Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Dilema#


__ADS_3

Hari demi hari mereka lalui bertiga, Allan masih mengkonsumsi obat tapi dosisnya sudah semakin berkurang, hingga akhirnya Bintang menyatakan bahwa Allan sudah seratus persen sembuh, meskipun dirinya sudah tidak lagi bekerja di rumah sakit tersebut tapi bintang yang kini tinggal di luar negeri bersama dengan Allan dan Salsabila, dia sudah kembali bekerja di sebuah rumah sakit yang berada di sana.


Mereka juga masih tinggal satu atap meskipun tidak ada pernikahan diantara mereka bertiga, kini prioritas utama mereka adalah Salsabila yang kini sedang hamil tua mungkin beberapa minggu lagi dia akan melahirkan bayi perempuan yang kini masih berada di dalam kandungan nya, dan bintang siap untuk menjadi ibu sambung jika suatu saat nanti Salsabila, tidak menginginkan bayi tersebut.


saat ini mereka tengah asik mengobrol tentang kesibukan mereka bertiga, saat ini mereka tengah duduk di ruang santai.


"Bagaimana dengan kuliahmu apa? ada masalah" ucap Allan.


"Tidak Om, semua lancar-lancar saja" ucap Salsabila.


Allan yang menggantikan identitas Salsabila, menjadi Nabila, kini dia sudah kuliah kembali, dan semua juga berkat koneksi Allan, yang menutup identitas aslinya di kampus tersebut.


"Terus kamu Yang...?" tanya Allan yang kini memanggil Bintang dengan sebutan sayang meskipun hingga saat ini mereka tidak memiliki hubungan apapun, tapi Allan suka menggoda Bintang.


"Yang lagi... Yang lagi, Allan kapan kamu berhenti panggil aku begitu, nanti kamu sulit dapat jodoh bagaimana?"ujar Bintang.


"Kalian adalah jodohku, jadi untuk apa? repot-repot cari yang tidak ada, yang ada aja sudah lebih dari cukup"ucap Allan.


"Nikah dengan Salsabila, masadepan kalian masih sangat panjang"ucap Bintang.


"Aku tidak mau, jika kamu juga tidak mau jadi istri ku, karena aku harus berbuat adil pada kalian berdua yang juga hadir di hidup ku" ucap Allan.


"Om nikahi aunty Bintang saja, aku akan bekerja setelah lulus kuliah nanti" ucap Salsabila.


"Ya sudah jika kalian berdua menolak untuk jadi istri ku, aku cari wanita lain saja, apa? kurang nya coba udah tampan kaya raya pula mau cari yang bagaimana lagi"ucap Allan, dengan sengaja bersikap narsis untuk menggoda mereka.


"Heumm, tidak ada yang kurang hanya saja, aku tidak bisa, kamu masih pantas untuk dapat yang lebih baik dari yang terbaik"ucap Bintang yang kini bangkit lagi-lagi wanita itu menghindar kali ini dia pergi ke dapur.


"Apa? begini cara mu untuk menutupi luka" ucap Allan, yang kini melihat bintang tengah menengadahkan kepalanya ke atas langit-langit agar air mata nya tidak tumpah.


"Tolong biarkan aku sendiri" ucap nya tanpa menoleh.


"Apa? kamu pikir dia akan bahagia di sana, saat melihat wanita yang dia cintai terus seperti ini"ucap Allan.


"Kamu tidak akan pernah mengerti apa yang aku rasakan selama ini, jika saja Tuhan mengizinkan aku untuk mati, maka sudah sedari lama aku bunuh diri. tapi bahkan saat aku terluka parah pun aku tidak bisa mati juga." ujar Bintang.


"Apa? alasan kau ingin mati." ucap Allan.


