
Satu Minggu sudah berlalu Julia sudah bisa menerima kehadiran Vino dan mau menikah dengan pria tampan itu.
Sementara Vino sendiri mengutus anak buah Zaid untuk menemui Sanum yang kini berada di Indonesia, untuk mengabarkan bahwa putrinya masih hidup dan kini tinggal bersama dengan keluarga Wilson.
Dan urusan nya itu langsung pergi menuju Indonesia, sementara Vino sendiri kini tengah melakukan pembelian sebuah rumah yang cukup mewah meskipun tidak sebesar Mension, tapi itu cukup untuk keluarga kecilnya nanti.
Setelah melakukan pembayaran akhirnya Vino membawa Julia untuk melihat rumah yang sudah penuh dengan perabotan baru itu seperti yang Vino inginkan.
Vino tidak ingin calon istrinya hidup kekurangan, disana juga sudah ada kamar untuk bayi kembar yang kini Julia kandung.
"Bagaimana,, apa? kamu suka semua ini babe ."ujar Vino.
"Heumm,,, semua sangat bagus dan aku suka terimakasih untuk semua ini."ujar Mikaila.
"Apapun itu sayang."ujar Vino.
Wanita itu pun langsung duduk di kamar utama tepatnya di atas tempat tidur.
"Apa? kamu lelah sayang, aku akan memijat kaki mu."ujar Vino yang kini berjongkok di hadapan Julia pria itu meraih kaki Julia lalu ia naikan keatas pangkuan nya dan memijat kaki itu dengan lembut.
Julia sempat memejamkan matanya karena merasa nyaman dengan pijatan tangan Vino yang kini masih memijat kakinya.
"Sudah enakkan terimakasih."ujar Julia.
"Heumm,,, sayang, apa? kamu masih kesulitan untuk berjalan."ujar Vino.
Julia pun mengangguk pelan.
Ya,,, sejak kedatangan vino dan Zaid pria itu membantu Mikaila untuk berjalan dengan melakukan hipnotis metode terapi untuk menghilangkan trauma berat yang dialami oleh Mikaila.
"Sedikit."ujar Julia.
"Sabar sebentar lagi juga tidak akan seperti itu lagi."ujar Vino lembut.
"Sekarang kamu bisa istirahat setelah itu kita akan memasak untuk makan siang kita."ujar Vino.
Julia pun mengangguk wanita itu pun berbaring di ranjang tersebut hingga saat Vino datang membawa bahan-bahan untuk memasak.
Dia pun naik keatas untuk membangunkan calon istrinya itu untuk memasak bersama Vino bisa memasak apapun. tapi dia ingin Julia menemani dia masak.
"Honey,, kamu masih bobo, heumm nyenyak sekali."ujar Vino sambil tersenyum.
"Heumm,,, kamu sudah pulang honey."gumam Julia.
Cuph,,,,
Kecupan manis mendarat di bibir Julia.
__ADS_1
"Aku belum cuci muka honey."ujar Julia.
"Tak apa,,, kamu masih sangat cantik sayang ku."ujar Vino.
"Heumm aku mau ke kamar mandi dulu."ujar Julia.
"Heumm,,, baik'lah sayang,, aku tunggu disini."ujar Vino.
Julia pun langsung bergegas menuju kamar mandi dengan langkah yang sedikit di seret bukan Vino tidak ingin membantu tapi itu adalah terapi untuk dia secara tidak langsung.
Sampai sepuluh menit kemudian, akhirnya Julia keluar dengan wajah yang sudah fresh, sepertinya dia sudah mandi dan berganti pakaian.
"Kamu mandi sayang."ujar Vino.
"Ya rasanya gampang sekali merasa gerah selama ini mungkin bawaan hamil atau yang lainnya aku tidak tau."ujar Julia.
"Heumm,,, apa? perlu aku naikkan suhu ruangan nya jadi lebih cool."tanya Vino.
"Tidak usah honey,,, seperti nya ini memang bawaan hamil terlalu tinggi juga tidak baik untuk kesehatan."ujar Julia.
"Heumm,,, istriku memang sangat pintar."ujar Vino.
Vino pun membantu Julia menyisir rambutnya sampai saat dia selesai bersiap dan kini sudah menggunakan dress khusus wanita hamil yang sungguh menambah kecantikan wanita itu.
"Kamu dah semakin cantik saja Yank,,, ayo turun kamu tidak usah ikut masak hanya boleh duduk cantik temani aku masak."ujar Vino.
