
Setelah perdebatan yang panjang, Sanum pun mengalah dia memesan makanan untuk Kenzie, dan menyiapkan semua nya di hadapan Kenzie tepat nya di atas meja.
"Ini makanan nya"ucap Kenzie.
"Iya tentu saja, ini untuk mu Ken... atau mau aku buatkan makanan lainnya"ucap Sanum.
"Bukan itu maksud ku sayang, aku hanya bertanya, karena ini porsi nya hanya untuk satu orang"ujar Kenzie.
"Ken, ini memang hanya untuk mu"ucap Sanum.
"Untuk sayang mana"'ucap Kenzie.
"Aku, tidak lapar Ken, ayo dimakan dulu, atau aku suapi ya"ucap Sanum mencoba untuk bersabar.
"Heumm"balas Kenzie.
Sanum pun mulai menyendok makanan tersebut, dia menyuapi Kenzie, yang langsung menerima suapan tersebut.
Tapi setelah itu Kenzie, yang mengambil alih makanan tersebut dan menyuapi Sanum.
"Sayang kamu tidak akan bisa kenyang"ucap Sanum.
"Kita harus tetap bersama melewati susah senang kehidupan rumah ini"ucap Kenzie.
Sanum menatap lekat wajah tampan, yang saat ini tengah tersenyum pada nya, rasanya sulit untuk terima kenyataan, setelah perdebatan mereka tadi, pria yang tadi terlihat benar-benar emosi, sekarang malah terlihat lebih penuh kasih sayang.
Sanum pun hanya tersenyum menanggapi ucapan dari Kenzie, dia tidak akan banyak bicara lagi, karena tidak ingin lagi ada perdebatan diantara mereka, biarlah Sanum yang akan mengalah.
Setelah selesai makan siang yang sudah benar-benar terlewat, mereka pun kembali sibuk, tepat nya Sanum membantu pekerjaan Kenzie yang sudah sangat menumpuk hingga mereka pun memutuskan untuk lembur.
Kenzie sendiri akan meminta calon istri nya itu untuk kembali ke perusahaan, karena dengan adanya Sanum, pekerjaan Kenzie bisa terselesaikan dengan baik dan cepat.
"Sayang mulai besok kamu kembali lagi ke perusahaan, aku ingin kita bekerja sama lagi seperti dulu kemanapun selalu bersama"ucap Kenzie.
"Terserah kamu saja yang, lagi pula aku tidak punya kegiatan lain"ucap Sanum.
"Jika sikecil sudah berada di tangan kita, kita bisa bawa dia ke sini, setiap hari nya"ucap Kenzie .
"Tidak yang, biarlah Mikaila beranggapan bahwa aku adalah ibu yang buruk, aku tidak ingin membebani pikiran putri ku, dengan perseteruan ini biarlah Mikaila, tetap tinggal dalam pengasuhan kedua mertua ku, itu jauh lebih baik, daripada dia harus terbebani dengan semua ini"ucap Sanum berusaha untuk tetap tegar meskipun kehilangan putri nya adalah hal yang sangat sulit, tapi itu jauh lebih baik dari pada kehilangan putri nya untuk selama lamanya.
Kenzie salut dengan pemikiran calon istri nya itu, tapi dia berjanji bahwa tidak akan pernah membiarkan Mikaila membenci ibunya.
Tepat pukul pukul sembilan malam, Sanum dan Kenzie baru kembali dari kantor mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah Sanum, yang dibeli dari harta peninggalan ayah Sanum yang berupa barang antik tersebut, rumah itu selalu bersih dan terawat berkat pelayan yang selalu datang setiap hari untuk membersihkan rumah tersebut.
"Sayang sebaiknya kamu mandi duluan"ucap Kenzie.
"Baiklah"ucap Sanum yang langsung masuk ke dalam kamar nya, sementara Kenzie duduk di sofa kamar yang sama, menunggu Sanum mandi.
Tidak sampai satu jam Sanum, sudah keluar dengan piyama tidur nya, sementara rambut nya masih berbalut handuk.
"Sayang aku sudah siapkan air untuk kamu mandi"ucap Sanum.
