
Gadis itu langsung mematung di tempat saat ini tidak berani untuk menatap ke depan karena sudah pasti itu adalah suara Gidion, Mikaila tidak pernah melupakan suara itu Gidion memiliki suara yang khas.
Hingga semua masih bisa berbisik-bisik tentang pria tampan dan gagah itu. yang kini menggunakan setelan jas mahalnya.
Pria, yang sama ini selalu mengejar Cinta Mikaila, kini dia tengah menatap istrinya.
Ya,,, Mikaila adalah istrinya hingga saat ini, dia tidak pernah menceraikan Mikaila. sekalipun dari lisan ataupun secara resmi.
Kehilangan Cinta pertama dan satu-satunya wanita yang membuat hidupnya berwarna karena kesalahan Gidion yang selalu mengikuti aturan keluarganya dia harus kehilangan Mikaila yang kini berada di hadapannya.
"Perkenalkan nama saya Gideon, kalian bisa memanggil saya Mr. saja atau dengan nama pun boleh hari ini sebelum kita memulai mata kuliah yang akan disampaikan saya ingin kalian maju satu persatu dan memperkenalkan diri langsung padaku"ucap Gidion.
Deg....
Deg...
Deg...
Jantung Mikaila semakin berdetak kencang, Mikaila pun menghubungi seseorang secara diam-diam untuk datang ke kampus menjemput dirinya, dia tidak ingin berlama-lama di tempat tersebut.
Sementara Arman yang kini tengah berada di ruang meeting dia langsung mengangkat telepon saat ada panggilan masuk dari Mikaila namun gadis itu tidak menjawab saat Arman bertanya padanya, dan itu merupakan salah satu tanda bahaya.
Pria itu buru-buru berlari pamit meninggalkan rapat penting yang dipimpin oleh dirinya.
Arman langsung tancap gas, bahkan dia tidak memperdulikan pengendara lainnya yang kini berteriak pada pria itu dikarenakan Arman memotong laju kendaraan secara tiba-tiba.
Beruntung Arman adalah seorang yang jago dalam berkendara.
Hanya, butuh waktu 30 menit. Arman sampai di kampus tempat gadis itu belajar saat ini.
Dan saat itu, tiba giliran Mikaila untuk memperkenalkan diri langsung pada Gideon. namun Mikaila, seakan enggan untuk bangkit hingga akhirnya seseorang mengetuk pintu.
Muncullah, pria tampan yang sedari tadi Mikaila tunggu pria itu langsung mengatakan kedatangannya. untuk menjemput Mikaila karena sedang ada keperluan mendadak.
Pria itu, langsung membawa Mikaila tanpa menunggu izin dari Gidion yang kini mengepalkan tangannya.
Gidion, ingin meminta Mikaila untuk tinggal di tempat. namun Arman langsung membawa Mikaila lari saat itu juga menuju mobilnya yang berbeda di parkiran.
Gideon sendiri terpaksa melanjutkan perkenalan itu hingga ia memberikan mata kuliahnya pria itu terus menahan sesak di dada karena kini wanita yang ia sangat rindukan sudah lenyap dari hadapan.
Andaikan saja dia memiliki alasan yang kuat untuk menahan Mikaila di dalam kelas. namun sayangnya pria yang menjemput Mikaila memiliki alasan yang kuat
Jika dirinya terus menahan gadis itu maka seluruh mahasiswa yang sedang berada di ruangan itu akan merasa curiga dengan hubungan mereka. Gidion melanjutkan materi yang sedang ia sampaikan kepada anak didiknya semuanya.
Gidion langsung menghubungi seseorang untuk mencari tahu dimana Mikaila tinggal, dan siapa? pria yang menjemput nya tadi.
Namun hingga Sore hari saat Gidion berada di dalam rumahnya tepatnya di balkon kamar nya. pria itu tidak kunjung mendapatkan satupun informasi tentang keberadaan istrinya itu.
Satu-satunya cara adalah mendatangi Mension, untuk berbicara langsung dengan Kenzie. apapun yang akan terjadi nantinya Gidion akan berusaha untuk terus berjuang agar bisa kembali mendapatkan Mikaila.
