Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Bunuh diri#


__ADS_3

Vino masih menatap kearah ombak pantai yang terlihat beriringan.


"Tolong biarkan aku sendiri."ujar Vino datar.


"Tapi kak, kamu belum sarapan."ujar Mikaila.


"Jangan beri perhatian padaku jika hanya sekedar basa-basi aku bukan anak kecil yang akan senang hanya dengan basa-basi."ujar Vino.


"Kak."lirih Mikaila.


"Sekarang kamu bebas jika ingin kembali padanya, maafkan aku jika selama ini hanya menjadi penghalang untuk kebahagiaan kalian berdua."ujar Vino dingin.


"Kak, kakak kok jadi ngelantur gini aku salah ya, jika aku merasa takut dengan semua itu."ujar Mikaila.


"Kamu gak salah, karena yang salah disini cuma aku, aku yang tidak nyadar diri karena telah mencintai seorang Mikaila yang bahkan dicintai oleh seorang bangsawan dan juga"


"Stop kak! aku tau aku salah disini justru aku yang tidak pantas untuk dicintai pria manapun!."teriak Mikaila.


Wanita itu, berlari pergi dengan air mata yang tidak tertahankan lagi. ucapan Vino membuat hati Mikaila benar-benar sangat sakit.


Dia tau, dia salah karena sudah berhubungan dengan dua pria yang bahkan keduanya sudah menikah tapi Mikaila tidak pernah meminta itu, dia justru berusaha menghindar dari keduanya.


Mikaila kini mengurung diri di dalam kamarnya.


Sementara Vino masih berada di depan ombak pantai yang kini merendam mata kakinya.


Pria itu, memejamkan mata nya.


Lagi-lagi ada air mata yang keluar dari sudut bibirnya.


"Andaikan kamu bisa melihat cinta ku yang begitu besar, apa? kamu akan tetap memilih dia."ujar Vino lirih.


Pria itu, mengusap sudut bibirnya, dia tau sudah tidak ada lagi harapan untuk dirinya. mungkin menghilang adalah jalan satu-satunya untuk menyembuhkan luka.


Vino berjalan menuju villa resort tersebut, setelah sampai di sana dia masuk kedalam kamar nya, dan menulis sesuatu di secarik kertas, lalu meninggalkan itu di atas nakas Vino pergi dengan membawa koper miliknya.


Bahkan pria itu, hanya melirik ke arah pintu kamar, tanpa pamit dia langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


"Non,,, tuan muda Vino sudah pergi."ujar seorang pelayan paruh baya itu.


"Tidak apa? Bi,,,, dia datang hanya untuk berkunjung pasti dia juga akan pergi. itu hak nya."ujar Mikaila.


Wanita itu menutup pintu kamarnya kembali, sambil menahan tangisnya.


"Cinta,,, rasanya semua itu palsu."ujar Mikaila.


Mikaila menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, dia mencoba untuk memejamkan mata agar bisa melupakan semuanya, tapi ternyata semua sia-sia.


Mikaila bukanya tidur tapi malah semakin gelisah, Vino benar-benar pergi tanpa pamit.


Pria itu benar-benar tega, menurut Mikaila.


Hingga dia bangkit dari ranjang dan berjalan keluar menuju kamar sebelah, dia tidak percaya jika saat ini Vino telah pergi meninggalkan dirinya sendiri di villa itu.


Mikaila pun membuka pintu kamar yang seharusnya masih ditempati oleh Vino. namun ternyata pria itu malah pergi tanpa pamit.


Mikaila menatap ke arah ranjang kosong itu, aroma maskulin yang selama ini menjadi ciri khas bagi Vino membuat hati gadis itu terasa ngilu, saat membayangkan malam kemarin Vino tertidur pulas di atas ranjang miliknya, meskipun tidak terjadi apa-apa dan mereka tidur dengan pembatas di tengah-tengah mereka.


