Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Pernyataan cinta dari Vino#


__ADS_3

Enam bulan telah berlalu sejak Mikaila kembali dari rumah sakit, gadis itu dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif.


Kini dia sudah kembali beraktivitas seperti biasa.


Mikaila pun mulai menata diri, pasca kepergian Gidion yang meninggalkan dirinya saat itu.


Mika, memang sangat mencintai Gidion. tapi dia merelakan kepergiannya untuk kembali ke keluarga besarnya.


Mika yakin jika mereka tetap berjodoh maka suatu hari nanti mereka akan kembali dipertemukan.


Satu hal yang pasti, Mikaila akan menunggu takdir membawa cintanya kembali.


Mika pun kini sudah tidak berada dalam pengawalan ketat lagi karena Arman pun sudah menepati janji nya pada Mikaila, untuk kembali pada keluarga besarnya yang bahkan menyambut Arman dengan pesta meriah yang diadakan di Mension utama keluarga Orlando.


Arman kini sudah menyandang nama besarnya kembali, Vino Orlando. nama yang sejak lahir ia terima dari kedua orang tua dan keluarga besarnya.


Kini Arman tidak perlu lagi melakukan penyamaran, bahkan dia juga kembali menggunakan fasilitas yang orang tuanya berikan sebagai pewaris tahta kerajaan bisnis yang mereka miliki.


Hari demi hari mereka lalui dengan suka cita karena pewaris mereka sudah kembali kepada mereka. setelah dua tahun lamanya ia menghilang.


Arman pun sering mengunjungi Mikaila, seperti saat ini dia sengaja datang untuk menjemput Mikaila dari kampus.


Kini penampilan Arman lebih keren dari sebelumnya, dia lebih tampan saat ini karena tidak perlu melakukan penyamaran.


Sampai saat Mikaila tiba di parkiran kampus wanita itu bengong melihat siapa? yang menghampiri dirinya.


"Mika,,"panggil Arman.


Gadis itu langsung tersadar dari lamunannya.


"Ah,,, ya ada apa? tuan muda."ucap Mikaila .


"Jangan panggil aku begitu aku tidak suka."ujar pria itu kesal.


"Maafkan aku tuan Vino."ujar Mikaila dengan sengaja.


Semua orang yang ada di sana terpesona melihat ketampanan Vino hingga gadis-gadis itu terus berbisik.


"Sampai kapan? akan berdiri terus ayo masuk."ujar Arman.


Pria itu langsung menarik Mikaila membawa dia masuk kedalam mobil sport miliknya.


"Kita mau kemana kak?."tanya Mikaila.


"Kamu lihat saja nanti," ujar Vino.

__ADS_1


"Heumm kebiasaan."ujar Mikaila mencebikkan bibir nya.


"Jangan seperti itu, aku pria normal."ujar Vino.


"Aku tidak sedang menggoda pria lain."ujar gadis itu.


"Memangnya masih punya suami."ujar Vino dengan sengaja.


"Tentu saja ada selagi dia tidak menceraikan aku."ujar Mikaila.


"Aku nyari yang setia seperti kamu, sepertinya langka dan akan sulit didapatkan"ujar Arman.


"Untuk apa?."ujar Mika.


"Untuk koleksi pribadi ku."jawab Vino dengan sengaja.


"Wanita manapun tidak akan pernah mau jika hanya dijadikan koleksi."ujar Mikaila.


"Apa? kau tidak berminat."ujar Vino.


"Tidak,, aku sudah tidak punya harapan untuk hal itu."ujar Mikaila.


"Bagaimana? jika ada yang melamar mu untuk dijadikan sebagai istri yang sesungguhnya."ujar Arman.


"Mika,, kamu sudah bebas, mau memilih siapapun. mendengarnya sendiri saat itu jika Gidion membebaskan mu mencintai orang lain asalkan kamu bahagia."ujar Vino.


"Heeuh,,, bahagia,,, ya! aku bahagia ditinggalkan pergi begitu saja oleh nya bahkan tanpa keputusan yang jelas."ucap gadis itu lirih.


Perjalanan terus berlanjut, entah mau dibawa kemana wanita itu.


"Kau tidak perlu bersedih Mikaila, suatu hari nanti, dia akan memperjelas status mu."lirih Vino.


