
Arvin pun sudah membaik saat ini, Shania pamit pulang untuk istirahat.
Hari ini rencananya Shania akan mengunjungi kampus yang akan menjadi tempat belajar baginya setelah wisuda nanti.
Gadis itu akan diwisuda untuk kelulusan SMA, Swiss.
Arvin pun berencana untuk menemani calon istrinya itu pergi ke benua Eropa tersebut.
Setelah semalam dia dan Shania membahas pertunangan tersebut.
Sementara Kenzie dan ketiga anak laki-lakinya saat ini tengah menyiapkan pesta kejutan untuk putrinya yang akan bertunangan dan merayakan hari kelulusan nya nanti.
Dia tidak menyangka jika saat ini putrinya itu sudah punya kekasih, dan Kenzie tidak pernah mempermasalahkan semua itu.
Tapi pesta megah yang Shania inginkan dulu kini benar-benar harus terwujud, dia akan meminjam helikopter milik Zaid dan beberapa anak buahnya untuk mengisi barisan orang-orang seperti pesta pernikahan Zaid dulu.
Saat ini dia tengah meminta perancang gaun pesta pertunangan yang sangat cetar membahana.
Kenzie tidak ingin mengecewakan putrinya itu.
Sementara Kendra dan Kevin kini tengah tertawa terbahak-bahak saat mendengar penuturan sang mommy yang menceritakan tentang sang adik yang merupakan putri kesayangan mereka mengacaukan pernikahan seorang ketua mafia.
Kevin dan Kendra tau siapa? Zaid, karena mereka sering bertemu di rumah Julia, saat mereka ada waktu luang.
"Tertawa saja sepuasnya, tapi ingat saat kakak nanti menikah saat istrinya meminta pernikahan megah."ucap Shania yang baru datang saat melihat kedua kakaknya tengah mentertawakan foto-fotonya.
"Aku menikah, lebih baik seperti kak Gerald tau-tau sudah punya dua anak. agar mommy dan Daddy tidak perlu repot-repot mengeluarkan biyaya yang super besar seperti itu."ucap Kevin.
"Ah tidak asik."ucap Shania yang kini pergi semeantara ketiga kakaknya malah tertawa terbahak-bahak.
"Yank...si adik rewel nih, gimana?ya dia bahkan tidak mau tidur."ucap Anggun.
"Sini mungkin mau sama daddy ya...."ucap Gerald yang langsung mengambil alih putrinya itu.
"Owh cucu omah yang sangat cantik, sini sama omah sayang nanti kita buat biscuit yang lezat untuk mu."ucap Sanum pada bayi yang kini berusia enam bulan itu.
Bayi tersebut malah tertawa kecil seakan dia mengerti dengan ucapan sang omah .
"Uh... cantiknya cucu Omah pintar juga ya."ucap Sanum yang kini mengambil alih cucunya itu.
" si jagoan dimana kakak ipar."tanya Kendra.
"Dia tidur di kamar."jawab Anggun.
"Heumm,,,, rasanya sudah tidak tahan ingin melihat mereka tumbuh besar."ucap Kevin.
"Begitulah yang kakak mau."ujar Gerald.
Sementara Sanum hanya terkekeh kecil sambil menggendong cucunya itu.
"Kalian tidak jauh beda dengan Shania."ucap Sanum.
Semua orang pun ikut tersenyum.
Di negara lain di kediaman Vino saat ini dia tengah sibuk mengurus putri kecilnya yang sedari tadi tidak ingin lepas dari gendongan sang daddy.
Begitu juga dengan Zaid yang kini tengah mengasuh ketiga anak mereka yang berjenis kelamin perempuan dan laki-laki itu.
Zaid akan sangat kerepotan jika tidak hanya bayi itu yang rewel tapi istrinya yang juga merengek minta di gendong oleh suaminya itu.
Zaid tidak pernah mengeluh tentang itu ,dia masih sangat mencintai istrinya itu.
Zaid, pun menggendong istrinya itu seperti Beby koala.
Pria itu bahkan mengajak istrinya berkeliling Mension mereka menikmati pemandangan di sore hari.
