Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Diculik#


__ADS_3

Sementara di tempat lain, seorang wanita terbaring tak sadarkan diri sudah hampir tiga hari karena pengaruh obat bius.


Saat akan pergi menaiki pesawat jet milik seorang teman yang selama ini tidak pernah diketahui oleh siapapun termasuk sang suami.


Sementara data yang ada di bandara itu dia memang sempat ingin naik pesawat tersebut tapi dia beralih ke pesawat jet milik temannya, namun saat akan naik tiba-tiba saja seseorang membekap mulutnya hingga dia tidak sadarkan diri.


Sudah tiga hari dia berbaring di sebuah kamar yang berukuran besar itu dijaga oleh puluhan orang bodyguard suruhan seseorang.


Julia seakan tengah tertidur pulas, padahal dia sudah dibius berulang kali. sementara seorang dokter wanita saat ini tengah memindai Julia dengan detail di bagian wajah tersebut, dia juga tengah membuat kulit wajah palsu yang menyerupai kulit asli dengan bentuk wajah Julia atas suruhan seseorang yang sampai saat ini masih menjadi misteri.


Hingga saat Julia benar-benar dibuang ke sebuah negara yang tidak pernah dia singgahi sebelumnya.


Julia yang kebingungan saat ini tersadar di sebuah apartemen yang tak pernah ia tempati sebelumnya.


"Dimana? ini kenapa? Aku ada di sini."ucap Julia.


Saat itu juga Julia bangun dari atas ranjang, dia melihat seseorang tengah memberikan ruangan yang ada di sana.


Julia menatap pada wanita itu, lalu bertanya dengan bahasa yang dia kuasai.


"Dimana? ini dan kenapa? saya ada di sini."kurang lebih seperti itu pertanyaan yang dia lontarkan.


"Saya tidak tahu, tapi anda dibawa oleh tuan muda kemari."ucap pelayan tersebut.


"Siapa? tuan muda mu."ucap Julia, tapi tidak lama kemudian seseorang datang.


"Kau sudah sadar,,, maafkan aku membawa mu tanpa izin tapi aku bingung harus mengantarkan mu kemana? Dan itu barang-barang pribadi mu."ucap pria yang ternyata masih orang Asia.


Pantas saja dia masih peduli pada orang lain yang tergeletak di pinggir jalan disaat orang lain hanya menonton dan bertanya-tanya.


"Ini dimana?."ucap Julia lagi.


"Kanada."ucap pria itu.


Julia begitu terkejut, saat mendengar kata Kanada.


"Kenapa? kamu terkejut begitu, boleh aku tau apa yang terjadi."ucap pria bernama Alex tersebut.


"Aku pergi dari rumah."Julia menceritakan semua yang dia ingat termasuk terakhir kali saat di pesawat.


Alex hanya mengangguk pelan, setelah itu dia bertanya."Apa? Kau ingin kembali ke Indonesia."ucapnya.


"Tidak untuk sementara, mungkin aku akan tinggal untuk sementara waktu."ucap Julia yang merasa ada yang janggal dengan semua ini.


"Baiklah kau bisa tinggal di sini, dan dia adalah pelayan di rumah ku, dia akan datang untuk membersihkan tempat ini dua kali sehari."ucap Alex.


"Apa? boleh aku minta tolong satu hal lagi."ucap Julia.


"Katakan lah."ucap Alex.

__ADS_1


"Tolong berikan aku pekerjaan, setidaknya aku tidak hanya menumpang hidup di sini."ucap Julia.


"Apa? keahlian mu."ucap Alex.


"Aku bisa menjadi sekertaris atau staf kantor biasa sesuai yang ku bisa. tapi aku tidak mungkin menggunakan identitas asli ku, karena orang tua ku akan tau keberadaan ku."ucap Julia.


"Heumm... kebetulan aku punya identitas yang bisa kamu gunakan saat ini, itu milik adikku yang tengah koma."ucap Alex yang tiba-tiba tertunduk.