Namun sayangnya hingga berjam-jam lamanya dia berada di depan gerbang Mension tersebut tidak satupun pelayan yang mau membuka pintu gerbang tersebut, bahkan scurity bilang bahwa keluarga Kenzie sudah lama pindah dari sana.
Padahal semua itu hanya dusta belaka karena kenyataannya mereka saat ini tengah berada di luar negeri, hanya Mikaila yang ada di Indonesia untuk meneruskan pendidikan nya, sementara Sanum dan Kenzie tengah berlibur bersama ketiga anak nya.
Apartemen Mikaila, kini di jaga ketat atas perintah Arman.
Gadis itu bahkan sudah tidak bisa pergi kemanapun, Arman sendiri menyediakan pelayan yang keluar masuk untuk menyiapkan semua kebutuhan nya, sementara kegiatan kuliah Mikaila dihentikan sampai waktu yang belum bisa dipastikan.
"Nona sudah tau kan jika kami tidak berjaga"ucap Arman yang kini kembali bersikap formal.
"Apa? aku bisa kuliah lagi"tanya Mikaila.
"Rupanya pria itu sudah memutuskan untuk menjadi dosen tetap di kampus itu jadi jalan keluarnya adalah pindah kuliah di kampus lain."jawab Arman.
Gadis itu langsung bangkit dari duduknya untuk protes, karena dia tidak ingin pindah kampus. Dia juga minta Arman agar mengeluarkan Gidion dari kampus tersebut.
Karena kampus itu adalah salah satu kampus impiannya selain kampus di luar negeri.
Mikaila juga tidak mungkin pergi ke luar negeri, karena dengan begitu Gidion akan dengan mudah untuk mendapatkan dirinya.
__ADS_1
Satu minggu telah berlalu sejak saat itu Mikaila tak sekalipun datang untuk ke kampus tersebut.
Gadis itu, terus berdiam diri di dalam apartemennya karena Arman melarangnya untuk keluar.
Arman, memberitahu Mikaila. jika Gideon saat ini meminta orang-orang kepercayaannya untuk mencari dirinya. bahkan untuk menculiknya sekaligus Jika Mikaila berada di luar pengamanan Arman.
"Arman, boleh aku tau selain kamu anak seorang pengusaha sukses, apa? kamu juga masuk kedalam golongan dunia bawah?."tanya Mikaila.
"Nona muda tidak perlu tau tentang saya karena anda tidak berhak untuk mengorek informasi tentang saya. yang harus ada fahami saat ini hanyalah, tentang saya berada di sini karena ditugaskan oleh Daddynya nona muda"ucap Arman.
"Arman sekali ini saja aku mohon tolong jangan bersikap terlalu formal kepadaku apa? itu terlalu sulit bagimu"ucap Mikaila.
Pria itu tidak menjawab satu katapun, hanya ada gelengan kepala sebagai isyarat bahwa ia tidak bisa melakukan itu.
Sementara Mikaila gadis itu langsung menghela nafas berat.
"Aku tidak tau lagi harus bagaimana bicara dengan mu, tapi ya sudahlah jika itu ingin mu. maka jangan pernah berkata aku kejam jika aku memperlakukan mu sebagai seorang asisten pribadi."ucap Mikaila.
Arman hanya mengangguk, tanpa mau berdebat.
Hingga, Mikaila meminta Arman. untuk menemani dia jalan-jalan ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar yang ada di sana.
Mikaila, tidak bisa dibantah Arman pun pergi dengan gadis itu bahkan dia rela diperlakukan seolah sebagai pasangan karena Gadis itu dengan sengaja bergelayut manja di lengan kekarnya itu.
Pria tampan dengan wajah khas indo itu kini hanya bisa pasrah saat Mikaila. menyandarkan kepalanya di lengan miliknya.
Arman tidak bisa protes karena Mikaila sudah bilang dia akan memperlakukan Arman. sesuka hati.
Dan, Arman hanya bisa pasrah karena dia adalah seorang asisten bukan keluarganya jadi pria itu tidak berhak untuk protes dan itu adalah sebuah keuntungan untuk Mikaila.
.....................
