
"Aku bisa mendapatkan wanita manapun yang aku mau."jawab Zaid.
"Semua itu tidak halal Zaid dan tidak akan ada yang setia dengan mereka yang hanya menginginkan uang mu."ujar Vino.
"Kau tidak tahu tanpa uang pun aku bisa menikmati mereka."ujar Zaid.
"Heumm,,, tidak mungkin."ujar Vino.
"Kau lupa jika aku punya barang yang super bagus jadi tidak akan ada yang menolak ku justru mereka ketagihan."ujar Zaid.
Sementara Vino hanya geleng-geleng kepala.
Pria itu tidak habis pikir dengan sahabatnya itu apa? mafia tidak punya cinta.
Itu pertanyaan yang ada di dalam benak Vino.
Sampai saat mereka tiba di tempat tujuan, Vino langsung bergegas menemui cintanya itu.
Sesampainya di sebuah rumah yang cukup megah, pria itu berarti saat melihat seseorang tengah bermain bersama dengan kedua anak kembar.
Wanita yang Vino rindukan selama dua bulan ini kini sudah merubah penampilannya menjadi lebih feminim dan gaya rambut yang menambah kecantikannya.
"Julia."panggil seseorang yang sangat tampan.
"Kenapa? kau diam saja, apa? sekarang kau ragu."ujar Zaid.
"Bukan seperti itu,,, tapi lihatlah."tunjuk Vino pada pria tampan itu.
"Hahaha,,, kau kalah sobat."ujar Zaid.
"Diam kau."ujar Vino.
"Pemirsa,,, ternyata oh ternyata perempuan yang selama ini dikabarkan hilang tersebut dia dibawa kabur oleh pria yang lebih tampan dari tuan Vino Abraham sekian dan terimakasih."ujar Zaid
Pria itu langsung mendapat pukulan keras dari Vino.
"Dasar sahabat atau musuh sih pria yang berada di sampingku ini."ujar Vino.
Tapi bukannya marah pria itu malah terkekeh pelan.
"Kau mau turun atau kita kembali pulang."ujar Zaid yang gemas.
Sementara pria yang bersama dengan Julia itu langsung dirangkul dan dibawa pergi oleh Sky.
"Sialan."ujar Vino yang langsung pergi menyusul masuk bersama dengan Zaid.
"Tunggu kau sialan."ujar Vino.
Sementara Zaid masih terkekeh geli sambil berjalan menghampiri sahabat nya itu.
"Hi guys,,,"ujar Zaid.
"Hi tuan Zaid apa? kabar."ujar Sky.
"Kabar baik silahkan duduk."ujar Sky.
Sementara seseorang yang sedari tadi mengikuti Zaid. pria itu kini tengah mematung sambil menatap lekat pada Julia dengan dengan tatapan sendu.
"Duduklah apa kamu ingin jadi patung mungkin disini kurang pajangan."ujar Zaid.
"Mikaila."ucap Vino yang langsung bergegas menghampiri wanita itu dan memeluk nya.
"Tuan kau siapa? lepaskan aku."ujar Julia.
"Yank,,, kamu lupa aku."ucap Vino.
"Itulah yang menjadi masalah bro duduklah kita bicara pelan-pelan."ujar Zaid.
"Honey lihat aku,,, Vino aku tunanganmu."ujar Vino sambil menatap sendu ke arah Julia.
__ADS_1
Sementara Julia sendiri saat ini menetap bingung pada pria tampan yang ada di hadapannya.
Dia menatap ke arah sky pria itu pun mengangguk pelan tanda dia mengiyakan bahwa Vino adalah tunangan Julia.
"Duduklah Aku hanya ingin tahu bagaimana hubungan kita selama ini. dan bayi siapa? yang ada di dalam perutku ini.ujar Julia lembut.
Vino langsung duduk di samping Julia dia menggenggam tangan wanita cantik itu.
