
"Apa? kamu tidak mau ikut"tanya Gidion.
"Kemana?"tanya Mikaila.
"Ke hatiku"jawab Gidion.
Mikaila hanya tersenyum kecil.
"Kamu, mau hadiah apa? saat ulang tahun nanti"tanya Gidion.
"Aku mau pergi ke bulan bagaimana apa? masih mau mengabulkan nya"ucap Mikaila.
"Tentu"jawab Gidion.
"Heumm benarkah"ucap Mikaila yang terlihat tidak yakin.
Gadis, cantik itu lalu menggeleng pelan, bagaimana bisa Gidion melakukan semua itu.
"Sudah larut sebaiknya kamu istirahat"ucap gadis itu.
"Sayang kamu tidak merindukan ku"ucap Gidion.
"Tidak karena kita sudah bertemu dan sebelum itupun aku tidak pernah merindukan dirimu"ucap Mikaila dengan cueknya.
Gadis, itu beranjak pergi namun pria itu langsung bergegas meraih lengan gadis itu dan seketika itu dia langsung mencium bibir gadis itu, meskipun Mikaila tidak membalas semua itu tapi akhirnya dia pun mulai memberikan balasan pada Gidion.
Sampai, beberapa saat kemudian akhirnya gadis itu pun mulai melepaskan ciuman tersebut, karena hampir kehabisan nafas, gadis itu buru-buru pergi agar Gidion tidak lagi melakukan hal itu.
Setelah satu tahun berlalu sejak hari itu, gadis itu pun akhirnya lulus SMA, hari ini dia hendak pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya.
Hanya ada Kenzie dan juga sang mommy karena sudah sejak lama dia tidak mendapatkan kabar tentang Gidion.
Mikaila hanya bisa pasrah, sekalipun pria itu tidak berjodoh dengan Gidion, gadis itu tidak akan pernah berputus asa, karena sedari awal gadis itu tau hubungan diantara mereka tidak akan pernah bisa semulus yang diinginkan.
Kini Gidion bahkan tidak pernah datang ke tanah air lagi.
Gadis itu pun, berbalik meninggalkan keluarga nya terlihat raut wajah sedih dari gadis itu.
Negara tujuan nya saat ini adalah London Inggris, dia akan berkuliah di sana, dengan hidup mandiri dan benar-benar sendirian setelah Kenzie memastikan bahwa sekolah itu yang terbaik untuk wanita itu.
Mikaila, hanya bisa menurut apapun kata orang tua nya, karena menurut Mikaila semua itu adalah untuk kebaikan dirinya.
Sampai, saat berada di dalam pesawat terbang yang kini Mikaila tumpangi, gadis itu bahkan memejamkan mata nya setelah pesawat terbang di angkasa yang luas itu menuju negara tujuan nya, Mikaila hanya punya harapan jika kelak dia berhasil lulus kuliah di negara tersebut, dia akan mengambil alih perusahaan milik ibunya yang kini masih di urus oleh orang kepercayaan nya secara diam-diam.
Sampai dia tiba di negara tujuan nya, gadis itu pun pergi menuju hotel dengan taksi yang ia tumpangi, dia tiba di hotel pukul sembilan malam, karena semua sudah di booking secara online.
Sampai, tiba di kamar hotel tersebut, Mikaila langsung membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah setelah hampir tujuh belas jam lebih berada di pesawat terbang, dan saat tiba di hotel dia langsung pergi tidur.
Sementara, itu di kantor Gidion seseorang memberitahu pada pria itu jika saat ini, ada tamu hotel yang sedang dia tunggu.
Gidion langsung tersenyum lalu dia meminta asisten pribadi nya untuk mengirimkan bunga mawar putih untuk Mikaila nya.
Gideon,begitu berbunga-bunga saat itu juga dia langsung pergi meninggalkan kantor nya dan langsung bergegas menuju hotel miliknya itu.
Mikaila mungkin lupa jika hotel tersebut adalah hotel milik Gidion, dan itulah alasan Kenzie, tidak terlalu menghawatirkan nya.