"Kak kita mau kemana?."tanya Mikaila.


"Suatu tempat dimana tidak ada orang lain dan hanya ada kita berdua."jawab Vino sambil tersenyum manis.


"Kaya pasangan mau kencan saja."ujar Mikaila sambil berbalik melirik ke arah lain.


"Apa? kita tidak berhak untuk menikmati itu, lagipula kita singgel."ujar Vino.


"Kakak lupa dengan status ku yang masih istri orang."ujar Mikaila.


"Jangan lupa jika suamimu meminta ku untuk menjadi suami kedua mu."ujar Vino terkekeh.


"Aku tidak akan pernah melakukan itu, kecuali memang dia benar-benar mencerminkan ku."ujar Mikaila.

__ADS_1


Sampai saat ini Mikaila dan Vino tiba di sebuah pantai yang benar-benar hanya ada mereka berdua padahal tempat itu adalah tempat wisata yang biasa ramai dikunjungi oleh orang-orang, Mikaila berpikir mungkin karena hari ini bukan hari libur, jadi pantai itu begitu sepi.


Vino turun terakhir dari mobil dia membawa sebuah alas semacam tikar untuk alas mereka duduk di atas pasir putih yang kini ia gelar dan langsung dia duduki .


"Kak,, kamu dah niat banget mau kesini ya, sampai bawa alas duduk segala."ujar Mikaila.


"Ya,, aku ingin melepas rasa gundah ini."jawab pria itu jujur.


"Apa? ada masalah?."tanya Mikaila.


"Heumm,, ini masalah yang tak kunjung usai,"ujar pria itu.


"Apa? masih tentang perjodohan."tanya Mikaila lagi.


Vino hanya menjawab dengan anggukan kepala.


"Kak,, kenapa? harus menolak,,, aku lihat wanita itu begitu perfek."ujar Mikaila.


"Karena aku tidak mencintai dia."ujar Vino.


"Kak, persetan dengan cinta,,, kakak lihat kami berakhir seperti apa? bukan. jadi apa salahnya dicoba dulu. orang-orang bilang cinta akan datang seiring berjalannya waktu."ujar Mikaila bijak.


"Kalau begitu mari kita menikah,,, bukankah cinta bukan masalah."ujar Vino yang membuat Mikaila langsung terdiam.


"Kak,,"ujar Mikaila yang kini menunduk.


"Kenapa? Mikaila,, apa? aku juga tidak berhak mendapatkan wanita yang aku cintai secara diam-diam."ujar Vino jujur.


Mikaila langsung menatap lekat wajah tampan itu, untuk mencari jawaban atas perkataan Vino.


"Apa? aku juga tidak berhak untuk memiliki rasa itu padamu."ujar Vino.


"Kak,,, aku."ucapan wanita itu terputus.


"Aku jatuh cinta pada gadis belia yang sering ku jumpai di sebuah restaurant dimana saat itu aku sedang mengadakan meeting penting, Aku tak sengaja menabrak dia yang baru saja kembali dari toilet bersama dengan ketiga sahabatnya."ujar Arman yang tak lain adalah Vino.


"Kak,, aku tidak mungkin membalas rasa itu, karena aku masih belum bisa lepas dari trauma tentang pernikahan. bahkan status ku juga tidak jelas."ujar Mikaila.


"Tatap aku Mikaila,,, jawab aku dengan jujur, apa? selama ini kamu tidak pernah mengagumi ku barang sedikit saja."ujar pria tampan itu.


"Kak,, aku tidak berani mengagumi pria manapun, sejak dulu karena aku merasa tidak pantas untuk lelaki seperti dirimu atau pun dia, karena derajat dan status sosial kita terlalu jauh berbeda, dan itu terbukti benar.


"Mika jangan pernah merendah kamu juga bukan orang miskin, lagipula harta itu tidak selamanya membuat kita bahagia, contoh keluarga mantan suami mu, mereka mengutamakan harta dan keturunan tapi apa? mereka bahagia? aku rasa kamu pun tahu jawabannya seperti apa?."ujar Vino.


"Ya,, aku tau tapi keluarga Kakak juga tidak akan pernah bisa menerima status ku."ujar gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2