"Aku pergi, Nona Mikaila. atau nyonya Gidion semoga setelah kepergian ku, ini kalian mendapatkan bahagia bersama dengannya seperti yang kamu impikan selama ini. maaf jika aku sudah menghalangi kebahagiaan kalian."Vino


"Hiks,,, hiks hiks kenapa? harus seperti ini. aku sendiri tidak tau harus bagaimana menjelaskan semua ini aku hamil,,, aku pergi karena aku tidak ingin menyakiti siapapun."ujar Mikaila.


Mikaila sebenarnya belum memeriksa secara langsung tapi tanda-tanda itu sudah dia ketahui dan sama persis seperti yang dikatakan di internet.


Dia lebih suka Vino memaki dan menghinanya daripada seperti saat ini.


Tangis Mikaila reda setelah bunyi telpon dari sang Mommy membuyarkan lamunan dan tangis nya langsung berakhir.


"Mom,,,"ucap Mikaila lirih.


"Sayang kamu dimana? Mommy sudah pulang."ujar Sanum.


"Di villa Mom,, Mika tidak ingin kembali."ujar Mikaila.


"Ada apa? sayang apa? ada masalah."ujar Sanum.

__ADS_1


"Kapan? Mikaila tidak bermasalah Mom, Mika juga sudah sangat lelah, maafkan Mika jika selama ini Mikaila tidak pernah membuat mata Mommy bangga." ujar Mikaila.


"Hi,,, sayang kamu tidak boleh bicara seperti itu, Mommy tidak suka kamu bicara begitu kamu putri Mommy yang sangat Mommy sayangi sejak kamu hadir di rahim Mommy."ujar Sanum.


Samun, melihat putrinya sedang putus asa dia langsung mengakhiri panggilan nya.


Dia meminta Kenzie untuk menelpon orang-orang nya untuk menjaga Mikaila.


Namun sayang hanya beberapa menit yang lalu ia mealhiri panggilan telepon tersebut, seseorang telah menghubungi Sanum. mengabarkan jika wanita itu hilang di telan ombak pantai.


"Tidak!!!" teriak Sanum yang langsung pingsan saat itu juga.


Sementara Kenzie yang melihat itu dia buru-buru mengangkat tubuh istri nya tergeletak di lantai.


"Honey bangun,,, honey."ujar Kenzie yang terus mendekap istrinya yang kini telah pingsan.


Kenzie langsung meraih ponsel tersebut, dan ternyata, masih menyala.


"Halo ya, ada apa? kalian semua ribut!." teriak Kenzie.


"Nona muda bunuh diri tuan dia terjun ke dalam ombak dari tebing karang itu."ujar pelayan itu sambil menangis histeris.


"Apahhh!!."Teriak Kenzie yang langsung berteriak-teriak meminta bantuan dia harus segera terbang ke pulau pribadi nya itu.


"Honey bangun, kamu harus yakin putri kita akan baik-baik saja."ujar Kenzie.


Sementara itu di sepanjang pesisir pantai dan pulau itu saat ini diterjunkan beberapa regu tim penyelamat namun hingga malam hari pencarian itu tidak membuahkan hasil.


Bahkan Vino yang melihat berita di TV tentang Mikaila yang hilang di pantai. saat Vino sedang menunggu penerbangan nya ke luar negeri, Vino langsung meminta asisten pribadinya untuk membatalkan keberangkatan nya ke luar negeri karena dia tidak ingin mimpi buruk di malam hari ini benar-benar terjadi.


Vino ingin memastikan bahwa Mikaila masih hidup meskipun tidak lagi bersama dengan nya.


Vino hanya bisa berharap. namun harapan itu harus sirna setelah mayat wanita muda ditemukan dalam kondisi wajah yang tak bisa dikenali lagi meskipun ciri-ciri pisiknya sama dengan Mikaila.


Tepat di bibir pantai, dimana tadi pagi dia masih berada di tempat itu, dengan Mikaila yang tengah berusaha untuk meyakinkan nya.


"Mika,,, kamu kenapa,,, lakukan ini kenapa? Mikaila kenapa? ujar Vino yang kini bahkan terlihat sangat berantakan hatinya begitu terluka.

__ADS_1


__ADS_2