Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Deswita jatuh#


__ADS_3

Deswita pun mulai tenang setelah Mariana, membawa dia bicara bahkan, Mariana bertanya tentang kehamilan nya, saat ini, Deswita hanya mengangguk kan kepalanya.


"Ya ampun Des, Lo diam saja saat Lo hamil seperti sekarang ini "ucap Mariana.


"Aku hanya tidak ingin merusak kebahagiaan dia, dia sudah bahagia dengan istri dan calon anak nya"ucap Deswita.


"Apa? yang kamu katakan heuhhhhh bahagia, bahagia macam apa? heeuh, bahagia macam apa!" teriak Adri, hingga membuat Deswita mematung.


"Mari kenapa? pria ini ada di sini?... apa?? kamu yang mengajak nya"ucap Deswita yang langsung beranjak pergi, Deswita berjalan melewati keduanya, hingga dia tidak konsentrasi, dan akhirnya terjatuh berguling di tangga semua orang berteriak memanggil nya, termasuk Adri yang langsung berlari menghampiri nya.


Deswita berhenti di bawah dan bersimbah darah dari bagian kepala nya dan pangkal pahanya Mariana, berteriak histeris, Kenzo langsung membantu Adri berlari membawa Deswita ku rumah sakit terdekat, Ardi berteriak memanggil dokter sambil menggendong istrinya diikuti Kenzo, dan para tenaga medis pun berlarian, Adri langsung dibantu oleh mereka membawa Deswita dengan berangkar hingga tiba di dalam ruangan IGD, Adri langsung di dorong keluar oleh Kenzo, karena dia tidak mau lepas dari Deswita.


hingga beberapa saat kemudian, dokter pun keluar keluar, Adri yang terduduk lemas pun berdiri.


"Tuan, apa? anda suami nyonya Deswita"tanya dokter yang baru saja keluar dari ruangan tersebut .


"Ya dia adalah suaminya dokter"jawab Kenzo cepat.


"Ada dua kabar yang harus saya sampaikan"ucap sang dokter.


"Cepat katakan Dok"ucap Adri tidak sabar.


"Istri anda mengalami luka yang cukup serius, hingga harus segera di operasi, saat ini juga, kabar baik nya, janin yang ada di kandungan pasien masih bisa diselamatkan, dan bayi anda baik-baik saja tapi jika Nyona Deswita tidak dioperasi sekarang juga kemungkinan nyonya Deswita akan mengalami koma, dan jika dilakukan tindakan operasi mungkin ada harus memilih salah satu diantaranya, karena jika operasi dijalani resiko keguguran akan sangat tinggi.


sesaat semua orang terdiam termasuk Mariana dan kedua orang tua Deswita, saat ini.


"Selamat kan istri ku, jika itu tidak memungkinkan, tapi jika mungkin tolong selamatkan kedua nya"ucap Adri.


Kenzo langsung menandatangani perjanjian tersebut atas nama Adri dan keluarga nya karena Adri adalah calon suami Deswita, saat ini.


Kenzo langsung menggandeng Adri, menuju ruang operasi setelah Deswita dibawa masuk ke dalam sana, wanita itu seperti orang yang sedang tertidur pulas, dia saat ini.


hingga operasi selesai dilakukan, dokter pun keluar dengan kabar bahagia karena ternyata kedua calon bayi kembar itu selamat begitu juga dengan ibunya.


"Sayang sebaiknya kamu pulang ini sudah larut malam, semua sudah aman biar Adri yang berjaga di sini dengan ku, tapi ingat jangan terlalu banyak pikiran ok, jaga Kenzie"ucap Kenzo.


asisten pribadi Kenzo pun pergi mengantar Mariana pulang ke Mension, dan begitu juga dengan keluarga Deswita yang kini membatalkan acara pernikahan antara Adriyan dan Deswita.


sementara itu di ruangan rawat inap VVIP, Kenzo dan Adri tengah duduk sambil sibuk dengan laptop nya sendiri sementara Adri kini duduk di samping ranjang sambil menatap wajah cantik itu.


