Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Tidak ingin berpisah#


__ADS_3

Aluna pun memeluk erat Zaid saat kini mereka berbaring di ranjang yang sama sampai terdengar dengkuran yang cukup halus akhirnya Zaid berusaha melepaskan pelukan itu.


"Jangan tinggalkan aku..."ucap Aluna yang tiba-tiba membuka mata.


"Sayang kamu tidak tidur."ucap pria itu.


"heumm Zaid,,, aku ingin mengulang itu aku benar-benar merindukan saat itu."ucap Luna polos.


"Sayang jangan sekarang nanti saja oke setelah kita menikah."ucap Zaid membujuk.


"Tapi sayang aku mau itu."ucap Aluna sambil menyerang Zaid dengan ciuman di bibirnya itu.


Pria itu pun tidak bisa menolak keinginan calon istrinya itu, meskipun hanya sebatas ciuman, hingga Luna menuntut lebih akhirnya Zaid pun mengancam akan pulang, jujur dia tidak ingin melakukan dosa itu jika saja saat itu Aluna mau menuruti semua.


Gadis itu pun akhirnya mengalah namun saat ini dia menjauh dari Zaid Aluna bahkan tidak ingin Zaid sentuh.


Entah apa? Yang ada di pikiran gadis itu saat ini yang jelas Zaid harus bisa memberikan pengertian.


Zaid pun menyerah karena Aluna meminta dia untuk pergi, itu satu hal yang Zaid tidak pernah sukai.


Zaid tidak suka Luna marah dan bilang bahwa dia akan membatalkan pernikahan itu jika hubungan itu tidak terjadi.


Zaid langsung memberikan ciuman panas pada Aluna yang bahkan sudah tidak menginginkan itu terjadi.


"Lepas Zaid kamu sekarang bisa pergi dan jangan pernah datang lagi, aku memang bukan wanita yang baik untuk mu."ucap gadis itu.


"Yank,,, aku hanya ingin kita melakukan pernikahan dulu sebelum kita berbuat lebih jauh lagi."ucap Zaid.


"Ya,,, kamu memang akan menikah tapi tidak dengan ku, karena aku bukan wanita yang baik untuk mu."ucap gadis itu.


"Stop! Aluna kenapa? kau selalu bicara seperti itu setiap kali tidak mendapatkan yang kamu mau baik'lah jika kamu mau ayo aku akan melakukan apapun yang kamu mau."ucap Zaid.


Namun Aluna malah pergi tapi Zaid berhasil menahan gadis itu.


Pria itu kembali menggendong tubuh gadis itu saat itu juga dia membawa Aluna keatas pangkuannya pria itu lalu berkata.


"Lakukanlah."ucap Zaid.


"Tidak Zaid."tegas Luna.


"Aku bilang lakukanlah."ucap Zaid.


"Tidak aku bilang tidak ya tidak."ucap wanita itu


"Baiklah aku akan pulang."ucap Zaid.


"Baiklah lupakan tentang semuanya anggap saja kita tidak pernah saling mengenal."ucap Luna.


Zaid langsung melempar Luna kesamping dan pria itu langsung mencumbui gadis itu dan tidak mau lagi mendengar teriakkan Luna yang saat ini tengah berontak karena Zaid mengatakan jika dia tidak ingin melakukan kesalahan untuk kedua kalinya.


Perseteruan itu terus berlanjut hingga akhirnya Zaid melakukan kesalahan untuk yang kedua kalinya demi Aluna dan Zaid tidak akan menunda pernikahan itu lagi setelah itu


Pagi hari setelah dia selesai mandi dan bersiap bersama dengan Luna Zaid langsung bicara pada tuan Gultom bahwa saat ini dia akan langsung menikahi Aluna tanpa proses lamaran seperti yang Aluna inginkan karena nyatanya keduanya tidak bisa menahan gejolak yang tumbuh di dalam diri mereka.


Zaid langsung membawa kedua menuju hotel megah tempat nanti diadakan resepsi pernikahan keduanya.