Cuph...
Sebuah kecupan mendarat di bibir manis yang sudah lama ia rindukan.
Mikaila, pun refleks terbangun dia begitu terperanjat kaget saatnya saat melihat Gidion ada di sisinya.
Sampai gadis itu ingin bangkit dari tidurnya, tapi kemudian Gidion menahan nya, pria itu memeluk kekasihnya itu.
Gidion, tidak ingin melepaskan Mikaila, saat itu juga Gidion berkata "Maafkan aku"ucap Gidion.
Gidion, kembali mengecup puncak kepala gadis itu.
"Aku tidak tau apa? yang sebenarnya kamu mau"ucap Mikaila yang kini menjauh.
Gideon pun langsung membawa gadis itu duduk di sofa.
Gadis itu hanya bisa pasrah tanpa mau berdebat Mikaila bahkan sibuk dengan ponselnya.
__ADS_1
Sampai Gidion merasa sangat kesal hingga Gidion menarik handphone, milik Mikaila dan langsung menyimpan Handpone tersebut kedalam saku jas nya.
"Dion! ponsel ku"ucap Mikaila.
"Apa?"Kata Gidion marah.
"Dion!"teriak Mikaila.
Tapi pria itu tidak menggubris Mikaila, hingga Mikaila menangis dan pergi menuju ranjang nya lalu kemudian gadis itu masuk kedalam selimut nya.
"Mika,, ucap Gidion datar.
Tidak ada jawaban dari gadis itu, hingga Gidion bangkit dari berjalan menghampiri Mikaila, namun tiba-tiba handphone gadis itu berdering dengan panggilan telepon dari seseorang yang membuat Gidion langsung naik darah.
"Mikaila,, bisa kamu jelaskan semua ini!"Teriak Gidion yang hampir saja membanting handphone tersebut.
"Apa? yang harus ku jelaskan! setelah sekian lama tidak ada kabar atau pun keputusan yang jelas wajar saja jika semua orang melakukan hal itu, apalagi saat ini kau juga masih bersama dengan anak dan juga istri mu"ucap gadis itu.
"Jangan pernah berpikir untuk mengkhianati cinta ku Mikaila, karena jika itu sampai terjadi kau bahkan tidak akan bisa mencegah untuk kematian nya"ucap Gidion.
Gidion, langsung menghubungi seseorang di sebrang telpon, saat itu juga dia meminta agar seseorang melenyapkan pemuda itu, namun Mikaila, langsung memohon sambil memeluk erat tubuh kekar yang kini menepis tangan nya itu.
"Dion, aku mohon jangan lakukan itu, aku janji tidak akan, pernah macam-macam apa? kau dengar itu"ucap Mikaila.
"Dion"ucap Mikaila.
Sampai Gidion menghancurkan handphone Mikaila yang kini hancur berkeping-keping setelah melakukan hal itu Gidion langsung beranjak pergi meskipun Mikaila tetap memohon untuk kembali dan tidak melukai pria yang selama dua bulan ini menjadi tempat ia berkeluh kesah.
"Dion please jangan pergi! aku mohon jangan lakukan hal itu pada dia,, Dion! aku mohon please"Teriak Gidion.
Gidion, sempat berdiri mematung di tempatnya tapi kemudian pria yang kini benar-benar murka itu langsung kembali dan membawa gadis berusia sembilan belas tahun tersebut.
"Dion lepas aku mohon Dion, turunkan aku mau kemana? barang-barang ku masih di sana"ujar Mikaila yang meronta-ronta.
"Kau mau apa?" teriak gadis itu lagi.
Hingga akhirnya Gidion tiba di sebuah kamar di lantai teratas gedung perhotelan tersebut.
"Kau, berani melakukan hal itu, maka kau akan tau akibat nya"ucap Gidion.
"Sekarang kau bisa merenungkan semua kesalahan mu di sini, dan jangan harap bisa pergi dari ku"ucap Gidion.
.......................
