Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Kepulangan Allan#


__ADS_3

Mereka sibuk menikmati camilan yang Sanum buat saat ini, entah sudah piring ke berapa? jelas mereka teramat menyukai camilan lezat itu.


"Mommy, saya permisi turun ke bawah dulu mau melihat persiapan untuk acara tahlil tiga hari nya ibu meninggal"ucap Sanum.


"Iya barengan yu, mommy juga akan membantu jika sekiranya diperlukan"ucap Mariana.


"Tidak usah, mommy disini saja, lagipula kasihan Daddy ditinggalkan sendirian"alasan Sanum.


"Baiklah Sayang, tapi jika butuh bantuan jangan sungkan bilang pada mommy"ucap Mariana.


"Tentu mom"jawab Sanum.


"Sayang aku ikut"ujar Kenzie.


"Tidak usah Ken, tunggu disini saja"tolak Sanum.


Wanita itu tidak ingin, semua orang yang hadir melihat mereka, takutnya ini akan menimbulkan kerugian besar bagi keluarga Kenzie.


"Kenzie pun duduk di sofa yang tadi, dia tidak ingin Sanum marah.


Sanum pun turun dia ingin memastikan bahwa semua sudah siap, dengan puluhan orang pelayan dibantu warga sekitar, Sanum pun kembali ke atas, Sanum berjalan menuju kamar nya, dan Kenzie yang melihat itu kini mengikuti Sanum.


Wanita itu masuk kedalam kamar nya lalu meraih gagang telepon, dan menghubungi seseorang untuk masuk kedalam kamar nya membawakan pesanan nya.


Tidak berapa lama Kenzie pun masuk kedalam kamar tersebut diikuti oleh asisten rumah tangga.


"Sayang apa? itu"ucap Kenzie.


"Angpau sayang, kemarilah mau bantu tidak"ucap Sanum.


"Heumm, boleh apa? yang harus aku bantu"ucap Kenzie.


"Kemarilah"ucap Sanum sambil membuka berangkas yang terlihat samar karena berangkas tersebut rata dengan dinding, Sanum langsung memencet kode berangkas tersebut lalu memutar nya beberapa kali dan.


Ting.


kunci berangkas pun terbuka terlihat tumpukan uang yang berwarna merah dan biru itu tersusun rapi sesuai jumlah nya, Sanum mengambil sepuluh gepok uang yang jumlahnya tidak sedikit, lalu membawa semua itu keatas meja,


"Sayang tolong ambilkan sepuluh lagi"ucap Sanum.


"Baik lah cinta"ucap Kenzie yang langsung mengambil sepuluh gepok uang berwarna merah dan biru itu.


"Sayang untuk apa? semua uang itu"ucap Kenzie.


"Tentu saja untuk anak yatim dan kaum dhuafa yang datang untuk mendoakan almarhum ibu, dan ini untuk sedekah, karena dengan bersedekah bisa menyelamatkan orang yang telah meninggal dunia dari api neraka"ucap Sanum.


"Kamu memang pintar sayang tunggu aku tambah uang nya "ucap Kenzie yang merogoh ponsel nya, tapi Sanum menghentikannya.


"Tidak sayang, biarkan hasil jerih payahnya ibu yang menjadi ladang amal nya, nanti jika sudah habis baru kita yang nambah"ucap Sanum.


"Sayang kenapa? tidak bangun mesjid saja"ucap Kenzie.


"Sudah ibu sudah bangun beberapa mesjid yang Alhamdulillah selalu dipenuhi oleh orang yang beribadah di sana"ucap Sanum, wanita itu kembali terlihat sangat sedih, karena teringat ibunya yang mati mengenaskan di tempat yang dia bangun sendiri.


"Hey ,sayang kamu kuat kamu bisa lewatin ini semua"ujar Kenzie.


" Aku tidak menyangka jika ibu akan meninggal dengan cara tragis seperti ini dan dugaan terkuat adalah suami ibu yang baru"ucap Sanum.


"Benarkah"ucap Kenzie.


"Kemarin polisi datang dan mengabarkan itu semua, bahkan pria itu kabur ke, luar negeri membawa setengah dari penghasilan club malam tersebut"ujar Sanum.


