Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#I love you#


__ADS_3

"Zaid,,,,!." teriak Aluna yang kini langsung berlari menghampiri Zaid yang tergeletak bersimbah darah.


Pria itu masih terus berusaha untuk bertahan meskipun para anak buahnya begitu khawatir saat ini.


"Zaid jangan mati, kalau Zaid mati Luna dengan siapa? Luna tidak bisa hidup tanpa Zaid Luna cinta Zaid Luna mohon bangun."ucap gadis.


"Zaid aku mohon bangun!!." teriak Luna.


Zaid pun membuka mata, pria itu langsung tersenyum sambil menahan sakit di bagian dada yang kini terkena tembakan dari anak buahnya yang menyamar sebagai anak buah Ayah Luna.


Sebenarnya Zaid sudah tahu tentang gelang itu dan ayahnya Luna memberitahukan itu adalah gelang yang berpungsi untuk melacak Aluna, dan akan memberikan sinyal tanda bahaya, atau saat gadis itu ingin kembali kepada keluarganya.


Luna terus berteriak meminta Zaid untuk bertahan hidup karena dia sungguh sangat mencintai Zaid.


Gadis itu seakan seperti seorang paranoid yang benar-benar selalu berfikir bersebrangan dengan orang normal lainnya, dan jika ada masalah sedikit saja dia akan merasa seperti punya beban yang berat.


Zaid, langsung dilarikan ke rumah sakit oleh anak buahnya.


Sementara Aluna mengikuti rombongan itu di belakang bersama asisten pribadinya yang seorang wanita.


Sesampainya di rumah sakit Zahid langsung dilarikan ke ruang operasi karena seluruh itu benar-benar menembus dadanya.


Dan, rompi anti peluru itu ternyata tidak digunakan oleh pria itu sebenarnya itu adalah rencana jahit untuk menguji seberapa kuat rasa cinta yang Aluna memiliki.


Sampai beberapa jam kemudian Zaid langsung dibawa keluar dari ruang operasi dan menuju ruang perawatan beruntung peluru itu hanya singgah di dada, tapi tidak sampai merobek organ dalam karena tertahan di sela tulang rusuk Zaid mungkin karena tubuhnya yang kekar hingga bisa menahan peluru itu.


Sementara Aluna sampai saat ini masih menangis meskipun tanpa suara, gadis itu tetap berderai air mata Karena rasa takut dan juga tidak ingin kehilangan Zaid yang selama ini selalu menjaganya.


Bahkan Zaid adalah pria yang sudah membuat dia jatuh cinta, sampai saat ini rasanya sulit untuk bisa melupakan pria itu.


Namun Aluna takut akan ketidak berdayaannya dalam melakukan semua hal yang biasa wanita normal lain lakukan bukan dirinya tidak normal, hanya saja Aluna tidak pernah melakukan semua itu.


Aluna tidak pernah belajar untuk mengurus pasangan hidupnya karena memang dia baru mengenal cinta saat ini, tapi dia kalau sudah ketakutan lebih dulu. takut tidak bisa membuat pasangan hidupnya bahagia meskipun dengan melakukan hal kecil.


Aluna bahkan tidak mengerti apa saja yang harus ia perbuat setelah menikah nanti.


Sebenarnya itu hanya masalah sepele tapi Gadis itu selalu memikirkan semuanya lebih keras lagi tanpa peduli dengan sekitarnya.


Aluna masih terisak saat asisten pribadi Zaid datang meminta dia untuk menemui pria itu yang kini sudah sadar dari pengaruh obat bius.


Zaid langsung memanggil Aluna untuk menemuinya.


"Sayang kamu men yuangis, bukanya tidak perduli lagi dengan ku."lirih Zaid.


"Bukan tidak peduli Zaid tapi Aluna takut Zaid tidak bahagia karena Aluna tidak bisa melakukan apapun untuk Zaid nantinya bahkan Aluna tidak bisa menggoreng ikan."ucap gadis itu semakin menangis sesenggukan.


"Peluk aku cinta."ucap Zaid lirih.


