Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Tangis pilu Julia#


__ADS_3

"Pergilah mas aku tidak akan menahan mu."ujar Julia.


"Tidak yang jangan bicara seperti itu, aku mati-matian berjuang untuk mendapatkan dirimu."ujar Vino.


"Mommy dan Daddy tidak sudi memiliki menantu seperti dia."ujar keduanya.


"Saya tidak pernah memaksa mas Vino untuk menikahi saya dia datang di saat saya tidak mengingat apapun tentang dirinya jika anda berdua tidak merestui pernikahan ini silahkan kalian lebih berhak atas putra kalian."ujar Julia.


"Tidak Yank,,, kamu jangan bicara seperti itu aku tidak akan pernah berpisah dengan mu, sekarang kamu masuk biar mas yang bicara dengan mereka oke."ucap Vino lembut.


"Tidak mas aku akan pergi saja, sayang ikut mommy."ujar Julia yang merentangkan kedua tangannya untuk menggendong kedua putranya itu.


"Yank, kamu jangan seperti ini apa? kamu tidak mencintai ku aku tidak bisa kehilangan mu lagi lebih baik aku mati saja!."ujar Vino.


"Tapi mereka orang tua mu Kak, mereka lebih berhak atas dirimu."ujar Julia yang kini mencoba mengambil kedua putranya.


"Diam kamu Yank, sekarang ikut aku."ujar.


"Suster tolong bawa anak-anak kedalam."ujar Vino pada kedua baby sitter yang sedari tadi menunggu perintah.


"Jangan aku akan membawa mereka pergi, keluarga kakak bahkan menghina putra ku sebagai anak haram. aku tidak bisa terima itu bahkan mereka juga bilang mereka tidak bisa menerima anak ini jadi lebih baik kita berpisah saja."ujar Julia.


Vino tidak peduli dengan ocehan istrinya dia langsung menggendong Mikaila menuju kamar mereka tanpa menghiraukan panggilan dari kedua orang tuanya.


Bukan Vino bermaksud kurang ajar, tapi dia ingin menyelamatkan rumah tangga nya itu terlebih dahulu.


Vino tidak ingin berpisah dengan Julia meskipun dia tau bahwa menentang keputusan orang tua itu adalah perbuatan yang salah.


Sementara selama ini entah apa? yang menjadi alasan bagi mereka tidak pernah menyukai Julia.


Julia adalah segalanya bagi Vino saat ini begitu juga kedua orang tuanya.


Vino saat ini dalam dilema"Yank kamu mikir nggak sih bagaimana bisa aku meninggalkan mu dan ketiga anak kita, itu tidak mungkin, aku harap kamu mau bertahan denganku aku sangat mencintaimu kita akan bicara baik-baik pasti akan ada jalan keluarnya."ujar pria tampan itu.

__ADS_1


"Tapi sejak dulu mereka tidak pernah menyetujui hubungan ku dengan mu Kak, mereka membenci ku tanpa sebab yang jelas, aku juga tidak ingin hubungan kalian berakhir tidak baik hanya gara-gara aku."ujar Julia.


"Julia sayang aku akan berusaha membuat mereka menerima semua ini percayalah sayang, jika kamu merasa tidak nyaman dengan ini setidaknya ingatlah perjuangan kita selama ini honey. tidak usah melihat orang yang membencimu tapi lihatlah aku yang sangat mencintaimu sayang."ujar Vino.


Vino pun terus meyakinkan istrinya bahwa semua akan baik-baik saja.


Sampai kedua orang tuanya merestui pernikahan itu, Vino akan tetap berusaha untuk membuat mereka lebih tenang.


Sementara itu di kediaman Zaid.


Sepulangnya dari kantor Zaid kini tengah membantu Aluna untuk mengeringkan rambutnya karena dia baru selesai mandi.


"Zaid peluk Luna,,, Luna kangen Daddy."ujar gadis itu yang tiba-tiba teringat akan ayahnya yang entah dimana.


"Baiklah tapi selesaikan dulu ini oke."ujar Zaid.