Mikaila duduk di sebuah kursi depan meja makan di sebuah restoran namun tangan gadis itu masih merangkul lengan Arman, seakan tak mau jauh dan pria itu dengan datarnya membiarkan Mikaila berbuat sesuka hati.
"Yank,,, kamu mau makan apa?."tanya gadis itu seolah Arman adalah kekasih atau suaminya.
"Mika, bukan nona muda!"ucap gadis itu pelan tapi penuh penekanan.
"Baiklah Nona muda Mika"ucap Arman.
"Vino"ucap Mikaila saking geramnya, hingga membuat Arman refleks bangun dan menepis tangan gadis itu.
"Jangan pernah sekalipun kau berani memanggil nama itu, atau kau akan membuat mu bungkam untuk selamanya."ancam pria itu dengan tatapan mata tajam.
"Maafkan Aku sudahlah aku pergi saja silakan kamu nikmati makanannya sudah tanggung aku pesan dan sudah dibayar " ucap Mikaila yang hendak pergi.
Gadis itu, tidak suka dibentak.sehingga dia berniat untuk meninggalkan Arman di tempat namun tangan kekar itu menarik pinggang gadis itu hingga dia terjerembab dan duduk di atas pangkuan Arman.
"Duduk,, atau aku akan menghabisi pria itu"ucap Arman mengancam.
"Habisi saja! memangnya pria mana Aku tidak punya pria yang aku sayang. sampai saat ini aku lebih suka sendirian daripada bersama dengan orang yang selalu melukai hati dan ragaku"ucap mikaila.
"Benarkah! lalu kenapa ?waktu itu kau tetap bertahan dengan dia hingga kau berniat untuk bunuh diri karena cinta ataukah karena ada hal lain"ujar Arman.
"Sudah cukup! jangan pernah bahas itu lagi. aku tidak suka lebih baik kau tetap menghabiskan makanan itu sendirian aku akan pergi saja aku bosan di sini"ujarnya sambil memalingkan wajahnya. yang terlihat sangat sedih dia teringat kembali dengan masa yang pahit itu.
"Andaikan saja dia bisa memutar waktu maka dia tidak akan pernah mau pergi ke Inggris atau luar negeri. jika kenyataannya akan seperti itu lebih baik Mikaila akan tetap tinggal di negaranya, dan lanjutkan sekolahnya seperti saat ini.
Tapi sepertinya ketenangan akan kembali terusik, karena nyatanya pria itu kembali mencari dirinya.
Arman, masih menahan mikayla di tempatnya dia tidak ingin makan sendirian. apalagi dengan menu makanan yang begitu banyak.
Entahlah, wanita itu sedang merasa lapar ataukah memang dia benar-benar rakus seakan, tidak pernah menemukan makanan selama 1 tahun lamanya. Mikaila bahkan sering sekali minta makanan di tengah malam padannya.
Saat Arman sedang terlelap tidur, dan itu tidak bisa dibantah Arman, yang tinggal bersama dengan Mikaila dalam satu unit apartemen meskipun kamar mereka terpisah.
Dan, semua itu karena tugas Arman yang belum selesai untuk menjaga Mikaila hingga Kenzie kembali.
Namun, sepertinya tugas itu akan semakin berat jika melihat sikap Mikaila saat ini. bahkan Mikaila benar-benar sangat menjengkelkan.
__ADS_1
Seolah-olah, dirinya tidak punya kegiatan lain selain menjaga gadis itu. padahal perusahaan milik Kenzie pun harus dia tangani secara bergantian dengan anak buahnya.
Arman, lebih baik lelah fisik ketimbang lelah hatinya.
Pria itu, menjadikan Kenzie sebagai tempat berlindung dari rasa sakit yang pernah ia dapatkan akibat pengkhianatan seseorang.
Ditambah lagi, keluarganya menuntut dia untuk segera memiliki istri dan juga memberikan mereka cucu. yang tidak akan pernah ke Arman berikan karena Arman tidak ingin memiliki anak dari wanita yang tidak pernah ia cintai.
Itulah kenapa? dia kabur di saat detik-detik pernikahan itu digelar 2 tahun yang lalu.
