
Bintang tercengang melihat semua itu, hingga Allan pun ikut kaget, ternyata benar dugaan Bintang selama ini, semua kejadian yang terjadi diantara mereka bertiga karena unsur kesengajaan.
"Kita harus menghindar lebih jauh untuk sementara waktu hingga kita siap untuk melawan mereka" ucap Allan.
"Aku tidak ada masalah jika harus mati, aku tidak akan pergi, karena didunia ini aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, tapi kalian jika kalian pergi maka keluarga kalian yang akan menjadi taruhannya" ucap Bintang.
Allan, sempat merenung sejenak, tapi setelah itu ia kembali berbicara"Keluarga ku punya orang-orang terpilih yang akan melindungi mereka" ucap Allan.
"Aku tau itu, tapi sepertinya yang kita hadapi bukan orang biasa, dia punya kekuatan lebih" ucap Bintang.
"Kita harus segera pergi, apapun yang terjadi kamu dan kita, harus selamat sebelum kita tau siapa dalang dibalik semua ini." ujar Allan.
"Tidak kalian saja yang pergi, aku akan melawan kejahatan ini dengan caraku sendiri" ucap Bintang.
"Suamiku... putri ku, maafkan jika aku tidak bisa mewujudkan impian untuk membalas dendam jika kelak aku terbunuh lebih dulu" ucap Bintang.
"Kau tidak bisa seperti ini Bintang, kamu juga belum tau siapa? lawan mu yang sebenarnya, kamu harus ikut, aku janji setelah semua terbukti, siapapun yang terbukti bersalah mereka akan mati di tangan kita" ucap Allan.
Bintang tidak menjawab, dia bingung harus menyetujui nya atau tidak, karena yang dia takut adalah tidak bisa lagi bertemu dengan suami dan putri nya yang kini berada di makam.
Salsabila meraih tangan bintang, dia mengerti jika dokter bintang merasa keberatan jika mereka pergi, otomatis dia akan jauh dari kedua makam yang. hampir setiap hari sebelum berangkat kerja dia kunjungi.
"Tuan Allan, sebaiknya Salsabila pergi dengan mu, tapi sebelum itu nikahi dia, agar kalian aman meskipun tinggal berdua dan itu bisa menjadi alasan utama untuk kalian menghindari mereka, biar aku disini yang akan melawan ketidakadilan, mungkin ini terdengar konyol tapi yakinlah bahwa, dengan begitu kalian berdua akan selamat" ucap Bintang.
"Bintang itu tidak mungkin, aku tidak mungkin bisa menggantikan posisi istri ku! apalagi aku tidak mengenal betul Salsabila, meskipun untuk menjadi teman" ucap Allan tegas.
"Ini bukan saat nya, tuan Allan, jika kalian tidak bisa bersatu setidaknya jadikan pernikahan ini sebagai tujuan ibadah karena ingin menolong"ucap dokter Bintang.
"Lalu bagaimana dengan mu, apa? kau mau menikah dengan ku, jika kamu dalam bahaya seperti Salsabila? tanya Allan.
"Aku akan melakukan hal yang sama, tapi kali ini aku punya kewajiban untuk melindungi pasien-pasien ku, dan itu lebih penting dari nyawaku" ucap Bintang.
"Aku akan menikah dengan Salsabila, setelah aku menikah dengan mu, setelah itu kita akan segera pergi, untuk melindungi diri kita bertiga" ucap Allan.
"Tidak tuan, nyawa saya tidak se-berharga nyawa kalian yang masih punya keluarga, saya akan tetap berjuang di sini setelah kalian pergi nanti" ucap Bintang.
"Kak, bintang aku akan menikah dengan kak Allan setelah kalian menikah, agar kita tetap bersama sampai saat nanti" ucap Salsabila.
"Baiklah terserah kalian saja, jika kalian tetap tidak mau mendengar kan saran ku, aku pergi"ucap bintang.
"Kau sendiri begitu keras kepala, kenapa? heumm" ucap Allan.
