Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Kuliah#


__ADS_3

Obrolan mereka pun berakhir setelah Queen membuktikan bahwa dia jago berenang tidak seperti dulu yang sering tenggelam, karena Queen, sudah mengatakan semua kejujuran nya sang ibu yang selalu menampakkan diri saat ia tengah kolam renang.


Kenzie selalu mengikuti pergerakan Queen di dalam kolam renang, saat ini dia tidak ingin adiknya kenapa-napa, hingga saat selesai berenang pria yang kini menginjak usia dewasa itu tidak membiarkan adiknya pergi jauh.


setelah naik dari kolam renang gadis itu selesai berenang sang Mommy sudah menyodorkan bathrobe untuk kedua anak nya itu sambil memberikan camilan lezat dan jus buah favorit


"Lihat kan bagaimana aku bisa berenang"ucap Queen pada Davin dan Dinda.


"Kamu benar Queen, ih ngeri"ucap Dinda.


"Apa? yang kalian bicarakan"tanya Deswita.


"Tidak ada Tante "jawab Kenzie yang langsung menutup obrolan, cukup mereka yang tau jangan orang lain lagi.


Hari tak terasa cepat berlalu, sejak hari libur itu , kini semua sudah mulai kembali beraktifitas.


Queen, sudah siap dengan tas nya dia sudah memasuki mobil,kali ini dia diantar oleh sopir bersama dengan Kenzie, hingga sampai di depan gerbang kampus.


"Hati-hati ya sayang, belajar yang fokus, ingat jika ada apa-apa kamu segera hubungi kakak"ujar Kenzie.


"Iya kak, tidak usah khawatir Queen akan selalu baik-baik saja, ada kakak maka di manapun aku berada, maka aku akan aman"jawab Queen.


"Queen" ujar seseorang yang tidak lain adalah teman sekolah nya, Arthur.


Sontak Kenzie menatap tajam kearah pria itu, dia tidak mau Queen nya didekati oleh pria maupun, secara kejadian tragis yang menimpa ibunya Queen, adalah seorang pria yang tidak bertanggung jawab, hingga akhirnya ibu Queen memilih jalan tragis.


"Kak, dia pria baik kok, dia sahabat ku sejak SMP"ujar Queen, yang menenangkan sang kakak.


"Baiklah, kakak mengawasi mu sayang pergilah"ujar Kenzie.


"Ya kak, yuk,, Arthur, aku duluan ya" ucap Queen ramah.


Kenzie pun pergi dengan mobilnya bersama dengan sang sopir menuju kantor tepat dimana dia menggantikan kedudukan sang ayah, Kenzie saat ini sudah jauh lebih dewasa dari usianya yang baru menginjak 23 tahun.


Pria itu persis seperti sang ayah yang tidak pernah main-main dengan pekerjaan, meskipun pekerjaan dia sungguh padat.


Pria itu tetap semangat dan tidak pernah mengeluh hari ini adalah tahun pertama dirinya menjabat sebagai seorang CEO perusahaan, terbesar milik keluarganya.


"Tuan, hari ini ada kunjungan ke Bank xx dan setelah itu anda ditunggu untuk meeting penting hari ini di cafe xx dan setelah itu kembali lagi ke kantor ada seseorang yang membuat janji temu di jam dua sore"ujar sekertaris pribadi nya Ane .


"Dimana Yuda"tanya Kenzie.


"Tuan Yuda, sedang menangani proyek yang sedang berjalan tuan"jawab Ane.


"Baiklah, untuk saat ini kita langsung berangkat ke Bank terlebih dahulu, setelah itu baliknya kita meeting di cafe"ujar Kenzie tidak mau melewatkan jam yang terus bergulir, karena dia juga harus memastikan bahwa Queen, pulang dengan selamat.


Pria itu langsung berjalan cepat diikuti oleh sekretaris nya, yang berjalan setengah berlari untuk mengimbangi langkah lebar dari bos nya itu.


Sampai tiba di mobil yang sudah terparkir didepan lobby kantor tersebut, akhirnya Ane pun menunggu Kenzie masuk terlebih dahulu setelah itu dirinya masuk hingga sang sopir masuk kedalam mobil dan langsung melakukan mobil tersebut menuju ke Bank' milik keluarga Georgio.


