
Sanum, menatap meminta penjelasan pada Dena.
"Jangan ucapkan apapun, karena seluruh ruangan ini, bisa mendengar kau cukup tau siapa? aku itu, sudah cukup"ucap Dena, yang membakar surat tersebut, saat itu juga.
"Makanlah"ucap Dena, lagi.
"Terimakasih, mari kita makan bersama"ucap Sanum.
"Kau saja yang makan, tenang semua itu aman, karena aku sudah memastikan semua nya"ucap Dena.
"Terimakasih"ucap Sanum yang kemudian menyuapkan donat tersebut lebih dulu, seperti orang yang tidak pernah menemukan makanan selama tiga bulan ini, Sanum, akhirnya menghabiskan semua itu tidak bersisa sedikit pun.
"Gunakan ini sebagai selimut atau alas tidur mu, jangan biarkan mereka merasakan kesakitan, atau kedinginan, meskipun bayi mu lahir di penjara, jangan biarkan dia merasakan kesakitan, mulai besok aku akan mengajukan permohonan, agar kamu bisa dipindahkan ke ruangan ini sendirian, karena kondisi kehamilan mu, seharusnya ada hak untuk itu, meskipun tidak sepenuhnya, sekarang tidur di sini dan gunakan ini, saat subuh tiba kamu akan berada di dalam sel lama mu"ujar Dena.
"Terimakasih"ucap Sanum, yang kemudian berbaring di atas bangku kayu yang panjang, dengan selimut tebal yang Yudha, titipkan pada istrinya yang baru dua bulan ini, dia nikahi.
Dena, adalah wanita yang juga korban ketidakadilan seseorang yang berkuasa, hingga dia memilih untuk menjadi seorang polisi.
Sementara itu di kediaman Kenzie, pria itu, sudah tiga bulan terakhir tidak pernah bisa tidur nyenyak, dia tidak pernah tau kabar sang istri yang kini berada di dalam penjara, karena Kenzo, membatasi pergerakan nya, jangankan untuk menjenguk,dia bahkan sekedar mencari tau tentang keberadaan nya pun sudah tidak bisa lagi ia cari tahu, bahkan terakhir Kenzo memberitahu bahwa Sanum, keguguran.
"Sayang maafkan aku, tapi andaikan saja kamu tidak melawan Daddy, sekarang Yudha, juga menghilang setelah mengundurkan diri"ucap Kenzie.
"Aku mungkin satu-satunya anak Daddy, tapi aku tidak akan biarkan Daddy ku, berbuat kejahatan"ucap Kenzie.
Dilema, itulah yang dirasakan oleh Kenzie, tapi dia tidak pernah bisa berbuat apa-apa? karena tidak ada bukti untuk menyeret sang Daddy masuk ke dalam penjara.
Sampai pagi tiba Kenzie tidak memejamkan mata nya sama sekali.
Sanum, sendiri sudah berada di dalam sel nya, dia membawa serta selimut tebal itu.
Beruntung semua sedang terlelap dalam tidur nya, hingga Sanum, sudah bersiap-siap untuk mandi, mereka masih terlelap di dalam tidurnya.
Sanum, sudah mengganti baju, tahan, yang tersedia di sana, dan setelah itu dia duduk di samping teman nya yang baru bangun.
"Hey, kau, darimana datangnya selimut tebal itu, apa? ada seseorang yang membesuk mu, tanpa sepengetahuan kami"ucap wanita garang itu.
"Bu Dena, yang meminjamkan nya, karena, semalam saya menggigil kedinginan"ucap Sanum.
"Tidak bisa ini untuk ku"ucap wanita yang sok jadi penguasa tersebut menarik selimut yang sudah terlipat tersebut, lalu membenturkan kepalanya ke tembok.
"Ah... kalian, begitu kejam apa? kalian tidak pernah takut jika suatu saat nanti kalian akan mengalami karma dari perbuatan kalian!"teriak Sanum, yang terlihat memegangi kepalanya yang kini meneteskan darah.
Dia yang melakukan hal itu kini terlihat mundur ke belakang, saat melihat seorang pria , berdiri di depan sel tersebut.
