
"Sayang jadi begini cara mu untuk menjadikan diri dari ku"ucap Kenzie yang kini terbelalak melihat wajah Sanum, dengan kelopak mata yang bengkak.
"Maafkan aku, tapi ibu, hiks hiks hiks ibu sudah tiada aku adalah anak durhaka, karena sudah berburuk sangka terhadap ibuku sendiri yang telah melindungi ku, selama ini"ucap Sanum.
"Ya, sayang sekarang tolong berhenti menangis ibu tidak akan suka melihat mu, bersedih bukan kah orang yang meninggal tidak boleh ditangisi karena itu berarti yang mengiringi jenazah adalah hujan dan petir"ucap Kenzie yang masih percaya akan ajaran Yudha semasa mereka kecil dulu.
Seketika Sanum pun berhenti menangis dia langsung meminta pelayan rumah tersebut untuk membawa es batu untuk mengompres mata nya yang sudah sangat bengkak.
"Kak Sanum, yang sabar ya, Queen tau rasanya memang sangat menyakitkan tapi kita sudah ditakdirkan untuk menjalani semua ini"ujar Queen yang memeluk Sanum.
"Terimakasih Nona"ujar Sanum.
Tidak lama pelayan pun datang membawa es batu dengan handuk kecil, Sanum membantu Sanum untuk mengompres mata nya hingga sampai perlahan sedikit berkurang, Sanum pun tertidur, Kenzie langsung mendaratkan kecupan di kening wanita cantik itu.
"Kak,, kak Sanum tidak boleh dibiarkan sendiri, dia butuh teman"ucap Queen.
"Itu juga alasan kakak membawa koper dan barang-barang kakak kemari.
Dulu, Sanum pernah tinggal di Mension tersebut dengan sang ibu, sejak wanita itu kembali dari luar negeri tepat saat Sanum kelas tiga SMP, setelah itu dia masuk SMA, dengan segala pasilitas mewah, dia bersekolah di internasional school, bersama Kenzie Yudha dan Dinda juga Devan tapi saat kelas dua SMA, wanita itu tiba-tiba keluar, setelah gosip merebak bahwa sang ibu adalah seorang germo, wanita itu bahkan tidak pernah membela diri, Sanum adalah seorang pendiam hingga saat dia memutuskan untuk pindah sekolah ke SMA negeri.
Kenzie yang selama ini menyimpan rasa pada gadis cantik yang satu itu, sampai frustasi karena Sanum tidak kunjung ditemukan, hingga Kenzo mengirimkan dia sekolah ke Swedia, selama beberapa tahun hingga lulus S2, karena Kenzie juga menyelesaikan kuliahnya di usia dua puluh tahun, dan sepulang nya dari negara tersebut Kenzie meneruskan kuliah S3 nya di negaranya sendiri.
Sementara itu Sanum, kuliah dan menikah diwaktu yang bersamaan.
Akhirnya Kenzie kembali bertemu dengan Sanum, saat wanita itu sudah menjadi seorang janda beranak satu, sedari pertemuan itu cinta dalam hati Kenzie semakin tubuh , hingga dia berniat untuk melakukan pendekatan, secara diam-diam, tapi Sanum, mencium keanehan dari kedekatan mereka sebagai asisten dan bos, ada yang lain dibalik itu, hingga Kenzie pun terpaksa mengungkapkan perasaan nya terhadap Sanum secara gamblang, saat itu karena takut kehilangan Sanum, untuk kesekian kalinya.
Sanum pun mulai merasakan rasa cinta nya tubuh berkembang pada laki-laki yang ingin dia jauhi karena perbedaan kasta, dan gosip di luaran bahwa ibu Sanum adalah seorang germo.
Sanum, masih menjaga jarak karena kata-kata Kenzo yang masih membekas bahwa, dia tidak Sudi putra nya itu berteman dengan seorang anak germo.
Sanum, masih merasa tidak pantas meskipun kini hidupnya sudah jauh berada di level atas, jika saja dia menyatukan harta peninggalan ayah dan ibunya saat ini, tapi Sanum bukan orang yang tamak akan kekayaan dia memang akan berinvestasi dengan uang yang ia dapatkan dari sang ayah yang ditabung lewat barang antik nya.