"Maafkan aku Alex, aku tidak tahu yang kau alami."ucap Julia.


"Lain kali aku akan ceritakan, tapi sekarang lebih baik kamu beradaptasi dengan tempat ini."ucap Alex.


"Heumm.. Alex terimakasih."ucap Julia.


"Sama-sama, mungkin kita berjodoh entahlah."ucap pria itu sambil tersenyum manis dia pergi menuju pantry sementara Julia saat ini ingin mandi karena merasa tidak nyaman.


Setelah berada di dalam kamar mandi Julia, terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri bagaimana? keadaan buah hatinya saat ini, dan siapa? orang yang sudah membuat dia berada di negara itu.


"Junior,,, Junho maafkan mommy sayang Vero Vivian, mommy tidak akan pernah melupakan kalian kalian semua... tolong hiduplah dengan baik dan jangan pernah lupakan mommy."lirih Julia sambil menangis pedih saat teringat dengan pengkhianatan yang Vino lakukan dan sikap arogan Vino yang semakin menjadi.


Julia tidak mungkin bisa tetap bertahan setelah rasa sakit yang Vino berikan.


"Kenapa? semua harus terjadi, aku tidak mungkin bisa bertahan jika rasa sakit itu terus menggerogoti hati ini."ucap Julia lagi.


Setelah selesai mandi dan saat hendak berganti pakaian,dia membuka koper besar miliknya itu ada tiga koper besar yang ada di sana, padahal dia hanya membawa satu koper saat itu dan temannya sendiri yang membawakan itu tapi kenapa? jadi tiga.


Julia tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini, karena semua itu juga barang-barang pribadi dan sangat berharga dan masih sangat utuh.


Hati Julia semakin berkecamuk saat ini, tapi dia akan menjalani skenario yang mereka buat, biarlah Julia berada di negara itu untuk sementara waktu.


Beruntung Julia masih bertemu dengan orang baik, jika tidak mungkin saat ini dia akan berada di jalanan dan mungkin akan ada orang jahat yang bisa saja langsung membunuhnya.


Sementara itu di kediaman Vino saat ini pria itu terus mengurung diri, setelah hampir dua Minggu dia tidak pernah absen melakukan pencarian, tapi sayang tidak ada mayat ataupun korban yang selamat persis seperti ciri-ciri Julia.


"Kamu dimana? Mikaila, aku mohon maaf, maafkan aku yang sudah menyakiti mu,,,"lirihnya.


"Mikaila, adalah nama yang selama ini tersimpan di dalam hatinya bukan Julia nama pemberian dari Sky.


Sementara saat ini Arvin dan Shania, keduanya tengah kerepotan mengurus Vivian yang terus menangis sesenggukan memanggil sang mommy, begitu juga dengan Vero.


"Sudah satu Minggu lamanya dia tinggal di Indonesia, sejak ibunya dinyatakan hilang dalam kecelakaan pesawat.


Sementara di dalam kamar yang megah itu, Sanum masih terbaring sakit setelah serangan jantung yang dia alami saat mendengar berita kecelakaan pesawat tersebut.


Dia terus menyalahkan dirinya karena tidak bisa melindungi putrinya dengan baik, saat berada dalam keadaan tidak baik-baik saja saat itu.


Andaikan saja dia tahu semua akan terjadi seperti ini, maka dia akan benar-benar menentang Kenzie yang saat ini tidak berani menemuinya karena merasa sangat bersalah terhadap keduanya.


Masih dengan pasangan pengantin baru yang terus berusaha untuk membujuk dua keponakannya yang kini berada di dalam gendongan Arvin dan Shania.

__ADS_1


Bocah berusia tiga tahun itu, berada di dalam gendongan Arvin, sementara Vivian yang baru berusia satu setengah tahun itu kini dalam gendongan Shania.


.....................


Segala cara sudah mereka coba lakukan untuk membuat keduanya melupakan ibunya untuk sementara waktu, tapi semua tidak ada yang mempan.


