Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Kembali menyerah#


__ADS_3

Queen, pun pulang dari kampus, setelah gangguan yang ia dapatkan dari Allan, wanita itu tidak ingin curhat pada sang ayah, yang ada pria itu mungkin akan marah besar.


Wanita manja yang benar-benar sangat manja pada Daddy nya itu, tidak berani curhat, tentang ciuman pertama, yang ia dapatkan dari Allan.


Sementara kedua sejoli, yang kini baru kembali dari luar kota, untuk urusan pekerjaan, karena kini terdampar di rumah besar tersebut milik Kenzo, karena permintaan dari Mariana, yang meminta Sanum untuk menginap, karena karena besok dia ingin mengenalkan Sanum, pada kerabat dari Kenzo yang akan hadir di pertemuan keluarga.


Sanum langsung dibawa ke dalam kamar Kenzie, meskipun Mariana sudah menyiapkan kamar tamu untuk calon menantunya itu, tapi putra semata wayangnya, tidak mau berpisah dengan alasan dia tidak nyaman berdiam diri di kamar sendirian.


Sanum, yang teramat kelelahan bahkan tidak sanggup untuk bergerak, dia langsung berbaring dan memejamkan mata.


Mungkin karena mereka pergi sebelum subuh dan kembali saat malam hari, sementara itu di luar kota keduanya mengadakan meeting penting untuk, pembahasan kerjasama dengan pihak asing yang, tidak bisa hadir di kantor pusat, mereka.


Terpaksa Sanum, ikut turun tangan, karena Kenzie, meminta di bantu, sekaligus sebagai asisten pribadi nya yang bertanggung jawab menghandle, urusan nya.


Sanum pun n tidak bisa menolak biar bagaimanapun Kenzie adalah calon suaminya.


Sanum masih terlelap hingga saat seseorang mengguncangkan tubuh nya.


"Sayang, bangun kamu, belum mandi" ucap Kenzie.


"Aku terlalu lelah Ken, biarkan aku tidur sampai besok saja" ujar Sanum.


Sanum pun kembali memejamkan mata nya, karena, tidak sanggup untuk bangun.


Akhirnya Kenzie pun menyelimuti Sanum dan dia pergi ke kamar lain.


Kenzie pun tertidur pulas di sana.


Hingga pagi tiba, Sanum sudah bangun dan langsung masuk kedalam kamar mandi, untuk membersihkan diri, Sanum kebingungan setelah mandi dia baru ingat koper nya ada di mobil, Kenzie jadi dia belum menggunakan baju, hanya ada bathrobe, milik Kenzie yang dia gunakan saat ini.


Sanum pun mengambil telpon genggam nya, dia ingin menghubungi Kenzie, yang entah dimana, tapi saat panggilan tersambung wanita itu kaget karena ponsel milik Kenzie, ada di atas sofa.

__ADS_1


Sanum pun langsung bergegas mengecek Handphone milik Kenzie, siapa? tau ada nomor Queen di sana tapi saat dia menyalakan layar handphone tersebut, betapa kagetnya melihat foto seorang wanita seksi yang tengah memeluk Kenzie dan terlihat mereka tengah berciuman.


Sanum langsung melempar Handphone itu keatas kasur dia buru-buru pergi menuju kamar mandi menggunakan baju bekas ia gunakan kemarin, beruntung bajunya tidak terkena air meskipun bau keringat bekas aktifitas seharian kemarin.


Sanum langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan panggilan Kenzie, yang baru saja tiba di depan pintu kamar, wanita itu buru-buru masuk lift, dan turun menuju lantai bawah, Sanum, merasa benar-benar menjadi wanita bodoh saat ini, karena dia terlalu percaya pada pria tampan itu.


Ternyata Kenzie memiliki wanita lain, yang bahkan tidak pernah dia tahu bahwa foto gadis itu di pajang di layar utama handphone tersebut.


Selama ini Sanum tidak pernah melihat Handpone milik Kenzie, karena dirinya selalu menjaga jarak, tapi setelah ia dekat, kenapa? harus melihat wanita itu di sana.


