
Davina, kini tengah berada di kantor bersama dengan seorang wanita cantik dan begitu smart dan berbakat dalam bisnis, wanita itu ingin bekerja sama dengan perusahaan nya, saat ini.
Wanita itu bernama Raline Wijaya,dia seorang wanita blasteran indo Jerman, wanita itu menguasai berbagai ilmu bisnis yang cukup mumpuni, hingga dengan mudahnya wanita itu meraih kesuksesan.
Raline, adalah saudara sepupu Jack, tapi kehidupan pria itu tidak seberuntung Raline, Jack, hanya pintar tapi tidak mau memiliki usaha sendiri, karena dia tipe orang yang bergaya hidup bebas.
Menurutnya kesuksesan itu mudah untuk digapai tapi dia tidak ingin terbebani dengan itu semua.
Jack, punya banyak saham perusahaan, tapi tidak memiliki perusahaan sendiri, dia hanya membeli saham di perusahaan orang lain, setelah itu dibiarkan begitu saja dia tidak ingin dan yang mengendalikan itu adalah anak buahnya.
Sementara dirinya masih setia untuk menjadi asisten istrinya sendiri.
Pembicara mereka, saat ini sudah selesai dan Davina, mengantar Raline keluar.
"Honey, ada yang harus kamu tandatangani."ujar Jack.
"Simpan di meja Yang... boleh minta sesuatu"ujar Davina.
"Apa? itu Yang"tanya Jack.
"Aku ingin kamu duduk disini dan temani aku"jawab Davina.
"Baiklah sayang, aku lihat akhir-akhir ini kamu kurang bersemangat honey, apa? ada sesuatu yang terjadi"ucap Jack.
"Kamu bisa baca itu sayang, aku akan dijodohkan oleh mommy dan Daddy"ujar Davina.
"Keterlaluan!"teriak Jack.
"Heumm, sayang aku sangat mencintaimu, tolong bawa aku pergi jauh"ucap Davina.
"Tidak sayang aku tidak mungkin melakukan hal itu, kamu harus hadapi semua itu bersama-sama, bagaimana pun mereka adalah orang tua mu" ucap Jack.
"Tapi bagaimana caranya, apa? kita harus bicara soal pernikahan kita, dan setelah itu Daddy, akan memisahkan kita berdua"ujar Davina.
"Apapun yang terjadi, aku akan menghadapi nya, kamu tidak usah khawatir sayang"ucap Jack.
"Tidak-tidak itu bukan solusi nya"ucap Davina, wanita itu tidak mau mereka berpisah, jika kedua orang tua nya tau bahwa dirinya sudah menikah secara diam-diam.
"Honey, percayalah aku akan berusaha keras, untuk mendapatkan cinta mu, tapi jika kamu tidak yakin, kamu boleh memilih calon suami mu"ujar Jack.
"Apa? kau gila Yang.... tidak....itu tidak boleh terjadi"ucap Davina.
"Apa? kau ingin terus bersembunyi dari mereka sayang aku tau aku tidak pernah bisa bersaing tentang harta kekayaan, tapi aku sangat mencintaimu, dan sudah seharusnya seperti itu.
Mereka terus berdebat akan masalah tersebut, sementara di kediaman Sanum, saat ini kedua jagoan yang tengah sibuk merangkak kesana kemari, membuat ibu, dua anak itu, kewalahan menjaga mereka, itulah kenapa? Kenzie membuat ruangan khusus yang memiliki semacam pagar pembatas, untuk menjaga mereka agar tidak terlalu jauh kemana-mana saat bermain.
Kenzie, juga mempekerjakan. empat orang baby sitter untuk mengurus mereka berdua Kevin dan Kendra kini sudah jauh lebih aktif dari biasanya.
"Daddy, aku titip dulu anak-anak aku sedang sibuk menyiapkan makan siang kita"ucap Sanum, yang kini masih menggunakan sarung tangan Anti panas.
Tapi bukan nya, mengiyakan Kenzie, malah memeluk istrinya dari belakang dan mencium tengkuk istrinya itu hingga Sanum, refleks memukul lengan Kenzie.
