Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Deswita sakit#


__ADS_3

Sementara bahagia diraih oleh Mariana dan Kenzo, dengan kehadiran putra nya Kenzie,di tempat lain, Deswita sedang menahan tangisnya karena rasa sakit, akibat terlalu banyak pikiran.


penyakit asam lambung yang dia derita kini tengah kambuh hingga dia mengalami sesak nafas, beruntung saat itu juga Deswita dilarikan ke rumah sakit.


Mariana yang mendengar kabar tersebut hanya bisa meminta asisten rumah nya, mewakili dirinya, karena Mariana, belum bisa bepergian, jauh setelah melahirkan putra pertamanya itu.


hingga Kenzo meminta, Adri, untuk menemui Deswita, lebih tepatnya menjenguk nya di rumah sakit, dan kebetulan pria itu tengah berada di tempat yang sama sedang menemani istrinya itu untuk melakukan cek up kandungan.


setelah mengetahui istri nya hamil Adri, langsung memeriksa kan kondisi kehamilan istrinya itu, Adri begitu antusias karena dengan begitu dia akan segera kembali dengan Deswita sesuai perjanjian dengan mommy nya.


tanpa Adri, sadari bahwa kabar itu telah melukai hati Deswita, hingga asam lambung nya kumat.


Deswita masih menggunakan oksigen karena dia menderita sesak nafas yang diakibatkan asam lambung yang naik.


hingga dua jam Deswita berada di dalam ruangan VVIP, Adri sang mantan suami datang dia terlihat membawa buah tangan yang ia beli di supermarket yang berada tak jauh dari rumah sakit tersebut.


saat pintu terbuka, Deswita hanya diam lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain, wanita itu terluka dalam, meskipun tidak seharusnya itu terjadi karena Adri, sudah bukan miliknya lagi.


"Yang kamu kenapa? bisa seperti ini"tanya nya.


"Aku hanya kelelahan, tidak perlu repot-repot untuk datang kamu orang sibuk"jawab nya datar.


"Sayang aku sangat menghawatirkan mu"ucap Adri lirih karena pria itu saat ini tengah mendekat ke arah Deswita dan hendak menyentuh puncak kepala nya, tapi Deswita langsung menepis nya.


"Jangan menyentuh nya kepala ku sedang pusing "ucap Deswita.


"Yang aku hanya ingin mengelus rambut mu, agar sakit nya, sedikit berkurang"kata Adri.


"Tidak usah, nanti juga sembuh, sudah minum obat juga"ucap Deswita meyakinkan.


"Baiklah" ucap Adri, sambil duduk di kursi samping ranjang Deswita pria menggenggam tangan Deswita, hendak mengecup nya, tapi Deswita menjauhkan tangannya saat itu juga.


"Yang ada apa?? kenapa? seperti ini aku salah apa?"ucap Adri.


"Kita bukan siapa-siapa, jadi kamu tidak berhak untuk melakukan semua itu"ucap Deswita.


"persetan dengan semua itu, Des, aku sangat mencintaimu"ucap nya sambil menatap lekat wajah Deswita yang kini tengah menatap ke arah samping.


"Yang please jangan seperti ini"ucap Adri.


"Aku ngantuk , silahkan kamu pergi, kasihan juga istri dan anak kalian harus menunggu di mobil, selamat atas kebahagiaan kalian berdua"ucap nya.


"Yang aku terpaksa melakukan itu, karena mommy"ucap Adri.


"Itu semua bukan urusan ku, tuan kamu berhak untuk itu, karena kita bukan siapa-siapa lagi, aku juga tidak akan pernah melarang, karena aku tidak punya hak untuk itu"ucap Deswita sambil membalikkan badannya membelakangi Adri, yang kini berurai air mata.


Adri merasakan sakit yang teramat mendengar kata-kata yang Deswita lontarkan sumpah demi apapun, dia tidak bermaksud untuk menyakiti Deswita, dia bahkan mampu melakukan itu dalam keadaan mabuk, karena dia juga tidak pernah menginginkan wanita itu.


