
Sesampainya di dalam sana Mikaila langsung duduk di depan meja bar, dengan penampilan nya yang glamor dan seksi itu bahkan langsung disambut oleh para pria yang merupakan bagian dari perkumpulan pengusaha sukses.
Ternyata yang hadir di dalam club tersebut bukan hanya wanita-wanita sosialita tapi juga orang-orang yang memiliki perusahaan bonafit seperti Vino.
Bahkan saat beberapa perempuan sosialita tengah berkumpul dan menikmati musik DJ yang memekakkan telinga, banyak dari para Pria itu bergabung, ada yang main judi ada arisan ada juga yang sibuk dengan pasangan selingkuhnya dan tidak ketinggalan brondong yang menjadi mainan para tante-tante yang mungkin saja kurang belaian.
"Maaf nona manis, boleh tunjukkan member card nya"ujar seorang pria gemulai yang kini menyambut Mikaila.
"Ini sis,, saya baru bergabung sorry masih pemula jadi masih butuh bimbingan untuk tau dimana? tempat untuk saya."ujar Mikaila.
"Wow,,, anda pemula tapi member anda tingkat teratas, dan itu artinya Nona manis seharusnya naik ke lantai teratas dimana ruangan VVIP berada, disana ada banyak suguhan untuk pemula atau pun yang lama karena servis nya pasti sangat memuaskan, tolong antar nona manis ini."ujar pria kemayu tersebut.
Mikaila pun mengikuti kemanapun wanita yang kini menjadi petunjuk arah untuk nya.
Saat tiba di lantai teratas dimana terdapat banyak ruang VVIP, wanita itu begitu takjub sekaligus juga merasa merinding melihat para sosialita yang super wow itu, kini tengah melakukan hobi mereka di setiap ruangan yang hanya berdinding kaca tebal itu, tapi ruangan khusus yang di ambil oleh Mikaila terdapat banyak suguhan iya, dia duduk di sofa yang super mahal dan limited edition.
Baru beberapa menit dia duduk di ruang VVIP tersebut seakan telah diatur sedemikian rupa, tiba-tiba lampu panggung menyala dan segerombolan pria tampan dan seksi sudah memulai tarian nya.
Mikaila yang hanya ingin tahu dengan club sosialita kelas atas saat ini merasa merinding meskipun di ruangan itu tidak hanya dia sendiri tapi ada beberapa wanita yang sedang mencari ketenangan diri.
Duduk bagaikan seorang ratu yang serba dilayani makan hingga minum membuat Mikaila merasa seperti orang cacat bukan seperti sedang menikmati hidup.
Sampai saat beberapa orang mendekat.
"Hi Nona, kau pertama kali kemari ya,, kau terlihat sangat kaku."ujar seorang yang mungkin usianya diatas sang Mommy, tapi karena mungkin selalu melakukan perawatan ataupun oplas Mikaila tidak mau memusingkan itu yang jelas dia merasa. sedikit tidak suka karena dia selalu berteriak memanggil para penari pria yang bertelanjang dada.
Sementara Mikaila lagi-lagi malah ingin muntah saat melihat para tante-tante cantik dengan berbagai umur itu melakukan Arisan di depan Mikaila bersama dengan penari pria tersebut.
Sungguh sepertinya mereka salah membuat club sosialita itu yang malah lebih cocok disebut pasar campur hingga Mikaila protes dan setelah dikonfirmasi lebih detail, ternyata club yang harusnya Mikaila masuki ada di sebelah.
Mikaila pun sempat menegur para staf disana yang tadi sudah menjerumuskan dia kedalam kekacauan.
Dan di club yang ini Mikaila merasa nyaman, karena tidak ada kumpulan orang-orang yang melakukan arisan di sembarang tempat, disini jelas tempat para sosialita bergabung.
Dari segala usia ada tempatnya yang ternyaman.
__ADS_1
Mikaila kini masuk ke sebuah ruangan yang merupakan tempat bermain biliar.