"Aku sudah meminta Yudha untuk mengelola bisnis club malam tersebut, dan kamu sudah tidak perlu lagi terlibat sayang karena anak buah Yudha yang mengurus semua itu.


"Baiklah Ken, terimakasih sayang"ucap Sanum yang sedari tadi memasukkan uang tersebut kedalam setiap angpau, yang ada di dalam kardus besar tersebut.


Sanum kembali menghubungi seseorang untuk membawakan dua buah keranjang besar tersebut, kali ini dia mengeluarkan uang satu miliar rupiah untuk bagi-bagi pada orang-orang yang hadir, maupun pengemis dan pemulung yang akan dia temui seperti kebiasaan ibunya


"Sayang kalian sedang apa?"tanya Mariana..


"Ini Mom, sedang mengisi angpau"jawab Sanum.


"Boleh mommy bantu"tanya Mariana.


"Apa? tidak merepotkan mom"tanya balik Sanum.


"Tentu saja tidak sayang, mommy ikhlas"ujar Mariana.


"Baiklah jika tidak merepotkan mom"ujar Sanum.

__ADS_1


"Mariana pun duduk dan mulai memasukkan lembar demi lembar uang kertas tersebut sesekali Kenzie mengambil tissue untuk mengusap keringat dua orang wanita yang sangat ia cintai, siapa lagi jika bukan Mariana sang Mommy, dan Sanum calon istri nya, karena rencananya setelah selesai mengurus semua tentang urusan kepergian ibu nya Sanum, mereka pun berencana akan menggelar akad nikah.


Setelah selesai memasukkan isi dari angpau tadi kini keranjang besar tersebut penuh dengan lautan angpau, Kenzie langsung mengelus puncak kepala Sanum yang kini merebahkan diri di atas ranjang, dia sudah sangat lelah.


Sementara itu di kediaman Deswita, wanita yang menjadi ibu dari tiga anak dari Adri, kini tengah menasehati ketiga anak nya itu.


Deswita tidak ingin Allan mengecewakan Queen lagi.


"Dengar kan mommy, Allan, jangan sampai kamu membuat Queen, sampai berniat untuk bunuh diri"ucap Deswita.


"Mommy, semua itu bukan salah Allan please deh mom, jika mommy dan Daddy tidak bisa percaya padaku, lalu aku harus bagaimana lagi"ucap Allan.


"Mommy percaya sayang, tapi jangan sampai karena sifat dingin mu itu, membuat orang berprasangka buruk"ujar Deswita.


"Mom, apa Daddy dulu sedingin ini"tanya Dinda.


"Dingin nya hanya sama laki-laki , tapi jika lihat perempuan bohay , eum hilang tuh kulkas dua pintu" ucap Deswita, sontak semua orang tertawa terbahak-bahak.


"Sayang jangan jatuhkan wibawa suamimu, didepan anak kita"ucap Adri.


"Tidak apa-apa Daddy, itu adalah sebuah kenangan terindah di masa remaja Daddy dan mommy"ucap Allan.


"Remaja apanya, kekasih mommy waktu remaja itu banyak dan semua nya keren-keren, dan mommy sama mommy Mariana adalah wanita paling cantik di SMA atau pun di kampus, bahkan mommy Mariana pun ditaksir banyak dosen dan polisi dan masih banyak lagi yang lain nya, tapi sayang mommy Mariana jatuh cinta sama laki-laki bajingan itu"ucap Deswita.


"Owh ya ampun siapa? pria itu Mom"ucap Devan.


"Ayah dari senior mu, uncle Dion, jika mendengar namanya mommy, merasa sangat marah"ucap Deswita.


"Mereka pun terus tertawa terbahak-bahak setiap kali ibunya bercerita tentang masalalu nya, tanpa mereka sadari Daddy mereka tengah menahan amarah karena Deswita bilang mantan kekasih nya itu keren semua.


"Daddy kalian kemana? tanya Deswita.


"Paling Daddy marah lalu ceraikan mommy, sudah banyak tuh kasus yang seperti itu"ucap Dinda.


"Dinda kamu mendoakan mommy jadi janda tua, kebangetan punya anak"ucap Deswita.


