
Ditengah malam sunyi, Kenzo benar-benar menjadi koki restaurant , dia memasak berbagai macam jenis makanan, dan Adri yang mengabadikan momen tersebut sebagai tanda bukti bahwa dia sangat mencintai Mariana dan calon anak nya itu.
sementara Adri, setelah selesai mengabadikan momen itu dia pamit sebentar ke dalam ruangan Deswita mantan istri yang sangat ia cintai.
sesampainya di sana Adri langsung memandang ke sekeliling ruangan pribadi milik Deswita, ada rasa sakit yang teramat sangat, yang ia rasakan saat ini, andaikan saja Adri, tidak pernah menyakiti nya, selama mereka menikah, andaikan saja Adri tetap mempertahankan hubungan mereka, sampai saat ini mungkin dia tidak akan pernah merasakan sakit ini.
kini bahkan tidak ada lagi foto kenangan kebersamaan dirinya dan sang istri, wanita itu mungkin sudah membuangnya karena sudah terlalu banyak rasa sakit yang telah Adri, torehkan di hati wanita cantik yang dulunya gadis periang itu, saat pertama kali Adri bertemu dengan nya, saat restaurant tersebut masih dipegang oleh kedua orang tua nya, Deswita begitu ceria dan sangat menggemaskan, dia yang lebih dulu bertemu dengan Deswita dan juga Mariana, saat dimana Kenzo selalu meminta Adri membawakan makan siang nya.
saat ini Adri, mendekat ke sebuah meja yang di sana tempat Deswita, bekerja dan mengontrol semua perkembangan restaurant tersebut.
Adri melihat sekitar meja tersebut di sana ada rak penyimpanan Adri, refleks membuat laci yang berukuran lebar itu, dia langsung membelalakkan matanya saat melihat sebuah tes kehamilan dan surat resmi dari sebuah rumah sakit bersama foto mereka berdua yang tersimpan di dalam laci tersebut.
Adri langsung mengambil surat itu dan ternyata ada dua buah surat keterangan medis milik Deswita.
Adri langsung melihat yang pertama, Hasil pemeriksaan kehamilan milik Deswita yang disana terdapat sebuah keterangan bahwa Deswita dinyatakan hamil empat minggu dan pada tanggal sekian,itu bertepatan dengan insiden pertengkaran Adri, dengan Deswita, setelah istrinya itu mengetahui bahwa dia tengah berhubungan badan dengan istri pertama Kenzo.
wanita itu ngotot ingin bercerai dengan nya, padahal saat itu Deswita sudah mengetahui kehamilan nya.
Adri, kembali di buat syok bagaimana tidak, laporan medis yang kedua menyatakan pada tanggal xx Deswita dinyatakan keguguran akibat terlalu banyak mengalami tekanan, Adri langsung terduduk lemas di lantai, pria itu menangis sesenggukan, bagaimana bisa secara tidak langsung dia juga yang telah membunuh janin yang ada di dalam rahim istrinya saat itu, karena hari itu dia mengatakan sebuah kebenaran tentang pernikahan keduanya yang Deswita ketahui tepat setelah melihat kemesraan mereka yang tertangkap kamera.
Adri, awalnya tidak ingin menceraikan istrinya itu, tapi Deswita terus memohon, dia bahkan sampai bersujud di kaki Adri, agar Adri mau melepaskan wanita yang tengah hamil calon anak mereka, Adri pun mengabulkan permintaan itu, dengan berat hati dia pun melepaskan janji suci yang pernah ia ikrar kan.
Adri langsung bangkit dia harus meminta penjelasan pada mantan istri nya itu, kenapa? dia menyembunyikan semuanya itu dari Adri, karena selama ini Deswita, menyimpan rapat rahasia itu, seakan dirinya juga tidak pernah tau apa-apa tentang kehamilan nya itu.
Kenzo merasa ada yang aneh dengan gelagat Adri, dia bahkan melihat, wajah sembab sepupunya itu.