"Adri sebaiknya kamu bersih-bersih dulu, agar Deswita nyaman saat berada di dekat mu lihat bajumu kotor dengan noda darah"ucap Kenzo.


"Ken,aku hanya takut jika dia bangun aku tidak ada disini"jawab Adri.


"Tidak masalah bukan aku akan bilang kau ada di dalam kamar mandi"ujar Kenzo.


hingga beberapa menit kemudian, Adri pun mulai melangkah mengambil pakaian ganti dan juga beberapa keperluan mandi hingga masuk kedalam ruangan tersebut dan mandi, tapi Deswita tidak kunjung sadar.


Adri bahkan sudah kembali rapih dan bersih dengan pakaian santai nya, dia berada di samping Deswita.


hingga menjelang pagi hari, saat Adri tertidur pulas dengan posisi kepala di samping ranjang tangan yang menggenggam tangan Deswita, wanita cantik itu sadar dan membuka mata nya tanpa bisa menoleh karena menggunakan penyangga leher juga kepala yang dibalut perban.


"Air"ucap nya lirih.


karena suasana hening Adri dan Kenzo yang tertidur di sofa pun langsung membuka mata, mendengar suara Deswita.

__ADS_1


Adri langsung bangkit seketika itu, lalu berkata"owh syukur lah sayang kamu sudah bangun"ucap Adri.


"Air"ucap Deswita lagi.


"Iya sayang tunggu sebentar"ucap Adri yang langsung memasukkan sedotan plastik pada Deswita namun dia tidak bisa menyedot nya karena kaku, akhirnya Adri memberikan air menggunakan sendok setelah dirasa cukup Adri menghentikan nya.


Kenzo langsung memijat tombol berwarna merah, untuk memanggil petugas yang jaga.


hingga mereka tiba di dalam ruangan, dokter dan perawat memeriksa keadaan Deswita, dan dokter berkata bahwa Deswita sudah berangsur membaik.


Kenzo pun pamit pulang bersama sang sopir, sementara Adri masih berada di sana, untuk menjaga Deswita.


"Pulang lah, aku bisa sendiri"ucap Deswita lirih **** sedikit tidak jelas.


"Aku akan pulang setelah kamu sembuh yang, maafkan aku, aku bahkan tidak tau kalau kamu sedang hamil, aku pikir waktu itu kamu menggunakan pil penunda kehamilan, karena kamu sangat membenci ku"ucap Adri.


tapi Deswita langsung memejamkan mata ada cairan bening yang keluar dari pelupuk mata nya itu, Adri langsung mengambil tissue dan mengusap air mata itu.


"Jangan menangis, sekarang dan selamanya aku akan berada di sisi mu, dan kamu juga akan menjadi satu-satunya wanita yang ada dalam hidup ku, aku sudah meminta izin untuk kita menikah pada kedua orang tua mu"ucap Adri.


Deswita hanya menatap lekat wajah tampan pria itu.


"Aku janji sayang setelah kamu sembuh kita akan segera menikah"ucap Adri.


"Aku ingin sekarang"ucap Deswita lirih.


"Kamu masih sakit sayang setidaknya tunggu dua hari lagi"ucap Adri.


"Sekarang mas"ucap nya kembali.


"Deswita sayang aku sangat mencintaimu"ujar Adri.


Deswita hanya mengedipkan mata nya, saat ini.


sementara orang-orang Adri, tengah menyiapkan segala berkas untuk pernikahan mereka yang harus dilakukan dengan cepat saat ini juga, Adri ingin menikah secara resmi dengan Deswita, meskipun ada setatus istri kedua yang akan Deswita terima saat ini.


setelah selesai, semua persiapan dan penghulu pun tiba di sana bersama dengan keluarga Deswita dan juga Mariana dan Kenzo dari pihak Adri, karena kedua orang tua Adri berada di luar negeri, meskipun Adri, sudah menelpon dan meminta izin, untuk menikah lagi, tapi keduanya tidak merestui pernikahan tersebut, namun Adri tidak menjadikan itu sebagai beban, dia yakin suatu hari nanti keduanya akan memberikan restu nya.


