
Kenzo langsung pergi ketika Mariana, menaiki taksi, wanita itu tidak menggunakan mobil apapun saat ini kecuali kendaraan umum.
semua karena dia menolak untuk berhubungan lagi dengan Kenzo, yang sudah mengatakan hal yang paling jujur, jawaban atas segala pertanyaan yang Mariana miliki selama ini.
"Aku tidak akan memilih, siapapun lagi jika semuanya sama seperti yang sudah-sudah, biarlah aku hidup menjanda selama akhir hidup ku"ucap Mariana lirih.
sementara itu Kenzo,kini tengah berada di dalam club malam, dia tidak bisa melihat Mariana marah pada nya, saat ini dia benar-benar tidak ingin wanita itu menjadi milik orang lain selain dirinya, egois memang tapi semua itu karena cinta nya.
sementara itu Mariana,kini sedang duduk mengelus Lion, sambil menatap bintang yang hanya muncul beberapa di langit sambil mengelus leher,adik angkat nya itu.
singa itupun, sudah sangat jinak karena sedari kecil dia dirawat dengan baik oleh ayahnya Mariana, dan Mariana, selalu mengajak Lion bermain, gadis kecil itu tidak pernah takut Lion akan mengigit nya selama ini.
Lion, sudah berusia cukup tua, saat ini tapi hewan itu terlihat masih sangat imut, saat itu Mariana, sudah berusia tiga belas tahun, ayah nya membawa ibu Lion yang terluka saat Lion masih berada di dalam kandungan ibunya dia membawa ibu Lion, yang hampir mati dan dokter pun melakukan bedah untuk mengeluarkan Lion, sebenarnya Lion, juga sudah hampir mati saat itu, tapi dia berhasil diselamatkan.
entah mungkin jodoh atau karena semua atas kebesaran Tuhan,singa yang biasa menerkam manusia atau apapun di alam bebas, saat itu malah menolong ayahnya dari terkaman harimau.
ayah Mariana, saat itu adalah orang yang suka berburu, tanpa menembak, dia memiliki hobi untuk memelihara bintang, dan saat itu dia ikut dengan para sahabat nya,ke Afrika, disana orang-orang tertentu bisa memiliki ijin untuk berburu hewan, meskipun yang dilakukan mereka, intinya bisa merusak populasi hewan.
sementara ayah Mariana, meskipun dia membawa senjata, dia hanya membawa senjata bius yang ditembakkan pada hewan yang ia sukai, dan berniat untuk membawa nya pulang tapi saat dia membidik satu ekor burung tiba-tiba saja ada harimau yang menyerangnya, sedetik kemudian singa itu langsung menolong pria, itu hingga ia kritis .
dan saat itu teman nya yang juga seorang dokter menolong ayah Mariana, membedakan perut ibunya Lion, yang tengah sekarat dengan peralatan medis seadanya, saat Mariana, tengah berada di Afrika bersama dengan ayah ibunya, dia tinggal di salah satu rumah penduduk, dan di sanalah Lion diselamatkan, setelah itu ayah Mariana dibantu oleh beberapa teman nya, membuat surat izin, untuk membawa dan memelihara lion.
"Lion, sebentar lagi kau berulang tahun, kamu ingin kado apa?."ucap Mariana.
setiap kali Lion, berulang tahun, gadis yang kini menyandang setatus janda itu, selalu memberikan Lion hadiah entah itu kalung khusus yang dia pesan untuk singa nya itu atau pun mainan dan makanan, dan Lion, seakan sudah terbiasa dengan itu, dia mengendus pipi Mariana.
"Ah...geli Lion, kamu itu ya kebiasaan"ucap Mariana.
sementara kucing itu terus menerus menghambur memeluk Mariana, seolah sedang menerkam nya, dia memasukkan tangan Mariana kedalam mulut nya, seakan sedang menggigit nya padahal hewan itu ingin mengajak Mariana bermain.
"Besok saja mainnya nya sudah larut"ujar wanita itu.