Hingga Arvin menyarankan untuk memutar video dokumenter tentang Julia sejak dia kecil hingga saat berada di acara pernikahan dirinya.


Akhirnya mereka pun menonton video tersebut hingga saat baru selesai sepuluh Video tibalah keduanya mengantuk, dan tertidur.


"Akhirnya Yank... aku ingin Air."ucap Shania yang hampir pingsan.


"Sayang,,, tunggu disini oke aku ambilkan air dulu."ucap Arvin.


"Heumm... kamu juga lelah Yank, biar mereka saja."ucap Shania.


"Tidak apa-apa sayang itung-itung buat latihan jika nanti anak kita sedang rewel."ucap Arvin sambil tersenyum.


"Tapi tidak seperti mereka juga kau yang,,, maafkan aunty sayang,,, tapi aunty juga sama sedihnya seperti kalian saat ini. apalagi omah kalian tengah sakit....ya tuhan kenapa? cobaan seberat ini harus kembali kami lewati, dan kenapa? haru mereka yang mengalami ini kasihan mereka yang masih sangat kecil."ucap Shania yang kini malah berada dalam dekapan suaminya itu, hingga air minum itu datang.


"Minum lah dulu Sayang kamu harus benar-benar tegar demi seluruh keluarga yang kini tengah berduka."ucap Arvin.


"Kenapa? ada orang tua yang jahat seperti itu... bahkan hingga matipun mereka masih melakukan hal itu."ucap Shania marah.


"Sayang sudah ya,,, jangan memikirkan itu lagi berdoalah semoga semuanya akan baik-baik saja semoga kak Julia segera di temukan."ucap Arvin.


"Amin yang... mudah-mudahan karena itu juga yang aku harapkan."ucap Shania.


Mereka pun ikut tertidur bersama dengan kedua keponakannya itu masing-masing dari mereka memeluk satu anak.


Sementara itu di Belanda saat ini seseorang telah melaporkan temuan seorang wanita yang terdampar di sebuah pesisir pantai dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Zaid langsung mengutus anak buahnya untuk mengecek semuanya, sebelum dia memberitahu Vino tentang hal itu.


Setelah dipastikan itu adalah Julia yang kini dalam keadaan cacat di sebagian wajahnya itu, akhirnya Zaid pun menemui Vino dan membawa kabar itu.


Tidak hanya kabar Julia ditemukan dalam keadaan hidup meskipun hilang ingatan dan sebagian wajahnya cacat.


Vino langsung bergegas menemui wanita yang dikatakan sebagai Julia itu, tapi saat sampai di sana, Vino langsung mendorong pria yang kini tengah memperhatikan kondisi fisik istrinya itu.


"Jangan pernah temui istriku lagi bajingan,kau sudah membawa kedua anak kami."ucap Vino, yang kini mendorong Gidion.


Padahal Vino belum memastikan bahwa itu benar-benar Julia atau bukan.


Gidion tidak banyak bicara karena dia sudah meyakinkan bahwa itu bukan Julia, bahkan saat dari jarak jauh sekalipun, dia lebih mengenal mantan istrinya itu.


Gidion hanya bisa berharap bahwa Julia masih hidup dan tidak akan pernah mengalami kecelakaan.


Sementara itu Julia sendiri kini tengah berada di sebuah gedung perkantoran, setelah dirinya merubah penampilannya dengan rambut blonde dan dia menambahkan tahu lalat di sudut bibir istrinya tidak hanya itu cara dia berpakaian dan juga gaya bicara yang begitu irit bicara, dan dia hanya akan bicara saat benar-benar diperlukan.

__ADS_1


Julia kini menjelma menjadi sekertaris yang handal dan begitu menarik perhatian karyawan lainnya karena kinerja nya yang sangat bagus hingga mampu membuat Alex berada di puncak, meskipun baru beberapa hari ini bisnis yang ia jalani berkembang pesat bagaikan sihir.


__ADS_2