Julia kini terlihat sedikit gemukan karena mungkin bawaan hamil atau mungkin pola makan wanita itu semakin bertambah banyak entah Vino juga tidak mengerti yang pasti saat ini Julia atau Mikaila terlihat semakin cantik.
Dengan pipi cabi wanita itu semakin terlihat menggemaskan dari sebelumnya.
"Sayang aku sangat putus asa selama ini andaikan saja tidak ada sahabatku yang kurang kerjaan itu mungkin sampai saat ini aku tidak akan pernah tahu kamu berada di mana Aku sangat merindukanmu Mikaila pulanglah denganku kita akan segera menikah agar anak kita bisa mendapatkan akta kelahiran."
Sontak Zaid tertawa mendengar ocehan dari Vino pria itu terkekeh geli Karena tujuan Vino menikah Julia secepatnya karena alasan akta kelahiran anaknya.
Padahal tanpa menikah pun mereka bisa membuat itu. apa yang tidak bisa dilakukan oleh Zaid pria itu bahkan bisa membuat surat nikah asli tanpa harus menikah terlebih dahulu.
Sementara Sky hanya menahan tawa karena ternyata mereka bertiga benar-benar sangatlah kocak jika sedang berkumpul seperti saat ini tidak ada lagi kata formal ataupun kecanggungan antara Sky dan Zaid.
Mereka tampak akrab, seperti sahabat yang telah puluhan tahun bersama sampai akhirnya Katy datang bersama dengan suaminya pria itu pun merasa bangga karena ternyata pertolongan mereka tidak sia-sia. dan lebih mengejutkan lagi ternyata Zaid adalah kerabat dari tunangan Julia yang ia tolong dua bulan lalu.
Kini semua orang telah berkumpul termasuk si kembar yang terus bermanja-manja pada Daddynya dan juga pada Julia.
Julia pun terlihat sangat menyayangi keduanya dan sungguh terlihat seakan seperti ibu dan anak .
Mikaila yang penyayang tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan pengakuan dari kedua anak asuhnya itu.
Ya,,, dia bisa disebut dengan ibu asuh karena mereka memang tidak punya hubungan darah dan jika disebut ibu sambung Julia tidak pernah menikah dengan Sky sekalipun hanya hubungan pacaran atau yang lainnya.
Keduanya hanya berhubungan baik dan berteman sejak Julia ditolong oleh kedua orang tuanya pria itu bahkan menyayangi Julia seperti adiknya sendiri.
Julia bahkan tidak canggung saat Sky merangkul pinggang atau bahunya karena baginya Sky sudah seperti kakaknya sendiri.
Sementara Katy juga begitu menyayangi dia karena dia tidak pernah memiliki anak perempuan.
Saat Julia menentunya masih hidup Julia selalu diperlakukan sangat baik oleh Katy yang kini bersikap baik juga kepada Julia yang ia temukan di lautan lepas
Dan Vino juga setuju saat Mikaila harus menggunakan nama Julia karena dengan begitu Mikaila bisa memiliki kehidupan baru bersama dengannya dan tidak ada lagi masa lalu yang selalu mengganggunya.
Karena mulai saat ini Vino memutuskan untuk tinggal di negara itu. bersama dengan Zaid dan juga Sky.
Mereka akan hidup berdampingan layaknya saudara seperti yang selama ini Vino dan Zaid mereka sudah seperti saudara kandung yang tak terpisahkan.
Meskipun saat ini mereka tinggal di negara yang berbeda demi kebaikan Julia apapun akan dia lakukan dan setelah ia selesai menyiapkan pernikahan itu dia akan mengambari Sanum.
Dan meminta wanita itu untuk datang ke negara tersebut, tanpa harus diketahui oleh Gideon karena Vino yakin Gidion akan terus mengejar calon istrinya itu.
Sampai saat ini Gidion masih mengingat Mikaila meskipun ia sudah memasrahkan semuanya pada yang maha kuasa atas hidupnya Mikaila.