Sementara Vino kini sudah menunggu di hotel bersama dengan keluarga kecilnya itu dia pun sudah berdandan rapi karena akan mendampingi Zaid di pesta pernikahan nanti.


Sementara Aluna kini hanya bisa menitikkan air mata sepanjang perjalanan menuju hotel.


Zaid membawa Aluna kedalam dekapannya saat itu juga.


Sampai di hotel keduanya kini langsung disambut oleh para asisten pribadi yang membawa mereka pergi menuju kamar dimana mereka akan dirias oleh MUA.


Sementara itu di kediaman Kenzie saat ini Shania sudah bersiap untuk pergi ke negara dimana Julia berada untuk memenuhi undangan.


Gadis itu ingin melihat pernikahan megah yang digadang-gadang menghabiskan uang triliunan itu.


Sementara Kenzie hanya bisa mengikuti keinginan putri bungsunya itu.


Sampai saat wanita itu tiba di bandara bertepatan dengan Arvin yang akan mengantarkan kekasihnya.


Arvin yang melihat Shania yang kini tampil begitu cantik dengan menggunakan celana jeans panjang berwarna hitam dan tank top berwarna putih dan blazer berwarna senada dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya dan rambut di tata begitu rapi memperlihatkan kedewasaan yang sangat mempesona bagi siapapun yang melihatnya.


Asisten pribadi gadis itu mengekor di belakang kedua orang tuanya.

__ADS_1


Gadis itu tetap lurus kedepan karena dia langsung masuk area lain dimana jet pribadi milik sang Daddy sudah siap untuk terbang dan tengah menunggu kedatangannya.


Arvin hanya bisa menatap lekat punggung gadis itu yang kini berjalan meninggalkan area tempat dia berdiri.


Sebenarnya niat Shania ingin hadir di acara ijab Kabul tapi ternyata acara tersebut digelar lebih awal dari waktu yang ditentukan tapi tidak masalah yang penting saat ini adalah dia bisa berfoto di setiap penjuru wedding karena Shania tau Zaid akan mengijinkan itu, untuk adik Julia.


Shania pernah beberapa kali dengan Zaid seperti layaknya Vino, Zaid pun sudah menganggap Shania sebagai adiknya.


Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya gadis itu tiba di hotel tempat acara akan dilangsungkan besok dan Shania langsung meminta izin pada Zaid untuk berfoto bersama karena rengekan gadis itu tidak jauh berbeda dengan istrinya yang kini selalu mendampinginya.


Dengan berbagai pose dan berbagai model gaun putri dari Kenzie itu seakan tengah melakukan sesi prewedding namun sesekali dengan menjajarkan anak buah Zaid sebagai latar agar terkesan sebagai ratu.


Zaid kini hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik dari Julia.


Gadis cantik itu mampu menyihir semua kolega bisnis yang kini ikut acara makan malam bersama dengan keluarga sebelum besok pesta megah itu dimulai.


"Sayang sebaiknya kamu istirahat terlebih dahulu bersama dengan Shania, dia bisa menjadi sahabat mu dan kalian bisa mengobrol di kamar Shania nanti aku jemput."ucap Zaid.


"Tidak mau."jawabannya lirih.


"Baiklah vino tolong handle semuanya istriku harus istirahat terlebih dahulu."ucap Zaid.


"Shania mau ikut ke kamar pengantin kalian."ucap gadis itu.


"Maafkan aku bocah kecil kau tidak bisa masuk kesana."ucap Zaid.


Sontak semua tertawa kecil melihat tingkah lucu dari gadis itu.


"Awas saja kalau aku nikah nanti aku tidak akan mengajak kalian ke kamar ku."ucap gadis itu yang lagi-lagi mendapatkan tawa keras dari seluruh keluarga.


Sementara Zaid dan Aluna kini tengah mandi bersama sebelum ritual malam pertama mereka kembali terulang untuk yang ketiga kalinya.


Zaid merasa lega karena saat ini dia tengah merasa lega setidaknya dia sudah bisa menghalalkan istrinya itu.


................................