"Makasih istri ku"ucap Kenzie sambil tersenyum.
"Belum sayang"ucap Sanum.
"Tinggal menghitung hari"ucap Kenzie.
"Iya tapi tetap saja belum"ucap Sanum lagi.
"Baiklah-baiklah, bagaimana kalau besok kita ijab qobul dulu resepsi pernikahan nya, sesuai waktu yang sudah ditentukan"ucap Kenzie.
"Sabar sayang bukan nya hanya tinggal menghitung hari"ucap Sanum.
Kenzie tidak menggubris nya dia langsung masuk kedalam kamar mandi, sifat nya kadang memang sulit untuk diterima, tapi Sanum, tau bahwa pria itu adalah laki-laki yang setia dan sangat langka.
Sementara itu di kediaman Kenzo, saat ini sedang mendapat kunjungan dari Allan, pria tampan itu ingin meminta maaf terhadap Queen yang kini tengah duduk di hadapan nya.
"Kak, Allan tidak perlu minta maaf, aku baik-baik saja, buktinya saat ini aku sedang duduk bersama dengan kakak, tidak mati juga kan"ucap Queen santai.
"Queen, bukan itu, kita bisa mulai dari awal"ucap Allan.
Queen, pun tersenyum manis, lalu ia menggelengkan kepalanya, wanita itu pun berkata"Tidak perlu kak, Queen, tidak akan lagi memaksa siapapun untuk menyukai Queen, mulai sekarang kak Allan, bebas untuk memilih siapapun wanita yang kakak ingin kan"ucap Queen tulus meskipun tidak bisa dipungkiri perasaan nya, tetap sama seperti dulu.
"Queen, dengarkan aku, aku memang memiliki rasa untuk mu, tapi aku hanya ingin kamu bisa lebih dewasa lagi, maka dari itu aku bersikap keras terhadap mu"ucap Allan.
__ADS_1
"Menjadi dewasa karena paksaan itu tidak bisa di sebut dewasa kak, itu semua seperti menyakiti diri sendiri, hanya karena sebuah obsesi, karena untuk menuju dewasa yang sesungguhnya itu butuh proses lama yang merupakan pembelajaran diri, dan aku sedang belajar untuk itu, tapi bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri, bukan demi rasa cinta pula karena cinta akan lenyap seiring berjalannya waktu, yang jelas untuk diri sendiri"ujar Queen, penuh penekanan.
"Queen, aku benar-benar minta maaf, please beri aku kesempatan"ucap Allan.
Tapi wanita itu kembali menggeleng, dia tau mungkin semua itu sulit tapi Queen, akan berusaha untuk melupakan semua nya.
Allan menatap lekat wajah cantik itu, tapi Queen selalu berusaha untuk mengalihkan pandangan nya.
"Tapi mommy bilang Queen, sedang belajar untuk memasak buat kak, Allan"ucap Allan.
"Aku hanya bercanda pada mereka, karena aku tahu semua itu tidak akan pernah terwujud"ucap Queen.
"Semua bisa kita wujudkan, setelah Queen, lulus kuliah, kita bisa menikah"ucap Allan.
"Itu tidak akan pernah terjadi, kata Daddy kita adalah keluarga"ucap nya.
"Aku akan buktikan Queen"ucap Allan.
"Bagaimana jika aku, sudah memiliki calon suami lain"ucap Queen.
"Tidak masalah, baru calon kan bukan suami, jadi sebelum ijab qobul terjadi, kamu masih bisa aku miliki"ucap Allan.
"Benarkah, tapi Queen akan menikah dengan pilihan Daddy segera"ucap Queen, melibatkan Kenzo, sementara Kenzo dan istri sendiri, saat ini tengah menatap heran pada putrinya yang malah terlihat sangat santai dan biasa saja, tidak memperlihatkan ketertarikan pada pria yang ada di hadapannya itu.
"Baiklah maka kak Allan, akan datang untuk menggagalkan acara tersebut"ucap Allan.
"Memangnya bisa?"ucap Queen.