Sementara mereka bertiga kembali tertawa terbahak-bahak, melihat tingkah konyol ibunya.


.......................................


Di kediaman Sanum, saat ini baru selesai acara tahlil, Sanum pun, membagikan angpau yang kini berada di samping nya.


Semua orang yang hadir di sana wajib bersalaman dengan Sanum, yang kini menggunakan sarung tangan karet, berwarna hitam untuk berjaga, jika Sanum bersalaman dengan orang yang sedang sakit bukan berarti dia jijik tapi Sanum harus mencegah semua itu terjadi.


Semua orang yang hadir sudah dia bagi meskipun saat ini masih tersisa banyak.


Sanum pun berjalan menuju pintu gerbang melihat orang yang lewat, tapi tidak ada orang tak punya yang lewat di sana.


"Sayang bukan kah besok masih ada tahlilan lagi, jadi semua itu simpan buat besok"ujar Kenzie.


"Heumm kamu benar sayang, lagipula aku lelah dan ingin istirahat"ujar Sanum.


wanita itu pun pergi meninggalkan Kenzie dengan setumpuk uang di dalam keranjang tersebut.


"Tolong bawa angpau itu kembali ke dalam kamar"perintah Kenzie yang langsung mengawal nya.


Sesampainya dikamar Kenzie melihat calon istri nya sudah tertidur pulas di atas ranjang, wanita itu bahkan tidak mengganti pakaian nya, Kenzie langsung menyelimuti tubuh Sanum dan mengecup puncak kepala.


Sanum masih terdiam dan anteng dalam tidur nya.


Hingga Kenzie pergi meninggalkan rumah Sanum, beserta keluarga nya karena harus kembali beraktifitas seperti biasa nya, meskipun tanpa pamit terlebih dahulu pada wanita itu.


Keesokan harinya Kenzie sudah siap untuk pergi ke kantor, dia menghubungi Sanum untuk datang ke kantor.


Tapi Sanum menolak, dengan alasan dia ada janji dengan teman nya mau pergi ke pantai.


Otomatis Kenzie marah besar dia langsung batal pergi ke kantor, dan memilih mengikuti Sanum secara diam-diam.


dari mulai keluar rumah hingga tiba di sebuah pantai, Kenzie terus mengikuti langkah Sanum, hingga Sanum bertemu dengan seorang pria, yang tidak lain adalah mantan suami Sanum, Kenzie melihat perdebatan alot Antara mereka berdua, hingga pria itu hampir saja menampar Sanum, jika saja Kenzie, tetap berdiri tidak jauh dari tempat tersebut.


Kenzie diam-diam mendengarkan perdebatan tersebut, hingga memberikan sumpah serapah jika saja, Kenzie tidak menghampiri tepat waktu.


Bug...bug...


Bug....


Bogem mentah itu Kenzie berikan pada mantan Sanum, yang kini tergeletak di atas pasir.


"Dimana Mikaila"ujar Sanum.

__ADS_1


*Apa? kau sudah gila, putri kita sudah lama meninggal, bukan kah kamu sendiri menyaksikan itu" ujar pria itu.


"Aku tidak melihat jasad, putriku!"teriak Sanum dia menangis sesenggukan.


"Segeralah katakan yang sebenarnya sebelum aku memecahkan kepala mu"ucap Kenzie.


Pria itu menodongkan senjata api, pada mantan suami Sanum.


"Baiklah-baiklah dia ada bersama dengan ku, tapi aku tidak akan pernah memberikan dia padamu,"ucap nya.


"Baiklah kita ambil lewat jalur hukum dan bersiap lah untuk mendekam di penjara"ujar Sanum.


"Kau, tidak akan pernah bisa menang"ujarnya lagi.


"Jangan sombong dulu, sebaiknya kamu buktikan pada ku"teriak Sanum.


Wanita yang kini tengah menangis meraung-raung, Kenzie langsung membawa Sanum kedalam mobil nya.


"Sayang kamu begitu gegabah bertemu dengan orang licik seperti itu"ucap Kenzie.


"Aku tidak tau dia akan jauh lebih mengerikan dari perlakuan nya dulu padaku, Ken"ucap Sanum yang masih menangis sesenggukan.