Dan kini dia juga sudah memiliki calon anak dari Inara, yang kini tengah hamil anaknya.
Kehamilan Inara juga sudah menginjak usia 1 bulan berbeda dengan kehamilan Mikaila. yang kini menginjak usia 3 bulan.
Wanita itu tengah ngidam bahkan setiap pagi dia merasakan morning sickness seperti ibu muda pada umumnya yang baru mengalami kehamilan.
Namun Sky selalu ada di sampingnya saat wanita itu tengah muntah-muntah Sky bahkan tidak pernah ragu untuk membantu kapanpun Julia membutuhkannya.
Meskipun itu saat dia sedang bertugas dia akan segera pulang jika Julia menginginkan sesuatu seperti makanan ataupun hal lainnya pernah satu hari saat Sky masih berada di rumah sakit meskipun baru keluar dari ruang operasi saat itu Julia menelponnya hanya karena ingin memakan sesuatu yang manis di tengah malam Sky pergi mencari itu semua ke tempat-tempat yang bahkan lebih jauh dari rumah sakit dan rumahnya.
Sky tau bagaimana rasanya menjadi Julia disaat almarhum tengah mengandung kedua anaknya dan begitu pula dengan Mikaila yang kini menggunakan nama mendiang istrinya.
Dia pasti merasakan hal yang sama dengan Julia almarhum istrinya Sky yang begitu perhatian terhadap Julia almarhum istrinya itu.
Dia selalu melakukan apa saja yang Julia mau meskipun itu hal yang sulit sekalipun dan kini beban Sky sudah berkurang. karena Vino sudah hadir di kembali dalam hidup Julia.
Julia tidak perlu lagi merasakan ngidam yang aneh-aneh di saat dia sedang bertugas di rumah sakit karena Vino akan selalu ada di sini setiap saat sampai kapanpun itu.
Seperti janji Vino saat ini.
__ADS_1
Mereka semua pun makan malam bersama meskipun saat ini jam sudah menunjukkan pukul 10.00 malam karena keterlambatan datang kedua pria yang sudah dari tadi ditunggu oleh mereka.
Katy dan juga Wilson suaminya mereka pergi kembali ke rumah sakit untuk menangani pasien yang hadir di sana sampai akhirnya Sky menghubungi mereka berdua karena Vino dan juga Zaid sudah berada di rumahnya.
Kehangatan keluarga bisa dirasakan oleh Julia Saat ini apalagi kedua anak kembar itu selalu menemani dia setiap waktu.
Kini setelah dia membantu mereka untuk tidur Julia ikut bergabung di meja makan dan perhatian Sky membuat Vino cemburu karena Sky lebih mengerti apa yang diinginkan oleh Julia atau Mikaila.
Sampai pada akhirnya Vino mengalah agar Julia tidak bingung dengan sikap keduanya.
Sementara aja Zaid sedaritadi ia fokus dengan hidangan yang ada di hadapannya seakan seperti tak pernah makan satu tahun. pria itu mampu menghabiskan berbagai menu yang sudah ia ambil di piringnya dan itu membuat Vino mencubit perut pria itu yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.
"Apa? kau tidak pernah makan selama satu tahun ini. kenapa? kau terlihat sangat rakus sekali."ejek Vino sambil tersenyum.
"Diam kau,,, ini semua ini rasanya seperti masakan Bunda ku. seakan aku sedang berkumpul dengan keluargaku,,, dan mereka benar-benar kembali padahal mereka sudah tidak ada."ujar Zaid terlihat begitu sedih.
Vino pun tidak tega hingga ia mengusap punggung sahabatnya itu.
"Tenanglah setelah aku menikah dengan Julia nanti, kau bisa tinggal bersama kami dan juga kau bisa menikmati kehangatan keluarga yang akan kami bangun."ucap Vino.