"Tentu saja karena semua itu sangat lah mudah, tinggal bilang bahwa kamu sedang hamil anak kak Allan, dan memperlihatkan foto USG, di hadapan semua orang"ucap Allan yang membuat mata Queen membulat sempurna.
"Itu tidak mungkin, bahkan Queen, tidak pernah melakukan hal aneh dengan siapapun"ucap Queen, sontak Kenzo dan Mariana tertawa putri nya yang polos itu sungguh sangat mengesankan.
...................................
Keesokan harinya, tepat pukul enam pagi hari, Allan sudah berada di rumah Kenzo untuk menjemput Queen, dia akan mengantar Queen kuliah meskipun itu adalah rutinitas Kenzo, setiap pagi nya, kecuali jika dia ada kegiatan Queen, akan diantar sopir, karena Kenzo tidak ingin mengambil resiko jika suatu saat putri nya main ugal-ugalan di jalan raya, karena Kenzo sendiri membelikan mobil sport untuk Queen, jika putri nya itu mendapat pendampingan dari Kenzie, atau pun orang kepercayaan nya.
"Sayang, sudah siap"ucap Kenzo.
"Sudah Daddy muachh"jawab Queen, sambil mencium pipi sang ayah.
"Sayang hari ini pergi nya, bareng kak Allan"ujar Kenzo, sambil melirik keponakan nya itu.
"Tidak kemana-mana, hanya kasihan Allan, sudah datang pagi-pagi sekali, masa dibiarkan begitu saja"ucap Kenzo.
Mereka pun sarapan pagi bersama, termasuk Allan.
Allan pun ikut sarapan dengan mereka.
Setelah selesai sarapan, mereka pun akhirnya pergi, ke kampus.
"Sementara itu di kediaman Sanum, mereka berdua baru bangun, mungkin karena hari ini Kenzie tidak ada kegiatan di luar kantor, Kenzie juga akan dibantu oleh Sanum, untuk urusan kerja.
"Yang dimana baju ku"panggil Kenzie.
Pria itu berdiri di depan pembatas lantai atas.
"Di ruang ganti sayang tunggu dulu, aku lagi nyiapin sarapan"ucap Sanum.
"Ya Baiklah sayang"jawab Kenzie.
Kenzie pun kembali masuk kedalam kamar mereka, mereka memang tinggal bersama meskipun tidak pernah melakukan kontak fisik berlebih sebelum waktunya tiba .
Rencana nya, mereka akan segera menikah tepat setelah empat puluh hari meninggalnya ibu Sanum.
keduanya pun sarapan pagi bersama setelah selesai bersiap dengan pakaian kerja mereka.
Setelah selesai sarapan pagi kedua nya pun pergi meninggalkan rumah tersebut menuju kantor, Kenzie tidak menyetir mobilnya karena Yudha datang pagi-pagi sekali untuk menjemput bos nya itu.
Sementara Yudha sibuk mengemudi, Sanum dan Kenzie sibuk dengan tangan mereka yang sedari tadi Kenzie genggam dan di kecup berkali-kali.
Sanum terus mencoba untuk melepas kan nya , tapi Kenzie seakan terus usil tangan itu kembali lagi di genggam lagi dan lagi.
Hingga sampai di lobby kantor, mereka semua menjadi pusat perhatian para karyawan yang sudah bersiap di sana, Yudha langsung mengalihkan perhatian mereka.
"Segera beri penyambutan pada istri bos"ucap Yudha.
__ADS_1
Kenzie langsung tersenyum bangga, karena itu adalah yang dia inginkan, sementara Sanum menggenggam erat jemari Kenzie, dia tidak ingin mereka tau hubungan itu, karena jika mereka tau reputasi Kenzie, sedang dipertaruhkan.
Sementara itu di kampus, Queen tengah berada di kelas tengah fokus dengan mata kuliah, hingga berakhir di jam berikutnya, tepat pukul sebelas siang dia pun keluar berjalan menuju kantin, tapi belum juga sampai, Allan sudah menghadang langkah nya, pria yang kini menjadi pusat perhatian karena ketampanan dan penampilan yang super keren tersebut membuat semua gadis bau kencur itu, kecentilan dan Queen pun tidak menghiraukan Allan yang menjadi rebutan untuk berfoto bersama mereka.