Sampai keesokan harinya kedua pengantin baru itu tengah dipersiapkan untuk merayakan pesta pernikahan mereka dengan resepsi pernikahan yang super megah.


Kini Sanum tengah sibuk pusing karena anak gadis itu juga ingin meningikuti ritual turun dari helikopter bersama beberapa pengawal dengan kamera yang terus membidik kedua mempelai itu.


Hingga mereka berjalan di Reed karpet.


Ada-ada saja tingkah gadis itu.


Sementara Zaid kini tengah melakukan sesi pemotretan dengan sang istri diatas pelaminan bersama dengan seluruh keluarga besar yang terdiri dari Vino , Julia , dan seluruh keluarga Julia dari kedua orang tua Julia sahabat Zaid yaitu Sky dan kedua putranya juga kedua orang tua angkat Julia yang merupakan orang tua Sky.


Ketiga pria tampan dewasa itu kini berfoto dengan pasangan nya bersama-sama namun yang jadi pasangan dokter tampan itu adalah Shania.


Mungkin Shania akan dianggap berfoto dengan sugar Daddynya jika foto itu dipajang di sosial media tapi tidak masalah toh dokter tampan itu tidak membuat semangat Shania luntur karena bisa berfoto dengan gaun yang cetar membahana bersama dengan pria tampan di atas pelaminan.


Tidak hanya itu gadis itu juga bisa pamer bahwa Zaid adalah sosok kakak yang sangat baik.


Resepsi yang kini tengah berlangsung membuat semua tamu yang hadir begitu terpesona dengan pasangan dasa yang merupakan kerabat dari sang mempelai termasuk mempelai itu sendiri ditengah ruangan yang super lebar itu keenam pasang pria dan wanita membuat para tamu undangan terpukau.


Termasuk Shania yang lagi-lagi berdansa dengan Sky yang memang jago berdansa keduanya mengobrol dengan asyik sambil sesekali tersenyum di setiap gerakan.


"Kau sudah punya kekasih Nona cantik."ucap Sky.


"Tidak aku memutuskan untuk menyerah mengagumi pria manapun."ucapnya dengan cuek.


Sementara Sky hanya terkekeh geli.


Menurutnya gadis itu sangat lucu dan menggemaskan.


"Sepertinya kamu pernah ditolak."ucap Sky lagi.


"Ditolak,,, yang benar saja bahkan aku tak pernah menyatakan cinta pada siapapun."ucap gadis itu.


"Hehehe...pantas saja tidak punya kekasih."ucap Sky.


"Begini saja untuk latihan aku bisa menjadi kekasih semeantara."ucapnya lagi.


"Apaan kekasih semeantara yang benar saja."ucap gadis itu sambil memonyongkan bibirnya.


"Kenapa? selamanya juga boleh."ucap Sky.

__ADS_1


"Heumm,,, tidak-tidak aku tidak mau ribet LDR."ucap gadis itu.


"Hehehe... jangan menolak rugi tidak akan dapat bonus pernikahan seperti ini."ucap Sky sambil menatap lekat wajah cantik itu.


"Heeuh aku tinggal minta daddy ku untuk mengadakan pesta seperti ini."ucap gadis itu.


"Tapi yang lebih baik itu dari calon suami."ucap Sky.


"Lain kali mungkin saat aku sudah ingin menikah dengan pria, tapi kali ini tidak."ucap gadis itu sambil menggeleng.


Lagi-lagi Sky terkekeh seakan mendapatkan hiburan baru dari gadis cantik itu.


Sampai saat gadis itu berhenti berdansa, dia pergi mencari minum namun karena terburu-buru gadis itu malah minum segelas anggur.


Sampai satu tegukan habis seketika.


Vino yang melihat itu dia langsung meminta seseorang untuk mengurus adik iparnya itu yang sudah pasti akan mengalami mabuk karena sampai saat ini gadis itu tidak pernah minum minuman beralkohol.


Shania pun langsung terlihat memegangi kepalanya saat ini Sky yang melihat itu dia langsung mendekat.


"Kamu kenapa? calon pacar ku."ucap Sky.


