Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Perjanjian tertulis#


__ADS_3

Pengakuan yang mengejutkan itu terjadi tepat disaat semua orang tengah berkumpul di ruang keluarga, Kendra dan Kevin membawa kedua pelayan yang baru saja bekerja sekitar dua hari itu.


"Kendra Georgio, sejak kapan kamu berani membantah Daddy!!."teriak Kenzie yang kini terlihat murka.


"Tapi daddy Kendra dan Kevin sangat mencintai pasangan kami."ucap Kendra.


Plak...


Tamparan keras itu berbunyi nyaring di telinga semua keluarga yang tengah berkumpul.


"Mas!!."teriak Sanum yang tidak terima dengan itu.


Hatinya terasa sakit saat Kenzie berani menampar wajah putraya yang selama ini mereka sayangi.


"Dia harus kembali dididik dari nol sayang."ucap Kenzie yang kini berbicara lembut pada Sanum.


Namun Sanum tidak terima dengan itu dia menggelengkan kepalanya saat itu juga.


Sanum menangis sesenggukan sambil memeluk putranya yang kini tengah menunduk.


"Sayang maafkan daddy dia tidak sengaja."ucap Sanum yang kini mengecup bekas tamparan itu dan mengelusnya dengan lembut.


Kendra pun menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak apa-apa mom.. Ken yang salah."ucap nya yang kini mengelus punggung sang mommy.


"Kenzie ikut daddy."ucap Kenzo. yang kini berjalan bersama dengan sang istri.


"Duduklah kalian berdua."ucap Sanum lembut.


"Terimakasih nyonya."jawab keduanya.


Sanum hanya mengangguk pelan, dia tidak melihat wajah keduanya yang kini tengah gugup .


"Sudah berapa lama kalian berhubungan."ucap Sanum yang kini menatap lekat wajah keduanya.


"Tiga tahun nyonya."ucap Novara dan Arinda.


"Kenapa? baru sekarang kalian muncul."tanya Sanum lagi.


"Kami tidak punya keberanian untuk muncul dihadapan kalian karena keadaan kami jauh dari kata pantas untuk bersanding dengan kedua tuan muda."ucap Arinda.


"Jika tahu begitu kenapa? kalian masih nekad berada di sini.?"ucap Sanum dengan wajah tenang itu.


"Karena kami saling mencintai, itulah kenapa? saya meminta tuan muda untuk menunggu kami sampai kami lulus kuliah dan bekerja. agar kami bisa bersanding dengan mereka meskipun tetap tidak akan bisa menutupi perbedaan antara kita."ucap Novara.


Sanum pun mengangguk pelan, dirinya mengerti dengan yang mereka katakan. lagi-lagi dia teringat kisah almarhum ibunya dengan Kenzo.


Akhirnya Sanum meminta mereka untuk pulang dulu ke tempat masing-masing sebelum keputusan final diambil.


Kevin dan Kendra kini meminta mereka untuk menunggu di rumah kontrakan mereka dulu Kevin memberikan sebuah kartu debit pada Arinda.


Begitu juga dengan Kendra yang kini memeluk Novara.


"Gunakan ini untuk mencukupi kebutuhan mu, nanti setelah semua selesai aku akan datang untuk menjemput mu."ucap Kendra.


Novara pun mengangguk pelan, dia pun pergi dengan membawa tas berisi pakaian miliknya saat itu diantar oleh sopir yang ada di Mension tersebut.


Sementara Shania yang tau dengan semua itu dia mencegat jalan mereka dan meminta mereka untuk naik ke dalam mobilnya.


Shania harus menyelamatkan pernikahan dirinya dan juga kebahagiaan kedua kakaknya.

__ADS_1


Akhirnya Shania membawa mereka menuju apartemen miliknya.


Sementara perdebatan di ruang baca itu kini masih terjadi dimana? Kenzo tengah meminta Kenzie untuk memberikan kesempatan kepada kedua cucunya untuk bisa bersama dengan pasangannya karena Kenzo melihat kebaikan dari kedua gadis itu.


Namun Kenzie tetap ingin yang terbaik untuk mereka.


"Daddy tidak habis fikir dengan mu nak, apa? kamu tidak ingat saat Daddy menentang hubungan kalian berdua dulu."


