Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Terungkap#


__ADS_3

Sanum, pun mulai beraktifitas, dia masuk kantor, seperti biasanya, sesampainya di sana, dia kembali berkutat dengan pekerjaan nya, sampai jam makan siang tiba, Aiden, turun menemui dirinya di sana, Aiden, mengajak dia untuk segera makan siang.


"Sayang ayo makan siang, ingat kamu masih harus minum obat"ucap Aiden.


"Iya, baiklah"jawab Sanum.


Sanum pun bangkit dari tempat duduknya, setelah mematikan laptop nya, setelah itu dia berjalan beriringan dengan Aiden, yang kini menghentikan langkahnya.


"Sayang sudah berapa? kali aku bilang, jangan berdiri di belakang aku, tapi di sini,disamping ku"ucap Aiden yang langsung merangkul pinggang Sanum, meskipun wanita itu sedikit merasa risih.


Tapi, kemudian Sanum pun, bersikap pasrah.


"Yang nanti malam temani aku ke, pesta ulang tahun perusahaan teman ku"ujar pria itu.


"Yang aku belum buat persiapan"ucap Sanum.


"Tidak perlu sayang ku, kamu tidak perlu melakukan apapun"ucap Aiden.


"Nanti, aku antar ke salon kecantikan, setelah ini, sambil sekalian cari gaun terbaik yang akan kamu kenakan" ucap Aiden, yang mengerti akan. semuanya.


Sanum, pun duduk berhadapan dengan Aiden, mereka pun makan siang bersama saat ini, Aiden bahkan sesekali menyuapi Sanum, makan.


"Honey, jangan begini malu, lihat lah mereka melihat ke arah kita"ucap Sanum.


"Tidak masalah sayang, itu adalah hal yang wajar"ujar Aiden.


Hingga mereka selesai makan siang, Aiden, tidak balik ke kantor, tapi pergi bersama dengan Sanum, menuju butik .


Sepanjang perjalanan, Sanum, hanya terdiam, hingga mobil terparkir tepat didepan butik, Aiden, tengah duduk di sofa ruang tamu VVIP, sambil memilih kan, gaun untuk Sanum, menghadiri pesta ulang tahun perusahaan.


Sampai saat, acara itu, tiba Sanum kini datang bersama dengan Aiden, yang merangkul pinggang, Sanum.


Sorot mata tertuju pada mereka, yang kini tersenyum ramah pada yang mereka kenali Sanum, yang menggunakan gaun pesta yang panjang namun tanpa lengan itu, tengah duduk di kursi yang tersedia, sambil memegang gelas berisi wine yang, pelayan berikan, dia memang tidak minum itu, tapi setidaknya dia menghargai kerja keras pelayan tersebut.


"Ladies and gentleman, mari kita sambut, pemilik acara kita, pada malam ini, di hari ulang tahun perusahaan, dia juga hadir tanpa perwakilan saat ini, mari kita sambut tuan dan nyonya... Georgio"ucap pembawa acara tersebut, yang membuat Sanum, terperanjat kaget saat melihat, Kenzie dan juga sang istri.


Mereka pun, tersenyum bahagia, terlihat dari senyum yang diberikan Kenzie, pada para tamu undangan, Sanum, pun tersenyum kecut.


"Apa? kamu sengaja membawa ku kesini"ucap Sanum, dengan wajah sedihnya.


"Tidak sayang, aku benar-benar tidak mengira jika pemilik perusahaan ini adalah dia"ucap Aiden.


Sanum, pun berdiri dan berjalan meninggalkan, tempat acara tersebut.


Aiden, mengejar nya, dan terus meminta maaf, karena benar-benar tidak tahu, tapi saat Sanum, tak sengaja menabrak seseorang, dia menoleh, ternyata di sana ada Yudha, yang kini tersenyum pada nya.


"Nyonya Georgio, lama tidak bertemu"Sanum, pun melirik ke belakang, dan ternyata tidak ada siapapun di sana, selain Aiden.


"Tuan Yudha, disini juga"ujar Sanum.


"Tentu saja, dia adalah orang kepercayaan ku, sudah pasti dia akan ada di sini"ujar seseorang yang tidak asing lagi baginya.


Kenzie, muncul di belakang Sanum, tatapan mata nya, terus tertuju pada Sanum.