__ADS_1
"Zaid, Luna sayang sekali sama Zaid, Luna tidak ingin Zaid sakit ataupun terluka ingat untuk selalu menjaga diri baik-baik jika suatu saat nanti Luna sudah tiada lagi di dunia ini."ucap Aluna.
"Tidak sayang ku Aluna ku tersayang Zaid tidak akan pernah membiarkan Aluna pergi lebih dulu dari ku."ucap Zaid yang kini mencium bibir istrinya itu.
"Heumm,,, Zaid tau Aluna sendiri tidak ingin perpisahan itu, tapi daddy dan mommy juga meninggalkan Daddy lebih dulu."ucap Aluna.
"Tidak sayang, takdir setiap manusia itu berbeda-beda mungkin saat ini kamu hanya sedang merindukan mommy."ucap Zaid.
Aluna pun mengangguk pelan, sejak menjadi ibu dari ketiga anaknya itu, wanita itu kini semakin sensitif perasaannya.
Berbeda dengan Vino yang semakin semangat dalam bekerja, karena putrinya yang sangat cantik dan menggemaskan itu, selalu menyemangati dirinya saat berada di rumah, bayi berusia enam bulan tersebut tidak pernah mau jauh darinya.
Vino akan menggantikan tugas Julia menjaga putrinya itu.
Meskipun Julia selalu meminta dia untuk beristirahat setelah beraktivitas seharian penuh di luar.
Namun dia melihat suaminya seolah tidak pernah merasa lelah di setiap harinya dia akan terus menyemangati dirinya.
Hari ini adalah hari ulang tahun vino yang ke 36 tahun, Julia dan anak-anak sudah membuat cake ulang tahun untuk suaminya itu.
Hari ini tepat saat Vino datang dari kantor dia yang melihat tidak ada siapapun di rumah tersebut, langsung bergegas menuju kamar pribadinya, dan.
"Kejutan..."ucap ketiga putranya itu.
"Selamat ulang tahun daddy semoga panjang umur sehat selalu dan tetap sayang kami."ucap Julia.
"Terimakasih sayangku terimakasih putra daddy yang sangat tampan kalian semua adalah hidup daddy."ucap Vino yang kini berjongkok dan memeluk ketiganya.
Sementara Queen Keiyra Baby gembul itu juga merentangkan tangannya ingin ikut di pelupuk.
"Owh putri daddy yang cantik juga ingin dipeluk ya...sini peluk Daddy sama mommy."ucap Vino.
"Aku sangat mencintaimu honey jangan pernah berubah."ucap Julia.
Vino pun memeluk istrinya itu dengan penuh kasih dan cinta kasih sayang nya.
"Ayo makan dulu, daddy pasti sudah laper."ucap Julia sambil membawa keempat anaknya itu.
Mereka pun makan bersama dan putrinya kini di gendong oleh asisten rumah sambil disuapi makanan khas bayi.
Julia pun kini bersiap untuk pergi makan setelah melayani ketiga putra dan juga suaminya itu.
"Terimakasih cinta, aku sangat bahagia dan ini adalah impian ku sejak dulu dengan mu."ucap Vino.
"Syukurlah jika kamu sudah bisa menggapai cita-cita mu daddy, aku juga sangat bahagia bisa seperti saat ini dalam hidupku."ucap Julia
"Aku pikir dulu aku tidak akan pernah bisa melihat dunia ini lagi."ucapnya lagi.
"Dan aku hampir gila karena kehilangan mu."ucap Vino.
"Kau memang pria yang sangat baik daddy."ucap Julia sambil meneruskan makan malam mereka saat ini.
Kebahagiaan itu terasa hingga saat malam tiba, Julia memberikan sebuah kado kecil yang menjadi teka-teki bagi pria itu.
"Apa? ini sayang."tanya Vino.
"Buka saja sendiri kalau aku yang bilang nanti tidak jadi kejutan lagi."ucap Julia.
"Heumm,,, baiklah-baiklah sayang ku."
...............................
Kejutan yang Julia berikan dimalam ulang tahun Vino, sungguh membuat Vino tidak habis pikir.