"Heumm,, baik'lah."balas Luna.


Zaid pun menyisir rambut panjang itu dengan sangat hati-hati, setelah itu dia langsung memeluk Aluna untuk bisa memberikan keterangan terhadap gadis itu.


"Kau menangis Aluna, bukankah aku sudah memeluk mu?."ujar Zaid heran.


"Aku tidak tahu Daddy selamat atau tidak saat itu karena saat Daddy akan dibantai aku tidak ingat apa-apa lagi."ujar gadis itu.


"Aluna sebenarnya kamu itu kenapa? bisa ada di tempat itu."tanya Zaid.


"Aku tidak tau, saat itu tiba-tiba aku ada di sebuah gudang yang begitu gelap aku sudah berteriak minta tolong tapi, hiks hiks hiks hiks tubuh Aluna bergetar entah apa? yang membuat dia seperti itu. mungkin juga karena trauma.


Zaid langsung memeluk erat gadis itu karena tidak tega.


"Kamu ingat tempat tinggal mu dimana?. aku bisa mengantarkan mu kesana kalau kamu mau."ujar Zaid.


Aluna hanya menggeleng, dia kehilangan separuh ingatannya saat ini entah karena trauma atau memang ada unsur kesengajaan.

__ADS_1


Yang pasti Zaid akan terus merawat gadis itu sampai Aluna benar-benar mengingat tentang semuanya.


Kini keduanya sudah berada di meja makan untuk makan malam namun Aluna hanya meminum susu dan potongan buah untuk makan malam nya.


Sementara Zaid menikmati makanan yang tadi siang dikirim oleh Julia lewat pengawalnya.


Sampai dia selesai dia selesai makan barulah mereka berdua duduk di depan televisi, karena ini adalah jadwal Aluna menonton film kartun.


Zaid sendiri sibuk berkutat pada laptopnya tanpa terganggu oleh celotehan Gadis itu karena keseruan dia saat menonton hal lucu.


Sementara Zaid sesekali hanya akan melirik gadis itu yang terlihat tertawa terbahak-bahak.


"Apa? sudah selesai."ujar Zaid saat tidak lagi mendengar suara gadis itu tapi ternyata Aluna sudah tertidur pulas sambil rebahan di sofa tersebut.


"Heumm,,, kebiasaan.ujar Zaid yang kembali melanjutkan pekerjaannya, dia akan memindahkan Aluna setelah pekerjaan itu usai.


Sampai saat selesai bekerja pun film itu tetap diputar karena Zaid tidak ingin Aluna terbangun saat tidak lagi mendengar nyanyian dari film kartun itu.


Zaid bangkit dari duduknya dia meminta asisten Aluna untuk membawakan laptop tersebut ke ruang baca, sementara Zaid sendiri menggendong Aluna ala bridal style menuju kamar utama.


"Aku sudah memberikan makanan terbaik yang bergizi tinggi untuk mu. tapi kenapa? tubuh mu tetap ringan dan tubuhmu masih kerempeng seperti ini meskipun itu tetap mengembang ujar Zaid sambil menoleh ke arah dada gadis itu yang kini tertutup piyama tidur nya.


Sebenarnya bukan tubuh Aluna yang kerempeng tapi tubuh itu padat berisi hanya saja Zaid sering angkat beban berat saat di gym jadi berat tubuh Aluna terlalu ringan untuk Zaid.


Sesampainya di dalam kamar tepatnya di atas ranjang bempuk itu Zaid membaringkan Aluna dengan sangat hati-hati.


Setelah itu pria itu pun langsung bergegas menyelimuti Aluna dengan selimut tebal itu.


Zaid yang hendak tidur itu pun akhirnya masuk kedalam kamar mandi untuk menggosok gigi terlebih dahulu.


Setelah selesai dia pun beru-buru keluar dari dalam komar mandi tersebut.


Zaid berjalan menuju walk-in closed untuk mengganti pakaiannya dengan piyama tidur nya.

__ADS_1


Zaid selesai berpakaian lalu dia pun berbaring di atas ranjang, disamping Aluna.


__ADS_2