Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Bertemu Sky 2#


__ADS_3

Gidion tidak tau jika saat Inara menelpon dirinya handphonenya yang ada di atas ranjang saat mereka tengah bercinta tersentuh hingga tanpa sengaja dia menghubungi Inara dan Inara mendengarkan percakapan mereka saat itu.


Inara juga mendengarkan ******* dari pria yang saat itu tengah merengkuh kenikmatan bersama dengan wanita lain.


Berapa hancurnya hati Inara, tapi wanita itu mencoba untuk bersikap tegar karena dia menganggap itu adalah sebuah balasan dari Tuhan atas dosa di masalalu yang pernah ia buat.


Saat ini dia menghubungi Gidion hanya demi putri mereka, karena Inara sudah tidak punya lagi harapan untuk bisa bersama dengan Gidion.


Mungkin dia akan mengubur rasa cinta yang selama ini tumbuh di hatinya.


Dan demi putri semata wayangnya dia akan memikirkan itu nanti setelah semua benar-benar selesai.


"Yang please, tolong jangan seperti ini aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana menjelaskan semuanya padamu, aku tidak menghianati pernikahan kita."bohong Gidion.


"Sudahlah Dion, hari ini juga aku akan menggugat cerai kamu agar kamu bebas bermain-main dengan perempuan manapun. dan semoga putri kita tidak akan menanggung karma dari perbuatan mu."ucap Inara yang langsung menutup telponnya.


"Honey.... jangan seperti ini."ucap Gidion yang berusaha untuk menghubungi Inara istrinya tapi Inara benar-benar sudah tidak lagi menggubrisnya.


Gidion pun merutukki kebodohannya sendiri, sampai saat dia mengusir wanita yang kini berada di dalam satu kamar dengannya dia memberikan sejumlah uang yang cukup banyak dan setelah itu ia pun memutuskan kerjasama mereka.


"Beruntung pria itu tidak membuang lahar panasnya di dalam rahim perempuan itu hingga bisa dipastikan bahwa semua itu aman.


Gadis itu pun pergi, karena yang terpenting baginya saat ini adalah uang yang banyak dan kesembuhan sang Ayah dia tidak pernah memikirkan tentang jodoh kedepannya nanti yang jelas saat ini gadis itu memutuskan untuk pergi sejauh mungkin dari pria yang ternyata sudah memiliki istri itu.


Sementara Gidion sendiri saat ini dia tengah mengurus kepulangannya ke Indonesia, dia tidak ingin istrinya benar-benar menggugat cerai Dirinya. sudah cukup dia kehilangan mantan istrinya saat itu, sekarang jangan lagi.


Sementara itu di kediaman Inara, saat ini dia tengah menangis sesenggukan di dalam kamarnya yang kedap suara itu agar putrinya tidak terganggu saat ini.


Rasa sakit itu begitu menyiksa batinnya.


Sementara itu di kediaman Vino saat ini, Julia tengah menyiapkan keperluan dirinya dengan keluarga kecilnya itu untuk pergi ke Indonesia karena saat ini dia ingin merayakan kehamilannya itu bersama dengan sang mommy dan Daddy yang selama ini selalu ada untuk dirinya.


Siapalagi jika bukan Sanum dan Kenzie.


Sementara itu Sky yang merupakan kakak angkat Julia, dia ingin sekali berlibur bersama dengan kedua putranya yang kini juga tengah bersiap untuk berangkat bersama menggunakan pesawat Boeing milik Zaid.


Semua orang akan berlibur di sana dengan waktu yang cukup lama terutama si pengantin baru Zaid dan Aluna.


Sementara itu di Indonesia sendiri saat ini Shania tengah menunggu kedatangan mereka semua, namun dia harus beraktifitas seperti biasanya.


Saat ini dia tengah latihan basket bersama dengan Arvin dan juga Ghea beserta timnya.


Saat ini hanya tinggal menghitung jam karena pertandingan itu akan digelar besok.


