Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Cinta#


__ADS_3

Setelah selesai menghadiri seminar di universitas kedokteran Zaid pun pulang bersama dengan Luna yang sedari tadi anteng dengan gadget yang Zaid berikan agar Luna tidak menggangu dirinya.


Tentunya dengan sedikit ancaman bahwa Zaid akan meninggalkan Luna jika gadis itu tidak menurut.


"Ayo sudah selesai kita pulang, kamu mau makan apa siang ini."ujar Zaid.


"Iya ayo pulang Luna kebelet pipis."ujar gadis itu sambil meringis.


"Ah ya ampun Luna bisa dewasa sedikit saja tidak."ujar Zaid yang benar-benar jengkel dengan sikap polos gadis itu yang bahkan tidak malu bilang kebelet pipis di celana pada Zaid.


Namun Luna seperti biasanya akan memasang wajah sedih dan mungkin menangis.


Jika sudah begitu Zaid akan mengalah hal pertama yang dia ingat saat melihat gadis seperti Luna dia ingat pada adiknya yang sudah berada di pangkuan ilahi sejak keluarga mereka bangkrut.


"Aluna,,,ayo keluar dulu kita ganti celana mu."ujar pria itu sambil membuka pintu mobilnya.


"Zaid marah sama Luna."ujar gadis itu.


"Tidak Luna ayo keluar."ujar Zaid selembut mungkin agar Gadis itu tidak merajuk.


"Tapi mobil Zaid kotor gara-gara Luna."ujar Zaid.


"Heumm,,, itu bisa diatasi ayo kita keluar dulu."ujar Zaid dengan lembut dia membawa Aluna keluar dari dalam mobil dan seketika itu melepaskan jas untuk digunakan Aluna yang ternyata bukan pipis melainkan datang bulan.


Zaid langsung meminta anak buahnya untuk mencari pakaian ganti dan pembalut wanita untuk mengatasi masalah itu, dia juga meminta pengawal pribadi nya yang wanita untuk membantu Aluna.


Yang merengek tidak mau dibantu oleh orang lain dengan alasan malu tapi dia tidak merasa malu dengan Zaid. Luna meminta Zaid untuk membantunya.


Aluna sebenarnya trauma dengan darah jika melihat darah itu dia akan jatuh pingsan tapi karena gara-gara hal itu menjadi masalah besar akhirnya Aluna dibawa ke dokter ahli hipnotis agar dia tidak lagi ketakutan saat melihat darah apalagi darah menstruasi yang akan datang setiap bulan.


Dokternya pun memberikan sugesti positif untuk Aluna dia mengatakan jika saat menstruasi tiba dia hanya melihat air seni. dan sejak saat itu dia akan bilang jika itu adalah air pipis.


Zaid berkali-kali merinding dan tepok jidat jika dia benar-benar membantu gadis itu untuk mengganti pakaian dalamnya.


"Luna harus ganti itu di dalam toilet dengan kakak itu bukan dengan Zaid karena Luna adalah anak gadis jadi tidak boleh dengan pria jadi harus dengan wanita lain."ujar Zaid berusaha memberi pengertian pada Luna.


"Ya Luna tau Mommy juga suka bilang begitu."ujar Luna.

__ADS_1


Lagi-lagi Zaid dibuat geram sambil mengepalkan tangannya.


"Kenapa? tidak dari tadi."ujar Zaid.


Pria itu merasa dikerjain oleh gadis itu.


"Luna tidak tau cara pasang benda yang biasa Mommy pakaian di underwearku."ujar Aluna yang masih berada di depan pintu toilet.


"Nanti kakak ini yang pasang oke."ujar Zaid yang langsung pergi dari situ memberikan isyarat pada wanita itu.


"Baik tuan."ujar pengawal itu patuh.


Sementara Zaid sendiri membersihkan noda darah di atas jok mobilnya, dengan menggunakan tissue basah dan tissue kering dengan telaten bahkan dia tidak minta pengawal pribadinya untuk melakukan hal itu.