"Sekarang kamu tahu bukan"ucap Kenzie.


"Iya aku tau, aku salah dan aku minta maaf"ujar Sanum.


"Heumm, mau dimaafkan?"tanya Kenzie lagi.


"Heumm"ujar Sanum.


"Temani aku makan siang di kantor lalu tetap berada di sana sampai aku pulang nanti, kita akan pulang bersama " ucap Kenzie.


"Baiklah Sayang terserah kamu saja" Sanum pasrah.


"Sekarang bersiap lah, rapihkan penampilan mu, sebelum kita tiba di kantor aku tidak ingin orang-orang mengira bahwa aku melakukan kekerasan fisik, kecuali setelah nanti kita menikah, siap-siap saja aku akan membuat mu merasakan siksa fisik yang akan membuat mu ketagihan"ucap nya sambil mengigit bibir bibir bawahnya, dengan sengaja menggoda wanita itu.


Sontak mata Sanum melotot tajam.


"Kau belajar semua itu dari mana"ucap Sanum.


"Kamu lupa jika aku adalah seorang duda sebelum ini hanya beberapa jam pernikahan itu resmi, aku langsung menceraikan wanita penipu tersebut " ucap Kenzie, terdapat kekesalan yang terlihat dari nya.


"Kenapa? dicerai dia itu istri yang sangat sempurna"ucap Sanum.


"Sayang kamu jangan mengejek ku, aku juga tidak ingin wanita bekas tanpa setatus yang jelas"ucap Kenzie.


"Aku juga tidak jelas, lalu kenapa? kamu mempertahankan ku"ucap Sanum.


"Sayang jangan samakan diri mu dengan nya"ucap Kenzie.


"Ken, aku juga barang bekas ,sama seperti dia"ujar Sanum.


"Sanum, sayang aku tidak suka kamu merendahkan diri mu seperti itu"ucap Kenzie.


"Tapi itu ke kenyataan nya Ken"ucap Sanum sambil menunduk.


"Stop Sanum" ujar Kenzie tegas.


Pria itu langsung turun sesampainya di sana.


Sanum pun ikut turun dari mobil , wanita itu menyusul Kenzie, dengan langkah lebar nya itu, hingga tiba di depan pintu ruangan wanita itu pun langsung masuk kedalam sana, terlihat Kenzie tengah berdiri mematung di sana depan dinding kaca yang menjulang tinggi.


"Ken, kamu itu keterlaluan, jika kamu tidak ingin aku disini ok, tapi tidak begini cara nya"ucap Sanum.


Wanita itu, berbalik dan hendak melangkah pergi tapi Kenzie terus menahan langkah nya.


Pria itu memeluk Sanum erat, hingga Sanum hampir tidak bisa bernafas.


"Lepas aku tidak mau disini, eum...."bibir Sanum langsung dibungkam dengan bibir Kenzie yang langsung mencium nya, sampai Sanum, hampir kehabisan nafas nya.


"Jangan pernah coba-coba untuk pergi dari ku lagi karena aku tidak akan pernah membiarkan nya, sampai ke ujung dunia sekalipun, kamu tidak akan pernah bisa lepas dari ku"ucap Kenzie dingin.


"Ken, kamu keterlaluan, kenapa? tidak pernah mau mengalah, aku hanya wanita biasa yang bahkan tidak punya kekuatan apapun, dan tidak punya siapa-siapa lagi, jadi kenapa? kamu tidak pernah mau mengalah, kamu selalu egois Ken, aku cape jika harus selalu ngertiin kamu terus"ucap Sanum.


"Maksud nya?"tanya Kenzie.


Sanum hanya diam, dia benar-benar sudah cape dengan semua itu, Sanum pun duduk di sofa singgel samping sofa panjang.


"Jika kamu ingin makan siang dan ditemani oleh ku, maka ayo aku temani, setelah itu aku akan pulang "ucap Sanum.

__ADS_1


"Pulang saja, aku tidak mau ditemani kamu jika semua ini terpaksa, pergilah biarkan aku disini mati kelaparan, karena tidak sarapan atau pun makan siang"ucap Kenzie.


"Maafkan aku"ucapnya.


__ADS_2