umum.
"Aku tidak akan melakukan itu, tuan Aiden"ucap Sanum, sambil membuka pintu mobil milik Aiden.
"Kenapa cinta, itu sah-sah saja"ucap Aden, yang sudah duduk di jok penumpang.
"Tapi, kita belum menikah, dan itu tidak boleh dilakukan"ucap Sanum.
"Owh ya, heumm bagaimana jika kita menikah dalam waktu dekat ini"ucap Aiden.
"Baiklah, tapi aku harus pulang dulu, ke negara ku, untuk menyiapkan semua nya, aku ingin kita menikah di sana"ucap Sanum.
"Aku tidak masalah sayang dimana pun itu, yang penting kamu senang"ucap Aiden.
Sementara mereka tengah merencanakan pernikahan nya, di negara kelahiran Sanum, pasangan suami istri, tengah bertengkar hebat, karena memergoki suaminya, tengah main gila dengan sekertaris nya sendiri, pria itu tidak lain adalah Allan dan Queen.
Queen, yang sudah menikah dengan Allan, satu tahun yang lalu, terlihat dipenuhi kebahagiaan, tapi dia tidak tau dibalik itu, suaminya, Allan, sering bermain wanita, hingga suatu hari Queen, memergoki Allan, sedang bermain gila di kantor nya.
Queen, mengamuk dia bahkan meminta cerai dan dia pun menuntut wanita itu di pengadilan, semua itu tidak, sulit asal Kenzo turun tangan.
Seperti hilang nya, Sanum, yang tidak pernah bisa dilacak keberadaannya, semua karena Kenzo.
Dan kini Aiden, yang melindungi Sanum.
__ADS_1
Sementara Kenzie, rumah tangga nya, terlihat bahagia, tapi itu hanya pencitraan, dan demi putra semata wayangnya.
Seperti sekarang ini, Kenzie tengah sibuk bermain dengan Abigail, yang tengah sibuk dengan mainan nya, sementara sang istri tengah sibuk merias diri, karena dia akan pergi dengan urusan pekerjaan.
Istri Kenzie, adalah seorang model terkenal, dia selalu sibuk berada di luar, dengan acara pemotretan dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sementara, sang putra, akan di urus oleh Mariana, sang nenek, dari Abigail.
Mariana, tidak ingin cucunya lebih dekat dengan pengasuh, ketimbang keluarga nya sendiri, karena, ibunya tidak ada di sisinya saat kembang tumbuh Abigail.
Anggie istri Kenzie, bahkan tidak pernah peduli dengan semua kebutuhan sang suami, yang dia pedulikan, adalah, bagaimana caranya karir nya, bisa bertahan di tengah persaingan ketat.
Apalagi, perusahaan yang menaungi nya, mengharuskan model-model nya memiliki bakat yang murni, bukan terkenal karena memiliki pendukung yang kuat.
Anggie, bisa melejit karir nya karena ada nama Kenzie di belakang nya.
"Yang aku pergi dulu titip Abigail, ya mom"ujarnya tanpa malu.
"Aku tidak dirumah seharian, Anggie, kau itu seorang ibu, tidak seharusnya kau terus berpergian seperti itu, apa? uang yang selalu kuberikan masih kurang"ucap Kenzie, yang benar-benar merasa kesal, bagaimana bisa, dia mempunyai istri yang bahkan tidak pernah peduli pada dirinya, dan putra semata wayangnya.
Jika sudah begitu, Mariana, yang akan selalu menjadi penengah nya, dia selalu berusaha untuk menenangkan Kenzie.
Jujur, Mariana, sudah tidak tahan dengan. sikap menantunya, dan sudah berulang kali protes pada suaminya, yang saat ini pun menyaksikan keributan itu.
"Lihat lah, menantu pilihan mu"ucap Mariana, yang kemudian pergi membawa Abigail, menuju kamar nya.
"Yang, ini bukan soal uang ini soal, karir ku"ucap nya sambil pergi.
"Owh tuhan, sampai kapan? harus seperti ini"ucap Kenzie.
"Biarkan saja seperti itu, bukan kah, itu mau mu, kau tidak mencintai nya, jadi untuk apa? dipusingkan"ucap Kenzo enteng.
"Jika begitu, tolong kembalikan, Sanum, padaku Daddy"ucap Kenzie.
"Sadarlah Kenzie, Sanum, sudah menjadi milik orang lain saat ini, bahkan mereka akan segera menikah"ucap Kenzo, sambil pergi dari hadapan putra nya itu.