Arman, bahkan membuat kematian palsu untuk menghilangkan jejaknya, dan dia juga merubah penampilannya untuk ber kamuflase.
Pria itu, tidak ingin keluarganya tahu dimana dia berada. karena jika mereka mengetahui keberadaannya sudah bisa dipastikan dia tidak akan bisa menghindari perjodohan yang hingga kini masih tetap berlanjut.
Nama, Arman adalah Vino Orlando dia adalah pria yang sangat tampan dan gagal bahkan sudah menjadi rebutan sejak dia masuk sekolah menengah atas. hingga saat dia kuliah dan memiliki kekasih yang tiba-tiba menghilang dari sisinya bahkan tanpa kabar yang jelas.
Dan saat Arman mencari tahu keberadaan wanita itu, dan Apa? gadis itu meninggalkan Vino.
Pada akhirnya, sebuah rahasia terbongkar dan disitulah Arman benar-benar frustasi. karena kekasihnya hamil oleh sahabatnya sendiri.
Sahabat, yang sudah seperti saudara bagi Vino. namun sayang dia,,, juga tidak pernah mau bertanggung jawab.
Karena, dia menyangka jika kekasihnya itu hamil oleh pria lain.
Bukan tanpa alasan sahabat Vino melakukan hal itu karena saat pertama kali berhubungan dengan nya kekasih Vino sudah tidak perawan lagi.
Hingga dia hamil pun pria itu tidak ingin bertanggung jawab karena mengira anak itu bukan anaknya.
"Habiskan makanannya dulu, setelah ini kita pulang."ucap Arman.
Namun, Mikaila seakan tidak peduli dengan perkataan Arman. Gadis itu bahkan ingin menonton bioskop terlebih dahulu.
Arman, yang merasa sangat jengah, dia langsung berdiri dan hendak pergi. namun Kayla mengancam jika Arman pergi maka Mikaila akan tetap berada di sana untuk selamanya dan tidak akan pulang meskipun pusat perbelanjaan itu sudah ditutup.
Sungguh tidak masuk akal, entah bagaimana? dengan pikiran Mikaila saat ini.
Gadis itu bahkan seperti anak kecil yang tengah merajuk, hingga saat Arman kembali membujuk dia untuk makan es krim. tapi setelah itu Mikaila harus berjanji untuk langsung pulang.
Pria itu tidak ingin terjadi sesuatu pada Mikaila, karena dia melihat ada orang mencurigakan di sekeliling mereka saat ini.
Arman pun meminta anak buahnya untuk bersiap Jika sesuatu terjadi pada mereka.
Pria itu tidak ingin kecolongan, apalagi saat ini Mikaila bersama dengan dirinya dia tidak ingin gadis itu sampai kenapa-napa.
"Ikut aku sekarang juga tempat ini tidak aman"ucap Arman.
Mikaila langsung mengikuti Arman yang kini tengah merangkul pinggang nya.
Gadis itu tidak protes karena Mikaila tau itu cara Arman untuk melindungi dirinya, sementara seseorang yang melihat hal itu langsung mencegat langkah mereka berdua.
Dia adalah Gidion.
"Lepaskan istriku!"ucap Gidion tegas.
Gidion hendak meraih Mikaila namun Arman dengan cepat menarik Mikaila untuk menjauh.
"Mika jauhi pria itu, dan segera ikut aku!"teriak Gidion.
Namun, Mikaila tidak sedikitpun melirik ke arah Gidion. meskipun pria itu terus berteriak memanggil dirinya.
Cukup sudah, semua rasa sakit yang ia alami selama ini. Mikaila tidak ingin lagi semua terulang kembali meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa rasa cinta itu masih ada.
Gideon mematung di tempatnya menatap kepergian wanita yang sangat ia cintai, hingga Mikaila menghilang dari pandangan nya, barulah pria itu kembali dengan langkah gontai nya.
"Mika,, kamu sudah benar-benar tidak peduli lagi padaku."lirih pria yang kini tengah menundukkan kepalanya di atas tumpuan tangan yang berada di atas kemudi.
Tetes demi tetes air mata jatuh membasahi benda itu.
Mikaila sudah tak tergapai.
__ADS_1