"Sanum!"teriak pria yang tak lain adalah Kenzie.
Sanum yang merasa pusing di kepalanya yang teramat sakit, dia bahkan tidak menghiraukan panggilan yang ditujukan kepadanya.
__ADS_1
Saat Sanum, sadar wanita itu, sudah berada di dalam sebuah kamar super megah, yang bahkan tidak pernah ia kunjungi, dan bahkan ada, infus yang menancap di tangan nya.
"Ah, sakit dimana aku"ucap Sanum.
"Sanum, kamu sudah sadar"ucap seorang pria tampan yang kini duduk di sofa, Sanum, menatap lekat wajah tampan itu, dia tidak tau siapa? pria itu.
"Halo, aku Zain aku adalah pengacara tuan Yudha, yang sudah membebaskan mu, dari penjara, satu Minggu lalu, saat anda tidak sadarkan diri setelah di aniyaya oleh teman satu sel mu"ucap Zain
Terimakasih"ucap nya lirih.
Sanum pun hanya terdiam menunduk hingga, sadar bahwa semua, yang dia dengar dan dia lihat, semuanya adalah ilusi, tapi untuk apa? dia mengingat akan pria itu lagi, sudah cukup hidupnya sudah sangat menderita karena ulah keluarga nya.
"Lalu ini dimana"tanya Sanum.
"Ini di rumah ku, kamu aman disini, atas perintah Yudha"ucap Zain.
"Apa? aku sudah benar-benar bebas"ucap Sanum.
"Tentu saja, tidak ada yang bisa, melawan keadilan, sekalipun mereka adalah seorang penguasa"Ujar Zain.
"Terimakasih "ucap Sanum.
"Berterimakasih lah pada tuhan yang maha adil, dari seluruh keadilan yang ada di alam semesta ini"ucap Zain.
Pria tampan, yang berprofesi sebagai advokat yang ada di negara tersebut, begitu tampan dan gagah, dia tidak pernah gentar menghadapi, masalah, berulang kali akan dibunuh atau pun ancaman kematian yang datang untuk dirinya maupun keluarga nya, pria itu, tidak pernah mundur dari sumpah jabatan yang dia lakukan, sepuluh tahun lalu, saat dia menjadi pengacara termuda, setelah ia kembali dari luar negeri menyelesaikan pendidikan nya.
Sementara itu Kenzie, kini tengah menitikkan air mata kesedihan, saat dia tau semua kebusukan yang dilakukan, oleh pria yang selama ini ia banggakan, terutama Georgio, kakek nya, yang kini mendekam di sel tahanan, Kenzo pun tidak terlewat karena dia sudah ikut menutupi kejahatan yang dilakukan oleh sang ayah, termasuk pembunuhan yang terjadi pada ibu Sanum, pelakunya adalah orang suruhan Georgio, yang saat itu mendengar percakapan Kenzo di club malam tersebut, dengan Arini, wanita yang tidak lain adalah Aurora, yang sering berganti nama itu.
Kenzo, dan Aurora, Ibunda Sanum, membicarakan tentang masalalu mereka,satu hari sebelum pembunuhan itu terjadi, Kenzo, yang masih menaruh hati pada Aurora, hingga saat ini, dia bahkan bersedia memberikan separuh harta kekayaan nya, jika Aurora,mau menjadi istri keduanya, ternyata Mariana, pun tidak mampu meredam rasa cinta dia pada Aurora, dan dengan alasan itu, Kenzo membenci Sanum, karena Sanum, adalah penghalang antara dirinya dengan Aurora dulu.
Kenzo, ingin Aurora, bertekuk lutut di hadapan tapi, semua itu hanya mimpi belaka, dan akhirnya sang ayah menyingkirkan Aurora, yang sangat ia cintai.
................................
Sampai Kenzo, dijatuhi vonis lima belas tahun penjara, dan Georgio, hukuman mati, Mariana pun akhirnya menggugat cerai suaminya yang kini tengah terpuruk di dalam bui, karena merasa ditipu selama puluhan tahun, mereka menikah.