"Tapi Zaid sedang sakit gara-gara Luna."ucap gadis itu.


"Bukan gara-gara Luna Zaid hanya kecelakaan sudahlah jangan terlalu dipikirkan Zaid baik-baik saja, Aluna tinggal menurut saja dengan apa yang Zaid katakan maka Zaid akan lebih bahagia meskipun Aluna tidak melakukan hal yang seperti orang lain lakukan yang terpenting Aluna tetap baik-baik saja bersama Zaid."ucap pria itu.


"Heumm,,, baik'lah Aluna tidak bandel lagi."ucap gadis itu.


"Itu jauh lebih baik sayang ku."ucap Zaid.


Sampai Luna berbaring di samping Zain karena saat ini sudah pukul 10.00 malam Zaid pun berbaring menyamping memeluk gadis yang ia cintai.


Keesokan harinya setelah dokter memeriksa Zaid pria itu meminta untuk kembali ke rumah secepatnya, karena dia tidak ingin Aluna tidak nyaman saat berada di dalam ruang perawatan tersebut.


Meskipun dokter meminta dia untuk beristirahat satu kali 24 jam namun pria itu tetap kekeuh ingin segera pulang.

__ADS_1


Sementara Aluna tetap meminta Zaid dirawat di rumah sakit karena dia takut pria itu kenapa-kenapa, meskipun sebenarnya dirinya tidak nyaman berada di rumah sakit tersebut.


Namun pria itu tetap kekeuh untuk pulang bersama dengan Aruna, ia bahkan bilang bahwa Aluna bisa mengobati dirinya meskipun tanpa obat-obatan rumah sakit.


Padahal itu sungguh tidak mungkin, namun Zaid meyakinkan Aluna bahwa dia akan baik-baik saja jika dirinya berada di dekat Aluna.


Mereka pun kembali bersama dengan para anak buah yang dari kemarin menjaga ruangan itu agar tetap aman dari hal yang tidak diinginkan.


Sesampainya di rumah Zaid, dia langsung meminta Aluna untuk menemaninya di kamar.


Zaid bermaksud ingin untuk mengajak Aluna untuk istirahat karena dia tahu jika sadari kemarin Aluna tidak istirahat dengan benar.


Maka dari itu dia buru-buru meminta kembali dan akan dirawat di rumah saja.


Mereka berdua pun akhirnya terlelap dalam tidurnya, dengan posisi saling memeluk.


Zaid bahkan yang paling merasakan kenyamanan saat ini, rasa sakitnya itu serasa menghilang begitu saja.


Aluna sendiri saat ini tidak bergerak sedikitpun karena dia tidak ingin menyenggol luka yang Zaid miliki saat ini.


Sementara itu di kediaman Vino dia sedang berdua dengan sang istri di rooftops.


Keduanya tengah menikmati mentari pagi yang bersinar menghangatkan bumi, Julia ini tengah bersandar tidak ada bidang suaminya yang sesekali mencium pipi istrinya itu.


Keduanya seolah sedang menikmati kehidupan yang baru saja mereka jalani, padahal mereka menikah sudah hampir 4 tahun lebih keduanya sudah memiliki anak yaitu Vero.


Sementara saat ini kedua anak Julia dari Gideon tengah berada di Indonesia, karena Gideon memohon untuk bisa tinggal bersama dengan putranya sebelum dia kembali ke Inggris.


Karena tuntutan pekerjaan akhirnya Gideon pun memutuskan untuk kembali ke Inggris, setelah kedua orang tuanya wafat dalam kecelakaan.


Tidak lama setelah Gideon bertemu dengan kedua putranya itu, sehingga yang perusahaan yang begitu besar itu kembali harus ia tangani, karena hanya dia pewariskan kerajaan bisnis satu-satunya yang dimiliki oleh keluarganya.


Keluarga yang selalu menentang Gideon untuk tidak lagi bersama dengan Julia.


Karena profesinya sebagai dokter di Indonesia tidak ingin ia lepaskan begitu saja, jadi Inara butuh waktu untuk bisa beradaptasi dengan keadaan ini.