"Daddy, lihat ini, aku sedang memanggang makaroni schotel, kalau jatuh kena kaki bagaimana kan panas"ucap Sanum.
"Tidak akan Sayang ku.... lihat aku hati-hati banget dan tidak terburu-buru mencium mu"kilah Kenzie.
"Kamu itu yang, ada-ada saja" ucap Sanum.
Wanita itu tetap melanjutkan aktifitas nya, meskipun suaminya, tidak mendengarkan permintaan nya.
Sanum pun, selesai membuat makaroni schotel, dan juga salad buah untuk mengisi perutnya yang terasa keroncongan setiap detik, mungkin karena efek menyusui kedua jagoan nya itu.
"Yang aku mau makan nasi goreng seafood yang pedas sepertinya enak"ucap Kenzie.
"Apa? semua ini masih kurang" tanya Sanum.
"Tidak sayang aku sedang ingin yang aku sebut itu, mungkin aku minta sama koki saja"ucap Kenzie.
"Kenzie, tidak usah, aku buatkan itu sekarang juga"ucap Sanum, sambil berjalan menuju dapur.
"Yang... ingat aku siapa?" tanya Kenzie, saat Sanum memanggil dia dengan sebutan nama saja.
__ADS_1
"Iya... maafkan aku sayang"ucap Sanum.
"Jangan diulangi lagi"ucap Kenzie, yang kini terus mengikuti gerak-gerik Sanum, yang akan membuat nasi goreng seafood favorit Kenzie.
"Heumm" jawab Sanum.
Wanita itu pun langsung mengeksekusi apa? yang suaminya ingin.
Sampai semua terhidang dengan sempurna dan cantik di atas meja, barulah Kenzie, meminta Sanum, menyuapi nya makan.
"Mas, makan sendiri oke, aku sedang makan"ucap Sanum.
"Heumm...ya baiklah cinta ku"ucap Kenzie.
Mereka pun makan siang bersama sesekali Kenzie, akan memaksa Sanum, untuk menerima suapan tersebut.
Sanum, akan terus pasrah karena ditolak pun, percuma suami nya, pasti akan ngambek .
Kenzie, yang lebih manja dari kedua jagoan nya, akan merengek hingga Sanum, tidak lagi bisa menolak nya meskipun dia merasa perutnya kenyang.
"Sayang...kamu tau aku, sangat bersyukur karena memiliki istri yang sungguh pintar memasak dan melakukan segala hal kau seperti wonder woman"ucap Kenzie.
Kenzie tersenyum manis.
"Terimakasih pujian nya honey, tapi sayang aku tidak punya receh"ucap Sanum.
"Tidak masalah dolar pun boleh"ucap Kenzie.
"Heumm, sejak kapan, suamiku yang kaya raya itu matre "ucap Sanum.
"Sejak dia miskin, karena semuanya habis tak tersisa aku persembahkan untuk istri ku yang cantik ini"ucap Kenzie.
"Yang, jangan bercanda"ucap Sanum.
"Untuk apa? bercanda, aku serius"ucap Kenzie.
"Yang... aku tidak mau seperti itu, cukup kamu berikan uang nafkah saja selebihnya jangan berikan itu semua"ucap Sanum.
"Aku mencintaimu sayang, kamu adalah segalanya bagi ku, aku tidak ingin suatu saat nanti jika aku tiada ada yang menggangu gugat semua nya, semua aset milikku, sudah atas nama mu dan kedua putra kita"ucap Kenzie.
"Abigail, akan tinggal di tempat mommy, untuk selamanya sayang dia tidak akan kembali kesini, dan Daddy, sudah memberikan bagian nya, semua aset' itu milikmu dan kedua jagoan kita"ucap Kenzie.
"Aku tidak mau kamu ninggalin aku"ucap Sanum, yang terlihat sangat sedih.
"Tentu saja tidak akan Sayang"ucap Kenzie.
"Tentu saja apa?"tanya Sanum.