"Aku habis minum tapi tiba-tiba kepalaku pusing."ucap gadis itu.


"Heumm,,,ya iyalah pusing yang kamu minum itu anggur merah sayang."ucap gadis itu.


"Apahhh... bagaimana ini mommy daddy pusing."ucap Shania.


Shania langsung merengek minta tolong kepada ibu dan ayahnya.


Vino langsung mendekat saat itu juga karena melihat kedua mertuanya jauh dari arah Shania berada karena Kenzie tengah mengobrol dengan rekan bisnisnya yang juga merupakan teman bisnis Vino Zaid.


Gadis itu pun langsung dibawa oleh Vino dalam gendongannya.


Sementara Julia mengekor dari belakang.


Sky juga ikut sebagai seorang dokter dia tahu cara terbaik meredakan mabuk, lagipula dia selalu membawa peralatan medis kemanapun pria itu pergi.


Tidak butuh lama gadis itu pun selesai diatasi dan kini dia tengah terlelap dalam tidurnya di kamarnya yang tidak jauh dari kamar kedua orang tuanya itu.


Sampai pesta berakhir dia masih tetap terlelap dan pada saat dia bangun gadis itu meraung-raung karena tidak sempat berfoto untuk yang terakhir kalinya.


Semua orang tertawa terbahak-bahak saat melihat gadis itu merengek.


Zaid sendiri sibuk menyuapi istrinya itu.


Sampai saat ini keduanya benar-benar tidak terganggu dengan orang-orang disekelilingnya.


"Honey tambah lagi?."tanya Zaid.


"Tidak sayang Luna kenyang."ucap gadis itu.


Sementara tuan Gultom sedari kemarin pria itu tampak memperhatikan kebahagiaan putrinya itu, dia sudah percaya pada menantunya itu untuk menjaga putrinya itu.


Kelembutan Zaid pada putrinya itu tidak mencerminkan seorang ketua Mafia yang kejam.


Tuan Gultom percaya jika cinta itu memang benar-benar nyata adanya, seperti cinta yang tumbuh antara dirinya dengan almarhum istrinya yang sampai saat ini masih terjaga kesuciannya.


"Sayang lihatlah seperti impian mu, putri kita benar-benar bahagia bersama dengan pria yang tepat untuk tuhan kirimkan untuknya."gumam tuan Gultom dalam hati.


"Adeline daddy akan kembali ke rumah apa? kamu mau tinggal bersama di rumah atau dirumah Zaid."ucap tuan Gultom.


"Daddy,,,Luna ingin tinggal bersama dengan Daddy tapi Zaid pasti harus menempuh perjalanan jauh saat akan bekerja sementara setiap hari dia sibuk."ucap Aluna.


"Kami akan sering berkunjung."ucap Zaid.


"Tolong jaga putriku sayangi dia dengan segala kekurangannya, jangan biarkan dia menangis jika kamu sedang sibuk kamu bisa antarkan dia untuk tinggal di rumah. itu juga rumah kalian."ucap tuan Gultom.


"Daddy tenang saja akan aku jaga dia dengan nyawaku, dan tidak akan aku biarkan dia menangis kecuali jika dia tengah salah faham seperti yang Daddy tau ."ucap Zaid.


Tuan Gultom merasa sangat dihormati, saat ini oleh menantunya karena biar bagaimanapun Zaid tidak pernah tunduk pada orang lain kecuali Luna dan kedua orang tuanya.


Aluna pun memeluk erat sang daddy wanita itu menangis sesenggukan karena gadis itu sebenarnya berat untuk berpisah dengan sang daddy.


Zaid memeluk erat istrinya itu yang kini masih menangis sesenggukan karena ditinggal sang daddy.

__ADS_1


"Daddy akan baik-baik saja sayang kamu tidak usah khawatir setelah ada waktu luang kita akan berkunjung kesana."ucap Zaid.


"Aku jadi tidak ingin menikah jika harus berpisah dengan mommy dan Daddy ku."ucap gadis itu yang langsung membuat semua orang menyorakinya.


__ADS_2