"Menunya apa? hari ini honey."ujar Julia bertanya.
"Heumm,,, bahanya apa saja honey?."tanya Mikaila.
"Ayam, telor puyuh, jamur kuping, kembang tahu juga soun."ujar Vino.
"Yank,,, kamu mau masak segitu banyak nya untuk siapa? ."ujar Mikaila.
"Heumm,,ada orang yang penting nanti akan datang."ujar Vino.
"Apa? itu aku yang paling penting."ujar Zaid yang tersenyum manis pada mereka.
"Ah kau itu tamu tak tak butuh undangan udah kayak jelangkung saja."ujar Vino.
"Ah,,, sedihnya aku dikatai jelangkung,,, padahal hantu setampan ini masih menjadi idola di kalangan remaja."ujar Zaid.
"Hahaha remaja lumutan."ujar Vino.
"Kau!,"seru Zaid sambil melempar Vino dengan kunci mobil yang sedaritadi ia mainkan.
"Ahhhhhh,,, sakit jelangkung."ujar Vino.
__ADS_1
"Hahaha,,,lebay banget. mentang-mentang ada ayang di sampingnya."ledek Zaid.
"Sudah jangan ribut,,,, perut ku suka mual dengan orang ribut."ujar Mikaila.
"Ah aku lupa Bumil itu biasanya selalu aneh-aneh."ujar Zaid.
'Heumm,,, benarkah."ujar Vino Panik.
"Nah lo lihat sendiri bukan."ujar Zaid.
"Yank,,, kamu mana yang sakit."ujar Vino yang kini menjatuhkan pisau daging yang hendak ia gunakan, pria itu langsung menghampiri calon istrinya dan memeriksa Julia saat itu juga.
"Honey,,, kamu apa-apaan sih itu tangannya pasti kotor."ujar Julia.
"Maaf honey aku hanya khawatir. Vino pun akhirnya melanjutkan masakannya hingga selesai.
Dia memasak di bantu oleh Zaid dan Julia hanya duduk di depan meja fentry melihat kedua pria yang ternyata pinter memasak.
Zaid bahkan banyak melakukan atraksi saat mereka memasak tadi.
Sampai semuanya selesai dihidangkan di atas meja ketiganya kini sudah duduk seperti seorang anak yang sedang menunggu ibunya akan menghidangkan makanan di atas piring mereka bertiga.
Julia yang mengerti itu, dia langsung bangun dan mengambil piring dari masing-masing mereka. mengisinya dengan makanan meskipun Vino sudah melarangnya.
Tapi wanita itu tetap melakukannya karena dia mengerti jika saat ini Zaid ingin merasakan bagaimana rasanya di layani oleh seorang wanita cantik seperti Julia.
Pria itu pun tersenyum saat beliau memberikan piring yang sudah berisi makanan. dan tertata rapi di atasnya.
"Kau ternyata pintar dalam menghidangkan makanan kita bisa membuka restoran sebentar lagi."ujar Zaid sambil terkekeh kecil.
Pria itu langsung mendapatkan pukulan telak dari Vino.
Kau pikiran aku mencari istri untuk menjadikan dia sebagai karyawan."ujar Vino dengan wajah kesal.
"Siapa tahu saja kalian ingin berbisnis kan jadi sambil menyelam itu minum air."ujar Zaid cuek sambil mengangkat kedua bahunya.
Julia pun tertawa kecil melihat tingkah mereka yang konyol, padahal Zaid itu sungguh sangat menyeramkan Jika dia sedang marah.
Karena dia adalah seorang mafia yang cukup ditakuti di kota itu.
Saat ini bahkan orang-orang selalu memberi hormat saat Zaid, saat pria itu melangkahkan kakinya diantara mereka terutama saat iring-iringan mobil Zain lewat.
Orang-orang tidak berani membawa kendaraannya mendahului mereka, seakan seperti iring-iring dengan presiden saja.
Meskipun dia tidak pernah melakukan kekerasan pada warga sipil. justru dia sering melindungi masyarakat kecil yang bahkan tidak mampu.
Zaid, bahkan sering memberikan bantuan kepada mereka yang sangat membutuhkan. jadi mungkin bukan takut tapi lebih lebih ke rasa segan karena kebaikan pria itu.
__ADS_1
Tapi ada satu hal yang mereka ketakutan jika Zaid marah maka dia akan menghancurkan semuanya.
Jika Zaid sedang marah besar Sampai saat ini bahkan mereka tidak ada yang berani mengusik keberadaan Zaid dan kelompoknya.