Ada beberapa wanita yang sama-sama tampil glamor kini tengah duduk menikmati minuman nya, dan saat itu juga gadis itu pun disuguhi permainan biliar dari sang ahli tidak hanya itu mereka juga bisa belajar secara langsung dan akan diajarkan oleh ahlinya langsung.
"Rokok, tawar seseorang yang menawarkan rokok pada Mikaila, namun gadis itu pun menggeleng.
"Hanya minum tidak merokok rasanya sungguh aneh."ujar wanita itu.
"Masih banyak waktu,,,"jawab Mikaila.
"Ngomong-ngomong kau dari perusahaan mana?"tanya wanita lainnya lagi.
"Dari K.G Group."ujar Mikaila menjawab.
"Wow,,, kau benar-benar Milioner !"ujar para wanita yang ada di sana.
"Heumm,,,"jawab wanita itu.
"Kau pemilik yang baru ya, soalnya belum ada publikasi tentang itu."ujar nya.
"Lebih tepatnya putri dari Kenzie Georgio ."ujar nya.
"What's....!!"Teriak mereka bersama-sama.
"Kau, masih gadis remaja, lalu untuk apa? masuk ke club sosialita."ujar mereka.
"Ingin mencari teman dan pengalaman, aku sedang bosan di rumah."ujar Mikaila.
"Tapi siapa? yang membuatkan member mu hingga bisa di terima di sini, bahkan disini ada batasan umur kita saja sulit untuk mendapatkan member ini."ujar mereka kompak.
"Mungkin sogokan nya kurang. tapi ya sudahlah semua setidaknya aku bisa menikmati semua ini."ujar Mikaila.
"Tapi kau belum jadi anggota resmi kami yang akan mengadakan arisan setiap bulannya."ujar ketua mereka.
"Atur sajalah."ujar Mikaila.
__ADS_1
Gadis itu bahkan kembali menyesap minuman tersebut.
"Mau main?."tawar seseorang yang menyodorkan tongkat biliar tersebut.
"Heumm baiklah-baiklah jika kalian kalah kalian mau kasih hadiah apa?"ujar Mikaila.
Sampai saat mereka tertawa lepas, Mikaila pun sudah beraksi dengan tongkat itu hanya dengan satu kali sodokan seluruh bola sudah masuk kedalam lobang, dan mereka membulatkan matanya, dengan mulut menganga.
"Wow,,, berapa? lama kau mempelajari itu."ujar mereka yang kini menatap menunggu jawaban.
"Baru kali ini."ujar Mikaila.
"Tidak mungkin."ujar mereka semua.
Kalian bisa cari tahu apa-apa saja kegiatan ku selama ini."ujar Mikaila.
"Sepertinya dia serius tapi ah,, sudahlah mulai sekarang kau adalah rekan kami."ujar mereka kompak.
Mika kembali duduk santai sambil melirik ke arah lain dimana disana banyak wanita sosialita tengah berbisnis dan memamerkan setiap bawaan mereka, hingga dari outfit yang mereka kenakan dan masih banyak lagi yang lainnya.
"Kau lihat itu adalah sosialita yang memiliki suami idaman, bukan yang seperti kami yang bahkan sudah tidak punya siapa-siapa hanya mengandalkan diri sendiri."ujar wanita itu.
"Benarkah."ujar gadis itu.
Tiba-tiba seseorang meraih pergelangan tangan Mikaila dan membawa wanita itu pergi meninggalkan tempat tersebut begitu terburu-buru hingga tiba di parkiran, pria itu baru melepaskan genggaman tangan nya.
"Sejak kapan? kau mengikuti geng sosialita berbahaya itu."ujar Vino.
"Apanya yang berbahaya,,, hanya kumpul-kumpul arisan dan juga bebas memilih untuk melakukan apapun."ujar Mikaila menjawab tanpa menatap lawan bicaranya.
"Mereka bukan geng sosialita biasa mika Mikaila mereka adalah para mafia, dan istri-istri mereka, jika sedikit saja kau menyinggung mereka maka tamatlah riwayat mu."ujar Vino.
"Tunggu-tunggu aku mengenal dirimu,,"ujar wanita itu baru sadar.
"Ish,,,"ujar pria itu berdecih.
__ADS_1