Meskipun Kenzie, tidak menginginkan hal itu, semua seakan telah berakhir bagi mereka, perusahaan hampir goyah jika saja Adri, tidak ikut turun tangan, dan juga Allan, Kenzie terus berusaha untuk menjaga kestabilan bisnis yang mereka bangun sejak turun temurun itu.
Kenzo, berulang kali meminta maaf, pada anak dan istri nya, saat ini, dirinya sadar dengan semua kesalahannya.
Tapi Mariana, masih enggan untuk menemuinya apalagi memaafkan suaminya yang selama ini ternyata masih mencintai wanita lain.
Meskipun dulu Dion, kejam.
Tapi baginya Kenzo, lebih kejam lagi, meskipun cinta nya tulus, tapi kenapa? harus ada masalalu yang selalu membayang-bayangi cinta mereka, kenapa? masalalu terus dipertahankan jika memang pria itu, mencintai Mariana.
Sementara Sanum, kini wanita muda itu tengah sibuk mengurus persiapan kelahiran kedua bayi kembar yang bahkan tidak terduga itu, wanita itu, mengandung bayi, kembar, putra Kenzie.
__ADS_1
Sanum, mengetahui itu, setelah dua bulan ini dia, rutin memeriksakan kandungan nya, dia bahkan bisa melihat dua jagoan di dalam rahimnya.
Sanum, benar-benar merasa bahagia, tidak sia-sia ternyata perjuangan nya, selama ini, demi mempertahankan kandungan nya, dia bahkan rela terluka, rela kesakitan, akibat ulah mereka, yang menginginkan kematian bayi nya.
"Hari ini setelah hadir di persidangan, vonis yang dijatuhkan pada kedua ayah dan anak itu, dia langsung pergi ke pusat perbelanjaan, untuk membeli berbagai macam keperluan kedua bayi kembar tersebut, meskipun Sanum, tidak bekerja, tapi saldo tabungan nya terus terisi bukan dari Kenzie, meskipun pria itu, memberikan kartu tanpa limit , tapi Sanum, memiliki saham yang ibunya tanam di sebuah perusahaan asing, bahkan bukan cuma satu perusahaan, Aurora, punya tujuan untuk menguasai kerajaan bisnis, agar kemiskinan itu tidak menjadi aib, seperti yang terjadi pada ibunya dulu dengan dirinya, dia ingin Sanum, dan anak cucunya, hidup dalam kemewahan, itulah kenapa? selama Sanum, kembali ke pelukan nya, selama itu, ibunya selalu memenuhi kebutuhan nya, termasuk fasilitas yang dia berikan pada putrinya itu, hingga putrinya terhasut omongan orang diluar sana, dan meninggalkan dia hingga akhirnya, wanita itu menikah dan memiliki putri.
"Sayang, kamu pilih yang wana biru dan merah karena putra kita cowok"ucap Kenzie, yang tiba-tiba muncul di samping nya.
Sanum, hanya tersenyum kecut, setelah berbagai masalah muncul, pria itu tidak pernah melupakan panggilan sayang nya, tersebut.
"Aku tidak ingin kamu susah payah memberikan perhatian itu pada kami bertiga Ken, meskipun aku tidak pernah punya dendam padamu, tapi sebaiknya kamu jangan pernah temui kami lagi"ucap Sanum.
"Tapi kenapa? sayang, aku ayah mereka"ucap Kenzie.
"Mereka sudah lama, tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini kecuali aku yang selalu berjuang hidup dan mati untuk menjaga mereka, dari para pembunuh yang ingin menyingkirkan mereka"ucap Sanum.
"Sayang, maafkan aku, saat itu aku bahkan tidak berdaya"ucap Kenzie.
"Apa?, sekarang...lalu apa? sekarang kamu punya power, untuk menemui ku, sudah lah lupakan saja kami hiduplah dengan tentram bersama dengan mereka"ucap Sanum.
"Yang, please berikan aku kesempatan untuk yang terakhir kali nya, aku janji tidak akan pernah mengecewakan dirimu"ucap Kenzie.