"Tapi daddy lain ceritanya, istriku dulu sama-sama berpendidikan tinggi dan juga memiliki segalanya."ucap Kenzie.


"Kau tidak melihat Anggun."ucap Kenzo yang mengingatkan Kenzie saat membela istri dari Gerald dulu.


"Daddy kasus mereka berbeda, aku tidak mungkin membiarkan kedua cucuku hidup terpisah dari kita."ucap Kenzie.


"Baiklah tunggu sampai mereka juga melakukan proses yang sama dengan Gerald."ucap Kenzo yang kini terlihat kesal.


"Heumm... baiklah-baiklah daddy aku ijinkan mereka menikah tapi hanya pernikahan sederhana karena aku akan menjodohkan mereka kembali dengan anak rekan bisnis ku."ucap Kenzie.


"Ya sudah jika seperti itu, lakukan apapun yang kamu mau daddy hanya akan menyaksikan nasib mereka sama seperti dirimu saat mereka menikah nanti."ucap Kenzo.


Kenzie pun teringat masalalu nya saat dirinya dipaksa menikah dengan ibunya Gerald dulu.


"Baiklah semua akan aku serahkan kepada daddy saja."ucap Kenzie.


Akhirnya perdebatan itu dimenangkan oleh Kenzo saat ini kedua cucunya bisa menikah dengan kedua gadis itu tentunya pernikahan yang sederhana seperti yang mereka inginkan.


"Dimana calon cucu menantu ku nak."ucap Kenzo pada Sanum.


"Mereka sudah kembali ke asalnya daddy, bukankah orang kaya tidak pernah menikah dengan orang miskin."ucap Sanum yang kini melirik ke arah Kenzie.


'Oh tuhan aku lupa jika aku telah menyinggung perasaan permaisuri ku.' lirih Kenzie dalam hati.


Sementara Shania saat ini tengah tersenyum puas saat melihat Daddynya mati kutu.


"Sayang aku minta maaf, tadi aku khilaf."ucap Kenzie lirih.


"Jika kamu ingin minta maaf, maka minta maaf pada mereka jangan padaku."ucap Sanum yang langsung pergi dari hadapan mereka.


"Ya, daddy harus mencari mereka saat ini juga."ucap Shania.


"Shania... kamu belaian mereka."ucap Kenzie.


"Tidak, Shania tidak membela siapapun tapi daddy memang salah."ucap Shania yang pergi begitu saja.


"Owh oke nanti pernikahan mu digantikan pernikahan kakak mu dan pesta itu batal digelar."ancam Kenzie.


"Tidak masalah aku bisa menikah sirih dengan kak Arvin."ucap Shania dengan cueknya.


Sementara kedua lansia itu terkekeh geli.


"Putrimu lebih pintar darimu nak."ucap Mariana.


"Aku tidak tahu mimpi apa? Aku semalam."ucap Kenzie yang kini pergi menyusul sang istri.


Sementara itu di tempat Arvin kini berada, dia yang sudah menyelesaikan pekerjaan nya saat ini tengah bersiap untuk pulang.


Dia ingin memberikan kejutan pada calon istrinya Shania, karena seharusnya dia pulang besok sore.


Sampai saat dia tiba di bandara dia pun menolak panggilan dari Shania, saat ini rencananya Arvin akan membawa Shania makan malam di luar sekaligus dia ingin melamar calon istrinya itu dengan cara dirinya sendiri.


Arvin sudah menyiapkan sebuah kalung berlian yang kini tengah berada di dalam tas yang ia gendong di punggungnya itu.

__ADS_1


Arvin pun langsung dijemput oleh sopir kantor , dia sedang malas untuk naik taksi karena barang bawaannya sedikit lebih banyak.


Kini Arvin sudah berada di apartemen miliknya, Dia tidak pulang ke rumah sebelum ada Shania karena sudah bisa dipastikan Arvin hanya akan menangis karena merindukan sang Bunda yang selalu menyambut dirinya saat dia kembali dari perjalanan bisnisnya.


Sementara kini ibunya telah tiada, Arfan juga sudah berangkat ke Belanda sebelum dia berangkat ke luar kota saat itu.