Sesampainya di sana staf Bank sudah berjajar rapi menyambut nya, setelah itu mereka memasuki ruangan rapat, Kenzie dan Ane sudah dipersilahkan untuk masuk terlebih dahulu, setelah itu mereka pun duduk, Kenzie duduk di kursi utama diikuti oleh Ane yang duduk di samping nya, lalu staf lain dan jajarannya.


Mereka mulai pembahasan dalam rapat penting kali ini, Kenzie berulang kali, meminta penjelasan pada staf bang yang melaporkan sebuah permasalahan yang terjadi.


Dan bagai Dejavu, saat itu datang seorang wanita yang sangat cantik alami meskipun dengan polesan make up tipis, seorang janda beranak satu yang sudah satu tahun lalu, usianya saat ini dua puluh dua tahun.


Bertepatan dengan saat Kenzie keluar dari ruangan tersebut, seorang Teller Bank tersebut mengarah kan gadis itu tepat pada orang yang kini tengah berjalan bersama dengan Kenzie.

__ADS_1


"Ada apa?" ujar pria itu tegas.


"Ini ada yang ingin melamar pekerjaan pak"ujar pria itu.


Kenzie sempat melirik dan berhenti sejenak, dia begitu terkejut, melihat wanita yang tak lain adalah teman SMA nya dulu yang tiba-tiba menghilang dari sekolah, wanita bernama Sanum, wanita itu kini tengah berdiri mematung menatap Kezia.


sudah pasti dia sangat cantik, karena disekolah nya dulu juga primadona sekolah, namun sayangnya rumor, bahwa dia adalah anak seorang germo, membuat dia dikucilkan setelah di eluh-eleuh kan.


"Sanum"ujar Kenzie pelan tapi Sanum, malah berbalik dan ingin pergi.


"Tunggu, Sanum, bukan kah kamu datang untuk melamar pekerjaan"ujar Kenzie.


"Tidak jadi mungkin disini tidak ada lowongan pekerjaan, tuan Kenzie"ujar Sanum, tanpa menoleh.


"Kau belum mendengar keputusan, kenapa? sudah memutuskan sendiri"ujar nya.


"Aku sudah tidak berminat lagi"ujar nya yang berlalu pergi.


Kenzie langsung bergegas berlari, dia tau Sanum memiliki otak yang cerdas dan memiliki bakat yang luar biasa, dia ingin mencari asisten pribadi yang menghandle tugas Yudha, asistennya yang sibuk menggantikan dia di lapangan.


"Sanum tunggu"ujar Kenzie yang langsung meraih tangan dingin milik wanita itu.


Suhu tubuh Sanum saat ini memang sedingin itu, tapi itu normal bagi nya sejak lahir.


"Maaf tuan jangan seperti ini nanti orang lain salah faham, anda bisa terkena masalah"ujar Sanum.


"Aku tidak peduli Sanum"ujar Kenzie.


"Ikut aku ke cafe sebelum meeting, dimulai kita bicarakan tentang lamaran pekerjaan mu"ujar Kenzie.


"Masuk"ujar Kenzie datar.


Sanum pun masuk kedalam mobil tersebut dia duduk di jok belakang bersama dengan Kenzie, sementara sekertaris nya duduk di jok samping kemudi, bersama sopir pribadi.


"Apa? kabar mu, setelah menghilang bertahun-tahun lamanya"ujar Kenzie pelan.


"Aku, masih seperti ini tidak ada yang berubah , hanya saja saat ini aku sudah memiliki, anak dan dari pernikahan kami satu tahun lalu"ujar Sanum.


Kenzie, sempat terdiam, entah karena dia tidak menyangka, atau karena dia kecewa tiba-tiba sifatnya berubah menjadi lebih dingin.


...🌸..........................🌸...


Kenzie kembali bersuara setelah dia duduk di sofa yang tersedia di ruangan VVIP cafe tersebut.


"Berikan surat lamaran mu"ujar nya, sambil menatap sekilas.