Queen dan Kenzie sempat menjelajah Mension yang tidak kalah mewah dengan milik kedua orang tua mereka terutama, di bagian garasi, mobil Ferrari yang selalu Sanum gunakan dulu kini masih terlihat sangat terawat, ibunya benar-benar mencintai Sanum dengan caranya.
Sementara mobil milik sang ibu, semua masih terlihat keluaran terbaru dan masih sangat mengkilat, Sanum masih bingung harus apa? dengan harta yang segitu banyaknya.
Setelah selesai berkeliling, Sanum pun terlihat sudah bangun dan sudah membersihkan diri dan kini berjalan menuju meja makan, perutnya terasa keroncongan.
"Sayang sudah bangun"ucap Kenzie.
"Sudah, dimana Queen"tanya Sanum.
"Dia sedang bersantai setelah kelelahan keliling istana mu ini sayang"Jawab Kenzie.
"Aku tidak tau ibu, membangun rumah ini begitu luas sementara aku atau pun dia sama-sama akan tinggal sendiri"ujar Sanum.
"Bagaimana jika kita buat banyak anak agar istana ini penuh dengan anak kita"ucap Kenzie.
"Ken, jangan bercanda kamu kira aku mesin apa? bisa cetak anak"ujar Sanum, sambil mesem perkataan Kenzie sungguh lucu baginya yang sudah pernah merasakan hamil dan punya anak.
"Nikah saja belum, sudah mau cetak anak, parah ini punya Abang"celetuk Queen dari belakang mereka.
"Abang nona, memang sudah separah itu sejak dulu, beruntung saya sudah tau"ujar Sanum.
"Sayang tau dari mana, orang setiap aku tatap kamu sering buang muka"ucap Kenzie.
"Semua itu, karena aku malu Ken"ujar Sanum.
"Heumm tau gitu aku Pepet terus"kata Kenzie.
"Dikira kendaraan kali ya Nona"ucap Sanum sambil tersenyum pada Queen.
Queen pun tertawa.
"Kalian berdua"ucap Kenzie gemas terutama pada Sanum yang sedari tadi meledek nya.
"Ken, bisa bantu aku cari orang kepercayaan untuk mengurus klub malam milik ibu, aku tau bisnis itu bisnis kotor, tapi ada banyak orang yang bergantung pada bisnis itu, aku ingin orang itu mengelola klub malam tersebut, dan tidak merubah apapun yang sudah ada, tapi aku ingin uang hasil dari tempat itu disumbangkan setiap bulan nya, meskipun sebenarnya sangat dilarang agama, tapi setidaknya mereka masih bisa hidup dari tempat itu, tapi jika aku menghibahkan semua itu secara langsung aku takut orang-orang yang sudah bekerja selama ini tersingkir dari tempat tersebut, bisakah tolong bantu aku, setidaknya untuk perjuangan ibuku selama ini tidak sia-sia"ucap Sanum.
"Tapi mereka menjual diri, sayang harusnya mereka di bimbing dengan cara lain"ucap Kenzie.
"Aku tau, tapi ibu sudah menjelaskan semua nya, mereka melakukan itu karena tidak punya keterampilan apapun, dan hanya bisa seperti itu, aku juga dilema, di satu sisi ibuku berjuang untuk menghidupi mereka, dan di sisi lainnya dosa itu terus berlanjut, aku harus bagaimana"keluh Sanum.
__ADS_1
"Kamu bisa melepaskan semua itu, aku akan berikan tempat itu untuk dikelola oleh seseorang, dan kamu harus benar-benar lepas semua itu, kita bisa dirikan lapangan kerja bagi mereka yang mau bersungguh-sungguh untuk bekerja keras, setidaknya mereka tidak terus terjerat dalam lembah dosa"ucap Kenzie.
"Bener kak, kita bisa menolong mereka dengan cara lain"ucap Queen.
..........................................
"Baiklah terserah kamu, saja"ucap Sanum.
