
Saat Allan dan Bintang datang ke rumah sakit, dia melihat seseorang yang sangat Allan ingat sejak kecil.
"Mommy"lirih Allan.
Dia melihat seseorang yang mirip sekali dengan ibu kandung nya yang telah meninggalkan nya, hanya demi memilih harta meskipun Adri melakukan hal yang benar dengan membawa Allan bersama dengan nya.
"Mas, ada apa?"ucap Bintang.
"Aku melihat mommy ku disini"ucap Allan.
"Dimana"tanya bintang.
"Sudah pergi"jawab Allan.
"Kenapa? tidak di kejar"Tanya Bintang lagi.
"Tidak perlu dia akan datang dengan sendirinya jika memang dia mengakui ku ada di dunia ini"jawab Allan.
"Heumm ya sudah" ujar Bintang yang kini berjalan lebih dulu untuk duduk di kursi tunggu.
"Sayang sini mas lihat antrian nya"ucap Allan.
"Ini mas biar aku saja"ucap Bintang tapi Allan mengambil nya dan dia langsung menelpon seseorang setelah itu tidak sampai satu menit kini giliran Bintang yang dipanggil.
"Mas, jangan begitu kasihan sama yang lain yang sudah mengantri lebih dulu"ucap Bintang.
"Sudah mas tidak melakukan apa-apa, mereka saja yang sudah tidak sabar ingin melihat putra kita"ucap Allan yakin bahwa bayi itu berjenis kelamin laki-laki.
"Heumm bagaimana jika ternyata anak kita perempuan mas, apa? masih mau menyayangi nya"pertanyaan Bintang terdengar konyol.
"Sayang mas akan tetap sayang karena dia adalah darah daging mas"ucap Allan.
"Tuan nyonya silahkan masuk dokter sudah menunggu di dalam"ucap seorang perawat.
Allan yang masih menggendong Irene anteng dengan empeng nya itu tangan sebelah nya merangkul pinggang istri nya itu.
"Silahkan duduk"ucap dokter obegyn itu.
"Terimakasih dok, saya ingin memeriksa kandungan"ucap Bintang.
"Baiklah sekarang saya cek tensi darah dulu ya setelah itu kita lanjut USG, untuk mengetahui kondisi janin dan usia kehamilan nyonya"ucap Allan.
Setelah serangkaian pemeriksaan dilakukan kini tinggal satu lagi yaitu USG.
"Mari silahkan berbaring di sini kita lihat berapa? usia kandungan nyonya"ucap dokter tersebut, Bintang di bantu oleh suster dan juga suaminya naik keatas ranjang pemeriksaan.
__ADS_1
Sampai akhirnya mereka berdua melihat ke arah layar monitor.
"Owh selamat ternyata istri anda tengah hamil bayi kembar lihat ada dua kantong yang berisi janin usia nya baru delapan minggu dan bisa dipastikan kondisi kesehatan ibu dan janin sangat sehat cuma disarankan untuk lebih banyak beristirahat dan asupan gizi nya harus diperhatikan dan jangan lupa ikut anjuran untuk menjaga kehamilan anda sepertinya ini adalah anak pertama kalian. tapi ini sepertinya saya salah"ucap dokter tersebut.
"Anda tidak salah dia memang putri pertama kami dan titipan Tuhan"ucap Bintang sambil mencium pipi Irene yang kini tertidur pulas dalam gendongan Allan.
Sampai akhirnya mereka selesai melakukan pemeriksaan kehamilan tersebut senyum Allan tidak pernah pudar.
"Sayang kamu mau makan atau beli sesuatu"ucap Allan.
"Tidak mas aku hanya ingin cepat pulang tidak tahan bau keringat mau mandi dan berendam di bathtub dengan nyaman"ucap Bintang.
"Baik sayang kamu bersenang-senang lah, biar mas yang menjaga Irene"ucap Allan.
"Heumm"ucap Bintang hingga mereka tiba di rumah mereka Allan langsung membukakan pintu mobil untuk istrinya yang kini menggendong putri nya, hingga akhirnya mereka masuk setelah para penjaga rumah Allan membuka pintu untuk tuan mereka.