"Ada banyak alasan mengapa aku ingin mati, dan yang pertama, aku sudah ternodai tepat di hadapan suami ku sendiri, dan yang kedua aku tidak bisa melawan mereka untuk bisa menyelamatkan kedua orang yang sangat aku cintai dan yang ketiga setelah kejadian itu kenapa? aku masih dibiarkan hidup kenapa!"teriak Bintang yang akhirnya menangis juga, air matanya tumpah ruah membanjiri pipinya.


Alan langsung mendekap tubuh Bintang yang kini tengah bergetar hebat karena tangis pilu dan emosi yang tertahan kan.


"Aku tau betapa beratnya hari yang telah kamu lalui dan untuk itu kita bisa berbagi setidaknya menikahlah denganku, aku tidak meminta balasan dari rasa cinta ku padamu, tapi setidaknya kita bisa berbagi setiap beban, agar semua beban mu berkurang" ucap Allan.


"Tidak mas, kamu masih bisa mendapatkan yang jauh lebih baik, bukan wanita kotor seperti ku, bahkan tangis pedih suamiku pun masih terlihat jelas di pelupuk mata ini" ucap Bintang.


"Semua itu, begitu menyakitkan, andaikan saja aku bisa memilih, aku memilih dia hidup dalam kebencian dan rasa jijik padaku, dari pada harus melihat air mata kepedihan yang mengalir dibarengi dengan darah yang membanjiri seluruh tubuhnya, hiks hiks hiks hiks"Bintang semakin terisak.


"Sayang, hi... kamu kuat, kamu bisa dan aku tau itu, kamu adalah wanita yang sangat kuat dan tegar, lupakan semua yang telah terjadi, anggap saja itu sebagai ujian hidup,agar kamu bisa lebih kuat" ucap Allan.


"Nyatanya aku hanya manusia biasa yang bahkan jauh dari kata kuat, meskipun aku selalu memotivasi pasien ku, sendiri padahal aku sendiri masih sangat rapuh" ucap Bintang.


"Tapi kamu berhasil bukan contoh nya aku dan Salsabila sembuh" ucap Allan.


Sementara itu di belakang mereka kini Salsabila, tengah mengusap air mata nya, betapa mirisnya saat mendengar kisah dokter bintang yang selama mereka bersama baru kali ini dia tau tentang kisah dibalik kegigihan dan ketegaran nya.


"Pantas saja dia rela membiarkan posisi nya dalam bahaya untuk menolong ku saat itu, rupanya aunty, kejadian dimasa lalu"gumam nya lirih.

__ADS_1


Allan membawa Bintang untuk duduk di sofa yang ada di sana, setelah itu ia pergi mengambil minum untuk wanita yang selama beberapa bulan ini hadir dalam hidup nya, menempati posisi yang sama dengan almarhum Queen.


Allan, kembali dengan segelas air putih dan juga tissue basah dan kering untuk membersihkan sisa tangis dan ingus nya.


"Maafkan aku yang selalu merepotkan mu, mungkin mulai besok aku akan mencari rumah sewa, agar aku tidak terus bergantung padamu" ucap Bintang .


"Bintang, aku tidak pernah keberatan untuk itu, justru aku bahagia bisa menjadi tempat mu bergantung dirimu dan terus lah seperti itu,, ucap Allan, tapi Bintang menggeleng kan kepala nya.


"Aku akan pergi" ucap Bintang.


"Tidak Bintang. kamu tidak boleh pergi" ucap Allan yang kini menatap tajam kearah nya.


Bintang heran, kenapa? Allan begitu Keukeh ingin dirinya tetap berada di sana, apa? karena tidak ingin kesepian.


Allan berjongkok di hadapan Bintang dia menggenggam tangan Bintang lalu berkata" Tolong jangan pernah pergi dari hidupku kamu adalah obat dari segala rasa yang menyiksa diriku, kamu hadir dalam hidup ku untuk mengobati jiwa ku yang terluka, dan jika kamu pergi luka itu mungkin akan kembali menganga dan aku tidak tau harus bagaimana untuk bertahan dari itu semua" ucap Allan.