Lion, seakan mengerti dia pun pergi menuju kamar tidur nya,di kasur ternyaman miliknya, sedari kecil, seperti layaknya kucing biasa, Lion juga sudah terbiasa buang air pada tempat yang Mariana, sediakan jadi tidak jorok dan kandang nya selalu bersih terawat dengan baik.
Mariana, pun kembali ke dalam rumah nya, dia berjalan menuju anak tangga untuk ke kamar nya, sesampainya di sana gadis itu kembali berganti pakaian dan membersihkan kaki dan tangan nya.
Mariana langsung berbaring, Air mata nya kembali menangis dia, sungguh sangat kesepian, hatinya begitu perih, tidak ada orang tua tidak ada lagi suaminya, tempat dia berlindung, meskipun yang disebut dengan kata suaminya itu tidak pernah benar-benar menganggap dia ada.
sebagai seorang janda Mariana, tidak pernah menampakkan kesendirian nya meskipun publik tau bahwa dia adalah mantan istri dari Dion seorang pengusaha sukses.
Mariana, selalu hidup dalam kesederhanaan melalui sikap dan perilaku nya, selama ini meskipun Mariana, bukan wanita hijaber.
tapi pakaian yang ia gunakan selalu sopan Mariana juga ingin bahagia, tapi sepertinya kata bahagia itu, sungguh jauh dari ekspektasi.
Mariana, terlelap setelah menangis dalam diam hatinya, tengah berada di dalam keterpurukan.
keesokan paginya Mariana sudah bangun lebih pagi, dia langsung mandi dan menjalankan kewajiban nya sebagai umat muslim.
setelah itu dia berolahraga, dan langsung membuat makanan untuk Lion yang kini tengah berulang tahun.
"Lion... tunggu Mari sedang membuat makanan, jangan gaduh ok"ucap Mariana.
Mariana tidak tau bahwa ada orang yang tengah masuk kedalam rumah nya dan tengah mengunjungi Lion, saat ini.
"Lion ia sebentar Mariana datang"ucap Mariana sambil berjalan menuju tempat Lion berada tapi dia langsung mematung ditempatnya, saat melihat seseorang yang kemarin siang masih menjadi bos nya.
"Bos..."ucap nya lirih Mariana tidak tau sejak kapan Kenzo ada di sana.
Mariana langsung pergi menuju dapur kembali, setelah merasa Lion aman.
sampai satu jam kemudian akhirnya dia selesai memasak dan menatanya di meja makan, setelah itu dia langsung mandi.
setelah selesai mandi Mariana langsung turun menuju lantai bawah, dia berjalan menuju tempat Lion, sesampainya di sana, Mariana melihat Kenzo, yang tengah duduk menghadap kandang Lion, pria itu seakan tanpa jiwa.
"Sedang apa?... duduk disini"ucap Mariana.
"Menunggu istri ku"ucap Kenzo.
"Bukan nya istri anda ada dirumah anda"ucap Mariana.
__ADS_1
"Mari aku tau kamu mengerti siapa yang aku maksud"ucap Mariana.
"Maaf tuan, jujur aku tak mengerti"ucap Mariana.
"Mari mulai sekarang, Lion akan tinggal bersama dengan ku, sebagai jaminan bahwa kamu, untuk menggantikan kerugian ku saat membawa Lion, kembali.
"Aku bisa menggantikan itu, berapa uang yang harus aku ganti, kita bicara setelah Lion merayakan ulang tahun nya"ucap Mariana.
Kenzo tidak bersuara lagi, dia tidak tau harus berbuat apa lagi, untuk membuat Mariana terikat dengan nya.
"Lion, sayang selamat ulang tahun,boy semoga kamu semakin bahagia dan panjang umur sehat selalu"ucap Mariana sambil mencium puncak kepala Lion.
Mariana langsung membawa Lion kearah ruang makan yang sudah di tata tapi, hari ini Mariana menata semua makanan di atas lantai.
