Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Patuh#


__ADS_3

"Heumm ya, kau.... bukan nya wanita yang tadi di restaurant ya"ujar Malika, wanita cantik dengan body gold, itu kini terlihat tersenyum remeh pada Sanum.


"Ya saya asisten pribadi tuan Kenzie"ujar Sanum sambil tersenyum, dia berjalan ke arah pantry, sambil kembali berbalik.


"Maaf, ada ingin minum sesuatu"ujar Sanum ramah.


"Buatkan aku jus strawberry, tapi pakai susu rendah kalori"ujar wanita itu.


"Baiklah Nona"jawab Sanum.


Wanita itu pun langsung menelpon seseorang, tanpa sadar gerak-gerik nya dilihat oleh Sanum, wanita itu sungguh sangat mencurigakan.


"Aku sedang berada di kantor nya, kalian tunggu saja undangan dari ku" ujar nya.


Sanum pun hanya bersikap cuek setelah selesai membuat jus strawberry dengan campuran susu nol kalori, wanita itu pun jadi.


"Ini Nona, silahkan dinikmati"ujar Sanum.


Saat Sanum menyodorkan gelas tersebut, Kenzie datang otomatis gadis itu hanya dibuat bengong dengan kelakuan, wanita cantik itu, dan akhirnya Sanum pun menyimpan itu di meja.


"Sayang kamu sudah datang, maafkan aku, saat itu aku tidak bisa datang karena urusan pekerjaan"ujar wanita itu sambil melirik ke arah Sanum, saat itu juga Kenzie langsung terkejut karena ternyata Sanum, ada di sana disaat wanita itu mengalungkan tangannya di leher Kenzie.


"Apa-apaan ini" ujar Piter.


Sementara Sanum hanya menyibukkan diri di balik ruangan nya saat ini.


Kenzie terus berusaha untuk memperbaiki penampilan nya, akibat kelakuan Malika saat ini yang tiba-tiba mencium bibir nya.


"Malika, sebaiknya kamu pergi dan tolong jangan datang lagi, kamu sudah tidak dibutuhkan lagi di sini"ujar Kenzie yang merasa sangat marah karena, perbuatan Malika terhadap nya.


"Sayang aku benar-benar minta maaf, jika saat itu kamu marah karena aku tidak datang di hari ulang tahun mu"ujar Malika.


Sanum terus berkutat dengan pekerjaan nya, dia juga menutup telinga nya dengan headset agar tidak mendengar pertengkaran mereka, entah kenapa? keributan yang terjadi mengingatkan, dia akan mantan suami nya yang kini sudah bahagia bersama dengan istri tercinta nya.


"Kamu sebaiknya keluar Malika, diantara kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi, kita tidak punya hubungan apapun lagi, kamu dengar itu"ujar Kenzie.


Pria itu, langsung mendorong Malika keluar dari ruangan nya, setelah itu dia berbalik menuju ruangan dimana Sanum berada.


"Sanum, kenapa? kamu biarkan dia masuk"ujar Kenzie.


Pria itu tampak terlihat masih kesal, tapi Sanum tidak menggubris nya karena dia tetap fokus dengan laptop nya, sementara dia tidak sadar jika Kenzie kini tengah berdiri di samping nya, hingga Kenzie melepaskan sebelah headset nya.


"Sanum, apa? kau tidak dengar heuhhhhh"ujar Kenzie, dan Sanum langsung terkaget-kaget, karena sedari tadi dia melamun meskipun sambil tetap fokus pada laptop nya.


"M maafkan saya tuan, tadi saya mendengar kan music"ujar Sanum.


"Owh ya ampun, Sanum, sekarang jawab siapa? yang mengijinkan Malika masuk"tanya Kenzie.


"Saya tidak tau tuan, nona siapa? tadi, dia sudah ada di sini, saat saya kembali dari menjemput Nona Queen"ujar Sanum.


"Kenapa? kamu tidak mengusirnya"Tanya Kenzie.


"Saya tidak mungkin mengusir tamu penting tuan"ujar Sanum.


"Dia bukan tamu penting saya Sanum"ujar Kenzie.