"Aku punya tanggungan begitu lebih" ucap Bintang.
Perdebatan itu berakhir, saat bintang mendapatkan panggilan dari seseorang yang meminta dia untuk segera pergi ke rumah sakit.
Saat itu Allan sempat mencegah karena dia takut jika itu adalah sebuah jebakan tapi bintang pasrah jika pun itu sebuah jebakan.
Tapi dia tetap berpikir positif bahwa itu adalah panggilan tugas.
Bintang pun pergi, tapi kali ini kepergian nya diantar oleh kedua orang kepercayaan Allan, setelah Allan memerintahkan itu.
Sesampainya di rumah sakit, bintang langsung diinterogasi oleh pihak rumah sakit tentang hilangnya Salsabila, karena dari rekaman Cctv, terakhir kali yang berada di ruangan Salsabila adalah Bintang.
"Saya, memang sempat kesana tapi saya tidak menemui Salsabila, saya hendak menemui mereka dokter dan Salsabila, tapi mereka sudah tidak ada" ucap Bintang.
"Tetap saja anda disalahkan dokter Bintang, karena Salsabila,hilang bersamaan dengan kepergian anda, dan untuk itu anda saya berhentikan untuk sementara waktu"ucap kepala rumah sakit tersebut.
"Tapi saya tidak bersalah" ucap bintang.
"Saya tidak terima pembelaan sebelum anda bisa membuktikan" ucap pria itu.
"Bai dokter tapi suatu saat nanti saya akan buktikan bahwa saya tidak bersalah" ucap Bintang.
Bintang pun langsung pergi meninggalkan rumah sakit tersebut.
__ADS_1
Saat berada di jalan hendak pulang tiba-tiba wanita itu dihadang oleh beberapa mobil jip berwarna hitam, orang-orang bertubuh tinggi besar itu turun hendak membunuh Bintang.
Sementara itu Bintang, tanpa takut wanita itu turun dan melawan mereka semua, meskipun hanya dengan tangan kosong beberapa dari mereka tumbang dan beberapa lainnya masih mengelilingi nya, jelas saja Bintang akan kalah jumlah. wanita itu mulai kehabisan tenaga hingga akhirnya dia sempat merebut pistol dari salah satu nya dua pistol sekaligus dan akhirnya dia bisa melawan menembaki mereka dan pergi dari tempat tersebut dalam keadaan tertembak di bagian dadanya, Bintang sempat memejamkan mata nya, hingga akhirnya dia melihat bayangan suami dan putri nya tengah tersenyum pada nya tapi kemudian tragedi itu terlintas kembali hingga wanita itu langsung tumbang di tempat tersebut.
Bintang kini sendirian tiada siapapun di sana, hingga saat dia kembali membuka mata.
Dirinya, sudah berada di sebuah ruangan serba putih, entah siapa yang menyelamatkan diri nya.
Sampai ketika ruangan itu terbuka dan seseorang datang menghampiri nya.
"Sudah aku bilang jangan pergi, semua adalah jebakan" ucap Allan, pria itu tampak segar bugar.
"Apa? aku sudah mati" ucap Bintang.
"Kau akan mati jika aku tidak menempel alat ini di tubuh mu"ucap Allan.
"Aku melihat mereka menjemput ku"ucap bintang.
"Tapi aku tidak akan membiarkan mu pergi begitu saja, sebelum kamu benar-benar bahagia" ucap Allan.
"Aku akan bahagia jika melihat kalian sembuh dan kembali hidup dengan baik juga bahagia itu sudah cukup membuat ku bahagia dan bisa tenang menghadapi kematianku"ucap bintang.
"Aku ingin kita bahagia bersama-sama"ucap Allan.
Bintang hanya tersenyum"kamu tidak akan pernah bahagia jika hidup bersama dengan ku, justru bahaya akan mengancam mu, seperti yang telah terjadi pada suami dan putri ku dulu"ucap Bintang.
"Kita akan segera menemukan para penjahat itu, Bintang kamu tidak usah banyak pikiran untuk saat ini fokus pada kesehatan mu"ucap Allan.