"Ini, tidak apa-apa, tuan, sebaiknya Anda tidak perlu repot-repot melihat nya, saya tidak berbakat untuk bisa bekerja bersama dengan Anda"ujar Sanum.


"Cepat kemarikan, sebelum aku berubah pikiran"ujar Kenzie.


Wanita itu pun, memberikan surat lamaran kerja yang ia bawa sedari tadi.


"Kau sudah bercerai"ujar Kenzie, saat melihat biodata yang tertera di status nya.


Wanita itu tidak menjawab, tapi dia menundukkan kepalanya.


"Ah sudah lah tidak perlu dijawab, pesan lah makanan dan tunggu aku di luar ruangan ini, mulai besok kau sudah bisa bekerja, nanti kamu bisa bicara dengan sekertaris saya Ane"ujar Kenzie.

__ADS_1


"Baiklah tuan terimakasih"ujar Sanum.


Tapi bukan memesan makanan, melainkan pergi begitu saja, dia teringat dengan putri nya, yang kini tengah berada di rumah sakit, menunggui ibu mertua nya yang tengah sakit bersama dengan asisten rumah tangga nya.


flashback on:


Sanum, diceraikan oleh suaminya karena dia, sudah memiliki wanita lain, tidak hanya itu ternyata, selama ini pria itu sudah memiliki seorang putra, tapi ibu mertua Sanum, tidak mau menerima menantu baru, baginya Sanum, adalah menantunya satu-satunya dan Sanum, masih berbakti kepada kedua orang tua mantan suami nya itu, karena ibunya sendiri tidak mau mengakui dirinya sebagai anak nya, saat Sanum dijodohkan dengan pria tua yang selama ini, selalu menjadi pelanggan tetap di club malam tempat ibunya berjualan.


Tidak hanya itu, Sanum hampir di jual oleh ibunya, tapi seorang pemuda menyelamatkan diri nya saat itu, hingga mereka menikah, saat Sanum masuk kuliah, tapi wanita itu sangat kritis terhadap dunia pendidikan, dia tidak berhenti kuliah, meskipun suaminya hanya memberikan nafkah seadanya, saat itu Sanum juga bekerja part time di sebuah cafe dan hotel, meskipun ibunya kembali merayu nya untuk terjun ke dunia gelap, namun wanita itu sama sekali tidak tergoda meskipun ibunya menjanjikan kemewahan seperti yang ia dapatkan sejak kecil, hingga SMA, di sekolah internasional .


Tapi sejak tau bahwa pekerjaan ibunya adalah sebagai seorang germo, akhirnya Sanum memutuskan untuk pindah sekolah ke SMA negeri.


Sanum mulai membiayai kehidupan nya sendiri meskipun sulit, dia harus menjadi penyanyi di cafe, dan tak jarang pulang larut malam, hanya untuk membayar kost dan juga biyaya hidup, karena SMA negeri itu gratis, jika pun ada biyaya yang harus dia bayar itu hanya bagian dari perentelan tugas yang mengharuskan dia ke warnet.


Sanum kembali tinggal dengan sang ibu yang membohongi nya, saat dia akan masuk kuliah, wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dan seksi itu, bilang bahwa dirinya sudah berhenti dari pekerjaan nya, tapi Sanum harus mau dijodohkan dengan pria tua, namun Sanum, yang menolak dan pergi dari rumah, saat itu dia dikejar oleh para bodyguard ibunya dia diselamatkan oleh seorang pemuda, hingga akhirnya mereka menikah, tapi meskipun pria itu adalah anak orang kaya, dia memberikan nafkah yang hanya cukup untuk mereka makan dan membayar cicilan rumah, tidak ada biyaya lain yang ia keluarkan dengan alasan dia belum bekerja, karena saat itu dia juga sedang kuliah, tapi kedua orang tua nya mencukupi kebutuhan dirinya, dan dia sudah menegang black card, hanya saja pria itu terlalu perhitungan.


Sanum tidak pernah mempermasalahkan hal itu, selagi dia diijinkan untuk kuliah dan bekerja, wanita itu pun berjuang untuk membayar biaya kuliah dan transportasi sehari-hari.