"Apa? Daddy bilang, jadi benar? selama ini Daddy telah menyembunyikan dia dari ku"ucap Kenzie, yang mengikuti Kenzo, pria itu ingin minta penjelasan.
"Sudah lah, putra ku, sampai kapan pun, dia tidak pernah pantas untuk mu, sekalipun di dunia ini sudah tidak ada lagi wanita, Daddy tidak akan pernah membiarkan mu, menikah dengan nya"ucap Kenzie tegas.
"Jangan bodoh Kenzie, sekalipun dia kembali dia tidak akan pernah mau kembali bersama dengan mu, karena kamu sudah memiliki anak dan istri"ujar Kenzie pelan.
"Aku akan buktikan pada Daddy, bahwa Daddy , itu keliru"teriak Kenzie dari lantai bawah.
.....................................
Setelah akhirnya, memutuskan untuk mengurus, pernikahan mereka, Aiden dan Sanum pun kembali ke negara kelahiran Sanum, wanita itu begitu terlihat bahagia saat berjalan berdampingan dengan, pria tampan yang berambut gondrong, tapi ketampanan nya semakin terpancar itu, duda dengan dua putra, yang kini berjalan sambil merangkul pinggang nya.
Di bandara, banyak yang mengira, bahwa mereka adalah pasangan artis, hingga saat si wanitanya membuka kacamata, yang bertengger di hidung mancung nya itu, bahkan ada yang sampai mengabadikan momen itu, dengan jepretan kamera, dan masuk kedalam sosial media.
dengan menyalip kan #Pasangan serasi versi terbaru#dengan foto Sanum, dan Aiden, hingga mereka yang melihat sosial media, ada yang tau siapa? pria yang kini bersama dengan Sanum, dan itu menjadi perbincangan hangat, Aiden, adalah pengusaha di berbagai bidang, pengusaha sukses asal Swedia itu, kini menjadi perbincangan hangat di, setiap perusahaan, termasuk perusahaan, Kenzie, hampir semua orang, karyawan membahas nya.
Hingga desas desus itu sampai di telinga, Kenzie, dia dan asisten nya, membuka sosial media, yang menampilkan gambar seseorang yang selama tiga tahun terakhir ia rindukan.
"Sanum"ucap Kenzie dengan tetesan air mata, yang seketika itu turun tanpa bisa diduga.
"Cekal dia dan batasi pergerakan nya, jangan biarkan dia kembali ke luar negeri"ucap Kenzie yang langsung pergi begitu saja, Yudha, yang melihat itu, dia langsung melakukan apa yang Kenzie perintahkan.
Sementara kini Kenzie, tengah berada di perjalanan bersama dengan beberapa bodyguard nya, dia tidak akan membiarkan Sanum, lolos lagi.
Sementara kebersamaan Aiden dan Sanum,di dalam Mension, saat ini membuat para pelayan, wanita merasa iri, karena nona muda nya itu, selalu dicintai oleh, pria tampan yang bahkan sama-sama pengusaha kaya raya.
Kenzie, tiba di kediaman Sanum, dia langsung masuk tanpa memperdulikan perkataan pelayan bahwa Nona, muda mereka sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun.
Sampai saat Kenzie masuk, tepat saat Sanum, dan Aiden, tengah duduk bersama di sofa ruang santai.
"Jadi begini, cara kamu menghindari ku sayang"ucap Kenzie.
Pria itu menatap tajam kearah, Aiden.
"Segera pergi tinggalkan negara ini, sebelum kau tidak bisa kembali"ujar Kenzie tegas pada Aiden, yang kini sama-sama berdiri, karena tidak terima, saat Kenzie, bicara seperti itu.
"Tuan, Kenzie, kau tidak punya hak, untuk melakukan itu, memang nya, siapa? dirimu"ucap Sanum.
__ADS_1
"Kamu lupa siapa? aku sayang, kamu lupa dengan suami mu sendiri heuhhhhh"ucap Kenzie yang kini melempar dua buku, akta nikah.
Sanum meraihnya, disana, ada foto Sanum dan Kenzie, bahkan itu adalah asli, dan tidak hanya itu, dua cincin pernikahan.
"Ken, jangan main-main aku tau kamu berkuasa, tapi kamu tidak bisa melakukan ini terhadap ku, aku sudah akan menikah dengan dia, dan aku sangat mencintai dia"ucap Sanum.
"Cinta kamu bilang, hahaha, apa? aku tidak salah dengar, kamu cinta sama pria ini, dan kau pergi meninggalkan suamimu"ucap Kenzie.