"Tidak akan pernah meninggalkan istri ku tercinta selama nyawa ini masih berada di dalam raga"ujar Kenzie.
Sanum langsung memeluk menangis sesenggukan di dalam dekapan Kenzie.
"Terimakasih sudah bertahan di sisiku, menjadi istri sekaligus ibu bagi ketiga anak ku, kamu adalah perempuan terindah dalam hidupku, dan aku sangat mencintaimu"ucap Kenzie.
"Kamu adalah pria yang sangat mencintai ku, jadi sudah sepantasnya aku selalu ada di sisimu"ucap Sanum.
.........................
Sementara itu di apartemen, Jack tengah duduk termenung di balkon, karena saat ini dia merindukan istrinya, yang dijemput paksa oleh keluarga nya untuk pulang setelah tau pernikahan siri mereka, Adri bahkan memecat Jack, dari perusahaan, meskipun Davina, memohon dan akan menuruti perjodohan itu, tapi Jack, menolak permohonan Davina.
Baginya Davina, lebih berarti dari sebuah pekerjaan, dirinya masih bisa mencari uang, meskipun tidak lagi bekerja di kantor atau menjadi pejabat.
Jack, meminta restu pada Adri, meskipun yang dia dapatkan hanya caci maki, tapi pria itu tidak akan pantang menyerah, sekalipun harus berperang melawan pria yang tidak lain adalah mertua nya, meskipun pernikahan itu tidak secara resmi di hukum negara.
Davina, kini sedang dikurung di dalam kamar nya, meskipun begitu wanita itu masih memegang Handpone nya.
Sudah berulang kali Davina, menghubungi Jack, tapi bahkan pria itu tidak mau mengangkat panggilan darinya, hingga beberapa kemudian barulah telpon itu diangkat oleh Jack.
"Honey, bebaskan aku... aku mohon bawa aku pergi"ucap Davina.
"Yang... tolong bersabarlah aku sedang mengusahakan itu semua, percayalah bahwa aku sangat mencintaimu, aku akan berjuang demi cinta kita"ucap Jack.
__ADS_1
"Aku merindukan mu, sayang... aku sangat merindukan mu"ucap Davina, yang kini berlinang air mata.
"Aku juga sayang ku, bersabarlah aku akan menjemput mu, suatu saat nanti" ujar Jack.
"Aku mau sekarang sayang anak kita bahkan lebih merindukan mu"ucap Davina, yang membuat Jack mematung tanpa kata, pria itu benar-benar dibuat kaget oleh pengakuan Davina, sekaligus rasa haru yang teramat sangat, kali ini kali ini benar-benar Jack, begitu bahagia diatas kegelisahan hati nya.
"Bagaimana bisa, kamu terlambat mengatakan itu honey, apa? kau tau jika saja kamu memberitahu ku lebih awal, aku akan bertindak lebih jauh, mungkin saat itu juga aku akan membawa mu kabur, ketempat dimana hanya ada kita berdua dan bahkan tidak akan ada yang mengenali kita lagi"ucap Jack.
"Sekarang belum terlambat sayang, belum terlambat"ucap Davina, yang kini masih terisak.
"Beri aku waktu untuk memikirkan semua ini sayang kita tidak boleh gegabah"ucap Jack.
"Baiklah cinta, aku sangat mencintaimu" ucap Davina.
"Aku bahkan lebih mencintai mu Honey... kau adalah segalanya bagiku, aku benar-benar bahagia mendengar kabar ini terimakasih cinta"ucap Jack, yang kini ikut menitikkan air mata haru sekaligus sedih karena saat ini benar-benar genting.
Panggilan itupun berakhir mereka berdua saling memeluk ponsel yang mereka genggam saat ini, Jack, langsung meminta anak buahnya untuk bergerak diam-diam Jack , menyelundupkan orang suruhan nya ke Mension, tersebut.
Tiga orang penyamar profesional saat ini tengah berada di dalam Mension, menyamar menjadi pelayan berbaur dengan mereka yang ada di sana, semua seperti sudah tidak asing lagi dengan suasana di sana, seorang perempuan berjalan membawa segelas jus buah kesukaan Davina sesuai petunjuk dari Jack, karena Jack adalah pria yang paling pengertian dan penyayang terhadap istrinya.
