
Setelah malam hari, akhirnya mereka pun tertidur pulas, terutama Sanum setelah lelah bekerja lembur di cafe tersebut dia tidur bersama dengan Kenzie, meskipun tidak terjadi apa-apa, karena rencananya pagi itu mereka akan kembali kota tempat dimana mereka tinggal.
Hingga pagi tiba, Sanum pun bangun dari tidur nya, Kenzie terus menatap wajah cantik yang masih tertidur pulas, hingga dia mengelus bibir Sanum yang terlihat sangat seksi itu, perlahan tapi pasti, sedetik kemudian.
"Ahhhhhh!"teriak Kenzie.
Sanum tertawa terbahak-bahak, wanita itu begitu puas karena telah mengerjai Kenzie, wanita itu sebenarnya sudah bangun sedari Subuh, dia bahkan sudah mandi, dan menunaikan ibadah sholat subuh.
"Sakit sayang"ujar Kenzie manja.
"Siapa? suruh jahil"ucap Sanum.
"Aku tidak sengaja, tadi aku sedang tidur sumpah"ucap Kenzie.
"Ngarang aja, aku lihat kamu sudah bangun kok"ujar Sanum.
Sanum pun bangun, dan meninggalkan Kenzie yang sedang merajuk dia begitu manja pada Sanum.
"Ken, mandi dulu bukan kah kamu harus pulang"ucap Sanum.
Pria itu langsung melotot tajam, karena Sanum, berkata seolah hanya dirinya saja yang akan pulang.
"Coba ulangi sekali lagi sayang, tadi kamu bilang apa?" ujar Kenzie.
"Aku bilang bukan nya kamu akan pulang hari ini, tidak salah kan aku bicara"ucap Sanum.
Kenzie menggeleng kan kepala nya dia tidak habis pikir kenapa? Sanum sampai berucap seperti itu.
Kenzie, pun langsung berdiam diri tatapan mata nya berubah menjadi begitu dingin, dia bahkan tidak melihat Sanum yang tengah bersiap untuk pergi.
Hingga saat Sanum, sudah siap untuk pergi dengan tas selempang miliknya.
"Ken, aku pergi dulu, kamu hati-hati di jalan ya, salam buat semua nya"ucap Sanum.
Tapi tiba-tiba tangan Kenzie menepis tangan Sanum yang hendak bersalaman dengan nya dengan kasar.
"Jika ingin pergi pergilah, sejauh mungkin, aku tau aku tidak se berharga pria yang semalam memberikan mu uang"ucap pria itu yang langsung berjalan menuju balkon.
"Ken aku salah apa? kenapa?... kamu seperti ini"ucap Sanum.
__ADS_1
Tapi pria itu tidak sedikit pun menjawab.
"Tuan Kenzie, jika kamu tidak ingin lagi bicara dengan ku"ucap Sanum yang melangkah pergi.
Wanita itu semalam mendapatkan telpon dari pihak kepolisian bahwa sang ibu ditemukan tak bernyawa di dalam diskotik, Sanum benar-benar gelisah, jika dia pergi langsung disaat itu juga mungkin dia akan dikira kabur dari kedua orang yang sudah susah payah datang mencari nya, dan dia tidak punya, alasan yang tepat jika harus pergi dengan menyebutkan bahwa ibunya yang seorang germo meninggal dunia di sebuah diskotik, Kenzie dan Mariana tidak akan mungkin mau mengizinkan dia untuk pergi.
Maka dari itu Sanum, lebih baik menciptakan sebuah masalah agar Kenzie marah dan membenci dirinya, agar dia bisa pergi untuk mengurus jenazah sang ibu biar bagaimanapun dia adalah ibunya, ibu yang telah melahirkan dirinya.
