Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Dilema#


__ADS_3

Sementara, Gideon mengambil kamera yang sudah dari tadi merekam kejadian di kamarnya tersebut pria itu ingin mengabadikan semua momen kebersamaannya dengan Mikaila.


Gideon yang mencintai mikayla dengan sepenuh hati iya bahkan rela diejek setiap hari dikatai sebagai pria jelek.


Tapi yang penting bagi Gideon adalah melihat senyum, di wajah cantik itu yang bisa mengobati kesepian di dalam dirinya sejak ia kecil.


Mengenal Mikaila dalam hidupnya seakan penuh warna meskipun kedua orang tuanya belum ada yang tahu tentang itu.


Gideon tidak mau berpikir macam-macam Dia hanya bisa berdoa semoga kedua orang tuanya bisa menerima Mikaila sebagai kekasih atau calon istrinya.


Gideon, adalah pria yang baik hati dan penyayang dia tidak pernah membeda-bedakan status ataupun jabatan dari teman atau sahabat sejatinya.


Bahkan, pertemanan itu masih dirahasiakan oleh Gideon, bukan karena ia takut sahabatnya mengalami kerugian. yang diakibatkan dari ulah kedua orang tuanya.


"Tapi lebih ke belum siap untuk kehilangan mereka semua yang telah mengisi hari-hari dan merasakan sebuah kehangatan keluarga yang mereka berikan seperti yang diberikan shanum dan juga Kenzie.


Sementara Sanum saat ini tengah berada di ruang makan bersama dengan suaminya Kenji yang semakin tampilkan keren setiap harinya, pria itu tidak berkurang ketampanannya meskipun sudah memasuki usia 35 tahun.


Sanum sendiri saat ini semakin terlihat sangat cantik, di usia dewasanya wanita dengan tiga anak dan yang ke empat masih berada di dalam kandungannya.


Usia, yang hampir sama, dengan perbedaan 1 tahun tidak membuat perbedaan itu terlihat, keduanya masih tampak sangat muda.


Bahkan, jika ada yang tidak mengenalnya mungkin mengira mereka masih berusia 25 tahun karena ketampanan dan kecantikan keduanya.


Sementara, itu kedua putranya Kevin dan Kendra saat ini sudah berusia 3 tahun.


Anak, dari pasangan Kenzie dan Sanum itu, keduanya mewarisi wajah kedua orang tuanya.


Dan, saat ini mereka berdua begitu dikagumi oleh para ibu-ibu dan teman sebayanya.


Kendra dan Kevin Mbak pinang dibelah dua jika bukan kedua orang tuanya. atau Mikaila yang kadang juga tidak mengenali yang mana Kendra dan yang mana Kevin.


Mereka sering terkecoh apalagi jika keduanya sengaja bertukar diri untuk mengerjai kedua orang tuanya dan juga kakak cantik mereka.


Begitulah Kevin dan Kendra memanggil Mikaila dengan sebutan kakak cantik, karena Mikaila memang sangat cantik. Mikaila mewarisi wajah cantik ibunya, yaitu Sanum.


Oleh karena itu, Gideon dan para laki-laki lain jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat gadis secantik Mikaila, yang melebihi kecantikan gadis seusianya.

__ADS_1


Dengan, postur tubuh yang proporsional Mikaila mampu membuat para lelaki kagum dengan kecantikannya.


Meskipun, tanpa polesan make up, dan Gideon adalah salah satu pria yang paling beruntung karena bisa mendapatkan Kayla meskipun belum sepenuhnya menjadi miliknya tapi Gideon bersyukur saat ini Mikaila sudah mulai membuka hati untuknya.


Gideon, sibuk mengedit video yang tadi rekam dalam kamarnya.


Sementara Mikaila, Gadis itu merasa heran dengan tingkah gibeon saat ini saat ia meminta Mikaila pergi untuk beristirahat.


Tidak, seperti Gidion yang biasanya, yang selalu menahan dirinya untuk tetap bersama dengan pria itu Tapi kali ini, seakan tengah terbentur sesuatu yang keras hingga membuat dia lupa akan Mikaila.


Gadis, itu terus berjalan mondar mandir dalam kamarnya, dia memikirkan Gideon yang hingga saat ini tidak menghubunginya.