"Kamu masih punya Salsabila, dia dan putri nya kelak akan menjadi obat dari semua rasa sakit yang kamu alami, saat aku pergi"lirih Bintang.


.....................


Sementara itu di kediaman Sanum, wanita itu semakin hari, semakin terlihat menjauh dan bersikap dingin terhadap Kenzie.


Kenzie sendiri tidak pernah menyerah dia tidak ingin membiarkan istrinya berbuat seperti itu, baginya lebih baik kehilangan seluruh harta benda nya, daripada harus kehilangan Sanum.


"Sayang aku akan berbuat apapun untuk bisa menyelamatkan rumah tangga kita, dan aku tidak akan pernah melepaskan mu, meskipun nyawa ku harus menjadi taruhannya" ucap Kenzie.


Tapi Sanum, hanya tersenyum sinis, lalu dia beranjak dari duduknya.


"Mulai besok aku akan mengurus club malam peninggalan ibu" ucap Sanum.


"Tidak Yang, jangan pernah lakukan itu sekalipun aku sudah tidak lagi bisa memberikan mu uang" ucap Kenzie.


"Tidak sayang aku bilang tidak ya tidak"ucap Kenzie.


"Jika kamu tidak setuju tidak apa-apa toh sebentar lagi kita juga akan berpisah"ucap Sanum.


"Yang! jangan pernah buat kesabaran ku hilang karena kamu bahkan tidak akan pernah bisa mengenali ku"ucap Kenzie.


"Terserah" ucap Sanum.


"Sayang!"bentak Kenzie.


"Ken aku sudah tidak mencintai mu lagi!"teriak Sanum, bohong.


"Tatap aku Sanum, tatap mata ku katakan jika kamu memang benar-benar tidak mencintai ku"ucap Kenzie.


"Ken aku sudah tidak mencintai mu lagi, dan sudah ada pria lain yang saat ini aku cintai"ucap nya sambil menatap mata Kenzie.


Deg....


Sakit yang teramat sangat, kini hati Kenzie begitu perih bah dihujam pisau belati yang begitu tajam.


"Aku akan membunuh pria itu sekarang juga"ucap Kenzie.


"Kau tidak tau siapa? dia Ken" ucap Sanum lagi.


"Kau pikir aku percaya honey, bahkan jika dunia ini kiamat sekalipun, aku tau kau hanya akan mencintai ku dan hanya akan menjadi istri ku"ucap Kenzie tegas dia sudah tidak peduli dengan semua ucapan dan permintaan Sanum, yang terus berusaha membuat Kenzie menyerah.

__ADS_1


Pria itu bahkan membawa Sanum, kedalam kamar nya dia tidak perduli Sanum, bersedia atau tidak untuk melayani keinginan nya saat ini yang jelas Kenzie ingin menyadarkan suaminya agar terus berada di sisinya dan terus bersama dengan nya seumur hidup mereka.


"Kenzie lepas aku tidak mau Ken, aku mohon lepas"Sanum, terus berontak tapi Kenzie tidak melepaskan Sanum, pria itu ingin memberikan pelajaran kepada istrinya, agar tidak lagi meminta perpisahan itu padanya.


Sampai percintaan itu terjadi berulang kali, Kenzie masih setia membuat Sanum berteriak meminta ampun.


Hingga pagi tiba keduanya masih tertidur pulas, Sanum masih berada dalam dekapan Kenzie.


Kenzie, tau istrinya tidak pernah berpaling meskipun hatinya dalam keadaan terluka, seperti saat ini.


Kenzie membuka mata lebih dulu,dia menatap lekat wajah cantik alami itu, Sanum adalah wanita yang menjadi cinta pertama baginya, hingga dia tergila-gila pada wanita cantik itu.


"I love you so much my wife"kecupan bertubi-tubi itu mendarat di bibir dan wajah cantik Sanum.


"Mas aku belum gosok gigi" gumam wanita itu lirih.


"Tidak apa..sayang karena apapun keadaan mu yang terburuk sekalipun, aku akan tetap mencintai mu, maka dari itu jangan pernah meminta untuk berpisah karena aku tidak akan pernah mengabulkan itu.