Kenzo berjalan menuju kearah Adri lalu dia bertanya apa? yang ada di tangan Adri, tapi sepupunya tetap bungkam hingga Kenzo meminta dia untuk membawakan makanan tersebut yang dikemas dalam beberapa boks penyimpanan makanan dan paper bag tersebut, kemudian mereka berjalan keluar dan dibantu oleh satpam yang berjaga di depan pintu masuk, Kenzo langsung mengunci pintu restaurant tersebut setelah memastikan keamanan nya.
Adri sedari tadi diam seribu bahasa, sambil terus fokus menyetir hingga sampai di depan garasi Mension, rumah milik Kenzo dan Mariana.
sesampainya di dalam dia melihat Mariana, dengan perut besarnya kini sudah menunggu mereka di depan meja makan, dan Kenzo langsung menghidangkan makanan tersebut, hingga memenuhi meja makan tersebut yang berukuran sedang di Mension utama.
kebayang kan ukuran sedang untuk sebuah Mension, mereka bertiga pun duduk karena Adri juga penasaran ingin melihat wanita yang mengidam itu makan, hingga kemudian Mariana menyendok makanan itu ke mulutnya dia begitu antusias dan menikmati makanan tersebut hingga semua jenis masakan itu di cicipi per dua sendok dari setiap menu, yang Kenzo masak.
"Sayang apa? makanan nya tidak enak, kamu kok cuman icip-icip doang dimakan dong sayang lihat nih aku udah capek-capek masak "ujar Kenzo sambil memperlihatkan sebuah video yang sengaja Adri, abadikan untuk ia perlihatkan kepada seluruh teman mereka, bagaimana Kenzo yang tegas dan begitu dingin nyalinya ciut saat istrinya mengidam .
"Ah ini sepertinya lebih nikmat dan sekarang kalian berdua yang harus menghabiskan makanan ini semu, tidak boleh ada yang terbuang sedikit pun mu banjir"ucap bumil itu dengan entengnya sambil meraih ponsel milik suaminya itu, dia asik menonton sementara kedua pria itu mematung di tempatnya, bagaimana bisa mereka menghabiskan makanan sebanyak itu saat itu juga apa lagi ini sudah pukul dua dini hari.
"Apa masih bengong atau mau aku tambah lagi hukuman nya, lagian suruh siapa? masak makanan segini banyak , memangnya perut aku seperti karung beras apa?"ucap Mariana, yang seakan hilang ingatan bukan kah itu yang ia minta tadi.
"Yang mana bisa aku makan di jam segini, bagaimana kalau aku bagikan pada para pelayan dan bodyguard saja ya"
"Tidak pokonya anak mu yang mau Daddy nya dan uncle nya makan semua ini"ucap Mariana tidak bisa dibantah sementara Adri, laki-laki itu, tidak menolak nya, dia memakan semua menu itu seperti yang Mariana lakukan tadi, anggap saja Adri, ingin menebus rasa bersalahnya pada calon anak nya yang sudah tiada, dan saat ini Kenzo langsung menghubungi seseorang.
"Halo... kalian datang kesini sekarang juga, jangan sampai tidak datang atau saham perusahaan milik kalian aku tarik semua"ucap Kenzo tegas pada keempat sahabat nya sekaligus, tentu saja tidak ada yang berani menolak permintaan Kenzo si pria dingin yang selalu bersikap otoriter tersebut.
tidak sampai satu jam mereka sudah tiba di rumah mewah tersebut.
Kenzo langsung menunjukkan makanan di atas meja, makan yang sudah hampir dingin dan mereka pun disuruh memakan semua nya itu, Adri, yang sudah menghabiskan dua piring kini menyerah sementara keempat temannya itu sama-sama menelan ludah, apa lagi mereka semua sama-sama tengah menjaga badan karena menolak tua.
"Ken, jangan bercanda"ujar keduanya.
__ADS_1
"Iya Ken, ini sudah hampir pagi"ucap keempat nya proses.