Entahlah ada rasa tidak rela jika laki-laki lain mengurus semua tentang yang berkaitan dengan gadis itu.


Sampai jok tersebut bersih kering dan wangi parfum barulah Zaid menyudahi kegiatan bersih-bersih nya. pria yang cinta kebersihan sejak kecil itu tanpa sadar sudah menghabiskan dua kotak tissue basah dan kering lalu dia membuang itu di tong sampah area parkir tersebut.


Sampai saat Luna kembali dengan pakaian baru dan sudah rapi dan cantik.


Namun pria itu melihat gadis itu kesakitan dia langsung bertanya dengan nada tegas pada pengawal wanita itu.


"Ampun tuan saya tidak berbuat apa-apa kepada Nona Luna itu sudah biasa dialami oleh seorang wanita yang datang bulan."jelas wanita itu.


"Lalu apa? ucapan dia benar Aluna."tanya Zaid tegas.


"Kakak ini tidak salah perut aku akan sakit jika pipis ku banyak."jawab Aluna yang mampu membuat Zaid memalingkan wajahnya karena merasa malu mendengar jawaban frontal dari gadis itu.


"Aluna,,, ah sudahlah ayo masuk."ujar Zaid.


"Wah,,,, sudah tidak kotor lagi Zaid pintar membersihkan mobil."ujar gadis itu.


"Heumm,,,."balas Zaid yang langsung membantu Luna memasang sabuk pengaman.


Mereka pun pergi meninggalkan parkiran kampus.


Sampai tiba di sebuah restauran Aluna semakin kesakitan akhirnya Zaid meminta seseorang untuk mencarikan obat untuk itu.

__ADS_1


Sampai Aluna terlihat nyaman barulah Zaid memesan makanan.


Namun Aluna tidak bisa makan seperti biasanya meskipun Zaid menyuapi gadis itu.


Mungkin karena siklus bulanannya itu.


"Aluna jika kamu tidak makan bagaimana bisa tidur nyenyak."ujar Zaid.


Dia yakin Aluna akan tidur dengan gelisah lagi seperti saat dia tidak mau makan siang dengan kenyang.


Karena Aluna tidak suka makan malam dengan yang berat, dan hanya akan minum susu dan juga makan potongan buah. jadi tidak makan siang dengan benar maka malam hari dia akan tidur dengan gelisah dalam dekapan Zaid.


Selama ini mereka tidur bersama bahkan Zaid akan mendekap Aluna agar Gadis itu tidak gelisah saat tidur.


Aluna adalah panggilan dari Zaid nama aslinya Luna.


Dan gadis itu akan tidur nyenyak dalam dekapan Zaid meskipun mereka tidak melakukan hal lain selain itu.


Zaid hanya ingin tidur mereka berdua nyenyak meskipun terkadang Zaid sendiri sering merasa gelisah karena masalah kedewasaan nya.


Zaid akan sekuat hati menahan hasrat nya itu.


Sampai saat ini Zaid masih bisa mengendalikan hawa nafsunya itu.


Zaid sebenarnya mengutuk Vino yang sudah membuat dia sengsara setengah mati.


Sementara Vino sendiri malah menambah kekesalan Zaid jika mereka bertemu maka pria itu akan asik mengejek Zaid dengan tawa lepasnya itu.


Zaid sudah benar-benar tidak tahan dengan itu, tapi kini dia sudah mulai terbiasa dengan Luna dan sedikit sikap posesif dan hal itu tidak pernah ia sadari.


Mungkinkah itu adalah cinta, Zaid sendiri tidak menyadari hal itu, namun semua pengawal pribadinya sudah mencium bunga-bunga cinta itu.


Kini Zaid pun tidak pernah merasa kesepian ditengah keramaian seperti dulu.


Gadis itu pun seakan tak bisa lagi jauh darinya.


Sampai saat malam tiba setelah pengawal wanita itu membantu mengganti pembalut wanita pada Luna .

__ADS_1


Zaid langsung mengajak Luna untuk tidur karena besok dia akan lebih sibuk.


__ADS_2