
Hari demi hari mereka lewati dengan kerinduan yang mendalam, keduanya tidak bisa tidur nyenyak setiap malam dan akan selalu terjaga.
Aluna sendiri kini sudah meminta obat tidur pada dokter untuk bisa tidur tapi nyatanya obat tidur itu tidak berpungsi dengan baik.
Zaid, sudah membuat pengumuman tentang Luna yang hilang satu Minggu yang lalu dan sampai saat ini dia belum kembali.
Zaid akan memberikan uang dengan jumlah yang cukup besar untuk orang yang berhasil menemukan gadis itu.
Namun sampai saat ini tidak ada satupun yang memberikan informasi tentang keberadaan gadis itu.
Hingga Zaid benar-benar merasa frustasi.
Pria itu semakin gila kerja dan bahkan sampai saat ini Zaid tidak bisa tidur nyenyak.
Pria itu hanya akan tertidur setelah minum banyak.
namun tidak berlangsung lama setelah pengaruh alkohol itu hilang dia akan kembali meracow tidak jelas memanggil nama Luna.
Seakan semua sudah berakhir hidup Zaid kembali ke titik terendah bukan karena faktor kekayaan, tapi kesedihan karena kehilangan orang yang pernah begitu berarti dalam hidupnya kini terulang lagi.
Zaid sering menangis dan memanggil orang-orang itu di dalam hatinya dan hal itu sering di lihat oleh Vino yang kini mengajak pria itu untuk tinggal bersama agar pria itu bisa kembali tegar seperti dulu sebelum dia bertemu dengan Luna.
Vino pernah menyarankan agar Zaid membuat pemberitaan palsu tentang kematiannya dan saat itu dia yakin jika Aluna akan muncul.
Namun Zaid menolak, karena ide gila itu akan merugikan seluruh pihak yang berkaitan dengan dirinya.
Setelah beberapa bulan mereka terpisah tidak ada satupun jejak yang menunjukkan bahwa Aluna pernah terlihat dimanapun Cctv jualan seolah rusak semua.
Zaid yakin jika ada seseorang yang lebih berkuasa yang kini menyembunyikan gadis polos itu.
Sampai saat Vino hendak menyalakan televisi untuk putranya yang suka dengan film kartun favorit nya, ada sebuah siaran berita hangat yang menayangkan rencana pertunangan yang akan segera digelar di kota itu.
Nama pengusaha terkenal itu disebut kan dan putrinya Adeline yang Vino kenali.
"Sekarang kita kedatangan tamu terhormat dan sangat penting untuk kita diacara pagi ini beliau membawa berita penting yaitu tentang pertunangan putri semata wayangnya itu dengan seorang pria berdarah Jerman yang merupakan seorang pengusaha sukses. mari kita sambut Tuan Gultom Tarore dan putrinya Nona Adeline Tarore bersama calon tunangannya yaitu tuan Edison!."Teriak si pembawa acara.
"Zaid kau harus melihat keajaiban dunia."ujar pria itu pada pria yang baru saja keluar dari dalam kamar nya yang tidak jauh dari ruangan itu.
"Apa? kau teriak-teriak sepagi ini lihatlah anak-anak mu mereka kebingungan."ujar pria itu pria yang sudah berpakaian rapi karena akan pergi ke kantor.
"Cepat kemari atau kau akan menyesal."ujar Vino.
"Aku tidak punya waktu untuk."ucap dia terjeda"Aluna."ujarnya lagi.
__ADS_1
"Sudah kubilang bukan, tapi sayang satu minggu lagi dia akan mengadakan upacara pertunangan."ujar Vino.
"Apa? dia benar-benar Aluna ku."ujar Zaid saat melihat gadis yang kini terlihat jauh lebih dewasa dari Aluna yang selalu bersama dengan dirinya.
"Ah,,, sepertinya aku harus mencuci matamu agar tidak belekan lagi."ujar pria itu.