Pria itu bahkan seakan tak perduli lagi pada Mikaila.


Hingga beberapa jam kemudian, gadis itu secepat kilat, sudah berada di depan pintu kamar Gideon. yang kini tengah ada di balkon kamarnya.


Gidion yang mendengar ketukan pintu tersebut dia langsung beranjak dari duduknya untuk membuka pintu dan melihat yang datang.


"Heumm,,, honey, sepertinya kamu sudah sangat merindukan ku"ucap Gidion yang kini tengah tersenyum menggoda.


Mikaila langsung masuk dan berkeliling di sana, dia mencurigai seseorang yang kini tengah berada di dalam kamar nya.


"Sayang kamu cari siapa?"ucap Gidion.


"Tidak ada hanya saja aku sedang merasa heran tidak biasanya om jelek tidak menghubungi ku"ucap gadis itu.


"Heumm sepertinya ada yang cemburu"ucap Gidion sambil memeluk gadis itu dari belakang.


"Ge-er"ucap Mikaila.


Gidion, tidak mau melepaskan Mikaila, pria itu terus memeluknya sangat erat hingga Mikaila terus protes pun tidaknya dengar.


Dia merasa gemas dengan tingkah laku gadis polos yang kini menjadi kekasihnya itu.


Mikaila, mampu membuat hari-hari terasa semakin bersemangat, meskipun dia dalam keadaan tertekan.


Seperti saat, ini kedua orang tuanya memintanya untuk kembali ke Amerika pria tampan itu tidak mungkin meninggal Mikaila yang baru berstatus pacarnya belum bertunangan.

__ADS_1


Gidion, bahkan sangat takut jika suatu saat nanti Mikaila akan berpaling darinya jika mereka harus melakukan hubungan jarak jauh.


"Dion lepas"ujar Mikaila.


"Biarkan seperti ini sayang sebentar saja Aku ingin seperti ini"ucap Gideon pria itu terlihat seakan tak bersemangat saat ini membuat Mikaila bertanya-tanya Ada apa sebenarnya dengan Gideon.


"Gideon ada apa? apa,,, yang terjadi kenapa sikapmu rasanya sangat aneh! seharian ini sikapmu begitu berbeda Apa ada yang salah dengan kita, atau ada apa? Aku nggak ngerti kamu juga seharian ini aneh terus"ucap Mikaila.


"Mikaila tolong dengarkan aku sebentar saja Aku ingin bicara serius denganmu boleh tanya"ucap Gideon.


"Bicara apa? serius amat"tanya Mikaila.


"Mikaila,,, bagaimana? perasaanmu terhadap ku, bolehkah aku mengetahuinya karena aku ingin tahu dan ingin memastikan semuanya sebelum aku pergi!" ucap pemuda itu


"Maksudnya pergi?"tanya Mikaila yang kini terlihat sangat penasaran.


"Aku ingin kepastian Mikaila, aku ingin memastikan bahwa kamu benar-benar mencintai ku, dan kamu tidak akan pernah berpaling, saat aku tidak berada di sini"ucap Gidion.


"Iya, tapi kakak mau pergi kemana"ucap gadis itu, mulai serius.


"Aku harus kembali ke Amerika"ucap Gidion.


Tiba-tiba Mikaila terdiam seribu bahasa saat ini, ada rasa takut akan kehilangan, jujur hatinya sudah sangat nyaman dengan kehadiran Gidion di sisinya.


"Hi... honey, kamu kok malah diam sih"ucap gadis itu.


"Heumm,,, apa? kak Dion akan selamanya di sana"tanya Mikaila.


"Entahlah aku tidak tau"ucap Gidion.


"Jika untuk selamanya aku tidak akan pernah memberikan jawaban apapun atas semua pertanyaan mu, karena bagiku semua itu percuma saja tidak ada gunanya"ucap Mikaila.


"Please yang jangan buat aku semakin bimbang"ucap Gidion.


"Sudah lah tidak perlu lagi membahas semua nya"ucap Mikaila yang kini terlihat memalingkan wajahnya kearah lain.


"Mikaila"ucap Gidion yang kini memeluk gadis itu lagi.

__ADS_1


__ADS_2