"Yang aku tahu aku salah tolong maafkan aku, berikan aku waktu untuk bisa memperbaiki semua nya"ucap Adri.


"Tidak tuan kamu tidak punya salah apapun, pada ku jadi aku mohon biarkan aku istirahat"ucap Deswita.


"Baiklah istirahat lah nanti malam aku kembali ke mari"ucap nya.


Deswita hanya diam dia tidak menjawab perkataan Adri, dia langsung memejamkan mata meskipun tangis nya, terus mengalir.


hingga sore hari tiba, Deswita meminta pulang paksa karena tidak ingin ada yang mengganggu nya, dan dokter pun terpaksa mengijinkan nya, setelah Deswita menandatangani perjanjian tersebut.


Deswita pun pulang bukan ke apartemen nya, tapi kerumah kedua orang tua nya, dia juga kangen dengan kedua nya, yang baru kembali dari Thailand.

__ADS_1


sesampainya di rumah tersebut tepat saat Maghrib, wanita berstatus janda rahasia itu, langsung mendapat pelukan hangat dari kedua orang tua nya.


"Sayang maafkan Bunda, belum sempat ke rumah sakit tadinya mau sekarang tapi mendadak ada tamu datang lihat di sana ada siapa? ucap Desi ibu Deswita.


Deswita langsung melirik ke arah mereka berempat, ternyata ada tetangga lama nya dulu, keluarga Mahendra, terdiri dari Tante Sari dan Om Mahendra juga Icha, dan Adriyan Mahendra.


"Salam semuanya apa? kabar maafkan saya tidak bisa lama-lama Tante, om dan kak Adriyan juga Icha, saya baru keluar dari rumah sakit" ucap Deswita yang kini digandeng oleh sang Bunda.


"Tidak masalah sayang kamu istirahat saja lagi pula Tante hanya ingin memberitahu bahwa kami kembali pindah ke rumah kami yang lama, lain kali kita bisa kumpul-kumpul lagi"ucap nya, Deswita hanya mengangguk dan dia langsung berbalik dan berjalan menuju kamar nya.


Hingga Deswita tiba di kamar nya, wanita itu langsung beristirahat dia memejamkan mata nya, setelah dokter memeriksa keadaan nya, kembali, setelah tiba di kediaman nya.


Deswita memejamkan mata nya, saat ini dengan jarum infus yang baru di tangan nya, karena tadi dia memaksa untuk pulang ke rumah.


Mariana sendiri merasa sangat sedih karena dia bahkan tidak bisa menjenguk sahabat nya itu.


hingga malam tiba, Adri yang kembali ke rumah sakit tersebut dia menelan kecewa karena Deswita tidak ada di ruangan tersebut.


Adri pun menelpon staf restaurant tapi tidak ada yang tau wanita itu ada di mana.


Adri mencari Deswita ke apartemen nya, tapi wanita itu juga tidak ada disana.


akhirnya Adri, memutuskan untuk pergi menemui Kenzo, yang selama beberapa hari ini , belum masuk kantor, karena terlalu bahagia memiliki putra yang begitu tampan dan menggemaskan yang sangat mirip dirinya dan Mariana.


sesampainya di rumah Kenzo, Adri langsung mencari keberadaan Kenzo, karena Samantha bilang bahwa putranya berada di ruang baca.


Adri naik kelantai atas, dia pun tiba di ruangan tersebut, Adri langsung masuk dan dia melihat Kenzo tengah sibuk dengan laptopnya.


"Aku tidak tau harus bagaimana lagi, Ken"ucap Adri.


"Apa lagi, bukan tadi sudah kuberitahu bahwa dia masuk rumah sakit"ucap Kenzo.


"Dulu sudah ku peringatkan tapi kau tetap ngotot untuk merahasiakan semua nya, sekarang apa? sakit kan"ucap Kenzo.


"Aku pikir tidak akan seperti ini, karena yang aku tau dia adalah wanita yang sangat kuat dan tegar, tapi ternyata tidak seperti yang dibayangkan"ucap Adri.