"Segera cari tahu dimana tempat tinggalnya aku tidak ingin gadis itu menghilang lagi dariku, enak saja setelah hampir berbulan-bulan lamanya sudah membuat ku jungkir balik dia ingin pergi begitu saja."ujar gadis itu.
"Yang jadi pertanyaan ku sekarang adalah apakah kamu mencintai dia atau tidak?."ujar Vino.
"Apakah itu penting?."tanya balik Zaid.
"Tentu saja penting, apa? kau ingin menahan seorang gadis di sisimu tanpa status yang jelas, sementara disana dia punya masadepan yang pasti."ujar Vino.
"Aku tidak akan mengatakan bahwa aku ingin Luna berada di sisiku jika aku tidak menyukai dia."ujar Zaid.
"Tapi suka itu berbeda dengan cinta Zaid, jika hanya suka saja kita pun juga sangat suka padanya."ujar Vino.
"Baiklah-baiklah aku mencintai dia puas."ujar Zaid.
"Itu baru benar, aku tau dia dimana sekarang kamu ikut aku."ujar Vino.
"Apa? kau tidak waras, kenapa? kau tidak bicara sedari tadi."ujar gadis itu.
"Tapi mereka bilang Luna adalah salah satu anak dari musuh ku yang entah dimana keberadaan dia saat ini."kata Zaid.
"Kau lihat kemiripan ayah dan anak itu, apa? kau yakin mengenali Luna."tanya Vino lagi.
"Tentu saja, cepat bawa aku kesana."kata Vino.
"Baiklah tunggu aku bersiap dulu."kata Vino.
"Bersiapnya jangan kelamaan atau aku hancurkan kamar itu."ancam Zaid.
"Lakukan saja kalau itu hancur aku pun akan tiada dan kau tidak akan bisa menemukan dia."kata Vino sambil tersenyum mengejek.
"Vino!."teriak pria itu.
"Apa?."kata Vino semakin membuat Zaid kesal.
"Buruan atau kau akan menyesal."kata Zain mengancam.
"Yang akan menyesal itu kau bukan aku."balas Vino yakin.
__ADS_1
"Terserah kau saja sekarang cepat atau aku tembak kakimu."ujar pria itu lagi.
"Heumm baik'lah."balas Vino yakin sudah jauh melangkah.
Sementara itu Vino, tengah bersiap dibantu oleh istri tercinta nya itu.
"Tuh lihat kan sayang bagaimana jika pria itu sudah jatuh cinta pada lawan jenisnya."ujar gadis itu.
"Tentu saja Sayang, tapi apa? kamu juga akan seperti itu Honey."ujar Julia penuh penekanan di akhir kata.
"Aku sudah lebih dulu merasakan itu pada wanita yang sangat cantik yang kini berada di hadapan ku, apa? kau tidak pernah lihat itu."ujar Vino.
"Heumm,,, aku percaya sayang dan terimakasih untuk semua itu."ujar Julia.
"Jangan pernah berpikir untuk pergi dari hidupku sayang karena aku akan sangat kehilangan mu, bahkan mungkin aku akan mati."ujar Vino.
"Sutt,,, jangan bicara begitu, aku tidak ingin menjadi janda dari pangeran tampan yang kini ada di hadapanku."ucap wanita itu.
"Janji." ujar Vino memastikan.
"Tentu saja."balas Julia.
Mereka pun akhirnya bercumbu mesra hingga beberapa detik, namun semua itu buyar karena ketukan pintu yang begitu keras seakan sedang melakukan pengerebekan.
Tok....
Tok....
Tok...
"Wah sialan gangguin orang lagi memadu cinta saja."celetuk Vino.
"Ada apa!."teriak Vino dari dalam.
"Buruan bodoh acaranya sudah berakhir."ujar Zaid.
"Kau pikir kita akan datang ke stasiun televisi itu."ujar Vino.
"Ya iyalah kemana? lagi."ujar pria tampan itu.
"Apa? kau pikir mereka tinggal di sana."ucap Vino.
"Memangnya kau tau dimana?."tanya nya.
__ADS_1