"Tapi tuan saya tidak punya wewenang untuk itu, dan lagi cewek cantik seperti dia, tidak mungkin di tolak"ujar Sanum.


"Cantik fisik tidak menjadi jaminan bahwa dia itu adalah wanita yang baik"kata Kenzie.


"Baiklah tuan, saya mohon maaf jika ternyata saya salah"ujar Sanum, yang ingin mengakhiri perdebatan di antara mereka.


"Untuk apa? kamu minta maaf, kamu tidak salah apapun, sekarang buang semua benda yang pernah dia sentuh"ujar Kenzie.


"Baik, tuan tapi saya tidak tau benda apa? saja yang dia pegang saat datang"ucap wanita itu.


"Owh ya ampun, sudah lah, sekarang buatkan kopi untuk saya, kepala saya pusing rasanya mau pecah"ujar pria tampan itu.


Sanum pun pergi menuju pantry, dia langsung membuat kopi, untuk Kenzie, seperti yang sudah ia buatkan tadi pagi.


Setelah selesai membuat kopi, dia menghidangkan kopi tersebut di atas meja kerja Kenzie .


Pria itu tampak memijat pangkal hidung nya yang mungkin terlalu pusing saat ini, Sanum bisa mengerti jika mulut, bisa saja berkata tidak, tapi hati akan selalu berkata jujur, meskipun tidak pernah diperdengarkan, kecuali bibir bisa diajak kerja sama.


"Kopi nya tuan"ujar Sanum.

__ADS_1


"Sanum bisa minta tolong?"tanya Kenzie.


"Tolong, pijat kepala ku, rasanya seakan mau pecah"ujar Kenzie.


"B baik tuan"Jawab Sanum.


Sanum pun memijat kepala Kenzie, awal nya sangat ragu, tapi dia kembali berpikir bahwa perintah bos, adalah yang utama, dan tidak bisa dibantah.


Sanum pun terus memijat kepala Kenzie, hingga pria itu pun memejamkan mata nya, karena mulai merasa rileks, apalagi ternyata Sanum jago dalam hal itu.


Hingga setelah memastikan Kenzie, tertidur dengan nyenyak, dia pun kembali ke ruangan nya untuk bekerja kembali.


Sanum pun mulai berkutat dengan pekerjaan nya lagi, setelah itu dia pun menyimpan dan merapihkan nya, lalu dibawa ke meja , bos nya itu, tapi dia tidak berani membangun kan, Kenzie.


Sanum pun duduk menunggu di sofa panjang tersebut, sambil memainkan ponsel nya untuk menanyakan kabar sang putri pada pengasuh nya.


Hingga beberapa saat kemudian, Kenzie terbangun dari tidurnya, dia menatap lekat kearah wanita cantik itu.


"Sudah berapa lama aku tertidur" ujar Kenzie.


Sanum sontak menoleh ke arah sumber suara, wanita itu pun kemudian menjawab, atasan nya itu.


"Empat puluh lima menit"ujar Sanum.


"Heumm, semua karena pijatan yang kamu berikan, apa? kamu sering melakukannya terhadap suami mu"tanya Kenzie.


"Anda yang pertama tuan"jawab Sanum jujur.


"Heumm , benarkah"tanya Kenzie.


Wanita itu pun mengangguk pelan .


"Kamu boleh pulang terlebih dahulu, jika pekerjaan mu sudah selesai, karena putri mu, pasti sudah menunggu mu"ujar Kenzie.


"Terimakasih tuan"ujar Sanum .


"Bawa itu untuk putri mu"ujar Kenzie, yang menunjukkan, sebuah paper bag yang ada di meja.


"Itu apa? tuan"ujar Sanum.


"Terimakasih"ujar Sanum.


Sanum pun pergi menuju ruangan nya, dia meraih tas nya dan paper bag berisi kotak bekal miliknya setelah itu, dia pun membawa paper bag untuk putri nya itu sebagai hadiah.


"Saya duluan tuan"ujar Sanum.


"Baiklah, hati-hati di jalan" ujar Kenzie.


Sanum pun hanya mengangguk pelan.