Sanum membuka mata perlahan tapi pasti,dia melihat tatapan sendu dari pria tampan itu. wanita itu langsung menitikkan air dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


"Jangan menangis sayang jika kamu ingin kita pergi dari sini kita akan pergi bersama dengan kedua putra kita" ucap Kenzie.


"Tidak mas, aku akan tetap bertahan hidup di sini bersama dengan mu, tapi aku mohon maaf jika aku dan putra kita tidak bisa menggunakan nafkah yang kamu berikan, aku mengharamkan uang yang berasal dari keluarga besar mu, untuk kami bertiga" ucap Sanum.


"Aku sudah membuka usaha baru sayang tidak menggunakan uang itu, aku tau kamu keberatan untuk hal itu, jadi aku membuka usaha baru dan itu berkat bantuan yudha.dan ini mungkin ini tidak seberapa tapi ini uang yang aku dapatkan dengan hasil jerih payahku sendiri, aku akan mengusahakan yang terbaik untuk keluarga kecil kita"ucap Kenzie.


"Darimana uang yang kamu gunakan saat ini Heumm?"tanya Sanum.


"Dari mommy, dari hasil penjualan rumah peninggalan kakek dan nenek, tempat Lion dan mommy dibesarkan dulu"ucap Kenzie.


"Apa? itu benar"tanya Sanum lagi.


"Tentu saja Sayang, mommy tau kamu tidak akan makan dari uang peninggalan kakek ku dari Daddy, dan mommy menjual aset berharga nya itu untuk kehidupan kita" ucap Kenzie.


"Terimakasih mas, setelah usaha mu sukses, segera bangun kembali istana paling indah yang pernah mommy korbankan untuk kita" ucap Sanum.


"Tentu saja Sayang" ucap Kenzie dan akhirnya mereka berpelukan dan berdamai.


Ada rasa lega yang benar-benar tak terhingga yang kini tengah Kenzie alami karena rumah tangga nya terselamatkan, berkat bantuan sang mommy.


"Mas, bagaimana kalau aku menanam saham di perusahaan barumu" ucap Sanum.


"Itu lebih bagus sayang karena dengan begitu kita bisa bekerja sama lagi, aku kangen kekantor bersama dengan mu kemanapun kita pergi akan selalu bersama dengan putra kita sekaligus" ucap pria tampan itu.


Mereka pun mandi bersama dan saling membantu satu sama lain hingga berpakaian pun seperti itu seakan mereka tengah berbulan madu, Sanum dan Kenzie seperti pasangan pengantin baru.


Sampai membuat sarapan pagi bersama dan makan bersama dengan kedua anak nya itu.


Mereka saling menyuapi, hingga akhirnya Kenzie mengajak serta istrinya untuk melihat kantor baru nya yang masih memiliki gedung dua lantai dan jauh dari kata megah seperti yang Kenzie miliki sebelumnya, Sanum justru merasa nyaman dan dia akan ikut andil untuk merenovasi ruang kerja suaminya itu, hingga menjadi tempat ternyaman untuk mereka berdua membesarkan perusahaan tersebut.


Sanum akan melakukan yang terbaik demi usaha keluarga yang mereka bangun dari nol itu.


"Sayang aku, ingin disini ada ruang istirahat nya, agar kedua putra kita bisa tinggal dengan nyaman" ucap Sanum.


"Atur saja sayang ku, kamu memang yang paling pintar dalam bidang itu, dan jika butuh apa? jangan ragu untuk terus bilang padaku, karena meskipun sulit aku akan berusaha untuk mewujudkan keinginan mu apapun itu" ujar Kenzie.


Terimakasih suamiku tersayang" ucap Sanum.

__ADS_1


"Sama-sama sayang, apapun itu demi cinta kita dan demi buah hati cinta kita, sampai kapan pun, aku mencintaimu.


__ADS_2