......................
Sementara itu di kediaman Kenzie, Sanum masih terlihat bersedih karena, saat ini Kenzie, sedang berada di rumah keluarga Georgio, bahkan tidak mengajaknya karena dia tidak ingin Sanum, terluka hingga saat ini Daddy nya, membenci Sanum, karena cinta nya pada Aurora, tidak tercapai. ditambah lagi Georgio harus meninggal dunia di dalam penjara, sebelum sempat mengembalikan nama baik nya meskipun benar-benar bersalah.
Kenzie datang untuk mendoakan almarhum.
Saat ini Kenzie, tengah bicara pada Mariana, tentang istrinya yang lagi-lagi minta bercerai, tapi Mariana, terus mengatakan jangan ikuti keinginan Sanum, semua hanya godaan dalam rumah tangga.
Sementara itu Kenzo, kekeh meminta Kenzie untuk bercerai dari Sanum.
Meskipun Mariana, sudah marah lagi-lagi dia tidak peduli, jika Mariana, akan kembali marah.
Seperti saat ini"Jika Daddy tetap kekeuh ingin putra kita berpisah, maka kita juga akan berpisah"ujar Mariana tegas.
"Sayang kita tidak punya masalah, jadi tidak ada alasan untuk itu"ucap Kenzo.
"Apa? mas lupa, sumber masalah yang kamu eluh-eleuh kan itu berasal dari mana, semua berasal dari dirimu, andaikan saja mas tidak egois, dan terus membenci Sanum hanya karena mas mencintai ibunya, semua ini tidak akan terjadi, dan kenapa? mas menikah dengan ku, jika tidak mungkin putra kita tidak akan pernah lahir, dan tidak akan menjadi beban bagi dirimu"ucap Mariana.
"Yang...aku tidak mencintai dia, sumpah yang aku tidak mencintai dia, itu hanya masalalu"ucap Kenzo dan mulai terpojok.
"Lalu kenapa? kau memojokkan putra dan menantu kita,atas kebencian yang tak berujung, padahal Sanum tidak salah apapun, yang salah hanya Daddy mu dan juga dirimu mas! jangan menyalakan orang lain untuk membersihkan nama kalian berdua, cukup Yudha dan Queen, yang jadi korban keserakahan kalian berdua"ucap Mariana.
Wanita itu kini begitu menggebu-gebu, dia mengeluarkan suara hati, yang selama ini ia pendam sendiri.
Dulu Dion, mungkin tidak mencintai nya, karena Mariana, hadir di saat yang tidak tepat, tapi sekarang disaat dia mendapatkan pria yang begitu mencintai nya. pria itu juga terbelenggu oleh masalalu dan sekarang setelah anak mereka memiliki putra dan putranya berumah tangga, dan mengenal wanita yang ia cintai, pria itu mempermasalahkan hubungan antara mereka.
Mariana, benar-benar tidak terima semua itu.
"Yang itu"
"Itu apa? sekarang jika kamu bermasalah atas harta kekayaan yang dimiliki oleh putra kita dimakan oleh anak istrinya, jangan lupa mas, Sanum, juga bukan orang miskin, meskipun dulu ibunya berjuang untuk kehidupan putri nya dari nol"ucap Mariana.
"Lepaskan putra ku dari belenggu kekuasaan yang kau banggakan, dia masih bisa hidup tanpa bantuan dari mu, bahkan jika kamu lupa selama ini Sanum, menafkahi keluarga nya sendiri, dia tidak menggunakan uang yang diberikan oleh putra mu, karena dia tau semua itu tidak mungkin tidak kamu akan mempermasalahkan semuanya."ucap Mariana.
Mariana langsung pergi meninggalkan rumah tersebut bersama dengan Kenzie, menuju ke kediaman Sanum.
Sesampainya di sana Abigail, langsung berlari memeluk kedua adiknya itu.
__ADS_1
Kevin dan Kendra sama-sama tertawa sambil saling memeluk meskipun mereka masih sangat kecil.