Sementara Allan tidak bisa menolak pesona ketampanan nya, pria itu memanfaatkan kesempatan itu, untuk membuat Queen cemburu tapi sepertinya semua itu gagal, karena, wanita itu pun pergi meninggalkan dirinya bahkan tidak sedikit pun Queen terlihat cemburu.
"Queen, tunggu sayang"ucap Allan.
"Apa-apaan sih, malu tau tar dikira beneran sama mereka, dan dijadikan gosip bahwa kita terjerat scandal, bagaimana?"tanya Queen.
"Tidak apa-apa, justru bagus, dengan begitu kita akan segera menikah" ucap Allan tanpa rasa bersalah.
"Heumm, susah menang jika pria seperti kak Allan"ucap Queen.
"Iya Queen memang susah didapat kan karena hanya satu limited edition"ucap nya narsis.
"Ge-er "ucap Queen sambil melanjutkan langkahnya, sesampainya di kantin wanita itu naik ke lantai dua kantin tersebut memiliki bangunan dua lantai, dan sengaja dibuat senyaman mungkin, oleh pihak kampus,agar mereka bisa makan siang sekaligus mengerjakan tugas nya.
"Sayang pilihan yang bagus, sepertinya aku akan sering kesini"ucap Allan.
"Mau ngapain"ucap Queen.
"Mau nemuin kamu lah"ucap Allan.
"Tidak bisa Queen, akan minta Daddy buat peraturan baru, agar kak Allan tidak bisa masuk ke area kampus"ucap Queen.
"Jahat banget sih sayang"ucap Allan.
"Apa?"tanya Queen, garang.
"Jangan galak-galak nanti diambil orang kamu nyesel loh"ucap Allan.
"Jika ada hari itu mungkin itu adalah keajaiban dunia"ucap Queen cuek.
"Queen, sayang kamu bicara apa? heumm yakin kamu gak nyesel jika kakak dengan orang lain kamu tidak cemburu"ucap Allan.
Allan pun langsung bangkit pria itu pergi begitu saja meninggalkan Queen.
Queen, pun terdiam dia tidak menyangka jika Allan akan bereaksi seperti itu.
Queen pun berusaha untuk biasa saja kemudian dia memesan makanan.
Gadis itu, makan siang sendirian.
Tapi saat dia ingin menghabiskan makanan nya, sendok yang dia pegang tiba-tiba belok dan masuk kedalam mulut pria yang tadi pergi.
"Kamu ninggalin aku sayang"ucap Allan.
Seakan keajaiban dunia itu terjadi, pria yang super dingin dan tidak pernah peduli dengan lingkungan sekitar, dihadapan Queen, pria itu menjadi Buccin, abis .
"Siapa? suruh ngambek"ucap Queen.
"Sayang aku tidak ngambek aku ambil ini untuk mu"ucap Allan.
Pria itu menyodorkan sebuah Hand bag, yang memperlihatkan brand ternama, Queen tiba-tiba tersenyum karena dia memang berniat untuk membeli itu.
"Kakak tau darimana, Queen ingin itu"ucap Queen.
"Itu hanya filing kakak"ucap Allan.
"Terimakasih"ucap Queen.
"Masih satu jam lagi kan masuk nya, temani kakak makan siang dulu, tapi tidak disini"ucap Allan.
"Tidak mau keluar lagi malas kenapa? tidak disini saja"ujar Queen.
"Gak romantis"ucap Allan.
"Romantis itu tercipta dari sepasang kekasih, dan perbuatan, bukan dari tempat dan saudara, karena semua itu hanya pendukung"ujar Queen.
"Benarkah"ucap Allan,sambil menggoda kemudian .
Cuph....
Kecupan itu tiba-tiba mendarat di bibir manis milik Queen.
__ADS_1
Sontak mata Queen membulat bagaimana bisa di depan orang banyak Queen mendapatkan ciuman pertama nya, beruntung tidak ada yang melirik ke arah mereka karena mereka duduk di bangku paling pojok.
Queen pun langsung gelagapan di buatnya, dia langsung memalingkan wajahnya saat itu juga.