Sementara Sanum, masih terdiam, dia tidak ingin lagi berhubungan dengan pria yang ada di samping nya saat ini, dan dia pun hendak pergi, tapi langkah nya terhenti saat Kenzie, menarik tangan Sanum.


"Lepas"ucap Sanum.


"Tidak akan, sayang kita, akan segera kembali ke negara kita"ucap Kenzie.


"Ken, lepas "ucap Sanum.


"Kenapa? sayang"ucap Kenzie, saat melihat Sanum, terlihat memegangi kepalanya, sementara Aiden, menitikkan air mata nya, yang langsung dia usap kasar, dia mungkin berkuasa di lingkup perusahaan nya, tapi Kenzie, punya kekuatan lebih, dia bahkan mengancam akan membuat perusahaan Aiden,jatuh bangkrut detik itu juga jika pria itu tidak bersedia menyerahkan Sanum, padanya.

__ADS_1


Aiden, terpaksa melakukan hal itu, karena dia, masih punya anak dan keluarga, yang akan ikut menderita jika terus, mempertahankan cinta nya.


"Maafkan aku sayang, aku tak berdaya" lirih nya sambil pergi, sementara Kenzie hanya tersenyum penuh kemenangan, dia sudah dianggap sebagai penjahat, oleh wanita yang sangat ia cintai, maka dari itu, dia akan menunjukkan, arti kata jahat yang sesungguhnya.


Sanum, bangun keesokan harinya, dalam keadaan, tanpa sehelai benang pun, hanya selimut tebal yang menutupi tubuhnya saat ini, wanita itu membuka mata, dan menatap ke sekeliling ruangan tersebut, terlihat seorang pria, yang kini menggunakan kimono tidur nya, berdiri menghadap jendela kamar yang menjulang tinggi, sudah bisa dipastikan itu, adalah kamar hotel paling teratas.


Kenzie menoleh, dia tersenyum, pada Sanum, yang seakan masih linglung.


"Ken"ucap Sanum, lirih.


"Ya, aku... suami mu sayang"ujar Kenzie.


"A apa? y yang kamu lakukan"ucap Sanum kaget.


"Sayang, kamu lupa, dengan yang terjadi semalam"ucap Kenzie, sambil tersenyum manis.


"Tidak, Kenzie, itu tidak mungkin, kita tidak punya hubungan apapun"ucap Sanum.


"Apapun?"tanya balik Kenzie, pura-pura menatap heran, tapi kemudian dia tertawa.


"Kamu lupa, sayang bahwa kita sudah menikah, sesaat sebelum kamu pergi jauh dariku"ucap Kenzie.


"Tidak Ken, pernikahan itu tidak sah, karena"Sanum, mengingat-ingat kejadian tersebut.


Saat Sanum, dan Kenzie berada di sebuah mesjid, di Indonesia, mereka, duduk di hadapan orang-orang, dalam suasana saat masih menggunakan baju kerja, Sanum dan Kenzie, duduk di hadapan pak ustadz, yang langsung membaca kan doa', dan ijab qobul tercepat itu terjadi, Sanum pikir itu hanya candaan,dikala Kenzie, ingin memberikan kejutan ulang tahun prank .


Tapi saat itu juga, mereka menandatangani berkas-berkas pernikahan, Sanum, sempat mematung, tapi Kenzie, meyakinkan bahwa itu adalah sebuah reka adegan, untuk pernikahan mereka nanti, hingga buku nikah itu mereka pegang dan kemudian menyimpannya kembali di hadapan mereka dan jemaah yang baru saja menyelesaikan sholat.


"Tidak, Ken, itu tidak mungkin"ucap Sanum, lagi-lagi wanita itu menggeleng.


"Sementara waktu, kita akan tetap berada di negara ini, sampai semua bisa ditangani, maafkan kesalahan yang telah Daddy ku perbuat, atas nama Daddy, aku minta maaf yang sebesar-besarnya."ucap Kenzie.


"Terus, apa? kau juga akan menggantikan posisi nya, untuk masuk bui"ucap Sanum.


"Baiklah Sayang, jika itu memang benar, tapi kamu harus lihat semua bukti yang ada"ucap Kenzie, dia memutar, video, Cctv, dari mulai ibu, Sanum, bertemu dengan Kenzo.