"Ayo Shania lebih kuat lagi, jangan sampai kamu kembali ditindas oleh oleh lawan mu lagi."ucap Arvin.


"Siap Mr."jawab Shania yang kini tengah benar-benar di latih untuk ketahanan fisik.


Cucuran keringat dari wajah cantik dengan bibir merah pink merona itu menambah kesan seksi bagi seseorang yang kini tengah menatap kearahnya.


Saat Shania baru selesai melakukan gerakan itu seseorang menyodorkan sebotol air mineral dan juga handuk kecil yang kini hanya ditatapnya oleh gadis itu karena tidak menyangka.


"Hi,,, honey aku tau aku semakin tampan tapi kasihanilah wajah mu yang bercucuran keringat dan juga tenggorokan mu yang kering itu."ucap seseorang yang ternyata datang untuk memberikan kekuatan pada Shania yang sedari kemarin menunggu kedatangan dirinya.


Tapi bukannya mengambil botol itu tapi malah langsung menghambur memeluk pria tampan dengan dua anak itu.


"Kakak!! kau disini Owh bahagianya aku."ucap Shania.


Gadis itu melompat-lompat dalam pelukan Sky yang kini tengah membalas pelukan itu.


Sementara semua orang kini tengah menatap kagum pada Sky.


Tapi tidak untuk Arvin dan adiknya itu, dia mengepalkan tangannya saat ini entah karena dia cemburu atau memang ada hal lainnya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, suara bariton itu terdengar menggelegar karena seseorang kini tengah berbicara dengan toa dan berjalan sambil merangkul pinggang istrinya.


Dia tak lain adalah Zaid dan Luna.


"Hi.... nona plagiat kau hanya merindukan dia sungguh tidak adil."ucap Zaid yang dibelakang nya terdapat Julia dan Vino.


"Kakak!! ahhh aku sangat bahagia kalian bisa datang padahal pertandingan itu baru akan dilakukan besok."ucap Shania yang kini berlarian menghambur memeluk Zaid dan Luna dan terakhir Julia dan Vino.


"Kau masih bocah ingusan tapi baru beberapa minggu tidak bertemu lihat kau sudah seperti tiang listrik."ucap Vino.


"Bagus, dong itu artinya aku benar-benar tumbuh dengan baik."ucap gadis itu.


"Heumm,,, kamu bisa saja."ucap pria itu.


Sementara semua orang bubar dari area lapangan itu karena kini anak buah Zaid membuat mereka takut.


"Honey,,, apa? kau jago bermain basket ayo kita main bersama aku di tim kak Julia dan Shania kak Vino dan Sky kalian satu tim."ucap Aluna.


"Heumm,,, siapa takut sayang tapi ingat jangan menangis jika kamu kalah."ucap Zaid.


"Luna janji."ucap wanita cantik yang kini menggunakan hotpants dan t-shirt berwarna putih itu.


"Shania apa kau siap."ucap Zaid.


"Heumm baik'lah tapi jika tim aku yang menang kakak harus tlaktir kami makan sepuasnya dan shopping mall tentunya."ucap Shania.


"Baiklah itu masalah kecil karena Vino yang akan membayarnya."ucap Zaid.


Sontak Vino membulat."Itu tidak adil sayang lebih baik kamu patungan."ucap Luna.


"Mafia kelas kakap vs gadis cantik yang polos memang sungguh menarik."ucap Vino mengejek Zaid.


"Diam sialan sebaiknya kau mengalah saja agar istrimu tidak menghukum mu nanti malam."ucap Zaid.


"Ah sial aku lupa kalau begitu kita berempat saja."ucap pria itu.


Zaid melepaskan jas nya dan melepaskan kancing kemeja di bagian lengan lalu menggulungnya keatas dan melepaskan kacamata hitam tersebut membuat semua gadis ABG itu berteriak histeris.