Pagi hari nya, setelah pertengkaran hebat tersebut Gidion, masih berbaring disampingnya seorang gadis yang kini masih menangis sesenggukan setelah, dia kehilangan harta yang telah ia jaga selama ini.
Dan Gidion yang mengambil semua itu tidak sedikit pun merasa bersalah, justru dia sangat bahagia bisa mendapatkan semuanya secara utuh.
"Honey,, jangan menangis lagi, semua ini karena perbuatan mu sendiri, jadi jangan coba-coba melakukan hal di luar batas kesabaran ku"kata Gidion.
Sampai pria itu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi, dia langsung menyiapkan semua setibanya di sana, dia langsung menyiapkan air hangat untuk mandi karena saat ini dia harus segera kembali ke kantor.
"Ayo mandi dulu setelah itu kamu ikut aku kekantor, agar kamu tau seberapa banyak kesibukan ku selama ini"ucap Gidion yang langsung menggendong gadis itu dan membawa dia kedalam kamar mandi.
Gidion akan membiarkan Mikaila mengira bahwa ia sudah melakukan tindakan yang tidak pantas agar dia tidak bisa macam-macam lagi, padahal secara diam-diam dia bahkan sudah menjadikan Mikaila sebagai istri nya, tepat di hari ulang tahun nya yang ke sembilan belas tahun itu, karena keluarga Mikaila mendesak dirinya agar segera menikah dengan Putrinya itu, sementara Kenzie tidak tahu tentang itu.
Mikaila terus menangis sesenggukan hingga Gidion selesai mandi.
"Mau sampai kapan kamu terus menangis heumm"ucap Gidion.
"Sampai aku mati jika perlu"jawab Mikaila.
Gidion,meraih tengkuk gadis itu lalu menekan nya, dia mencium bibir gadis itu lebih rakus dari yang biasanya.
Gidion bahkan enggan untuk melepaskan ciuman tersebut, setelah Mikaila memukul-mukul dada bidang nya.
Gidion, kini menatap lekat wajah cantik itu yang terlihat sembab dan semakin pucat karena semalam mik
Mikaila menangis setelah melewati malam pertama, yang dianggap Mikaila sebagai pelecehan padahal sudah sah menjadi suami istri hanya saja Mikaila tidak tahu itu bahkan Gidion sudah mendaftarkan pernikahan mereka di Indonesia, menggunakan data-data komplit milik Mikaila, dan atas permintaan ayah kandung Mikaila.
Mikaila kini tengah duduk di lantai beralaskan karpet bulu yang super cantik dan mahal tersebut yang ada di dekat jendela kaca yang menjulang tinggi, dia menatap ke luar jendela kaca.
"Apa? yang kamu lakukan honey, bangun Ayo kita sarapan pagi dulu"ucap Gidion.
__ADS_1
"Tidak aku mau pulang"ucap Mikaila.
"Baiklah kita akan pulang ke Mension milik kita"ucap Gidion.
"Tidak aku akan pulang ke rumah mommy"ucap Mikaila.
"Tidak akan ada pesawat yang akan membawa penumpang gelap seperti dirimu"ucap Gidion.
Gideon kini menatap Mikaila, yang terlihat kaget.
"Apa? maksud mu"ucap Mikaila.
"Semua data mu sudah kembali ke Indonesia sejak kamu meninggalkan rumah"kata pria itu.
"Tapi kenapa? kau lakukan itu, aku disini untuk kuliah"ucap Mikaila.
Gidion, langsung mendekat ke arah Mikaila yang kini kembali menangis.
"Apa? kamu pikir kamu kesini atas izin daddy mu, tidak semua adalah atas kehendak ku"ucap gadis itu.
"Aku sudah resmi menikahi mu, saat aku kembali ke Indonesia tanpa menemui mu waktu itu, aku melakukan ijab qobul saat kau sedang berulang tahun di Mension, saat itu aku terburu-buru harus segera kembali ke negara ini, karena aku tidak punya waktu luang untuk menemui istri rahasia ku ini, dan aku selalu berusaha untuk membawa mu kesini karena kau adalah milikku"ucap Gidion.