Semua, bukti, sudah Kenzie tunjukkan, bahkan , Sanum, kini tetap terdiam, entah apa? yang wanita itu pikir kan, yang jelas Sanum terdiam hingga bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.


Kenzie, menyunggingkan senyuman, dia pun menghubungi seseorang untuk membeli beberapa jenis pakaian untuk Sanum, dan saat ini di dalam kamar,ada koper besar, hanya berisi surat-surat berharga milik Sanum, dan beberapa, barang berharga milik Sanum.


Semua itu, Yudha, yang mengambil kan nya.


Sementara untuk pakaian Sanum, semua dikirim ke Indonesia.


Saat Sanum, keluar, dari dalam kamar mandi, wanita hanya menggunakan bathrobe dan lilitan handuk di kepala, karena belum membawa baju sebelum nya, dia sangat kesal pada Kenzie, yang membuat tubuh nya di penuhi bercak keunguan, suami dadakan nya itu.


"Sudah selesai mandi nya, honey, duduk lah dulu, aku akan membantu mu, mengeringkan rambut mu."kata Kenzie.


"Tidak, aku, bisa sendiri, jadi jangan pura-pura lagi"ucap Sanum.


"Apa? yang kamu maksud pura-pura"tanya , Kenzie.


"Sudah lah, tidak penting sekarang aku tanya dimana? bajuku semalam dimana"tanya Sanum.


Kenzie pun menunjuk pada gaun yang sudah terkoyak, akibat ulah nya.


Sanum, pun mengusap dadanya, benar-benar mengerikan bagaimana bisa, pria itu seberutal itu.


Sanum, bahkan tidak ingat, apa? yang terjadi, padanya saat itu.


Sampai seseorang datang membawa satu buah koper besar berisi baju ganti untuk Sanum, dan semua itu, entah siapa? yang memesan, ukuran nya pas semua.


Sanum, tidak memperdulikan itu, tapi yang pasti dia ingin segera menggunakan pakaian tersebut, dan langsung pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Setelah selesai berpakaian dengan menggunakan dress selutut berwarna merah muda, Sanum, pun memoles wajah nya, dengan skincare dan lipstik tipis yang ada di sana.


Semua itu sama persis dengan milik nya, Sanum, tidak tau juga itu milik siapa?.


Setelah, selesai, Sanum, hendak pergi begitu saja, bahkan tidak menoleh ke arah Kenzie, yang tersenyum bahagia saat melihat itu.


"Mau kemana? yang"ucap Kenzie.


"Mau pulang...kamu pikir aku, mau apalagi"jawabannya singkat.


"Ini rumah kita, sebelum semua, selesai kita belum bisa tinggal diam di suatu saat nanti, kita akan tinggal di Mension, seperti yang kamu inginkan, hanya kita berdua, tidak ada orang lain lagi, kecuali anak cucu kita"ucap Kenzie.


"Jangan bermimpi di siang bolong, nanti kamu kecewa"ucap Sanum, sambil tersenyum mengejek.


"Semua ini bukan mimpi, tapi kenyataan, kamu adalah milikku, aku adalah milik mu"ucap Kenzie.


"Hahaha, ternyata otak anda mengalami benturan yang cukup keras, tuan Kenzie, kau bahkan melupakan, wanita yang paling kau, cinta, ibu dari putra mu"ujar Sanum, sambil tertawa sumbang.


Kenzie langsung menarik tangan Sanum, dia mendekapnya erat,lalu mendekatkan wajahnya ke arah telinga Sanum.


"Sekalipun, aku punya seratus istri, tapi istri yang paling aku cintai hanya kau, S A N U M."ucap nya, sambil menatap kearah wajah cantik itu.


"Sayang nya, aku tidak tertarik dengan itu"jawab Sanum.


"Benarkah.....tapi semalam kamu terus menerus memanggil nama ku, disaat kau men***ah bahkan tidak ingin ada Jedah"ucap Kenzie, dengan sengaja.


"Kau!."teriak Sanum.