Sementara itu di kediaman Kenzo, pria itu tengah bersiap untuk berkunjung ke rumah milik Sanum, Mariana pun sudah membawa buah tangan, dia hanya ingin memberikan support terhadap calon menantu nya itu.
"Sayang sudah siap belum, yang bawa mobil bukan Kenzie, jadi akan butuh waktu lama"ucap Kenzo.
"Tidak Daddy, bukan Daddy yang bawa mobil, tapi sopir"ucap Mariana.
"Sayang aku masih bisa balapan"ucap Kenzo.
"Jangan macam-macam sayang, kita sudah tua"ucap Mariana.
"Tidak sayang justru kita masih sangat muda"ucap Kenzo sambil mengecup sang istri.
"Heumm jangan macam-macam"ujar Mariana.
"Kenapa, tidak macam-macam hanya satu macam ingin membawa istri tercinta ku bergaya dengan semua yang kita punya"ucap Kenzo.
"Daddy, jangan banyak tingkah"ucap Mariana sambil menatap lekat wajah tampan pria berumur itu.
"Sayang aku rindu saat-saat paling bahagia kita saat kita baru menikah dulu"ucap Kenzo.
"Heumm....benarkah, bukan nya, saat kita menikah Daddy masih bersama dengan nya"ucap Mariana.
"Bahkan, sangat mesra tuh"ucap Mariana.
"Sayang, kamu tau aku melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan mu, semua itu karena aku sangat mencintaimu"ucap Kenzo.
"Ya ya... aku bahkan tidak pernah lupa saat Daddy menculik ku"kenang Mariana.
"Siapa? yang menculik mu heummm, aku hanya ingin membahagiakan mu"ucap Kenzo.
"Tidak bilang sih sayang hanya saja aku sering mendengar kamu curhat bersama Deswita"ucap Mariana.
"Tidak curhat Daddy, tapi lebih ke ngobrol biasa"ucap Mariana.
"Heumm benarkah sayang, tapi ada yang meraung-raung menangisi bajingan itu"ucap Kenzo.
"Daddy, please jangan ungkit dia lagi, sudah cukup"ucap Mariana sambil menutup wajahnya dengan jemarinya.
"Tapi sayang"
"Aku bilang jangan dibahas Daddy"ucap Mariana lagi hatinya terasa teriris.
Sepanjang perjalanan akhirnya mereka pun saling terdiam, Mariana pun pura-pura tertidur pulas di jok belakang bersama dengan Kenzo yang kini terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
Hingga tiba di kediaman Sanum, Kenzo sempat membelalakkan matanya, sebuah Mension yang tidak kalah luas dan megah seperti yang dia miliki.
"Sayang bangun sudah sampai"ucap Kenzo mengusap rambut Mariana. tempat nya anak rambut.
Mariana pun membuka mata, dan ternyata benar bahwa saat ini Kenzo, sudah berada di luar mobil.
Mariana pun merapihkan penampilan nya dan merangkul lengan Kenzo, dengan langkah elegan nya mereka pun masuk kedalam rumah tersebut.
Sementara Mariana, saat ini tengah mengagumi Mension milik Sanum.
"Nona ada tamu"kata seorang pelayan tersebut".
"Suruh mereka masuk"ucap Sanum.
Kenzie pun bergegas menemui kedua orang tua nya saat itu karena dia yang pertama kali mengetahui kedatangan mereka berdua, sementara Sanum dan Queen kini tengah membuat sebuah camilan lezat.
Mereka masak bersama dan Kenzie yang menjadi juri nya.
"Sayang ada mommy dan Daddy"ucap Kenzie .
__ADS_1
"Owh, iya tolong tunggu sebentar aku cuci tangan dulu, kamu bisa lanjutkan"ujar Sanum pada pelayan.
"Baiklah Nona"
"Setelah selesai tolong hidangkan semua itu di meja"ucap Sanum.
Dia pun buru-buru mencuci tangan, dan mengeringkan nya, lanjut mengikuti langkah ke ruang keluarga.