"Kenzie, kita belum menikah, dan ini semua tidak nyata, ini palsu, dan darimana, kamu dapatkan berkas milikku"ucap Sanum.
"Apa? maksud nya, ini"ujar Aiden, yang meminta penjelasan.
"Sayang kita bicara di sana"ucap Sanum.
"Sayang kamu bilang, Sanum, kamu sudah berselingkuh dengan nya, baik'lah aku akan melaporkan tentang perselingkuhan ini"ucap Kenzie yang langsung meraih Handpone nya, untuk menghubungi polisi.
"Stop, Ken jangan lakukan itu, jangan cemarkan nama baik nya, hanya karena gara-gara aku, aku mohon"ucap Sanum.
"Hanya, ada dua pilihan"ujar Kenzie.
"Apa? itu"tanya Sanum.
"Suruh dia kembali sekarang juga, dan jangan pernah temui dia lagi, atau yang kedua, kalian bisa tetap bersama, tapi dia akan tewas di negara ini"ucap Kenzie tidak main-main.
"Ken, jangan sakiti dia, kamu bisa membunuh ku, agar semua masalah diantara kita selesai"ucap Sanum.
"Sayang, jangan takut, aku akan baik-baik saja, dan jangan ikuti dia"ucap Aiden.
"Tidak honey, aku tidak ingin kamu kenapa-napa, ada kedua putra kita yang masih sangat membutuhkan mu"ucap Sanum.
"Kau!"teriak Kenzie yang tidak terima jika Sanum dan pria itu, sudah mempunyai anak.
"Kenapa? Ken, apa? ada yang salah"tanya Sanum.
"Ken!"teriak Sanum, saat melihat pria itu menodongkan senjata api, pada kening Aiden.
"Aku tidak akan pernah membiarkan dia hidup"ujar Kenzie.
"Ken, kamu juga sudah menikah dengan dia, dan memiliki putra, tapi kenapa? kau marah saat aku bahagia dengan orang lain"ucap Sanum yang kini berusaha melindungi, Aiden.
"Minggir! Sanum, jangan sampai aku lupa jika kamu ada di sini"ucap Kenzie.
"Kenapa? kau ingin membunuhnya bukan, sekarang kamu bisa bunuh aku duluan, karena semua ini, bersumber dari ku"ucap Sanum.
"Honey, jangan gegabah, minggir biar aku yang menghadapi dia"ucap Aiden.
"Tidak sayang, kamu tidak boleh terluka, karena kamu tidak punya salah apapun, disini aku yang dia inginkan, jadi biarkan aku saja yang pergi"ucap Sanum, sambil menarik tangan kekar itu mengarah kan pistol itu pada kening nya.
"Hentikan Kenzie, jangan bertindak bodoh, lihat putra mu sayang"ucap Mariana, yang tiba-tiba saja datang bersama dengan Kenzo.
"Mommy, jangan halangi aku lagi, semua kesabaran ku sudah habis, keinginan kalian sudah tercapai, kalian sudah mendapatkan Abigail"ucap Kenzie yang kini menarik pelatuk pistol tersebut.
Dor...
Suara tembakan tersebut berbunyi nyaring, bersamaan dengan, jeritan Mariana dan orang-orang yang ada di sana, tapi alangkah terkejutnya, saat melihat Kenzie, sendiri yang kini terluka di bagian bahu nya karena saat Kenzie hendak mengarahkan pistol tersebut ke arah jantung nya sendiri, Sanum, menarik nya, hingga pistol itu, mengenai bahu Kenzie.
"Kenzie" teriak Mariana, saat melihat Kenzie, terluka.
Saat Kenzie ingin mengarahkan pistol tersebut kembali ke pelipis nya, Sanum langsung memeluk nya erat sambil menangis.
"Hentikan, Ken, aku mohon jangan lakukan itu, Ken, aku mohon buang pistol itu, aku akan melakukan apapun, tapi please biarkan Aiden, hidup dan jangan lukai dia, dia masih memiliki anak-anak yang harus dia urus"ucap Sanum memohon.
Sanum, pun mencoba melepaskan pistol itu.
"Tidak Sanum, kamu akan pergi lagi, jika aku tetap membiarkan dia pergi"ucap Kenzie.
"Aku janji Ken, aku janji, meskipun aku sangat mencintai nya"ucap Sanum.
Dor....
Tembakan itu terjadi, dan Kenzie roboh seketika, kali ini pistol itu melukai dadanya.
"Kenzie!"jerit Mariana dan Sanum bersamaan.
__ADS_1
"Wanita kurang ajar!"teriak Kenzo
Bug....