Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Pantai#


__ADS_3

setelah selesai berkemas dibantu oleh karyawan Deswita, Mariana langsung pergi menuju mobilnya sambil menunggu Deswita keluar dari ruangan VVIP tersebut, wanita yang berstatus janda muda itu, kini kembali keluar dari mobilnya, setelah dia merasa bosan menunggu di dalam mobil, saat sedang berjalan hendak masuk tiba-tiba.


"Mariana...ini Mariana jurusan akuntansi bukan"ucap seorang pria yang terlihat sangat tampan. dengan jas yang ia kenakan saat ini.


"Heumm kak Tomy ingat aku"ucap Mariana.


"Kamu sedang apa?.. sendirian di sini"ucap Tomy, kakak kelas Mariana, yang pernah wanita itu taksir.


"Aku sedang menunggu Deswita, kami mau pergi ke pantai"ucap Mariana.


"Oya, kebetulan aku juga sudah lama tidak melihat pantai apa? aku boleh gabung"ucap Tomy.


"Heummm gimana ya, kak tapi ok baik'lah"ucap Mariana.


"Mari coba lihat ini , apa kamu masih mengingat foto ini"ucap Tomy yang langsung membuka galeri foto lawas nya, tiba-tiba Mariana menjerit.


"Ahhhhhh... tidak!oh my God kak Tomy hapus gak, ihh ...aku malu banget tau kak, udah dandan habis-habisan pake duit jajan buat satu minggu eh ternyata ditolak juga,hiks hiks hiks nasib, memang aku hanya berjodoh dengan Lion, tapi sekarang dia juga hilang"ucap Mariana.


"Hah... hilang kemana, masa ada yang nekad mencuri singa milik mu itu, itu pasti orang gila"ucap Tomy.


"Mari owh ya ampun dicari-cari malah hilang , ternyata ada disini bersama kekasih bayangan atau bayaran yah gue lupa"ucap Deswita dengan sengaja.


"Bayangan masadepan yang tertunda"ucap Tomy.


"Ahhhhhh...masa sih, heumm mari seperti nya, gue harus buat nasi kuning untuk acara syukuran pernikahan kalian deh"ucap Deswita.


"Gila Lo, orang kita baru bertemu kembali,(oh Hanny naughty Kiss), gue sudah benar-benar mirip dia, Malang nya "ucap Mariana.


"Mana ada, yang ada mirip (Marimar) tragis, bahkan cinta Lo lebih tragis dari nya"ucap Deswita yang kini saling mengejek, Tomy tertawa terbahak-bahak dan saat itu juga Mariana mengambil alih ponsel Tomy.


otomatis Tomy mengejar Mariana, dan Mariana yang sudah berpenampilan cantik dan menarik itu menjadi pusat perhatian orang-orang, tanpa mereka sadari.


"Ehh Marimar balikin sayang, kamu itu tidak bisa dong cemburu dengan pasangan suami mu ini saat sedang kuliah dulu"ucap Tomy, dengan sengaja.


"Bodoh amat , yang pasti aku mau menghapus ini, Fernando Torres"ucap Mariana yang langsung berlari kebelakang Deswita, yang berusaha menghindar dari mereka berdua.


"Marimar ko jadi istri Fernando Torres ya bukan nya Jose"ucap Deswita yang kini mikir sambil melamun sementara Tomy, dan Mariana terus saling mengejar, sementara tatapan mata tajam, tertuju pada pasangan yang kini terlihat saling mengejar dan bahkan seperti sangat dekat.


"Hey!! Marimar Fernando Jose, kalian jadi ke pantai atau mau terus bermain ombak di jalanan"ucap Deswita.


"Mariana langsung berlari ke arah Deswita, karena dan hendak naik mobil, tapi tiba-tiba Tomy, menangkap lengan Mariana dan mendekap erat tubuh wanita itu, saat ini mungkin bagi yang melihat itu adalah hal intim , padahal mereka tidak tau kalau mereka berdua tengah berebut handpone.


"Kak lepas Mariana sesak nafas"ucap Mariana.


tiba-tiba saja sebuah tangan kekar menarik lengan Mariana dengan paksa.