Terlihat Kenzo yang kini menatap ke arah nya , pria yang bisa dibilang sebagai calon mertua nya itu terlihat tengah berada di ruang keluarga.
"Selamat datang di rumah mom... tuan Kenzo"ucap Sanum.
"Sanum, Daddy sayang" ucap Mariana.
"Ya Daddy"ucap Sanum.
"Queen di mana? kalian sampai lupa dengan mommy dan Daddy" ucap Kenzo.
"Daddy, Queen sangat sayang Daddy tapi Queen sedang belajar menjadi istri yang baik, dari kak Sanum"ucap Queen yang kini terlihat masih menggunakan celemek.
"Owh ya ampun, putri Daddy main kotor-kotoran dengan tepung dan minyak yang benar saja"ucap Kenzie yang hendak memeluk Queen tapi gadis itu memperlihatkan tangan nya yang penuh dengan adonan.
"Queen, bersihkan dulu dirimu, setelah itu baru kemari"ucap Sanum.
"Iya kak"ucap Queen.
"Sayang putri ku main kotor-kotoran"ucap Kenzo.
"Biarkan saja Daddy, Queen memang sudah seharusnya bisa melakukan itu"ucap Mariana.
"Iya, Daddy biarkan dia belajar untuk mandiri, mungkin sebentar lagi dia akan minta nikah dengan Alan"ucap Kenzie.
"Ah, Daddy lupa minta Adri agar meminta Allan kembali"ucap Kenzo yang langsung mengeluarkan ponselnya dia mengetik sesuatu saat itu juga.
"Sanum, maafkan mommy dan Daddy baru bisa datang sekarang, mommy turut berbelasungkawa atas meninggalnya ibu Sanum, ingat kamu tidak sendirian sekarang kamu punya kita, dan mommy akan membantu mu untuk mendapatkan putri mu kembali ke sini"ucap Mariana.
Wanita paruh baya itu terlihat sangat tulus, saat ini berbeda dengan ucapan nya itu.
"Bagaimanapun juga dia akan menjadi cucu mommy juga"ucap Mariana lagi.
"Daddy kak Allan, telpon aku dia bilang akan segera kembali, owh senangnya"ucap Queen sambil berlari menghambur memeluk Kenzo dan mencium seluruh wajah sang ayah.
"Heumm, seperti nya, ada yang sedang bahagia nih"ucap Sanum.
"Tentu saja, Queen sayang dengan kak Allan, owh mommy Queen, akan main masak-masak bersama kak Allan"ucap Queen.
"Kau itu, sudah ditolak juga"ucap Kenzie asal.
"Mommy, kakak jahat"ucap Queen.
"Biarkan saja Sayang nanti jika kak Sanum marah kakak mu akan nangis Bombay"ujar Kenzo.
"Daddy" ucap Kenzie gengsi.
"Sayang kamu seperti itu"ucap Sanum.
"Sayang kamu jangan percaya, aku memang sangat sedih saat kehilangan mu, tapi tidak meraung-raung seperti kata Daddy, paling pergi dari rumah"jawab Kenzie.
"Heumm jangan begitu "ucap Sanum.
"Aku takut, teramat sangat takut kehilanganmu"ucap Kenzie.
"Ken, aku pergi demi kebaikan mu, bukan karena aku membenci mu"ucap Sanum.
"Sekarang sudah tidak lagi, kalian akan segera menikah, Daddy harap kalian berdua benar-benar serius, dengan pernikahan yang akan kalian jalani"ucap Kenzo.
"Tentu saja Daddy, Kenzie akan melakukan yang terbaik untuk semua itu" ucap Kenzie.
Kenzie pun langsung merangkul bahu Sanum, hingga saat pelayan datang menyuguhkan minuman dan camilan yang Queen buat tadi.
Kenzie langsung melepaskan rangkulan tersebut karena dia begitu tergiur dengan camilan yang sempat Sanum buat tadi, mereka pun memakan camilan tersebut yang begitu lezat di lidah.
__ADS_1
Sanum merasa senang jika hasil kerja keras nya dihargai seperti saat ini dia melihat Mariana sangat menyukai nya.