"Memangnya kau bisa menciptakan keluarga yang hangat seperti keluargaku dulu. mereka tidak pernah bertengkar bahkan mereka selalu satu tujuan dan tidak ada yang pernah saling berkhianat satu sama lain aku rindu mereka andaikan Tuhan mau mengambil nyawaku akan kuserahkan semua yang kau miliki saat ini kepada orang yang lebih membutuhkan."ujar Zaid.
"Heeuh terang saja bilang rela karena yang ingin kau sumbangkan adalah milikku bukan milikmu ahh sudahlah sudah sobat jangan terlalu larut dalam kesedihan nanti kau akan tersesat."ujar Vino sambil terkekeh.
Karena itu adalah jargon milik Zaid seperti itu jangan terlalu larut dalam kesedihan karena semua itu akan membawamu ke dalam kesesatan itu yang selalu dikatakan oleh Zaid selama ini.
"Kau meniru jargon ku, ahh tidak seru aku akan mengganti nya saja."ujar Zaid.
"Sudah relakan saja."ujar Vino.
"Tidak bisa,,, kau harus bayar denda."ujar Zaid.
"Berapa."ujar Vino.
"Wih,,, sultan, mobil sport keluaran terbaru yang belum ada di dunia ini bagaimana."ujar Zaid sambil tersenyum.
"Tunggu aku gambarkan dulu."canda Vino.
Sementara semua orang yang ada di sana hanya tertawa kecil.
Kini semua orang tengah berkumpul di ruang keluarga setelah menikmati makan malam mereka dengan penuh kehangatan.
Julia sendiri tengah bersiap untuk tidur karena sudah larut malam Sky menyarankannya untuk istirahat lebih dulu.
Dan tentang masalah Vino juga temannya Sky berjanji akan mengatasi semuanya. Julia dilarang untuk terlalu banyak berpikir karena akan mempengaruhi calon anak mereka nanti.
Beruntunglah Julia bisa diselamatkan oleh mereka dan tinggal bersama dengan para dokter itu yang selalu menjaganya di setiap saat.
"Apa? rencana kalian berdua saat ini."tanya Wilson.
"Saya tidak punya rencana, yang punya rencana adalah dia dan saya hanya akan membantu mewujudkan keinginan dia."ujar Zaid serius.
"Saya akan membeli hunian yang sangat nyaman untuk kita bertiga tinggali nanti."ujar Vino.
"Lalu,,,, selanjutnya?."ujar gadis itu.
"Selanjutnya kami akan menikah setelah memberitahu kedua orang tuanya
"ucap Vino.
"Semua itu memang sudah seharusnya, kamu lakukan saya bangga pada anda."ujar Vino
Perbincangan itu terus berlanjut sampai saat mereka memutuskan untuk pergi beristirahat Vino dan Zaid juga pulang ke hotel yang sudah mereka tempati sebelum berangkat ke rumah Julia.
Kedua pria itu memutuskan untuk tinggal di hotel agar lebih mudah untuk kesana kemari karena jika dia pulang ke mansion milik Zaid maka di sana akan sekali peraturan yang banyak anak buahnya jadi dia bakal terlambat untuk mendapatkan Julia.
sampai saat Zaid dan juga Vino tiba di hotel mereka kembali berpisah karena kamar mereka berbeda nomor dan lantai keduanya selalu mengucapkan kata perpisahan di saat mereka akan pergi "Selamat malam sobat semoga kelak matahari masih bisa bersinar agar kita bisa kembali lagi bersama."ujar Zaid.
"Matahari akan tetap bersinar meskipun kita tidak bisa melihatnya lagi. kau selalu saja salah berkata seharusnya kau bilang jika besok kita bisa melihat matahari kembali bersinar. itulah yang benar."ujar Vino yang sedikit memasang wajah kesal meskipun itu hanya ekspresi yang dibuat-buat.
__ADS_1
Zaid terkekeh karena merasa mereka berdua seakan anak yang baru keluar dari taman kanak-kanak sampai saat ini mereka masih melakukan hal itu setiap kali akan berpisah atau pun setiap mereka akan tidur.