š¹šššš¹
Mariana tengah sibuk memberikan Lion makanan super lezat dan dia juga ikut menikmati makan yang sama meskipun berbeda piring, sementara Kenzo duduk di samping Mariana.
"Mari... sorry aku telat ucap Deswita, yang baru saja datang sambil membawa kado ulang tahun untuk Lion.
"Tidak apa-apa, Des,ayo makan"ucap Mariana.
"Tuan Kenzo, disini"ucap Deswita kaget.
"Ya saya disini ingin membawa Lion"ucap Kenzo.
"Mariana, benarkah itu?" tanya Deswita.
"Heumm, aku rela jika kehilangan rumah dan menjadi gembel bersama dengan Lion, daripada aku harus berpisah dengan nya"ucap wanita itu.
"Jadilah istri ku, maka Lion tidak akan pernah pergi"ucap Kenzo.
"Maaf tuan saat ini hari bahagia Lion , jadi aku tidak ingin memperkeruh suasana.
Mariana juga mengambil kan makan untuk Kenzo dan Deswita.
Deswita pun langsung tertawa saat Lion, memberikan hormat pada nya, seperti yang selalu ia ajarkan oleh Mariana.
"Lion nikmat hari istimewa mu , setelah ini kamu bisa bermain dengan benda itu"ucap Mariana yang membawa sebuah benda yang jika disentuh akan menirukan suara alam terbuka, hingga membuat Lion tenang.
"Mari, aku tidak lama, karena di restaurant tengah sibuk"ucap Deswita.
"Heummm, baik'lah"ujar wanita itu.
dan akhirnya Lion, sudah beres makan dia kembali menuju kamar nya, setelah itu dia langsung bermain dengan mainan barunya, kado dari Deswita.
sementara Kenzo masih berpikir bahwa, Deswita akan mau menikah dengan nya, jika Mariana kehilangan Lion.
"Mari"ucap Kenzo yang langsung berdiri.
"Baik lah silahkan sebut berapa kerugian yang harus aku bayar"ucap Mariana yang kini duduk berhadapan dengan Kenzo.
"lima milyar"ucap Kenzo.
"Baiklah tunggu disini,aku akan mengambil nya"ucap Mariana yang langsung berjalan menaiki tangga.
Mariana pun mengambil ponsel lamanya, setelah itu dia langsung bergegas kembali ke bawah.
"Sebut kan nomor rekening Bank Anda"ucap Mariana tegas .
"Mariana aku ingin uang tunai"ucap Kenzo.
"Baiklah tunggu disini"ucap Mariana yang langsung mengambil kardigan dan sebuah topi, tapi saat hendak pergi Mariana di cegah oleh Kenzo, pria itu tidak habis pikir kenapa Mariana tetap ngotot ingin membayar.
"Mariana sekalian bayar denda pelanggaran kontrak"ucap Kenzo.
" berapa tuan?"Ucap Mariana.
"Sepuluh milyar"ucap Kenzo.
__ADS_1
"Baik"ucap Mariana yang langsung pergi menuju taksi online yang sudah tiba di depan gerbang rumahnya.
Mariana, pun pergi meninggalkan rumah, sementara Kenzo hanya meninju tembok yang tidak jauh dari tempat dia berdiri tadi.
"Mariana... kamu itu egois, kenapa?. . kamu tidak sedikit pun mau menerima permohonan ku, untuk hidup bersama mu"ucap Kenjo lirih.
sementara itu Mariana kini telah sampai di depan Bank, yang tidak jauh dari rumahnya wanita itu sudah melakukan transaksi penarikan uang dalam jumlah yang tidak sedikit.
Setelah selesai bertransaksi dan dia langsung membawa uang tunai tersebut.
setibanya di rumah nya, Mariana langsung masuk kedalam, dia melihat rumah nya sepi dan Lion pun tidak ada di rumah nya, sontak Mariana menjerit memanggil Lion.
"Lion!"ucap Mariana yang langsung membawa uang itu keatas menuju kamar nya, sesampainya di sana Mariana, langsung mengambil handphone nya, dan melempar uang itu di atas ranjang begitu saja.