Kini tanggung jawab Arvin adalah mengurus adiknya itu.


"Bunda semoga Bunda tenang di surga,,, maafkan Arvin yang belum bisa membuat Bunda bahagia."lirih pria itu yang kini tengah menatap langit-langit kamarnya itu.


"Sayang kamu sedang apa? heumm..."ucap Shania yang tiba-tiba ada di sana.


Arvin terperanjat kaget, tapi kemudian Shania pun menghilang.


Sudah dua kali Arvin melihat itu, mungkinkah apartemen itu benar-benar berhantu atau khayalan Arvin saja.


Sampai saat getar ponsel Arvin tiba-tiba bergetar di sampingnya itu.


"Ya sayang."ucap Arvin sambil tersenyum.


^^^"Kak daddy bilang pesta pernikahan batal kita menikah sirih saja."ujar Shania yang terdengar nyaring.^^^


Sementara Arvin hanya terkekeh, setelah itu dia bilang bahwa Arvin batal pulang dan ada satu Minggu lagi tambahan kerjaan.


Shania yang mendengar itu pun langsung berkata."Oke kalau begitu kita pisah saja sekalian."ucap Shania.


Namun Arvin bilang dia tidak akan melakukan itu kecuali maut memisahkan.


Shania pun hanya bisa menangis sesenggukan karena ternyata Arvin malah membuat hatinya semakin risau.


Bagaimana? jika pernikahan mereka benar-benar batal.


Sampai akhirnya Arvin meminta Shania untuk menunggu kedatangannya di Mension Shania pun akhirnya tersenyum.


Sementara itu saat ini keluarganya tengah kalang kabut mencari keberadaan kedua Calon menantu keluarga Kenzie, mereka tidak pernah tahu jika saat ini biang kerok dari semuanya adalah Shania.


Gadis itu sendiri duduk manis di sofa, dia tidak ikut mencari keberadaan kedua Calon kakak iparnya itu.


Sampai saat Mariana menghampirinya dan mengelus puncak kepala Shania dengan sayang.


"Kenapa? tidak membantu mereka heum... kasihan daddy mu sudah seharian penuh dimarahi oleh mommy mu."ucap Mariana.


"Omah,,,itu karena pilihan Daddy kenapa? harus Shania yang repot toh daddy juga sudah tidak peduli dengan pernikahan Shania."ucap Shania santuy.


"Sayang daddy janji kalau kamu bisa mencari tahu keberadaan mereka maka pesta itu akan terwujud."ucap Kenzie.


"Tapi harus ada perjanjian di atas kertas dulu baru Shania akan berusaha untuk membantu mencari mereka, lagian ya... hidup kok ribet banget sih."ucap Shania dengan cueknya.


"Baiklah-baiklah, daddy akan tandatangani surat perjanjian itu, mana ayo nanti Daddy tandatangani."ucap Kenzie.


"Bentar aku pasang iklan dulu di medsosnya ku dulu."ucap Shania dengan sengaja mengulur waktu.


Idenya yang muncul ketika dia dibuat marah dan kesal oleh sikap sang Daddy tadi pagi, dan sekarang setelah dia memohon-mohon pada Shania. kini giliran Shania yang ingin mengerjai balik ayahnya itu.


Meskipun itu adalah dosa, dan tidak pantas ditiru. tapi Shania kesal bukan main dengan perkataan Kenzie tadi.


Sementara sanum yang sedari tadi tengah duduk santai, tanpa mengirim melirik ke arah suaminya yang Bahkan sedari pagi dia buat kalang kabut. karena sanum sendiri masih sangat kesal dengan penolakan yang dilakukan oleh Kenzie kepada kedua jangan menantunya itu.


Sampai akhirnya Sania kembali dari dalam kamar, dia membawa sebuah surat perjanjian tertulis untuk Kenzie tanda tangani.


Karena dengan begitu pernikahannya dengan Arvin akan aman.

__ADS_1


Sementara Kenzie sendiri beliau merasa dipermainkan oleh seluruh keluarganya saat ini apakah yang dia lakukan salah karena ingin yang terbaik untuk kedua putranya itu tapi nyatanya mereka malah membenci Kenzie.


__ADS_2