"Tuh lihat sepupu gue saja tidak protes dia bahkan akan dapat bonus dari gue nanti"ucap Kenzo.
"Ah serius nih, gak bercanda kan"ucap mereka.
"Tanyakan saja pada nya"ucap Kenzo, sementara bumil masih asik dengan Vidio yang diberi judul STI (suami takut istri) sambil sesekali melirik ke arah mereka yang sudah berdebat.
"Jangan berdebat depan makanan dosa, kalian mau tambah dosa kalian lagi"ujar Mariana yang langsung membuat mereka bungkam dan mau makan semua nya hingga habis tak bersisa, dan setelah itu mereka langsung merebahkan diri di sofa ruang keluarga.
"Gila bumil itu memang sadis makanya gue belum mau punya anak"ucap Enda .
"Ah lu sih gak mau repot-repot maunya yang instan, cocok tanam saja terus sanah sini penyakitan tau rasa Lo"ucap Hasan yang juga punya dua istri.
"Ah lu juga sama"ucap Enda.
"Kalian harus menikah dengan baik-baik sebelum kalian menyesal"ucap Mariana, yang kini menyahut dari arah pintu lift, dia hendak pergi ke kamar nya, yang langsung di susul oleh Kenzo.
"Kalian tidur saja pilih kamar yang kalian mau, gue temenin bini gue dulu"ucap Kenzo.
š¹šššš¹
hingga menjelang pagi hari belum ada satupun yang bangun beruntung keenam nya adalah bos besar jadi mereka tidak perlu kerepotan kalau hanya sesekali telat masuk kantor.
sementara seorang wanita datang pagi-pagi sekali ditemani oleh asisten nya, untuk mengambil kunci restaurant, tepat saat Adri hendak memejamkan mata, untuk yang di jam empat pagi, restauran tersebut memang tidak setiap hari buka di waktu saat ini karena biasanya pukul dua pagi mereka semua sudah bekerja tapi berhubung mereka diberitahu oleh bos nya bawa hari ini buka agak lambat.
"Kamu disini"ucap Mariana yang hendak mengambil air minum, dia ditemani Kenzo, pria itu bahkan rela tidak tidur nyenyak asal dia bisa menemani sang istri.
"Owh kunci ya, ada di Adri cari saja di kamar dia tuh yang ada di lantai dua sebelah kanan"ucap Kenzo.
"Des, biar aku yang ambilkan"ucap Mariana yang tidak tega melihat sahabatnya terluka, karena Mariana tau semua nya.
"Tidak Mari... biar aku saja yang mengambil nya, ucap Deswita, yang tidak enak dengan Kenzo.
"Aku sudah transfer tiga kali lipat, untuk makanan semalam, jadi kamu tidak akan rugi meskipun tidak buka restaurant selama satu minggu"ucap Kenzo tegas.
"Terimakasih Tuan Kenzo"ucap Deswita yang langsung berjalan menuju lantai dua.
sesampainya di depan kamar yang Kenzo sebut, Deswita malah mematung karena dia tidak tau harus bagaimana meminta barang nya pada pria yang sudah lama ia berusaha lupakan.
hingga Deswita menguatkan hati nya agar dia kuat menghadapi semua nya.
hingga dia mengetuk pintu dengan sangat nyaring dan tidak lama pintu itu terbuka, Adri menatap wajah cantik yang terlihat semakin cantik dan anggun itu, mantan istri nya, sudah rapi dengan baju yang melekat di tubuh nya sungguh betapa anggun penampilan nya saat ini meskipun tidak sedang menggunakan gaun pesta.
atasan dengan kerah tinggi tanpa lengan dan rok sebatas lutut berwarna Nevi dengan rambut yang di Cepol rapi keatas tidak lupa makeup natural yang menambahkan kecantikan nya.
"heummm, saya kesini untuk mengambil kunci tuan"ucap Deswita yang menatap kearah lain.