Wanita itu pun pergi meninggalkan ruangan mereka berdua, dia pun pamit pada sekertaris yang ada di luar ruangan tersebut.


......................................


Sementara itu di rumah Queen, mengurung diri di dalam kamar nya, wanita itu begitu terlihat sedih, karena Allan kedapatan membawa seorang wanita, padahal Queen dan Allan, tidak punya hubungan apapun.


Sampai Kenzo, datang memanggil nya berulang kali, gadis itu tidak bergeming sedikitpun.


"Sayang ini Daddy ayo buka pintu nya"ujar Kenzo.


Tidak ada jawaban sama sekali, gadis itu tetap terdiam.


"Queen sayang ayo buka pintu nya, nanti Daddy ajak Queen jalan-jalan"ujar Kenzo.


Pria itu masih memperlakukan anak gadis nya itu seperti pada anak kecil.


Tidak lama pintu pun terbuka, Queen terlihat berlinang air mata.


"Sayang kamu kenapa? menangis ayo sini Sayang cerita sama Daddy"ujar Kenzo Panik.


"Daddy kak, Allan bawa wanita cantik Queen, sedih kenapa? pria yang Queen suka, bawa wanita cantik, hiks hiks hiks, wanita itu cantik sekali, lebih cantik dari Queen"ujar Queen.


Kenzo pun terdiam sesaat, dia ingin tertawa melihat tingkah Queen, tapi Kenzo tahan karena, tidak mungkin menertawakan Queen yang sedang menangis sesenggukan, bisa-bisa dunia mendadak kiamat.


"Sayang sudah dulu ya, nanti jika Queen nangis cantik nya berkurang gimana?"ujar Kenzo, yang kebingungan untuk membuat putri kesayangan nya itu berarti menangis.

__ADS_1


"Ah... Daddy Queen sedih bagaimana jika Queen, bunuh diri saja karena tidak ada lagi pria yang Queen suka"ujar Queen.


Kenzo begitu kaget saat mendengar kata-kata keramat baginya itu.


"Tidak sayang, jangan lakukan itu, biar Daddy mecari pria lain yang lebih keren dan lebih tampan dari Allan bagaimana?"tanya Kenzo.


"Tidak mau hiks hiks hiks aku hanya mau kak, Allan"ujar Queen.


"Sayang dia adik sepupu mu"ujar Kenzo.


"Tapi Queen, suka sama kak Allan Daddy, gak mau yang lain"ujar Queen.


Kenzie yang baru datang pun mengelus pundak Queen.


"Sayang besok kakak ajak Queen ketemu temen kakak yang lebih tampan dari Allan mau ya"ujar Kenzie.


Tapi Queen tetap menggeleng kan kepala, dan hal itu membuat kedua nya saling tatap, Kenzie pun langsung menghubungi Alan, saat itu juga meminta dia datang ke rumah untuk membujuk Queen, tapi terjadi perdebatan alot karena Alan, menolak untuk datang, dengan alasan pekerjaan.


Tapi kemudian Kenzie mengancam akan menarik saham perusahaan milik keluarga nya jika tidak ingin datang, otomatis ancaman itu pun langsung di tanggapi dengan serius oleh Allan karena Daddy nya auto ngamuk parah jika sampai itu terjadi.


Sementara Kenzo membawa Queen kedalam kamar putri nya itu, meminta putri semata wayangnya itu mandi dan bersiap untuk pergi bersama dengan Alan.


Kenzo, akan lakukan apapun, demi kebahagiaan putri nya itu, hingga Mariana hanya bisa mengelus dada, bukan karena dia jengkel dengan sikap Queen, tapi suaminya yang selalu menuruti keinginan putri nya, meskipun itu adalah hal tersulit, Mariana takut jika suatu saat Queen akan terluka, suatu hari nanti seperti dirinya dulu.


"Mom, jangan khawatir, Queen bahkan belum mengerti antara suka dan cinta Mom"ujar Kenzie yang kini duduk di samping sang mommy.


"Iya sayang Mommy hanya takut apa? yang terjadi pada Mommy terjadi sama adik mu"ujar Mariana.