Gidion, langsung menghubungi seseorang untuk bersiap mengurus semua nya, untuk menyambut kedatangan istri nya itu.
Ayo, sarapan pagi dulu setelah itu kita akan segera pergi ke perusahaan dan malam nanti kita akan pulang ke rumah kita"ucap Gidion.
"Tidak aku disini untuk kuliah dan aku sudah membeli apartemen untuk ku, jadi sekarang aku akan pergi ke sana"ucap Mikaila.
"Jangan membantah honey,, aku bahkan tidak akan pernah membiarkan mu untuk menginjakkan kaki di sana"ucap nya.
Gidion langsung membawa istrinya itu untuk duduk dan sarapan bersama.
Pria itu langsung memanggil pelayan untuk menghindang kan makanan yang sudah mereka bawa.
"Sayang apa? makan yang banyak agar kamu lebih bertenaga."ucap Gidion.
Gidion langsung memberikan beberapa menu pada piring milik istrinya itu.
Sampai Mikaila protes karena dia tidak pernah makan sebanyak itu.
"Dion!"seru gadis itu.
"Makan honey"ucap Gidion.
"Makan bagaimana? aku bisa menghabiskan semua itu sendiri"protes Gadis itu.
"Bisa sayang badan kamu terlalu ramping jadi tidak boleh makan sedikit"ucap Gidion.
"Dion, aku kenyang"ucap Mikaila yang baru makan seperempat makanan yang masuk kedalam perut nya itu.
Gidion pun langsung menyuapi Mikaila dengan segala rayu dan kata manis yang terucap akhirnya dia pun mau memakan itu, meskipun hanya dua suap karena Mikaila benar-benar tidak bisa makan sebanyak itu.
"Sayang kamu mau kan,, ikut dengan ku ke perusahaan, jika tidak tidak masalah tapi nanti malam aku jemput untuk pulang ke Mension"ucap Gidion.
"Aku mau kuliah Dion"ucap Mikaila.
"Nanti kamu bisa kuliah sayang,, tapi setelah kita memiliki anak, sebelum nya hingga kamu hamil dan melahirkan kamu bisa kuliah secara online"Kata Gidion.
"Dion, aku masih belum siap untuk hamil kamu tau sendiri aku masih terlalu muda untuk itu"ucap Mikaila.
"Sayang sebentar lagi usiamu duapululuh tahun"ucap Gidion.
"Masih lama Dion, ijinkan aku untuk kuliah dulu oke"mohon Mikaila.
"Baiklah hanya sampai dua tahun lagi tapi setelah itu kamu harus benar-benar mau memikirkan masa depan rumah tangga kita "bohong Gidion, yang diam-diam tidak akan pernah membiarkan Mikaila menunda kehamilan nya, dia akan mempercepat proses itu,demi restu yang akan dia dapatkan dari keluarga besarnya setelah mendapatkan pewaris tahta kerajaan bisnis milik mereka.
Karena, hanya itu yang bisa membuat gadis diakui oleh keluarga besarnya itu.
Gidion hanya ingin hidup bahagia bersama dengan wanita yang sangat ia cintai, tidak ada wanita lain lagi selain Mikaila.
Gidion, pun pamit untuk pergi bekerja karena Mikaila bilang jika dirinya tengah sangat lelah, jadi Gidion membiarkan gadis itu untuk beristirahat, sementara itu tanpa sepengetahuan Mikaila, Gidion meminta orang-orang nya untuk menjaga Mikaila, agar tidak melakukan hal yang aneh-aneh atau pun kabur dari hotel tersebut.
Sampai, saat dia pulang bekerja nanti, Gidion benar-benar menyuruh orang-orang nya untuk berjaga-jaga di sana.
__ADS_1
Sementara itu Mikaila mencoba menelpon ke sebuah kontak yang dia tau lewat telepon tersebut tapi ternyata telpon itu tidak bisa digunakan .
Sampai saat makan siang pun masih mencari handphone miliknya.