Kenzie, pun langsung berlari ke arah tangga untuk mengejar Sanum tapi sayang wanita itu sudah tidak ada di mana pun.


"Sayang angkat, kamu kenapa?"gumam nya lirih.


"Ada apa? sayang mommy bingung baru saja mommy lihat Sanum berlari bahkan tidak menjawab saat mommy tanya"ucap wanita itu.


"Itu lah mom, Kenzie tidak mengerti Sanum pergi begitu saja saat Kenzie akan masuk kamar Kenzie"jawab Kenzie.


"Segera hubungi dia, mungkin dia punya masalah"ucap Mariana.


Kenzie, pun langsung bergegas menuju rumah, Sanum setibanya di sana dia langsung turun, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa Sanum pulang ke rumah tersebut.


Kenzie, kembali pergi meninggalkan rumah tersebut dan berlalu pergi menuju Mension milik orang tua nya.


Kenzie pun tiba setelah dia mengemudi dengan sangat terburu-buru, dan tiba di sana setelah satu jam lebih dia mengemudi.


Kenzie langsung bergegas masuk dan di sambut oleh pelayan, dan Kenzie pun bertanya kepada mereka, apa? Sanum ada di sana, dan mereka pun mengangguk serempak.


pria itu langsung berjalan menuju kamar Sanum, karena seperti yang pelayan bilang Sanum, sedari datang tidak keluar kamar, bahkan tidak mau sarapan pagi atau yang lainnya.


Setibanya di depan pintu kamar,Kenzie langsung mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban atau pun sebagai nya.

__ADS_1


"Sanum sayang buka pintu nya"ucap Kenzie.


Sanum, tidak menjawab sama sekali.


Kenzie berjalan menghampiri pelayan pria itu meminta kunci duplikat, untuk bisa masuk kedalam kamar tersebut.


Saat pintu terbuka, Kenzie melihat ke seluruh ruangan dan tepat di atas ranjang nya wanita itu terbaring , bahkan tidak bergeming sedikitpun saat Kenzie menghampiri dirinya.


Kenzie langsung mengelus puncak kepala Sanum, berniat untuk membangun kan nya, tapi betapa kagetnya dia, saat melihat sesuatu terjatuh dari balik selimut satu botol kecil berisi butiran pil yang jelas banget deh mimpi panjang nya saat itu, Kenzie langsung meraih obat tersebut dan langsung memotret nya dan dikirimkan pada Yudha, saat itu juga dengan rasa was-was tapi Kenzie terus berusaha untuk melawan rasa takut nya itu.


"Sayang bangun, kamu harus jelaskan ada apa? ini"ujar Kenzie.


Tapi tidak kunjung mendapatkan jawaban, Kenzie bahkan sudah menyeka wajah Sanum, dengan handuk kecil, menggunakan air dingin tapi tidak kunjung bangun juga, Kenzie pun langsung mengambil gagang telepon, dan menghubungi pelayan di lantai bawah, meminta pelayan untuk memanggil dokter.


Sebagian pelayan datang untuk memastikan kondisi Sanum, dan Kenzie langsung menanyakan tentang butiran obat tersebut.


"Apa? diantara kalian ada, yang tau ini obat apa?"tanya Kenzie.


"Itu obat tidur milik nona muda"ucap salah satu yang mengetahui itu, karena Sanum, akan meminum obat tersebut, sebelum tidur setiap malam nya, saat pelayan bertanya, jawaban Sanum adalah, ingin tidur nyenyak.


Tidak berapa, lama dokter pun datang dia langsung memeriksa Sanum, saat itu juga.


"Seperti nya dia meminum obat tidur dengan dosis tinggi" atau terlalu banyak"ucap dokter tersebut.


"Apa? seperti ini" tanya ken.


"Ya, obat tidur jenis ini, diperuntukkan bagi penderita gangguan insomnia akut"ucap nya.


"Tapi apa? ada gejala lain"tanya Kenzie.


...Bersambung...

__ADS_1


Hi... teman-teman yang Budiman, tolong dukung karya ku, ya semoga kalian semua terhibur.


Jangan lupa like, dan komen nya šŸ™ salam


__ADS_2