Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Tidsk terima#


__ADS_3

Disaat Mikaila menunduk karena bingung harus menjawab apa? tiba-tiba tangan Vino terulur dia membingkai wajah cantik itu.


"Aku tidak pernah main-main dengan perasaan ini sayang,,, aku sangat mencintaimu."ujar Vino.


Vino pun menelpon seseorang yang kini tengah berada di luar untuk menyiapkan mobil karena sebentar lagi dia akan membawa pulang Mikaila.


"Terimakasih atas kado nya, tapi aku ingin kamu menggunakan itu dengan ku, bukan untuk dia yang penipu."ujar Vino.


"Begini saja kak kamu berikan itu pada istrimu, kita bisa beli itu lagi." ujar gadis itu.


"Heumm tidak itu bukan barang murahan Mikaila itu tidak cocok untuk wanita murahan seperti dia."ujar gadis itu.


"Tidak baik bicara buruk tentang istrimu kak, sudah lah tidak usah bahas itu lagi."ujar Mikaila.


Tiba-tiba seseorang masuk dan ternyata itu adalah suster yang akan melepaskan infus dari punggung tangan Mikaila.


Mikaila pun merasa senang karena saat ini dia akan segera pulang untuk bisa tidur lebih nyenyak di apartemen miliknya.


Setelah semua selesai akhir mereka pun bersiap untuk pergi meninggalkan rumah sakit.


"Apartemen atau Mension?."tanya gadis itu.


"Apartemen."ujar Mikaila.


Mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit menuju apartemen.


Kuda besi itu melaju membelah jalanan menuju tempat tujuan.


Sesampainya di sana Mikaila pun turun setelah Vino membukakan pintu mobil tersebut.


Mikaila masuk kedalam lift disusul oleh Vino, pria yang kini berdiri di samping Mikaila dia tengah menatap gadis itu hingga bunyi lift tadda sampai di lantai yang ditujunya berbunyi, pintu lift terbuka keduanya langsung keluar dari dalam lift.


Mikaila, pun langsung membuka pintu unit nya itu.


Mereka berdua pun masuk, Mikaila langsung masuk kedalam kamarnya, dia tak sabar ingin segera membersihkan diri.


Vino sendiri kini tengah sibuk berkutat dengan ponselnya itu, dia terlihat sangat serius.


Sampai saat Mikaila keluar dari dalam kamar dan sudah terlihat sangat cantik meskipun hanya menggunakan t-shirt dan hotpants karena rencananya saat ini dia akan bersantai seharian penuh.

__ADS_1


Mikaila pun duduk di samping Vino, sambil memainkan ponselnya.


"Jangan main handphone, kamu baru saja sembuh sayang."ujar Vino yang merampas handphone milik Mikaila.


"Aku hanya mau pesan makanan."ujar gadis itu.


"Untuk apa? stok makanan ada banyak disini jadi tidak perlu repot pesan aku bisa masak, kamu mau makan apa? heumm."tanya Vino.


"Makan chicken teriaki dan juga sup ikan."ujar Mikaila.


"Heumm baik'lah itu sangat mudah, aku lihat bahannya dulu."ujar Vino.


Pria itu pun pergi tapi saat membuka kulkas semua sudah ada di dalam lemari pendingin itu, dan tinggal memanaskan makanan cepat saji tersebut.


Tidak sampai sepuluh menit, Vino sudah menghidangkan itu di meja makan.


"Sayang semua sudah selesai di buat."ujar Vino.


"Heumm tinggal memanaskan juga."ujar Mikaila.


"Kamu memang pintar."ujar Vino sambil tersenyum manis.


"Terimakasih untuk semuanya." ujar Mikaila.


"Sama-sama sayang."balas Vino.


Mikaila mulai menyantap makanan tersebut, hingga piringnya kosong, sementara Vino pun makan dengan sup ikan tersebut.


Setelah keduanya selesai makan dan makan hidangan pencuci mulut, kini keduanya duduk di sofa.


Untuk giliran cuci mencuci ada pelayan yang akan datang sebentar lagi.


"Sekarang kamu mau makan apalagi."tanya Vino.