šŸŒ¹šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸŒ¹


Akad nikah pun selesai di gelar, saat ini Adri dan Deswita resmi menjadi suami istri, Adri mencium kening Deswita yang kini memejamkan mata, seperti orang yang tertidur pulas, semua orang sempat panik karena detak jantung Deswita sempat melemah, Adri terus berteriak memanggil nama istrinya itu, dengan sangat keras, sambil terus menggenggam tangan nya itu hingga dokter pun langsung memeriksa kondisi Deswita saat ini dan menyuntikkan cairan obat, pada selang infus di tangan kiri Deswita.


hingga keadaan sedikit membaik, akhirnya dokter pun, keluar dan Adri, juga semua orang yang ada di sana, terlihat sangat cemas terutama Bunda, Deswita.


"Bagaimana keadaan putri ku dokter"ucap nya.


"Nyonya Deswita, sudah stabil tapi saya sarankan jangan ajak dia bicara saat ini, karena kondisi nya belum sepenuhnya membaik"ucap sang dokter.


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, hanya Adri dan ibu mertua nya yang tinggal di dalam sana.


"Nak pulang lah dan istirahat, biar bunda yang menemani istri mu"ucap nya.


"Tidak mam, aku tidak akan pulang aku akan terus bersama dengan istri ku"ucap Adri.


"Tapi kamu juga butuh istirahat nak, jika kamu sakit siapa yang akan menjaga istri mu nanti"ucap nya lembut.

__ADS_1


"Baiklah mam, tapi aku hanya pulang sebentar setelah itu aku kembali lagi, untuk menjaga nya, bilang padanya aku sangat mencintai nya mam"ucap Adri lembut sambil mengecup kening istrinya dan juga punggung tangan nya dengan dengan pelukan lembut, dan akhirnya Adri, melangkah pergi sambil kembali melirik namun Bunda, Deswita meyakinkan Adri, bahwa istrinya akan baik-baik saja.


Deswita masih tertidur pulas hingga Adri kembali sore hari, nya dan kini giliran ibunya Deswita yang pulang.


Adri duduk di samping Deswita, dia langsung menggenggam tangan istrinya yang sedang tertidur itu.


"Yang bangun lah sayang kamu belum makan sedikit pun dari kemarin"ucap Adri, seakan wanita itu tidak sedang sakit.


hingga Deswita mengerjapkan mata nya, Adri langsung memberikan kecupan di kening Deswita.


"Haus"gumam Deswita lirih.


"Sebentar sayang Daddy ambilkan dulu"ucap Adri lembut.


"Daddy"ucap Deswita bingung.


"Iya mommy, Daddy kedua anak kita, adalah anak yang kuat dan sangat hebat"ucap Adri.


ada senyum lembut di bibir Deswita, saat ini ternyata bayinya selamat, dia sangat bersyukur, karena saat dia sedang tidak sadarkan diri dia mendengar bahwa harus milih di antara mereka, dan Adri memilih nya, meskipun itu bukan pilihan yang mudah.


itulah kenapa saat itu Deswita meminta Adri, untuk menjadi suami nya, saat itu juga karena Deswita percaya, bahwa Adri sungguh sangat mencintai nya, ada atau tidak ada anak diantara mereka.


Adri, langsung menyuapi bubur yang khusus ia buat yang kaya akan nutrisi untuk bumil yang kini habis menjalani operasi, dengan sangat hati-hati Adri, menyuapi Deswita dengan baik, hingga setengah dari mangkuk itu habis, selain rasanya yang enak bubur itu lebih mirip sup.


sementara itu di kediaman Kenzo, Mariana yang sudah berpenampilan cantik seperti biasanya dia langsung menghampiri suaminya yang kini berada di atas ranjang, pria tampan itu tengah sibuk berkutat dengan laptopnya dan menggunakan kacamata baca.