"Yang... kita harus bicara"ucap Adri.
"Maaf tuan saya kesini hanya ingin mengambil kunci, dan tidak ada yang perlu kita bicarakan karena kita tidak pernah ada urusan"ucap Deswita datar wanita itu seakan tak mau menatap wajah Adri.
__ADS_1
"Kuncinya ada di dalam kamu bisa ambil sendiri"ucap Adri ketus.
"Karena tidak ingin menunda waktu lagi, Deswita langsung masuk dia melihat kunci itu tergeletak di atas nakas tepat di atas laporan medis milik Deswita.
Deg...
Deg...
jantung nya berpacu lebih keras, Deswita berbalik setelah mengambil keduanya dan langsung memasukkan nya kedalam tas.
saat dia hendak pergi, Adri berdiri di depan pintu, dia sudah mengunci pintu kamar tersebut.
"Apa-apaan ini tuan, tolong buka pintu nya saya sudah terlambat untuk bekerja"ucap Deswita.
"Yang, aku akan membayar biyaya kerugian mu hari ini, tapi tolong jawab pertanyaan ku"ucap Adri.
"Maaf tuan saya tidak ada waktu untuk bermain kuis"ucap Deswita yang langsung meraih kunci dari tangan Adri, tapi tidak bisa.
"Kenapa? kamu tidak pernah memberitahu ku, bahwa kamu sedang hamil saat itu"ucap Adri lantang.
"Untuk apa? tidak ada gunanya, semua itu tidak berarti apa-apa untuk mu"ucap Deswita yang langsung emosi, dia sudah mulai terpancing dengan perkataan Adri.
"Kau salah Des, aku tidak seperti itu, aku sangat ingin mempunyai anak dari mu, agar pernikahan kita saat itu semakin kuat, aku sangat mencintaimu"ucap Adri.
"Tidak ada cinta, yang ada hanya dusta"ucap Deswita.
"Yang kamu itu, egois aku sudah mati-matian berusaha untuk tetap bisa bersama dengan mu, tapi kamu tidak pernah sadar akan hal itu"
"Ya sadar, kamu benar aku tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya kamu tidak pernah benar-benar tulus mencintai ku, bahkan kamu tega mengkhianati kepercayaan ku, kau melakukan hubungan intim,di depan mata kepala ku saat itu, dan kau bahkan tidak pernah peduli dengan keberadaan ku, saat itu"ucap Deswita berapi-api.
"Berikan kunci itu"ucap Deswita.
"Aku tidak akan pernah memberikan ini sebelum kamu berjanji satu hal"ucap Adri.
"Aku bukan orang yang dengan mudahnya untuk berjanji"ucap Deswita.
"Baiklah jika itu yang kamu mau,maka tetap lah di sini untuk selamanya sampai kamu benar-benar kehilangan semuanya"ucap Adri.
"Apa? yang kamu mau"tanya Deswita.
"Aku ingin kita kembali menikah" Ucap Adri.
"Tidak usah bermimpi tuan, saya sudah bertunangan"ucap Deswita sambil memperlihatkan cincin bertahtakan berlian berinisial Y & D.
"Tidak akan ada yang akan menikah dengan mu, aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi"ucap Adri.
"Kamu bukan siapa-siapa aku tuan jadi tidak ada hak untuk melarang ku, menikah dengan siapapun.
Adri langsung bergegas mendorong Deswita keatas tempat tidur, pria yang tengah merasa tidak rela Deswita menjadi istri orang lain, karena dia melepaskan Deswita hanya untuk sementara bukan untuk selamanya.
"Aku tidak akan pernah membiarkan mu menjadi milik orang lain, kamu adalah wanita ku, dan selamanya akan tetap begitu"ucap Adri yang langsung mencium bibir Deswita dan menggigit bibir bawahnya, wanita itu menangis di sela ciuman itu karena Adri sudah bukan siapa-siapa dia, Deswita merasa dilecehkan saat ini.
__ADS_1