Gideon pun memutuskan untuk membawa putranya sementara waktu ke Indonesia agar dia bisa menghabiskan waktunya bersama dengan keduanya sebelum dia kembali ke Inggris.


Sebenarnya dia ingin sekali merawat kedua putranya secara langsung tanpa ada yang menghalangi, tapi sayang kini mereka akan semakin berjauhan karena Vino tidak mengizinkan dia untuk membawa kedua putranya ke Inggris.


Jangankan untuk pergi ke Inggris, ke Indonesia saja Vino bahkan mati-matian menolak. namun Kenzie meyakinkan pria itu bahwa putranya aman dalam pengawasan dirinya.


Sementara saat ini kedua putranya tidak ingin tinggal di rumah Inara atau rumah Gideon yang ditempati oleh Inara, karena yang mereka tahu ibu tiri itu jahat. seperti yang pernah dikatakan oleh sahabatnya di sekolah.


Mereka selalu mengobrol tentang ibu tiri dari temannya itu, dan saat ini saat mereka mengerti Inara adalah ibu tirinya dia langsung protes pada sang Daddy agar tidak menempatkan mereka di rumahnya itu.


Terpaksa Gideon membawa kedua putranya itu ke hotel.


Mereka bertiga menghabiskan waktu bersama mulai dari saat tidur, dan bangun tidur sampai sarapan pagi dan bermain di wahana permainan yang ada di hotel tersebut dan juga saat mereka berenang bertiga ketiganya seakan memiliki kebahagiaan itu sendiri.


Terutama Gideon yang memang sangat bahagia memiliki kedua putranya itu sampai dia yakin bahwa seluruh hartanya akan jatuh kepada mereka berdua, karena Ghea, sudah memiliki warisan yang diturunkan langsung oleh kedua orang tuanya.


Tidak termasuk perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Gideon.


Gidion akan memberikan perasaan itu pada kedua putranya meskipun saat ini keduanya tercatat sebagai anak di luar nikah, tapi Gidion akan berusaha untuk memperbaiki semuanya.


pria itu akan memasukkan kedua putranya ke dalam keluarga kartu keluarga resmi miliknya dengan Julia dulu.


Pria itu akan berbuat apa saja asalkan kedua putranya itu bisa diakui oleh seluruh keluarganya.


Agar perusahaan itu tidak jatuh ke tangan orang yang salah.

__ADS_1


Gideon akan membuat surat wasiat lebih awal sebelum dia meninggal nanti, karena dengan begitu keduanya akan aman dari orang-orang yang berniat jahat terhadap kedua putranya itu.


Sementara Inara sendiri dia tidak terlalu memikirkan akan hal itu, baginya kehidupannya saat ini sudah jauh lebih baik.


Bahkan Gideon selalu memenuhi kebutuhannya dan menyediakan berbagai fasilitas lengkap untuk ia nikmati.


Inara sangat bersyukur karena dengan begitu hidupnya tidak akan lagi seperti dulu, saat ia harus bergelimang dosa dan air mata.


Kini kehidupannya jauh lebih baik dari sebelumnya, jika dulu ia harus menjadi simpanan orang lain untuk meraih kesuksesan. maka saat ini dia mendapatkan kesuksesan, dan juga suami yang sangat baik dan pengertian.


Meskipun terkadang dia merasa sakit, karena ternyata sampai saat ini Gideon tidak pernah bisa melupakan Julia.


Julia yang selalu dipanggil namanya di setiap mimpi-mimpinya, mungkinkah selamanya Gideon akan tetap mencintai Julia ataukah berbalik mencintainya.


Yang jelas Inara tidak ingin memusingkan itu, dia bersyukur Gideon tidak mengungkit masa lalunya yang sangat kelam itu, padahal Gidion tahu tentang semuanya.


Karena bukan hal sulit bagi seorang Gidion untuk mengetahui semu tentang masa lalunya itu.


Tapi dia masih bisa menerima Inara ataukah Gideon melakukan itu untuk menutupi perasaannya terhadap Julia, agar Inara tetap bergantung padanya, dan Gidion yang tetap dengan cintanya terhadap Julia.