"Baiklah satu kesempatan"ucap Sanum, dengan begitu mudahnya wanita itu memberikan kesempatan terhadap suaminya, tapi wanita bukan tanpa alasan memberikan kesempatan itu, karena Sanum melihat ada banyak potensi bagi Kenzie, untuk melakukan kesalahan-kesalahan lainya.
Sanum, bahkan memberikan kesempatan bagi Kenzie untuk memilih semua barang yang dibutuhkan untuk keperluan kedua bayi kembar nya itu.
Sampai Sanum dan Kenzie, pulang kembali ke Mension milik ibunya Sanum, dia bahkan membiarkan Kenzie, tidur bersamanya, bahkan hingga satu Minggu berlalu, Kenzie berangkat dan pulang kerja dari sana.
Sanum, tidak menyiapkan semua kebutuhan Kenzie, seperti dulu bahkan Kenzie, yang menyiapkan semua kebutuhan Sanum, bahkan pria itu over protective.
Sanum terus bersikap acuh tak acuh, hingga Mariana datang ke rumah tersebut, wanita itu tidak sedikit pun menyimpan dendam, pada wanita muda yang kini tengah mengandung kedua cucunya, bahkan Mariana, berulang kali, memohon maaf kepada Sanum, meskipun Sanum, bilang bahwa dia tidak membenci Mariana atau pun Kenzie, dia mungkin sempat menaruh dendam, tapi bukan untuk kedua orang baik itu, melainkan pada orang-orang yang telah merusak kebahagiaan keluarga nya.
Sampai, saat Yudha, datang pria itu bahkan menjelaskan semua tentang Queen, tentang dirinya, dan almarhum kedua orang tua nya.
"Begitulah Nyonya, jika pun, ada yang harus disalahkan semua ini, adalah si bajingan Georgio, bukan kalian berdua, dan juga tuan Kenzo, tapi semua berawal dari keduanya, dan saya harap, Nyonya, tidak dendam kepada Queen, adikku, anak dari bajingan tua itu, tapi jika anda, membenci dia, saya siap untuk membawa Queen, pergi dari kehidupan kalian, meskipun Queen, anak Georgio, tapi dia lahir dari rahim ibu saya, saya menyayangi nya"ucap Yudha.
"Tidak Yudha, apapun yang terjadi, Queen, tetap lah putri Tante, kamu tidak usah khawatir, kami tidak jahat itu, apalagi dia adalah bagian dari Kenzie"ujar Mariana.
"Jadi selama ini benar bahwa Queen, adalah tante ku, bukan adikku, seperti yang pernah dikatakan oleh wanita tua itu"ucap Kenzie.
Yudha pun mengangguk.
"Sekarang semuanya, sudah jelas, saya sudah bisa tenang, karena kematian, kedua orang tua saya sudah mendapatkan keadilan, saya pamit, maafkan saya tuan muda Kenzie."ujar Yudha, dengan tatapan sendu, biar bagaimanapun Kenzie, adalah sahabat nya, yang terbaik, meskipun tujuan awal dia adalah untuk balas dendam, tapi Kenzie, tidak pernah mengecewakan dirinya, bahkan Kenzie, selalu memberikan yang terbaik untuk nya.
"Yudha, apa? selama ini persaudaraan kita palsu, apa? selama ini aku pernah mengecewakan mu, kenapa? kau pergi dari hidupku,apa? kau membenciku atas apa, yang sudah terjadi"ujar Kenzie, yang terus bertanya-tanya.
"Tidak tuan muda, selama ini, kau adalah orang baik, saudara sekaligus sahabat bagiku, orang yang mau menerima anak yatim-piatu untuk dijadikan saudara, sekaligus keluarga, tuan begitu sempurna, meskipun, aku sempat ingin membalas semua itu lewat tuan muda, tapi hati ini tidak pernah bisa, melakukan itu"ujar Yudha.
__ADS_1
"Aku tau, kamu bahkan memanipulasi bukti yang ada, agar hatiku tak terluka dan kamu juga yang selalu melindungi ku, dari musuh-musuh Daddy, yang lain"