Tapi bagi keluarga Kenzie, ibunya adalah aib, apalagi saat ini dia meninggal karena dibunuh oleh, salah satu pengunjung tempat tersebut, sedari semalam Sanum berharap semua itu, adalah mimpi buruk, tapi tadi sudah, setelah Sanum, bangun dan sholat subuh sambil mendoakan ibu nya, semoga mendapatkan pengampunan dosa dari yang maha kuasa.
Sanum, bukan tidak menangis, tapi dia tidak ingin, tangis nya diketahui oleh Kenzie,atau siapapun, jika Kenzie bisa melihat perubahan raut wajah Sanum, saat sebelum tidur dan setelah bangun mata Sanum begitu sembab tapi pria itu mengira semua karena efek kurang tidur.
Sanum, pun bergegas pergi tidak peduli dengan kemarahan Kenzie saat ini dia hanya ingin melihat jenazah sang ibu, sebelum benar-benar dikebumikan karena, jasadnya masih berada di ruang jenazah.
Sanum, pun pergi dengan taksi, wanita itu ingin sekali menjerit meraung-raung tapi dia sadar jika semua itu tidak ada gunanya, tidak ada tempat untuk nya bersandar di saat seperti ini.
Sampai di kota tempat tinggal sang ibu, Sanum langsung menuju rumah sakit yang pihak polisi sebut kan, gadis itu begitu lemas saat melihat sebuah kenyataan, saat melihat jasad sang ibu terbujur kaku dengan luka tikam di bagian leher.
"Ibu!!!" jerit Sanum, hatinya begitu terasa teramat sangat sakit , melihat bagian dari kehidupan nya, kini meninggal tragis, dia adalah satu-satunya wanita yang sangat berharga dalam hidup nya, meskipun dia benci dengan sifat keras kepala ibunya sendiri yang bahkan ingin menjerumuskan nya kedalam lembah dosa yang tak berkesudahan, tapi jauh dari lubuk hati Sanum yang terdalam wanita itu begitu mengasihi sang ibu, dia menghormati dan menghargai gadis ibunya.
Sanum, bahkan memeluk jasad itu meskipun pihak polisi dan pegawai rumah sakit mati-matian menahan diri nya agar tidak menyentuh jasad ibunya, tapi wanita itu tidak ada satupun yang kuat menahan nya, teriakan jeritan tangis meronta-ronta meminta sang ibu kembali, tapi jasad itu tetap tak bergerak sedikit pun, Sanum pun jatuh ke lantai dia tidak sadarkan diri.
Sampai lah saat jasad itu akan dimakan Sanum, sangat beruntung, begitu banyak ternyata orang-orang yang peduli dengan ibunya, termasuk para tetangga nya, yang selama ini ibunya sering bantu, mereka begitu banyak yang mengiringi proses pemakaman sang ibu dengan do'a yang mereka lantunkan, seakan lautan manusia itu memenuhi pemakaman wanita yang katanya adalah sampah masyarakat tersebut.
Ibu Sanum, ternyata adalah Dewi penolong bagi warga sekitar nya, dan juga orang-orang yang ia temui di jalanan atau pun di mana saja, wanita itu akan bermurah hati, untuk memberikan bantuan lewat materi yang ia dapatkan dari jalan yang salah itu, dia selalu berbagi dengan sesama bahkan bukan satu dua orang yang ia tolong, sampai pengemis dijalan yang sering ia lewati, semua mengenal siapa? dia yang selalu berbagi rejeki yang ia miliki, urusan dosa biarlah dia yang menanggung, itulah prinsip hidup ibu Sanum.
Sanum melangkah masuk kedalam kediaman sang ibunda, yang disebut Mension, tempat ibunya berisitirahat semasa hidupnya, Sanum begitu terpuruk saat ini, saat mendengar para pelayan Mension bilang bahwa ibunya selalu mengagungkan nama nya, sebagai satu-satunya putri yang sangat ia cintai, putri yang sangat ia cintai dan sayangi.
...............................