Sementara itu Kenzie, langsung mencari keberadaan Sanum, ternyata istrinya tengah istirahat di kamar nya.
Kenzie langsung membersihkan diri terlebih dahulu dan berganti pakaian, setelah itu ia ikut berbaring di samping istrinya, dan memeluk Sanum, yang kini membuka mata, karena tidurnya terusik.
"Bobo lagi sayang"ucap Kenzie, yang mengeratkan pelukannya.
"Aku sudah selesai istirahat"ucap Sanum.
"Temani aku tidur" ucap Kenzie.
"Aku sudah meninggal mereka berdua terlalu lama"ucap Sanum.
"Ada mommy dan Abigail"ujar Kenzie lagi.
Sanum sudah tidak bisa lagi berkata apa-apa dia pasrah dalam dekapan suaminya itu.
Sementara itu Bintang kini tengah bersandar di headbord dia sudah dibawa pulang oleh Allan ke rumah pribadi nya yang tak siapapun tau.
Disana juga ada Salsabila.
Salsabila, kini tengah duduk di sofa mereka menunggui Bintang.
"Kalian istirahat lah aku tidak apa-apa"kata bintang.
"Sudah lah Salsabila, bisa pergi istirahat" ucap Allan.
"Baiklah Om" ucap Salsabila, yang kini memanggil Allan dengan panggilan Om, karena memang usia Allan jauh lebih tua dari Salsabila, sementara dengan bintang hanya berbeda beberapa tahun saja.
"Tuan Allan juga sama"ucap Bintang.
"Aku harus memastikan semua baik-baik saja" ucap Allan.
"Aku akan baik-baik saja" ujar Bintang.
"Tidak tanpa aku"ucap Allan.
Allan pun bergegas pergi karena dia merasa Bintang sedang mengusir nya, pria itu sedikit sensitif semenjak sembuh.
Sementara Bintang hanya menghela nafas panjang setelah itu ia hembuskan air mata nya mengalir deras dadanya terasa sakit.
Dia teringat dengan masalalu nya, yang teramat pedih, ketika ia tidak berdaya suaminya dihabisi di depan mata nya.
"Mas aku sangat mencintaimu, sampai kapan pun kamu adalah suami ku belahan jiwaku yang tak akan pernah tergantikan, jika pun aku menikah lagi kamu tetap tidak ada duanya, tapi aku berharap selamanya hanya ada dirimu disamping ku." Gumam nya lirih.
Sementara itu Allan kini tengah menatap langit bersama dengan Salsabila yang kini berada di balkon yang sejajar dengan kamar nya.
"Queen aku merindukan mu"gumam nya lirih.
Sementara Salsabila, dia tengah merindukan kedua orang tua nya yang kini entah berada di mana, yang jelas ada di tempat persembunyian.
Ketiganya ada dalam dilema, Bintang kini sudah tertidur lelap.hingga dia tidak sadar ada yang masuk kedalam kamar tersebut, dan membetulkan selimut nya .
Dia adalah Allan, pria itu ingin memastikan bahwa bintang baik-baik saja.
Setelah melihat itu, akhirnya pria itu kembali pergi dari dalam kamar Bintang.
Tidak hanya bintang yang dia periksa keadaan nya, tapi juga keadaan Salsabila, dia memperlakukan Salsabila, sama seperti dia memperlakukan bintang, hanya saja soal perasaan ada sedikit perbedaan, pria itu mulai mencintai Bintang.
Namun dia harus adil seperti kata Bintang jika dia ingin menikahi salah satu dari mereka maka keduanya harus dia nikahi dengan pertimbangan yang sangat matang Salsabila, memiliki bayi dalam kandungan nya, sementara Bintang, memiliki sesuatu yang sulit untuk di ungkapkan dalam hati Allan.
Allan, pun bergegas menuju kamar nya, dia membaringkan tubuhnya yang terasa lelah, setelah berusaha bersikap waras tanpa bantuan obat, tapi kehadiran Bintang mampu menjadi obat baginya.
"Bintang"
__ADS_1