"Sayang aku langsung ke kamar ya"ucap Bintang.
"Ya sayang"ucap Allan yang memberikan Irene pada kedua baby sitter nya itu.
"Daddy mandi dulu ya sayang Irene,bareng suster dulu." ucap Allan.
"Sayang... aku boleh gabung"ucap Allan.
"Boleh mas tapi mas tapi mas jangan pernah macam-macam"ucap Bintang.
"Heumm modus"ujar Bintang.
"Hehehe tau aja yang, aku sangat merindukan mu"ucap Allan sambil mengecup bibir istrinya itu.
"Mas seharian ini bersama ku, jadi tidak ada alasan untuk itu"ucap Bintang.
"Rindu itu tidak butuh alasan sayang"ucap Allan yang kembali membingkai wajah Bintang dan mengecup nya lembut.
Sampai akhirnya mereka selesai melepaskan rindu di dalam kamar mandi mereka pun keluar dari dalam kamar mandi tersebut dan kini saling membantu mengeringkan rambut.
"Mas aku mau langsung bobo"ucap Bintang.
"Makan dulu Yang"ucap Allan.
"Aku sudah mengantuk berat mas"ujar Bintang.
"Ya sudah sayang kamu bobo dulu tapi setelah bangun jangan lupa makan, mas ada di ruang kerja"ucap Allan.
"Baiklah mas"balas Bintang yang kini langsung berbaring dibantu oleh Allan yang kini menyelimuti tubuh nya.
__ADS_1
"Terimakasih mas, selamat bekerja ingat jangan terlalu cape-cape"ucap Bintang.
Allan mengangguk setelah itu ia mengecup kening istrinya yang langsung terdengar dengkuran halus.
"Sayang kamu benar-benar kelelahan ya maafkan aku yang tidak pernah bisa menahan gairah saat bersama dengan mu"ucap Allan lirih.
Pria itu pun pergi meninggalkan Bintang yang kini tengah terlelap dalam tidur nya setelah kelelahan sehabis melepas rindu dengan nya.
Allan kini sudah memasuki ruang kerja nya pria itu langsung menghubungi nomor seseorang untuk menyelidiki keberadaan sang ibu.
Allan curiga itu adalah sebuah pertanda bahwa sesuatu akan terjadi, seperti saat tragedi kematian Queen dan putra kesayangannya, saat itu satu hari sebelum kematian Queen, ibunya muncul secara tiba-tiba dan kembali unggul begitu saja.
"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti tapi aku harap semua akan baik-baik saja"gumam Allan lirih.
Allan langsung bangkit bergegas kembali memeriksa seluruh rekaman Cctv siapa tau ada yang terlewat.
Hingga selesai melihat Cctv tersebut Allan langsung memastikan bahwa semua memang benar-benar aman.
Allan masuk terlebih dahulu kedalam kamar mereka setelah melihat istrinya tengah terlelap dalam tidur nya, Allan langsung beralihlah kedalam kamar putri angkat nya Irene.
Sampai akhirnya dia kembali melanjutkan niatnya untuk mengerjakan pekerjaan seperti rencananya tadi
Allan langsung berkutat dengan pekerjaan nya.
Hing, itu lah yang terjadi saat ini karena semua penghuni sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Allan bekerja hingga larut malam setelah itu ia .langsung kembali masuk kedalam kamar nya.
"Sayang kamu masih tidur"ucap Allan .
Pria itu langsung naik ke dalam selimut.
Allan memeluk istrinya dari samping.
Bintang yang sedikit terusik pun bangun dari tidur nya dia menata ingatan nya.
Allan tersenyum lalu menghujani wajah Bintang dengan kecupan.
"Mas geli"ucap Bintang.
"Sayang mas kamu belum makan? tanya Allan.
"Aku baru bangun Yang"balas Bintang.
"Baiklah sekarang kamu mau makan apa"tanya Allan.
__ADS_1
"Makan yang ada"