"Nona muda, Nyona bilang putri nya, kini tengah berada di luar negeri, dia bilang suatu saat nanti dia akan kembali untuk memeluknya, nyonya bahkan sering menangis sesenggukan setelah dia sholat, dan berdoa, dia juga selalu mencantumkan nama anda dibalik doa-doa nya, saat itu nyonya bilang bahwa anda, sedang sangat marah karena beliau berpisah dengan ayah anda"ucapan seorang pelayan.
"Nona dibawah ada, pengacara nyonya besar"ucap pelayan lain.
Sanum pun turun, wanita itu tidak menunda kedatangan pengacara, ibunya itu.
"Selamat sore Nona, Sanum, saya pengacara dari almarhum ibu anda, saya ingin menyampaikan surat wasiat dari ibunda anda, saya ditunjuk sebagai pengacara pribadi ibu anda, sejak beliau membuka beberapa bisnis yang kini akan diwariskan kepada anda sebagai ahli waris dari Nyonya Adriana"Ujar sang pengacara itu.
"Pertamatama saya akan membacakan surat dari Nyonya Adriana.
__ADS_1
Adriana : Putri ku, Sanum kesayangan ibu, ibu minta maaf, jika selama hidup mu, ibu membuat mu malu atau merasa tidak nyaman dengan semua yang ibu lakukan, semua ini semata-mata hanya untuk masadepan mu dan cucu ibu kelak agar kalian tidak lagi dikucilkan, ibu sempat merasakan sakit yang teramat disaat putri ibu sendiri membenci ibu karena tanggapan miring yang ada di luaran sana, ibu tau semua ini sangat berat untuk mu, tapi perlu kamu tau bahwa , terlalu banyak keluarga yang bergantung pada ibu, mereka semua membutuhkan uang, namun tidak punya keterampilan apapun, dan pilihan mereka yang instan membuat ibu ikut andil di dalam nya, tapi percayalah ibu tidak pernah menguras penghasilan mereka, ibu ada beberapa bisnis yang ibu bangun dari uang halal yang ibu dapat kan, saat ibu bekerja di luar negeri, dan uang itu terus berkembang pesat, hingga ibu dapat membangun sebuah istana yang ibu peruntukan bagi putri dan cucu ibu, dan bisnis itu terdiri dari delapan puluh persen saham yang ibu tanam di beberapa perusahaan asing, ada juga bisnis restaurant dan beberapa rumah lain yang ibu bangun untuk investasi, jangka panjang hingga saat ini rumah itu masih disewakan pada pejabat daerah, percayalah uang itu adalah uang halal, sementara uang penghasilan yang kamu anggap haram setiap saat ibu bagikan untuk memberi makan para pengemis dan lainnya, ibu tidak tahan melihat mereka kesusahan, dan karena Sanum nya ibu, selalu menganggap ibu, sama seperti sebagian orang, ibu sengaja membuat mu percaya dengan mereka, agar putri ibu terlindungi saat jauh dari ibu di saat Sanum benci ibu, percayalah hati ibu bagai di iris perih, tapi dengan begitu ibu bangga pada mu, ternyata putri ibu adalah wanita terbaik yang ibu miliki, semoga kedepannya hidup mu bahagia, ibu sudah mengalihkan semua harta yang ibu miliki pada mu, tapi untuk urusan diskotik, terserah padamu kamu mau terima atau tidak, tapi ibu hanya minta tolong jangan buat mereka tersingkir, karena mereka juga punya anak keluarga yang harus mereka urus setidaknya putri ibu bisa menghibahkannya pada salah satu orang kepercayaan ibu, atau setidaknya Sanum mau tetap mengelola bisnis itu, karena tidak ada salahnya kamu berbuat baik dari jalan yang salah, karena salah atau benar hanya tuhan yang tau kita manusia terkadang buta dengan keduanya, ibu sadar ibu banyak dosa, tapi ibu melakukan itu demi mereka yang sangat membutuhkan meskipun cara ibu salah, tapi ibu tidak punya uang banyak untuk menciptakan lapangan kerja, dan jika pun ada perijinan itu cukup sulit, semoga kamu mau memaafkan ibu, semua itu, semua yang ibu berikan atas nama kamu semua harta halal, yang ibu kembangkan, tolong jangan pernah menolak nya, ibu akan lebih sedih lagi jika itu terjadi, percayalah ibu sangat mencintai mu dan ayah mu, dia adalah laki-laki terbaik yang pernah hadir dalam hidup ibu, ibu pernah bertemu dengan putri mu, dia begitu cantik seperti mu, bawa dia kembali, dan jangan takut untuk menyendiri, dan didik lah cucu ibu menjadi putri yang Solehah dan sukses,agar dosa ibu bisa berkurang, karena ibu tidak bisa sepenuhnya mendidik dan membesarkan mu, ibu, teramat sayang padamu putri ku."