š±"kembalikan Lion ku"ucap Mariana.
š±"Dia akan kembali setelah kamumenandatangani kontrak perjanjian pernikahan dengan ku"ucap pria itu.
š±"Aku sudah menyiapkan uang nya, kenapa? kamu berbuat begitu"ucap Mariana.
š±"Jangan pura-pura tidak tau, Mariana! aku sangat mencintaimu"ucap Kenzo.
š±"Aku tidak mau tau, kembalikan Lion, atau aku akan bicara pada mereka, pada keluarga mu, jika kamu berani melakukan itu"ucap Mariana.
"Lakukan lah jika mereka mau menerima tamu yang tidak mereka anggap penting"ucap Kenzo yang membuat Mariana, meneteskan air mata, dia langsung terduduk di samping ranjang.
Mari, langsung menangis sesenggukan dia sudah tidak berdaya saat ini mungkin, sudah saatnya dia merelakan Lion, untuk pergi jauh dari nya.
Mariana langsung memblokir nomor milik Kenzo dan asisten nya, dengan uang itu dia mungkin akan pergi menjauh dari kota ini, atau hidup di luar negeri,agar bisa hidup dengan tenang.
Mariana sudah bersiap untuk pergi meninggalkan rumah itu, setelah semalam dia berkemas dengan semua barang terpenting miliknya, tidak lupa foto dirinya dengan Lion, semalam dan satu pigura foto lainnya dia dan keluarganya masih bersama Lion, berempat.
Mari sudah berjalan dengan gontai melihat ke sekeliling rumah untuk yang terakhir kali nya.
Mariana pun mengunci pintu rumahnya dengan semua ketertiban sebelum meninggal rumah tersebut, dia berjalan menuju pagar rumah nya, disini terlalu banyak kenangan yang tak mungkin bisa ia lupakan meskipun itu, kenangan terkecil tentang semua hal yang terjadi.
Mariana pun mengunci pintu pagar rumah nya, setelah itu dia menaiki taksi menuju bandara internasional.
Mariana pergi ke negara Jepang, dia ingin memulai hidup baru di sana.
wanita itu tidak ingin lagi bertemu dengan orang yang sudah membuat dia merasa tidak nyaman, kecuali sahabat nya Deswita.
Mariana sudah tiba di bandara, dia sudah melakukan pengecekan data dan negara yang ia tuju .
setelah selesai melakukan semua itu, dia langsung masuk ke dalam ruang tunggu bandara.
sementara itu di kediaman Kenzo tepat nya di sebuah rumah bergaya Eropa .
pria itu tengah sibuk dengan berkas yang baru saja tiba di , diantar oleh kedua orang asisten nya.
satu orang yang dilakukan minta oleh Kenzo untuk mengawasi gerak-gerik Mariana saat itu pun melapor bahwa Mariana sudah tidak ada lagi di rumah nya.
"Bos nona Mariana, sudah tidak ada lagi di rumah"ucap nya.
"Apahhh!!"teriak Kenzo kaget.
"Cari dia sampai ketemu dan jangan sampai gagal jika gagal kamu tau sendiri apa akibatnya"ujar Kenzo yang kini langsung menghentikan aktifitasnya.
pria itu mengusap rambut nya kasar, setelah itu dia bergegas pergi menuju mobil karena akan, mencari Mariana.
sementara yang iya cari saat ini sudah lepas landas menuju Jepang, dan Kenzo tidak tau Mariana ada di mana.
"Jangan coba-coba pergi dari ku Mari, karena aku tidak akan pernah bisa mengampuni mu"ucap Kenzo frustasi.
sementara itu Lion terus bergerak gelisah mungkin dia tau Mari nya tidak ada lagi di negara itu.
hingga satu bulan berlalu"Bos kami sudah tau kemana Nona Mariana pergi selama ini.
ucap anak buah nya, Kenzo yang langsung memberikan sebuah rekaman Cctv, yang kini berada di tangan Kenzo.
__ADS_1