Istrinya kini kembali mengandung anaknya, meskipun Queen Keira masih sangat kecil, tapi anugrah terindah itu tidak bisa dia tolak.
__ADS_1
Justru Vino merasa menjadi pria yang sangat beruntung bisa mendapatkan anugerah terindah yang Tuhan titipkan padanya.
Kembali pada keluarga Sanum di Indonesia, kini mereka tengah mengantar kepergian Shania dan Arvin menuju benua Eropa.
Shania yang akan wisuda kelulusan dari sekolahnya itu pergi didampingi oleh sang pujaan hati.
Sementara mereka saat ini masih sibuk mengurus pesta kejutan di Indonesia untuk nanti saat keduanya kembali ke Indonesia.
Mereka sudah pergi dengan jet pribadi milik Kenzie dengan diantar oleh kedua asisten pribadi Kenzie dan Arvin.
Keduanya terlihat penuh senyum dan kebahagiaan, Shania dan Arvin menghabiskan waktu untuk mengobrol di dalam pesawat di sela waktu istirahat dan lainnya.
Keduanya seakan tak pernah kehilangan bahan obrolan mereka.
Shania kini tengah duduk sambil menatap kearah layar laptop milik Arvin yang sedari tadi terus menyala namun tidak ada sambungan Internet, pria itu kini tengah melihat galeri yang berisi foto-foto yang Shania tidak tahu foto apa? itu.
"Sayang itu foto-foto apa?."tanya Shania.
Pria itu pun melirik sambil tersenyum.
"Foto apa? tidak ada kok."ucap Arvin sambil menutup laptopnya.
Pria itu tersenyum sambil menatap lekat wajah cantik itu.
"Apa? yang pertama kali membuat mu jatuh cinta padaku Honey."ucap Arvin.
"Heumm... apa? ya, mungkin karena kamu sangat tampan dan berwibawa."jawab Shania tanpa ragu.
"Heumm,,, lalu."ucap Arvin lagi.
"Apalagi ya, mungkin karena kamu selalu memberikan perhatian lebih."ucap Shania lagi.
"Apa? hadiah itu masih tersimpan."tanya Arvin.
"Heumm...tentu honey."jawab Shania.
"Syukurlah, karena itu adalah benda berharga yang tidak pernah ada duanya di dunia ini."ucap Arvin.
Arvin pun memberikan sebuah video pembuatan kado spesial yang Arvin buat untuk wanita yang sangat ia cintai.
"Wow kamu tampan sekali sayang sama berpenampilan seperti itu."ucap Shania.
"Aku ikut menambang logam mulia itu bersama dengan sahabat ku yang kini sudah tiada."ucap Arvin.
"Wow,,, sayang kamu ikut serta dalam proses penambangan, aku kira kamu sedang ikut kerja di lapangan pembangunan gedung misalnya."ucap Shania.
"Tidak sayang ku, saat itu aku iseng iseng ikuti sahabat ku yang ayahnya seorang pekerja tambang, dan aku ikut kedalam untuk menambang emas itu."ucap Arvin.
"Wah sepertinya sangat menyenangkan."ucap Shania yang tidak tau situasi di dalam sana.
"Apa? kamu ingin bulan madu di sana."canda Arvin.
"Sepertinya itu ide bagus."ucap gadis itu.
"Hehehe yang ada kamu akan ketakutan sebelum kita berbulan madu, karena disana tidak seperti disini."ucap Arvin.
"Sudahlah tidak perlu dibahas, yang terpenting adalah kamu bisa menggunakan itu di hari pernikahan kita nanti."ucap Arvin.
"Baiklah sayang."Balas Shania.
Mereka pun terus berbincang hingga saat makan malam tiba, dan mereka akan saling diam jika mereka tertidur pulas.
Sementara itu di Indonesia tepatnya di kediaman Karin, keluarga mereka tengah merencanakan sesuatu saat ini untuk bisa menjebak Arvin.
Pria itu sungguh memiliki ambisi yang begitu besar untuk bisa menguasai harta kekayaan milik Arvin, termasuk sekolah tersebut.
__ADS_1