"Jangan keterlaluan ini tempat umum"ucap Kenzo, dengan wajah merah padam , Mariana pun langsung melepaskan tangannya karena dia melihat wanita lain yang kini menatap tajam kearah nya.


"Maaf suamiku ponsel nya aku pinjam dulu Ok, siapa suruh kamu macam-macam dibelakang ku"ucap Mariana, sambil tersenyum.


"Fernando Jose, ikut mobil kita atau bawa mobil sendiri"ucap Deswita.


"Marimar sayang kembalikan ponsel ku"ucap Tomy yang sedang mencoba membuka pintu mobil tapi Mariana hanya menjulurkan lidahnya, setelah itu mobil itu langsung pergi.


Tomy pun langsung membawa mobilnya menyusul mereka berdua.


sementara itu Kenzo, kini masih termenung melihat tingkah Mariana, yang seperti tanpa beban dan seperti anak remaja, senyum nya dan saat dia meledek pria itu, lidah itu benar-benar menggoda.


sementara itu di dalam mobil, Mariana, tengah sibuk membuka ponsel Tomy karena hingga saat ini tidak bisa di buka juga, menggunakan sidik jari pemilik nya.


"Mariana Lo lagi ngapain dari tadi kurang kerjaan banget, bagaimana bisa Lo bawa ponsel Tomy, bagaimana jika pacar atau istri nya menelpon"ucap Deswita.


"Iya juga ya, terus gue harus jawab apa"ucap Mariana.


"Ya jangan diangkat lah dodol"ucap Deswita.


"Perasaan yang nanya itu Lo atau gue"ucap Mariana.


obrolan mereka berakhir, hingga Mariana tiba di pantai bersama dengan Deswita.


Mariana pun menggelar alas untuk mereka duduk tidak lupa meja kecil dan berbagai peralatan piknik, sudah seperti seorang ibu saja Mariana membawa semuanya komplit hanya saja makanan nya ia ambil dari restaurant tersebut.


saat mereka hendak menyuapkan makanan tiba-tiba Tomy duduk di samping Mariana dan langsung menyuap kan makanan yang hendak Mariana makan.


"Kak Tomy!... kurang asem deh, sendok Mari, satu-satunya ih malah di ambil mari laper tau"ucap Mariana.

__ADS_1


"Marimar sayang Fernando juga laper, tapi gara-gara nih handphone kamu bawa jadinya tidak sempat makan, tidak apa-apa juga kan berbagi itu enak"ucap Tomy.


"Nggak mau, berbagai itu sangat menyakitkan apapun itu"ucap Mariana yang langsung mencomot makanan tersebut dengan tangan, sementara Tomy, dengan sendok satu kali pakai, yang seharusnya di pakai Mariana.


"Ah.. jahat kamu yang masa cuma bawa makanan sedikit saja"ucap Tomy.


"Bersyukur masih dibagi jika tidak kakak, akan kelaparan"ucap Mariana, sementara mereka berdua terus berdebat Deswita, sudah selesai makan, dengan porsi yang sama.


"Mari"ucap Deswita.


"Mari... kamu pasti bawa kamera bukan"ujar Deswita.


"Tentu"ucap Mariana yang langsung berdiri hendak menuju mobilnya.


tapi sebelum sampai di depan mobilnya, dia melihat seseorang yang berjalan menuju kearahnya.


"Kenzo"lirih nya yang langsung hendak pergi, tapi Mariana, langsung dicegat oleh Kenzo.


"Kita harus bicara"ucap Kenzo serius.


"Tidak aku sedang sibuk tuan"ucap Mariana.


"Berarti kamu tidak sayang dengan Lion lagi"ucap Kenzo, memberikan pilihan.


"Tuan, aku cape aku mohon, biarkan aku bebas hari ini saja, aku ingin menikmati hidup tanpa gangguan hanya ada dalam ketenangan"ucap Mariana.


"Sejak kapan, aku mengganggu hidup mu"ucap Kenzo tegas.


pria itu sudah mengeluarkan nada tinggi berarti dia sudah tidak bisa di bantah lagi.


"Baiklah anda menang tapi tunggu aku ambil foto dulu"ucap Mariana yang langsung membuka pintu mobil.