Yang jelas saat ini Inara hanya ingin melanjutkan karirnya hingga dia sudah tak lagi muda nanti, semua itu untuk masa depan putrinya.


Meskipun Putrinya sudah memiliki segalanya, yaitu harta warisan dari kedua mertuanya yang diberikan saat dia berulang tahun.


Hari demi hari Gidion lewati bersama kedua putranya itu, hingga dua minggu kemudian tibalah saat dia untuk pergi namun sebelum itu Gideon membawa putranya kembali ke tempat Julia berada.


Kedua putranya merasa sedih, dan tidak ingin berpisah dengan sang Daddy. tapi Gideon dan Julia meyakinkan bahwa itu hanya bersifat sementara.


Suatu hari nanti mereka akan kembali bersama dan kedua putra mereka pun menganggukkan kepalanya, hingga Gideon pamit dan memberikan pelukan pada Julia.


Meskipun Julia sempat ingin menolaknya namun Gideon meyakinkan bahwa itu adalah untuk yang terakhir kali sebelum dia kembali lagi ke hadapan Julia.


Wanita itu merasa canggung namun demi kedua putranya yang meminta dia untuk memberikan salam perpisahan terhadap daddy-nya itu akhirnya Julia pun melakukannya.


Sementara itu Vino hanya bisa memandang dari jauh sambil mengepalkan tangannya,


Setelah ini dia berencana untuk meminta Julia mandi dan berganti pakaian agar tidak ada lagi bau yang ditinggalkan dari bekas parfum yang menempel di tubuh istrinya itu.


Vino begitu posesif padahal selama ini Julia sangat mencintainya, namun dia sungguh tidak bisa melihat itu.


Vino langsung mendekat saat Gideon pergi dia pun berbisik pada Julia untuk segera mandi dan berganti pakaian.


Sementara kedua anaknya pun diperintahkannya dengan cara yang sama seperti terhadap istrinya, karena tidak ingin jejak Gideon ada diantara mereka.


Julia hanya bisa pasrah dan menurut dengan keinginan suaminya itu, bersyukur Vino hanya disuruh mandi dan berganti pakaian.


Bagaimana? jika dia disuruh berendam selama sehari semalam di dalam baththub-e untuk membuang bau dari parfum yang sangat kuat yang ditinggalkan oleh Gideon di tubuhnya.


Parfum yang meninggalkan kenangan masa lalunya bersama dengan pria itu dulu selama bersama dengan Gideon, parfum itu kan tetap melekat di badan Julia karena Julia seringkali dipeluk dan dimanja oleh Gideon lewat sentuhan pria itu.


Tapi sekarang semuanya hanya seperti angin lalu bahkan Julia tidak mau menghirup bau parfum itu bukan dia sudah melupakan Gidion, tapi baginya saat ini hidupku hanya akan fokus terhadap suami dan juga anak-anaknya.


Dia tidak ingin lagi mengingat semua kenangan tentang dirinya dan Gideon, karena kini ada Vino yang telah menggantikan pria itu meskipun kenangan tentang dirinya dan Gideon tidak akan pernah hilang dari memorinya karena bukti nyata itu akan tetap ada bukti cinta mereka selama ini yaitu kedua putranya Junno dan Junior.


Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian kini Julia mendekat ke arah Vino yang tengah duduk memangku laptopnya dia sengaja mengambil laptop itu karena tidak ingin suaminya mengacuhkan dirinya.


Sementara Vino hanya bisa pasrah dan menghela nafas meskipun dia saat ini tengah bersibuk dengan pekerjaannya yang sedang ia selesaikan.


Tapi karena istri tercintanya itu ingin dimanja akhirnya Vino pun mengalah.


Julia kini tengah duduk di atas pangkuan suaminya, dia bahkan untuk memberikan rasa tenang di dalam hatinya yang tengah berkecambuk.

__ADS_1


Jujur dia tidak ingin Vino merasa cemburu atau sakit hati karena pertemuannya tadi dengan Gideon


" I love you."


__ADS_2