"Mas, sudah dulu kerja nya, nanti sambung lagi setelah makan malam"ucap nya dengan lembut sambil mengelus punggung suaminya.


"Sayang, sebentar ya, lagi tanggung, tolong jangan menggodaku seperti ini, nanti pekerjaan ini berantakan jadinya"ucap Kenzo yang mendongak dan mengecup bibir istri nya yang seksi menurut nya.


"Heummm, siapa juga yang godain mas, aku hanya mengajak mas makan, jika tidak mau ya sudah aku makan duluan"ucap Mariana, yang langsung berbalik hendak pergi tapi Kenzo menarik nya, hingga dia terjerembab di pangkuan Kenzo dan laptop itu pun terjatuh, beruntung jatuh nya di kasur empuk tersebut.


"Heummm, mau kabur, setelah membangun kan singa laper"ucap Kenzo yang langsung mencium bibir Mariana, tanpa aba-aba, gigitan manis disela ciuman itu ia berikan, hingga ciuman itu begitu memabukkan Mariana dan Kenzo malah bercinta disaat jam makan malam berlangsung.


wanita itu begitu merasa dicintai oleh pria yang saat ini tengah memberikan kasih sayang sepenuh hati nya itu.


Mariana, pun langsung bergegas membersihkan diri setelah percintaan itu selesai dua jam kemudian, karena perutnya begitu lapar mereka berdua pun akhirnya terpaksa makan salad buah dan susu hangat.


setelah itu keduanya mengecek Kenzie, yang selalu tidur di kamar sang omah karena itu adalah permintaan ibu dari Kenzo, yang saat ini tinggal serumah dengan mereka berdua.


terlihat keduanya sudah tertidur pulas Kenzo mengecup kening ibunya juga sikecil begitu juga dengan Mariana, setelah selesai mengucapkan selamat malam pada kedua nya, mereka memutuskan untuk kembali ke dalam kamar.


kebahagiaan Mariana, saat ini adalah bayaran dari penderitaan, saat pernikahan pertama nya dengan Dion, kini Kenzo tidak pernah sedikitpun membiarkan istrinya bersedih sedikit pun.


Kenzo selalu ada untuk nya, kapan pun, Mariana ingin meskipun dia sedang sangat sibuk dengan pekerjaan nya, tapi terkadang Mariana, sendiri tidak pernah ingin mengganggu pekerjaan suaminya itu.


Mariana, masih bersikap seperti dulu, dia mandiri dan tidak suka menyusahkan siapapun termasuk suaminya, meskipun terkadang Kenzo, terlalu memanjakan dirinya.


tapi Mariana tidak menolak itu, karena itu adalah bukti cinta pria yang selalu bersikap posesif terhadap nya, sedari mereka baru bertemu, Kenzo adalah suatu keharusan, meskipun dia sempat membenci Kenzo, karena sikap otoriter yang selalu ia tunjukkan terhadap nya, untuk mengikat nya, hingga akhirnya ia berhasil dimiliki oleh Kenzo, seutuhnya.


Mariana, kini menjadi di hati dan di rumah saat ini perkataan Mariana, adalah titah bagi sang pangeran yang terlanjur mencintai nya, hingga Kenzo selalu berlebihan jika Mariana, menginginkan sesuatu, apalagi saat dia hamil putra pertama nya itu.


Kenzo bahkan tidak pernah mengeluh sekalipun dia sedang sangat lelah saat baru kembali bekerja, asalkan Mariana bilang A atau B, pria itu akan langsung mengabulkan apa? yang dikatakan oleh sang ratu di hatinya itu, meskipun itu, berada di tempat yang jauh sekali pun, kecuali bulan atau bintang yang selalu ada dalam kiasan.


Mariana benar-benar dibuat bahagia.

__ADS_1


di rumah sakit, Adri, baru selesai membantu perawat untuk membersihkan tubuh Deswita hingga mengganti perban di kepala dan di bagian tangan dan bahu.


__ADS_2