šŸŒ¹šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸŒ¹


satu jam lebih Kenzo menunggu Mariana di dalam mobil dia pun keluar saat itu juga, betapa emosi nya Kenzo melihat Mariana tengah bergandengan tangan berfoto.


"Mari!"teriak Kenzo.


Mariana langsung melepaskan tangan Tomy dan Deswita, juga langsung memindahkan kamera tersebut ke tangan nya Deswita tau antara Mariana dan Kenzo memiliki hubungan rumit, meskipun pada kenyataannya, Kenzo tidak memiliki seratus hubungan apapun dengan nya tapi pria itu mencintai Mariana.


"Aku sudah bilang tuan,tunggu di mobil kenapa? malah mencari aku"ucap Mariana yang saat itu berbicara sambil berjalan.


"Deswita, dia itu pemilik Bank GG internasional kan"ucap Tomy.


"Ya kakak benar"jawab Deswita.


"Apa?? hubungan dia dengan Mariana"tanya nya lagi.


"Mariana adalah anak buahnya"ucap Deswita.


"Owh... kerja nya di bagian mana ya kalau boleh tau"ucap Tomy lagi.


"Mariana bekerja sebagai asisten pribadi"bohong Deswita sambil menatap kearah pantai.


"Jika kelakuan mu, tetap seperti ini,aku tidak akan pernah memberikan mu kesempatan untuk bertemu dengan Lion"ucap Kenzo.


"Ya... lakukan lah, suami istri memang pandai mengancam, pantas saja kalian berdua itu jodoh"ucap Mariana.


"Apa??... maksudnya"ucap Kenzo.


"Aku tadi pagi diancam istri mu untuk menjauhi mu, dia datang dengan pria yang dulu bersama dengan mu saat di restaurant"ucap Mariana jujur.


"Maksud mu sepupuku"tanya Kenzo heran.


"Ya mungkin saja, karena aku tidak tau siapa dia"ucap Mariana jujur.


"Lalu apa yang kamu katakan tentang kita"ucap Kenzo semakin penasaran.


"Kita, tuan pikir aku akan menjawab apa?"ucap Mariana.


"Jangan sekali-kali kamu berurusan dengan nya"peringatan Kenzo.


"Aku tidak akan berurusan dengan nya, jika tuan tidak datang pada ku"ucap Mariana.


"Mari, kamu sadar tidak dengan ucapan mu itu, aku sudah tegaskan bahwa kamu hanya milikku dan tidak akan ada pria manapun yang akan mendekati mu, jika pun ada maka dia akan segera menjauh"ucap Kenzo.

__ADS_1


"Seperti nya , mimpi panjang itu, akan terwujud, dan aku akan pindah negara kali ini"ucap Mariana.


Kenzo langsung melepaskan jas nya dan langsung memakai kan itu pada Mariana.


"Jangan pernah berpenampilan seperti ini lagi di luar rumah, aku tidak ingin kulit halus mu dinikmati oleh orang lain"ujar Kenzo sambil merangkul pinggang Mariana dan segera membawa nya ke dalam mobilnya.


"Aku masih mau disini"ucap Mariana.


"Tidak kita pulang ke rumah kita, bukan nya kamu ingin melihat Lion"ucap Kenzo.


"Tuan jangan berlebihan, kita tidak punya hubungan apapun, dan sebaiknya kamu jangan mencari aku lagi, sudah cukup, aku mengundurkan diri dari kantor, karena ingin pergi jauh dari mu, aku tidak ingin terlibat hubungan yang rumit antara kalian"ucap Mariana jujur.


tapi Kenzo,malah mengeratkan rangkulan nya, Kenzo membawa Mariana, masuk kedalam mobil nya.


"Kenapa? aku harus seperti ini tuhan, aku lelah"ucap Mariana lirih.


"Kamu tidak akan pernah lelah jika kamu menuruti permintaan ku"ucap Kenzo.


"Cukup tuan eum"seketika itu Kenzo membungkam bibir Mariana dengan ciuman dari nya.