"Kamu pikir, wanita akan kuat jika, mendengar semua itu, apalagi posisi kalian masih saling mencintai, ok tidak masalah untuk wanita lain, karena mungkin tidak ada rasa cinta yang begitu besar, tapi Deswita, sudah berkali-kali memberikan mu kesempatan, dia itu wanita biasa Adri bukan robot, apa lagi dia sudah pernah kehilangan buah cinta kalian, coba bayangkan dari sisi nya"ucap Kenzo.


šŸŒ¹šŸ’–šŸ’–šŸ’–šŸŒ¹


Setelah berbicara panjang lebar membahas masalah nya dengan Deswita bersama dengan Kenzo, Adri pun pergi menuju kamar tempat dia biasa menginap bahkan disana terdapat barang-barang pribadi nya, karena rumah Kenzo sedari dulu adalah rumah tempat nya singgah, kapan pun dia mau.


Adri langsung berbaring di kamar tersebut, dia melihat bayangan dirinya dengan Deswita kala itu, dimana dia memaksa wanita cantik itu untuk berhubungan intim, karena Adri ingin kembali menanam benih di rahim mantan istri nya itu,agar semua bisa kembali seperti semula, tapi setelah insiden itu, Deswita bahkan berkali-kali pergi menghindari nya.


sementara saat ini Mariana, tengah terlelap setelah seharian penuh menjaga putra nya itu, dia tidak ingin anaknya full di urusi oleh babby sister.


"Sayang terimakasih berkat dirimu aku bahagia"ucap Kenzo yang langsung mendarat kan ciuman di kening istrinya yang kini tertidur pulas.


Kenzo pun masuk kedalam selimut pria itu pun tidur di ranjang yang sama dengan istri nya, meskipun saat ini dirinya tidak bisa berbuat macam-macam pada istrinya, dan wanita itu pun membiarkan itu, karena baginya suaminya jauh lebih mengerti.


hingga pagi menjelang, Samantha sudah bangun lebih awal, sebagai ibu dari Kenzo dan nenek dari Kenzie, dia tidak ingin keduluan sama menantunya untuk menggendong Kenzie, bayi tampan itu membuat persaingan ketat di antara Mariana dan Samantha ibu mertua nya itu.


tapi Mariana,sering mengalah karena biar bagaimanapun Samantha adalah nenek dari putra nya, dan Kenzie adalah cucu satu-satunya untuk nya saat ini.


Mariana, sengaja turun terlambat karena ingin memberikan waktu untuk ibu mertua nya untuk memanjakan cucunya itu, Mariana justru malah mendatangi Lion, di belakang.


"Pagi adikku sayang, kamu sedang apa?"ucap Mariana, dan Lion, langsung menghambur memeluk Mariana.


"Kamu kangen Mari"ujarnya sambil mengelus puncak kepala Lion.

__ADS_1


kucing besar itu mengaum , tanda mengiyakan nya.


"Maaf Mari baru bisa beraktifitas"ucap mari yang mengecup Lion, dia duduk di bangku taman belakang bersama Lion, yang posisi kepala nya berada di pangkuan Mariana, tidak ada sedikitpun rasa takut dalam diri wanita itu, hingga saat ini, begitu juga dengan Lion, yang sudah sangat mengerti dengan kasih sayang Mariana.


"Kalian disini rupanya"ucap Kenzo sambil duduk di samping Mariana, lalu mengelus puncak kepala Lion, yang juga sudah mulai terbiasa dengan Kenzo.


"Sayang seperti nya, Lion sedikit gelisah"ucap Kenzo sambil mengecup puncak kepala Mariana yang kini dia rangkul.


"Dia hanya merindukan ku,itu saja"jawab Mariana yang kembali memeluk kepala Lion.


"Apa kamu lapar Lion"ucap mari.


"Bawakan sarapan pagi untuk tuan muda Lion"ucap Kenzo yang selalu membiasakan mereka untuk menghormati Lion, seperti manusia pada umumnya.


"Baik tuan"ucap nya.


"Mas, seperti nya Lion tambah berat badannya"ucap Mariana.