Sementara Luna tidak mau kalah saat ini dia melepaskan kacamata dan topi yang dia gunakan tadi dengan rambut yang kini di ikat ekor kuda, dia pun turun kelapangan menyusul Shania dan Sky.


"Ingat Honey, jika kamu kalah kamu harus bawa anak-anak kita jalan-jalan."ucap Sky.


"Siapa? takut."ucap Shania sambil bergegas mengambil bola.


Sementara Sanum dan Kenzie yang datang belakangan dia tengah kerepotan mengurus ketiga anak Sanum dan juga dua anak Sky yang saat ini serba ingin tahu.


Pertandingan pun dimulai dua wanita cantik vs dua pria tampan.


"Shania awas di belakang mu."ucap Aluna yang heboh tidak seperti Shania yang kalem tapi waspada.


bola pertama berhasil masuk dengan lemparan tiga angka dari Sania semeantara Zaid hanya tersenyum remeh


Kini Zaid harus melawan sang istri yang ternyata juga jago dalam permainan tersebut.


Kini kedua pria tengah berjuang serius karena nyatanya Shania bukan lawan yang bisa diremehkan.


Zaid yang sudah berhasil merebut bola dari tangan Shania saat itu hendak melakukan lemparan, tapi kalah cepat dengan istrinya yang tiba-tiba melompat kedalam pelukannya dan mengecup bibi yang seksi dan menggoda itu sambil berusaha menepis bola tersebut sangat Zaid lengah karena tengah menerima ciuman itu dan akhirnya bola jatuh ke tangan Shania yang kini tengah berusaha Sky rebut.


Shania menderibel bola itu dengan lincah sambil berlari menghindari lawan hingga akhirnya bola itu lagi-lagi masuk dengan sempurna bahkan Shania bisa melompat tinggi hingga dia mampu meraih ring basket tersebut dan bergelantung sejenak.


Sky semakin dibuat kagum, sementara sepasang istri itu belum mengakhiri ciuman mesra yang kini ditutup oleh Luna dengan kedua tangannya itu.


Sementara Sky melempar bola itu pada Zaid, dan refleks pria itupun menerima dan melepaskan ciuman itu. Zaid lalu pergi memasukkan bola kedalam ring.

__ADS_1


Pertandingan berakhir dan pemenangnya adalah Shania yang kini digendong oleh Sky melewati anak tangga untuk pergi ke kantin begitu juga dengan Zaid yang menggendong istrinya sebagai pemenang menuju kantin sekolah tersebut.


Mereka bisa berbuat sesuka hati, karena Zaid juga merupakan alumni sekolah tersebut bersama Vino.


Seperti sedang bernostalgia saat ini, tapi pandangan Zaid seketika berubah menjadi penuh amarah saat dia melihat mantan adik kelasnya yang selalu membuat dia terkena masalah di sekolah tersebut.


Dia adalah Arvin, yang kini tengah menatap tajam kearah Zaid.


Vino dan Kenzie yang melihat itu pun berusaha membuat Arvin pergi agar pria itu lolos dari amukan Zaid.


"Untuk apa? laki-laki sialan itu ada disini."ucap Zaid.


"Dia guru aku kak, ada masalah apa? kakak dengan dia."ucap gadis itu.


"Dia adalah bajingan tengil yang sudah membuat ku terlambat menolong kedua orang tuaku."ucap Zaid.


"Flashback on:


Saat hari dimana pembunuhan itu terjadi, Zaid tengah berada di sekolah, dia saat itu tiba-tiba mendapatkan hukuman untuk membersihkan toilet karena telah difitnah oleh Arvin yang merupakan adik kelasnya yang membawa satu kotak pengamanan yang selalu digunakan oleh pria jika sedang berhubungan intim.


Arvin sebenarnya membawa itu dari rumah dan dia sendiri tidak tau itu milik siapa? tapi karena dia dikalahkan oleh Zaid saat latihan karate akhirnya dia dihukum oleh gurunya dihadapan semua orang.