^^^Adriana.^^^
Sanum pun kembali menangis, dia bahkan tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi, dia benar-benar merasa berdosa karena dirinya telah menyakiti hati ibunya, hanya karena ibunya dianggap seorang germo oleh orang lain, padahal dibalik semua itu, dia menanggung banyak keluarga yang bergantung pada bisnis ilegal nya itu.
"Apa? anda akan memperpanjang kerja sama kita, semua terserah pada pilihan ada"ucap seorang pria yang masih berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu.
"Saya pun, akan memperpanjang kerja sama kita"ucap Sanum.
Sementara itu di kediaman Kenzo, Kenzie terlihat sangat bersedih sebelum Queen memperlihatkan, berita Viral yang memperlihatkan iring-iringan jenazah korban pembunuhan yang mendapat kan simpati dan do'a, dari seluruh masyarakat sekitar dan Queen melihat, Sanum yang tengah bersimpuh di depan makam wanita itu.
"Kak, Sanum!!"teriak Queen.
"Apa? yang kamu katakan Sayang jangan sebut nama itu lagi"ucap Kenzie.
"Aku tidak sedang main-main kak Kenzie, kak, Sanum berada di depan makam wanita yang korban pembunuhan di diskotik itu"ucap Queen yang kaget karena Kenzie meraih ponsel milik Queen.
Kenzie pun melotot tajam saat melihat, Sanum, yang tengah bersimpuh dan menangis dan berita Viral tersebut ternyata adalah ibu dari Sanum.
Kenzie langsung berlari masuk kedalam lift, dengan tidak sabar nya pria itu hendak menuju ke dalam kamar nya, sesampainya di sana dia langsung mengambil jaket dan koper juga kunci mobil Ferarri milik nya.
"Mom... Kenzie pergi dulu mencari Sanum"ucap Kenzie.
"Kakak ikut"ucap Queen.
"Buruan sayang kak Sanum butuh kakak"ucap Kenzie.
"Tunggu Queen juga ambil koper dulu" teriak Queen.
"Mommy akan kesana dengan Daddy mu besok"ujar Mariana.
"Baiklah mom"ucap Kenzie tidak lama Queen pun turun membawa koper kecil miliknya, mereka memang selalu menyiapkan semua itu, untuk keadaan darurat seperti saat ini.
Mereka pun pergi meninggalkan kediaman Kenzie, Kenzie pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah kediaman ibunda Sanum.
Sesampainya di sana, mereka disambut salah seorang pelayan yang hendak menutup gerbang setelah acara tahlil usai.
Kenzie langsung bilang bahwa dirinya ingin bertemu dengan Sanum dan Kenzie dengan Queen mengikuti langkah pelayan itu.
__ADS_1
"Dimana kak, Sanum"tanya Queen.
"Nona muda, sedari kemarin hanya menangis di dalam kamar bahkan sampai saat ini dia belum sempat makan,, Nona ada tamu"