"Kenzie akan pastikan itu tidak akan terjadi, jika pun terjadi, Kenzie akan membuat pria itu menyesal karena telah hidup di dunia ini"ujar Kenzie, yang benar-benar sangat menyayangi adiknya itu.


"Sayang kamu pasti sangat lelah sebaiknya kamu istirahat dulu Mommy, akan masak makanan kesukaan mu"ujar Mariana.


"Mom, jika Abang punya kekasih seorang janda beranak satu mommy dan Daddy akan setuju atau tidak"ujar Kenzie bertanya.


"Status itu tidak penting sayang yang paling penting itu, apa? dia wanita yang baik dan karena sebab apa? dia menjadi janda, itu yang harus kamu tau, agar kamu tidak mengalami masalah di kemudian hari, saat rasa cinta itu semakin bertumbuh besar"ujar Mariana.


"Tidak Mom, abang hanya bertanya saja, lagi pula abang belum berminat untuk menikah dalam waktu dekat ini, abang masih harus fokus belajar mengurus perusahaan"ujar Kenzie.


"Tidak masalah sayang Mommy mengerti, sekalipun abang dekat dengan wanita manapun, karena Mommy percaya bahwa Abang adalah pria yang cerdas"ucap Mariana sambil membawa putra semata wayang nya itu bersandar di pundak nya, sambil mengelus puncak kepala nya dengan sayang.


Meskipun saat di luar Kenzie adalah seorang pemimpin, tapi di dalam rumah tersebut Kenzie adalah seorang putra kecilnya, Mommy Mariana.


"Mom, lihat deh putri Daddy sudah semakin cantik iya kan"ujar Kenzo yang datang bersama putrinya dari lantai dua.


"Tentu saja, tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan, putri Mommy ini, sudah siap untuk jalan-jalan heumm"ujar Mariana, yang bangkit dan menyambut putri nya itu.


Allan pun datang dengan cool nya berjalan menghampiri mereka semua.


"Sore Mom, Daddy"ujar Alan, tanpa mengurangi rasa hormat pada keduanya orang tertua di keluarga nya itu.


"Ah.. Allan, sudah datang, sini duduk dulu"ujar Kenzo.


"Tidak usah Daddy, Allan langsung jalan saja"ujar Alan yang langsung mengajak Queen pergi.


"Hati-hati di jalan Queen sayang Abang akan terus mengawasi mu"ujar Kenzie memberikan isyarat bahwa Allan, benar-benar harus memperlakukan adiknya dengan baik.


Sesampainya di dalam mobil Allan, menatap dengan tatapan mata yang tidak bisa diartikan.


"Queen, bisa kan kamu jangan bersikap kekanak-kanakan aku sedang banyak pekerjaan, saat ini bahkan aku harus melepaskan kesempatan terakhir ku, untuk mendapatkan tender bernilai milyaran hanya agar kamu tidak menangis, aku tau kamu ingin jalan dengan ku, tapi kamu juga harus tau situasi"ujar Allan.


Queen yang mendengar itu, langsung mengerti bahwa Allan benar-benar terpaksa datang untuk menemui nya.


"Sebaiknya kakak pergi saja, aku minta maaf jika aku terlalu merepotkan dan membawa sial"ujar Queen yang hendak melepaskan seat belt.


Tapi tangan Allan mencegah nya, dia langsung tancap gas pergi menuju sebuah tempat, sesampainya di sana, Allan langsung meminta Queen turun, tapi melihat tempat yang di kunjungi oleh Allan adalah hotel, Queen, pun enggan untuk turun.


"Queen, kamu mau tetap di mobil, atau ikut turun"ujar Allan.


"Tapi kak, untuk apa? kita kesini"ujar Queen.


"Bulan madu, bukan nya itu yang kamu mau sayang"ujar Allan, dengan sengaja membuat Queen takut.


"Kak, aku hanya ingin kita pergi nonton dan makan malam bersama, bukan kah itu cara orang pacaran"ujar Queen polos.


"Tapi gaya pacaran ku beda Queen"

__ADS_1


__ADS_2