Saat itu Arvin benar-benar merasa sangat marah hingga dia pun berniat akan membalas pria yang sudah membuat dia malu dengan memfitnah Zaid yang membawa barang terlarang itu kesekolah tepat saat itu Zaid tengah berada di kantin sekolah dan itu adalah kesempatan besar bagi Arvin untuk memasukkan barang itu kedalam tas Zaid.


Setelah itu dia pun memberitahu kepala sekolah yang merupakan ayahnya sendiri bahwa saat itu Arvin melihat seorang membawa bungkusan rokok ke sekolah.


Akhirnya ayah Arvin pun langsung melakukan razia secara serentak di setiap kelas, bukan hanya Zaid yang terkena masalah saat itu karena ada beberapa siswa yang sama-sama terjaring razia kedapatan membawa rokok.


Sementara Zaid yang paling memalukan saat itu karena kedapatan membawa ****** pengaman itu.


Sementara pria yang merupakan ayah dari Arvin itu mengenali barang tersebut, adalah barang yang tidak dijual di pasaran dan itu dari luar negeri itu miliknya sendiri yang sering ia gunakan dengan sang istri.


Akhirnya pria itu mengerti, saat itu diapun hanya memberikan hukuman ringan pada Zaid dengan membersihkan toilet sekolah bersama dengan anak-anak yang lain yang tersaring razia tersebut.


Sementara barang bukti yang disita saat itu menjadi senjata makan tuan bagi Arvin yang saat itu juga di pindah sekolahkan ke luar negeri.


Sementara Zaid, dia terlambat pulang disaat kejadian naas itu menimpa keluarganya.


Sejak saat itu, Zaid benar-benar melaknat orang yang telah membuat dia di hukum, setelah kejadian itu, Zaid memang meneruskan sekolahnya hingga tamat dan kepala sekolah itu berubah menjadi sangat perhatian padanya kala itu, bahkan Zaid selalu mendapatkan keringanan dalam membayar SPP.


Tapi saat kepala sekolah itu akhirnya mengakui kesalahan putranya dan dia pun meminta maaf atas semua itu, Zaid sudah tidak mau lagi bertegur sapa dengan pria paruh baya itu.


Dan Zaid menempatkan Arvin dalam jajaran musuhnya.


"Flashback off.


Shania akhirnya mengerti kenapa? Arvin saat itu.


Saat pria itu melihat cuplikan foto dan video tersebut dimana? ada kedua musuh bebuyutannya disana.


Sementara dengan Sky, Arvin membenci dia saat kekasih nya Julia di rebut oleh Sky yang saat itu sudah berprofesi sebagai dokter bedah termuda di kampus yang sama, Sky juga merupakan kakak kelas Arvin.


"Heumm... mungkin kesalahan itu semakin patal saat kakak tidak bisa menolong orang tua kakak tapi kakak tidak bisa menyalahkan semua itu pada Mr Arvin, karena misteri Arvin tidak akan pernah melakukan hal itu jika dia tau bahwa kakak akan mengalami musibah itu."ucap Shania.


"Kau masih sangat kecil honey belum benar-benar bisa mengerti sipat laki-laki dewasa bagaimana? karena permusuhan anak kecil dan orang dewasa itu sungguh jauh berbeda."ucap Sky.


"Sky benar kau masih bocah jadi tidak akan pernah mengerti."ucap Zaid.


"Heumm... anak kecil tapi mampu mengalahkan kalian berdua, sudahlah sekarang aku hanya ingin makan sepuasnya karena sudah banyak kehabisan tenaga. belum lagi harus menabung energi untuk besok."ucap Shania.


"Jika besok kau menang aku akan memberimu seekor kuda jantan yang sudah sangat terlatih, bukankah kau juga jago dalam balapan kuda."ucap Zaid.


"Ah itu hanya sekali menang saja mungkin itu adalah sebuah keberuntungan saja."ucap gadis itu seperti kehilangan semangat.

__ADS_1


__ADS_2