"Apa? sayang, apa... semalam kamu tidak mengingat nya, mau aku ingat kan kembali, tapi tenang masih ada banyak waktu untuk itu, bahkan kita bisa melakukan nya, seharian penuh, sekarang kita akan turun untuk makan, dan agar kamu lebih bertenaga, untuk bekerja keras, agar mimpi kita cepat bisa diraih"ucap Kenzie.


"Aku tidak punya mimpi dengan mu"ucap Sanum, ketus.


"Tentu saja ada sayang ku, mimpi itu selalu ada"ujar Kenzie.


"Itu hanya kau, yang selalu berkhayal tentang kita, tapi aku tidak pernah,sama sekali tidak, tuan Georgio"ucap Sanum, tegas.


Nyesek...itu sudah pasti, tapi Kenzie, kembali tertawa sumbang"Haha...sayang mulutmu boleh saja berdusta, tapi tubuh ini, tidak pernah berkhianat, dan mimpi kita untuk segera memiliki anak akan segera terwujud"ujar Kenzie.


"Terserah kau, saja aku tidak peduli"ucap Sanum, yang melangkah pergi menuju pintu, tapi sedikit pun,pintu tersebut tidak mau terbuka.


"Tidak ada yang bisa kabur, dari tempat ini"ucap Kenzie.


"Kamu!....ah.... kamu keterlaluan"teriak Sanum, sambil berjalan menuju sofa, dia duduk di sana, dengan memasang wajah marah, saat ini.


"Sayang, kamu bisa minta baik-baik padaku, jika kamu ingin kan ini"ucap Kenzie, sambil memperhatikan kartu, akses untuk membuka pintu.


"Aku tidak akan pernah memohon, sekalipun aku, harus mati di tempat ini"ucap Sanum.


"Benarkah, syukur lah jika begitu, berarti kita akan segera memiliki buah cinta kita"ujar Kenzie.


"Aku tidak mencintaimu, setelah kamu memutuskan untuk menjadikan ku, wanita bodoh, aku bahkan sudah melupakan mu, kamu pikir, akan ada cinta setelah cinta itu, jangan munafik, bahkan sedikit pun tidak ada"ujar Sanum.


"Kenzie, menarik Sanum, menahan tengkuk nya, mencium bibir itu, secara brutal, dia benar-benar tidak bisa terima perkataan Sanum, itu.


Kenzie, sudah cukup bersabar, dengan perlakuan Sanum, sedari mereka kembali bertemu, bahkan gadis itu, memperlihatkan kemesraan di depan nya, hingga Kenzie, hampir berakhir, dan setelah dia kembali mencari wanita itu, Kenzie bahkan kembali mendapatkan penolakan dari Sanum, bahkan Sanum, mengusir nya begitu saja.


Kenzie, benar-benar tidak melepaskan Sanum, hingga wanita itu berkali-kali, memaki, dan dalam percintaan tersebut, hingga akhirnya menyerah, Kenzie, benar-benar mampu membuat Sanum, tidak berkutik.


"Kenapa? sayang apa... masih kurang"ucap Kenzie.


Sanum tidak menjawab dia mengalihkan pandangan ke samping, Kenzie pun bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, pria itu langsung menyiapkan air di dalam bathtub untuk istrinya itu, sambil menunggu air nya penuh, dia juga langsung membersihkan diri terlebih dahulu.


Tidak lama Kenzie pun keluar dari dalam kamar mandi sementara Sanum, masih berada di balik selimut, tangis pilu itu tidak bisa berhenti hingga Kenzie, berkata.

__ADS_1


"Aku minta maaf, jika bersama dengan ku, adalah sebuah kesalahan, kamu bisa pergi, tapi tolong, jangan gugurkan anak yang tak punya salah, kamu lahir kan dia, setelah itu kamu bisa memberikan nya padaku, aku janji akan membuat dia bahagia"ucap Kenzie, yang benar-benar yakin benih itu tumbuh di rahim istrinya itu.


Sanum, tidak berhenti menangis, Kenzie keliru jika ia berpikir bahwa Sanum, tidak mencintai nya, meskipun sekeras apapun Sanum, membenci nya, tetap tidak bisa mengalahkan rasa cinta pada Kenzie, yang begitu besar, dan hubungan nya, dengan Aiden hanya sebuah pengalihan dari rasa kecewanya selama ini, Sanum, mencintai Kenzie.


__ADS_2