"Makan,,, perut aku tidak serakus itu kak, jadi aku tidak akan makan apapun lagi, hanya ingin istirahat."ujar Mikaila.


"Baiklah istirahat lah dulu."ujar Vino.


Pria itu pun membiarkan wanita itu pergi menuju kamar nya untuk istirahat sementara dirinya meninggalkan apartemen tersebut untuk mengecek pekerjaan yang belum diselesaikan, belum lagi orang-orang nya memberitahu jika ternyata saat ini keluarganya tengah mencari keberadaan nya.

__ADS_1


Lagi-lagi Vino dalam penyamaran, tapi beruntungnya pria itu masih bisa dikenali oleh orang yang sangat ia cintai.


Siapalagi jika bukan Mikaila.


Sampai saat ini wanita itu tau Vino yang asli seperti apa, dan yang sedang menyamar akan selalu wanita itu ketahui.


Vino sudah berada di sebuah ruang baca.


Pria itu fokus dengan pekerjaannya sebelum makan malam nanti dia akan kembali pergi ke lantai atas dimana hunian Mikaila berada, rencananya Vino ingin membuat makan malam romantis, meskipun hubungan mereka belum ada kejelasan.


Sampai saat itu tiba Vino, akan melakukan pendekatan dengan caranya.


Cara yang mungkin terlalu santai tapi Vino yakin dengan begitu wanita yang sangat ia cintai akan luluh.


Sementara itu di luar area mereka saat ini sepasang suami istri tengah membahas soal pekerjaan, Dokter Vivian meminta Gidion untuk berhenti mengajar dan fokus pada perusahaan.


Namun Gidion bilang jika dia akan mengajar hanya beberapa tahun lagi.


Gidion Ingin mengajar hingga Mikaila lulus S2, padahal sejak hari itu Mikaila memutuskan untuk berhenti kuliah, dia akan memegang perusahaan secara otodidak, meskipun formalitas itu perlu tapi Mikaila akan melanjutkan pendidikan nya sambil bekerja secara online dan dikampus yang berbeda pula.


Dia sudah sangat lelah berhubungan dengan masalalu, Mikaila ingin melupakan semua itu, dan jalan yang harus dia ambil saat ini adalah pergi menjauh darinya.


Sampai saat Mikaila datang ke kampus untuk mengurus surat pindah, namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh Gidion, pria itu benar-benar marah saat Mikaila mengatakan jika dirinya akan pindah kuliah.


"Mika,,, kamu tau bagaimana caranya bersikap profesional bukan? dan jangan mengaitkan semua dengan masalalu kita."ujar Gidion tegas.


"Lagi-lagi anda membahas masalalu kita disini, sebenarnya yang tidak bisa bersikap profesional itu saya atau Anda,,, Mr."ujar Mikaila.


"Jangan keterlaluan Mikaila, saya sudah memiliki istri, justru kamu yang hingga saat ini belum memiliki pasangan."ujar Gidion.


"Sendiri bukan berarti tidak memiliki siapapun, tapi sedang mencari waktu yang tepat untuk mengumumkan itu semua, agar tidak tumbuh fitnah."ujar Mikaila hendak pergi namun tangan itu ditahan oleh Gidion.


"Aku melepaskan mu jika kamu bahagia bersama dengan Arman, bukan untuk pria lain, maka dari itu jangan coba-coba untuk hidup bersama dengan orang lain.


"Heumm,,,, ini hidupku, dan kau sudah membuang ku seperti sampah menjijikkan, jadi jangan pernah ungkit hal itu lagi! karena Mikaila yang dulu,, telah mati tepat saat kau membuangnya."ujar Mikaila yang tengah berusaha untuk melepaskan cengkraman tangan Gidion yang semakin kuat Gidion langsung memencet tombol remote untuk mengunci pintu ruangannya itu.


"Dion,,, jangan macam-macam, aku sudah ditunggu seseorang, buka pintunya!"teriak Mikaila.


"Aku tidak peduli Honey,,, kamu hanya milikku sampai kapanpun Mikaila."

__ADS_1


__ADS_2