"Nona, ini jus yang anda minta"ucap wanita itu yang kini tengah menatap pada menjaga yang berjaga di dalam kamar Davina.
"Tolong buka pintu nya Nona, tadi memesan jus"ucap wanita itu.
"Baiklah, tapi kau dilarang masuk"ucap pria itu hingga pelayan itu mengangguk pelan.
Para pengawal tidak tahu, bahwa di bawah tatakan gelas terdapat kunci duplikat, untuk membuka pintu saat kamar itu tidak lagi dijaga karena sudah ada yang akan mengatur hal itu.
"Saya permisi Nona"ucap pelayan tersebut.
Mereka pun mengangguk dan pelayan itu pergi meninggalkan lantai dua rumah besar itu.
"Sayang, sekarang kamu lihat dibawah tatakan gelas itu, nanti malam kamu bisa keluar dari dalam kamar, setelah itu pergi ke aku tunggu di belakang Mension"ucap Jack.
"Sayang kita akan pergi, tapi kemana?"tanya Davina.
"Ketempat dimana tidak ada orang yang akan mengenali kita"ujar Jack.
"Baiklah sayang, aku sangat mencintaimu"ucap Davina.
"Aku juga sayang"kata Davina.
"Aku lebih mencintaimu lagi sayang, kamu dan anak kita adalah hidup ku"ucap Jack.
"Thank you so much my love"ujar Davina.
Pesan Davina, wanita itu pun meminum jus, sambil memejamkan mata nya, membayangkan suaminya yang selalu membuat itu untuk nya, selama ini Jack, begitu penuh perhatian.
"Aku tidak rela jika aku harus kehilangan mu cinta lebih baik aku mati saja"ucap Davina.
Davina, berbaring sambil mengusap perut nya, wanita yang kini berusia dua puluh tujuh tahun itu tengah mengandung anak pertama nya, hasil dari buah cinta nya dengan Jack.
Sementara Jack tengah berkemas dibantu oleh asisten nya, yang memabawa beberapa koper besar barang milik dirinya dan sang istri, untuk berangkat ke sebuah negara dengan menggunakan jet pribadi agar mereka tidak dapat melacak kepergian nya, semua sudah di rencanakan oleh Jack dengan sangat matang.
Adri mungkin lupa, siapa? Jack yang selama ini menjadi asisten pribadi nya itu, dia adalah pria yang menjadi ketua sebuah organisasi di dunia bawah.
Davina, sudah bersiap dengan baju yang sudah dia siapkan.
Jack, yang kini berusia tiga puluh tujuh tahun itu, adalah cinta pertama Davina, sejak dia baru lulus SMA, pria itu selalu menjemput gadis itu ke sekolah atas perintah sang Daddy, kala itu Jack, masih sangat muda dan sangat tampan meskipun ketampanan Jack tidak berkurang hingga saat ini.
Pria itu bahkan selalu memenuhi permintaan dari Davina.
Davina, selalu ceria saat jika Jack, ada di sisinya.
Wanita itu tidak pernah bersedih, karena karena Jack, terus membuat nya merasa sangat dicintai, karena perhatian kecil yang selalu diberikan oleh pria yang super dingin itu.
Jack, hanya akan berdehem jika, Davina meminta sesuatu.
Dirumah yang besar dan megah itu kini tengah terjadi keributan besar wanita seseorang pelayan kini tengah tauran gara-gara pelayan baru tidak terima jika dirinya selalu disuruh-suruh.
Davina buru-buru keluar dari kamar setengah berlari menuju ke halaman belakang, rumahnya seseorang menyambutnya dengan pelukan dan cium penuh kerinduan, Davina langsung menelusup masuk kedalam dada
__ADS_1
"Ayo kita harus, segera berangkat sebelum mereka menyadari bahwa kamu sudah pergi"ucap Jack.
Jack langsung membawa Davina, masuk kedalam mobil nya.