"Aku tidak ingin mendengar keluhan mu lagi mengerti mulai saat ini, setiap kata-kata ku adalah keharusan, dan kamu akan tau akibat nya jika kamu melanggar aturan yang aku buat"ucap Kenzo tegas.


dia langsung tancap gas, bahkan Mariana kini tidak membawa apa-apa hanya ada baju yang melekat di badan, Kenzo membawa Mariana keluar kota, entah mau kemana.


"Mariana sayang bangun"suara Kenzo membangunkan Mariana, sesaat setelah dia sampai di sebuah pekarangan rumah yang cukup besar itu, bergaya klasik modern.


"Aku dimana?"ucap Mariana parau.


"Rumah kita sayang"ucap Kenzo.


"Aku bilang tidak ada Ki"


"Cukup!"teriak Kenzo yang kesal.


Kenzo langsung menarik tangan Mariana saat itu juga.


mari hanya bisa pasrah mengikuti langkah lebar Kenzo, pria itu benar-benar tidak bisa di bantah lagi, Mariana melihat ke sekeliling ternyata itu adalah hutan Pinus.


"*Bagaimana caranya agar aku b*isa kabur dari sini"gumam Mariana.


"Jangan pernah berpikir untuk pergi jika kamu tidak ingin dimakan ular atau yang lainnya"ucap Kenzo, seperti biasa membaca isi pikiran Mariana.


"Tolong bawa aku kembali, aku mohon aku akan turuti apa pun mau mu tuan"ucap Mariana.


"Benarkah?"ucap Mariana.


"Benar tuan aku janji tidak akan pernah mengecewakan mu, tapi aku mohon, jangan rampas kebebasan ku"ucap Mariana.


"Baik lah kita hanya akan berbulan madu disini, setelah itu kamu bebas mau tinggal di mana pun, setelah kamu berhasil mengandung putra ku"ucap Kenzo tegas.


"Tapi tuan, saya itu pasti mandul anda akan rugi jika anda menikahi ku"ucap Mariana yang memang memikirkan perkataan mantan ibu mertua nya, tadi siang.


"Kau terlalu bodoh Mari, jika kamu percaya dengan apa yang wanita tadi siang katakan"ucap Kenzo.


"Tapi kenyataannya memang seperti itu, aku tidak pernah bisa hamil selama ini"ucap Mariana.


"Aku akan buktikan, setelah besok kita menikah"ucap Kenzo.


Mariana hanya terdiam tanpa ingin berkata apapun lagi, berdebat dengan pria yang kini ada di hadapannya hanya akan percuma saja, dia tidak akan pernah bisa menang karena Kenzo adalah sebuah keharusan.


Mariana pun mengikuti langkah Kenzo menuju kamar utama rumah itu.


"Ini kamar kita masuk dan segera bersihkan tubuh mu, bekas dipegang oleh pria sialan itu"ucap Kenzo.


Mariana pun langsung bergegas menuju kamar mandi dan dia melihat seluruh kemewahan dari dalam kamar mandi tersebut, dulu pun hidupnya tidak kalah mewah dengan Dion, tapi Kenzo lebih dari Dion, pria itu bahkan sangat kaya dari Dion, tapi Mariana sedih kenapa?.. hidup nya, harus berurusan dengan pria yang memiliki pasangan.


Mariana, hanya mampu menangis dalam diam, sambil berendam di bathtub, dengan aroma terapi yang membuat pikiran tenang bagi wanita yang mungkin haus dengan kemewahan, tapi itu tidak berlaku untuk Mariana, dia terus bercucuran air mata, mungkin sebentar lagi akan menempel cap dalam dirinya sebagai perebut suami orang.


Andaikan saja waktu bisa diputar, Mariana tidak akan pernah pergi dari Dion, saat itu, atau Mariana, akan meminta kedua orang tua nya, agar tidak pergi, dan mungkin saat itu dia tidak pernah kehilangan kedua orang tua nya.


"Mari kamu mandi atau tidur?"ucap Kenzo sambil mengetuk pintu kamar mandi itu.


Mariana pun langsung bangkit lalu membersihkan sisa sabun di tubuh nya.


setelah selesai dan keluar dari kamar mandi, Kenzo menatap nya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

__ADS_1


entah karena wajah Mariana yang terlihat sembab setelah menangis,atau karena Mariana terlihat begitu menggoda .


__ADS_2