"Jelas saja makan nya, habis lima kilo ayam panggang dan daging sapi panggang"ucap Kenzo.


"Itu untuk satu hari kan"ujar Kenzo.


"Tidak sayang mereka bilang untuk satu kali makan"jawab Kenzo.


"Owh ya ampun siapa yang memberi kalian izin untuk menambah porsi makan adikku!"teriak Mariana saat itu juga" Kenzo langsung memeluk istrinya agar tidak emosi dia takut istrinya mengalami babby blush meskipun tidak ada hubungan nya, dengan hewan peliharaan.


"Tenang sayang mungkin mereka ketakutan saat melihat Lion gelisah saat kamu melahirkan jadi mereka memilih memberikan Lion makan"ucap Kenzo.


"Itu sama saja ingin membunuhnya, pantas saja adikku terlihat gelisah akhir-akhir ini karena porsi makan nya, telah kalian rusak.


"Owh sayang pasti perut kamu sakit ya, sabar ya Mari, akan bawa dokter Lion, kemari"ucap Mariana.


Lion dulu sudah menjalankan operasi penyempitan usus, jadi porsi makan dia tidak boleh makan terlalu banyak.


"Mas buruan hubungi dokter pribadi Lion aku takut dia kenapa-napa"ucap Mariana yang kini tengah menangisi Lion.


"Iya sayang tenang ya semua nya akan baik-baik saja"ucap Kenzo sambil memeluk erat Mariana.


"Tunggu apalagi bawakan handphone saya kemari"ucap Kenzo.


"Kenzo terus menenangkan istrinya, saat ini, Mariana semakin histeris saat melihat Lion, kesakitan dan berguling-guling.


"Lion! hiks hiks Lion, bangun Lion, jangan begini kamu harus baik-baik saja Lion hiks hiks hiks Lion"


"Sayang-sayang tenang yah jangan panik oke dia akan baik-baik saja"ucap Kenzo yang langsung mengelus perut Lion.


jerit tangis Mariana terdengar oleh seluruh penghuni Mension, mereka langsung bergegas menuju ke taman belakang .


"Cepat hubungi dokter!"teriak Kenzo yang langsung membuat Adri berlari meraih ponsel Kenzo yang di bawa oleh pelayan, Adri menghubungi dokter yang biasa mengurus Lion, saat itu juga tapi takdir berkata lain Lion langsung meninggal saat itu juga.


"Tidak!! Lion bangun sayang bangun, Lion hiks hiks hiks Lion Mari tidak punya siapa-siapa lagi, jangan tinggalkan Mari Lion!" Mariana langsung tak sadarkan diri terlihat Air mata kesedihan di mata Kenzo saat itu, sambil memeluk sang istri membawa dia masuk ke dalam Mension, dan membawa nya kedalam kamar.


Mariana terus berteriak lalu pingsan lagi begitu seterusnya hingga Kenzo murka, karena Lion meninggal bukan karena banyak makan tapi ada orang yang menyelinap masuk memakai baju pelayan memberikan sesuatu kepada Lion.


Kenzo tidak tau lagi harus bagaimana caranya membuat istrinya untuk tetap tegar, karena bagi Mariana, Lion, adalah keluarga satu-satunya keluarga yang tersisa.


hingga Mariana bangun Kenzo belum melakukan proses penguburan Lion.


dan disaat Mariana sadar Kenzo Samantha Adri, dan juga Deswita yang baru datang dan langsung memeluk Mariana dan juga Lion yang terbujur kaku, Deswita menangis sesenggukan, pasalnya dia juga sangat menyayangi kucing besar itu sedari dulu setiap kali Lion ulang tahun, Deswita selalu datang dan bermain kadang memberikan hadiah yang biasa Lion mainkan selama satu hari penuh setiap tahun nya, karena hari-hari Deswita begitu sibuk paling dia menemui Lion, satu bulan tiga kali dari setiap weekend nya.

__ADS_1


Tapi ada yang menjadi satu perhatian Adri,itu adalah pria yang datang bersama Deswita, yang terus berada di samping mantan istri nya itu.


__ADS_2