Hingga Sanum mengandung anak mereka, pria itu pun hanya memberikan uang untuk membeli susu dan untuk memeriksa kandungan, itupun dia yang membayar nya secara langsung.


Sanum masih bertahan dan dia masih bekerja, tapi saat dia lulus kuliah saat usia putri mereka dua tahun, pria itu tiba-tiba datang ke rumah, membawa serta seorang wanita yang, juga sudah memiliki anak laki-laki yang ternyata adalah anak nya.


Dengan usia anak yang sama dengan putri nya , betapa hancur nya hati Sanum, bahkan selama ini pria itu, selalu bilang bahwa dia belum bekerja, tapi ternyata dia berbohong, karena dia sudah bekerja menggantikan asisten pribadi ayahnya dan gajinya tidak main-main, tapi dia hanya memberikan nafkah seadanya bahkan kekurangan tapi dan dia datang bersama dengan anak istri nya yang lain untuk tinggal bersama, dan meminta dia untuk mengurus putra mereka, selama mereka bepergian.


Saat itu Sanum bangkit, dia bahkan menolak dan melawan suaminya, meskipun dia kembali diingatkan dengan masalalu nya sebagai anak seorang germo, tapi dia tidak tinggal diam, masalalu nya boleh kelam tapi dia tidak ingin terus direndahkan, dan dia sadar bahwa pekerjaan kotor yang dilakukan ibunya juga sebagai perjuangan untuk memperbaiki taraf hidup dan untuk menghidupi keluarga nya termasuk dirinya, meskipun jalan yang dia ambil adalah sebuah kesalahan.


"Sanum pun pergi meninggalkan rumah tersebut, dengan membawa serta putri semata wayangnya yang kini berusia empat tahun.


mereka pun resmi bercerai setelah kepergian Sanum, dari rumah, Sanum dan Mikaila Azahra, putri semata wayangnya itu, tinggal di rumah sederhana yang dibelikan oleh kedua mertua nya itu, untuk cucu nya, karena Sanum sempat menolak, bahkan kedua orang tua nya mengira selama ini rumah tangga mereka baik-baik saja dan mertua nya mengira Sanum bekerja karena memang wanita itu mandiri, bukan karena tidak diberi nafkah yang cukup.


Sampai semua terjawab dengan kedatangan putra nya, yang membawa wanita lain dan seorang anak laki-laki, yang pria itu akui sebagai anak dan istri nya, hingga kedua mertua nya tidak menerima itu, mereka di usir dari rumah tapi kemudian, putra nya memohon kepada mereka berdua, dan dia kembali diterima tapi bukan dengan anak dan istri nya, karena bagi kedua orang mertuanya hanya Sanum, satu-satunya menantu di keluarga mereka.


Flashback off.


Kenzie, berjalan keluar bersama dengan klien nya tapi pria itu bahkan tidak melihat adanya Sanum di tempat itu hingga dia merogoh kantong celana nya meraih ponsel nya, dia ambil biodata yang ada di tangan sekertaris nya, dan memasukkan nomor ponsel yang ada dalam biodata tersebut.


^^^"Dimana kamu"ujar Kenzie langsung.^^^


"Ah saya dirumah sakit sedang menjemput putri saya tuan"jawab Sanum setelah mendengar suara Kenzie.


^^^"Apa? anak mu sakit"tanya Kenzie.^^^


"Tidak tuan anak saya sedang menjenguk Oma nya"jawab Sanum.


^^^"Ibu kandung mu, sakit"tanya Kenzie lagi.^^^


"Tidak tuan, ibu mertua saya yang sakit, dan dia ingin bertemu dengan cucunya"jawab Sanum.


^^^"Mantan,,, mertua mu, maksud nya?"ujar Kenzie penuh penekanan.^^^


"Ya"jawab Sanum singkat.


^^^"Mulai besok, kamu sudah mulai bisa bekerja dan tidak boleh datang terlambat langsung temui saya, diruangan saya"ujar Kenzie tegas.^^^


"Baiklah tuan"jawab Sanum.


Sambung telpon pun terputus, Kenzie meminta sopir untuk mengantar dia ke kampus untuk menjemput adiknya.

__ADS_1


__ADS_2