Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Bersama#


__ADS_3

Allan saat ini baru kembali dari kantor, disambut oleh Bintang dengan senyum manis, sambil menggendong, bayi berusia enam bulan di tangan kirinya.


"Sayang kalian makin cantik saja"Ujar Allan.


"Makasih daddy"ucap Bintang dengan menirukan gaya anak kecil.


"Aku sudah masak makanan favorit mu"ucap Bintang.


"Terimakasih cinta"ucap Allan.


Bintang langsung memberikan Irene pada pengasuh nya.


"Irene tunggu sama suster dulu ya mommy bantu daddy dulu"ucap Bintang.


"Sayang biar Irene bersama dengan ku"ucap Allan.


"Tidak mas, kamu baru pulang kerja"ucap Bintang.


Allan pun pergi menuju kamar nya, sementara bintang sudah berangkat lebih dulu, untuk menyiapkan air dalam bathtub-e dan menyiapkan baju ganti untuk Allan.


Allan, langsung bergegas menuju kamar mandi setelah bintang keluar dari dalam sana, wanita itu pun kembali turun ke bawah untuk menemui Irene putri nya.


Irene kini tengah berada di gendongan susternya, yang akan bekerja sesekali saja, untuk menjaga Irene, seperti sekarang ini.


Bintang, lalu di dudukan di baby car nya agar mereka bisa makan bersama. kebetulan bayi perempuan itu kini sudah diajarkan untuk makan sendiri tentunya sambil diawasi untuk merangsang motorik putri sambungnya itu.


Sampai saat Allan tiba dan terlihat sudah sangat segar sehabis mandi.


"Heumm putri Daddy udah bisa makan sendiri"ucap Allan.


Allan langsung duduk, di samping sang istri.


"Mas ini"ujar Bintang.


"Terimakasih sayang"ucap Allan.


"Sama-sama mas"untuk Bintang.


Mereka bertiga pun makan ditemani celotehan dan juga kegaduhan si kecil yang saat ini.


Kebahagiaan terus menghampiri Allan, saat ini perusahaan yang baru ia bangun sudah berkembang pesat, meskipun dia juga memiliki perusahaan lain yang merupakan warisan turun temurun yang juga di bagi dengan depan dan Davina tapi tetap saja perusahaan milik nya yang paling besar, dan sekarang dia membuka perusahaan baru untuk sang istri jika suatu hari nanti pernikahan rahasia nya ditentang oleh kedua orang tua dan keluarga besarnya.


Allan bahkan lebih bersemangat mengurus perusahaan barunya itu.


"Sayang kamu betah disini?"tanya Allan lembut.


"Betah mas, tapi kenapa? bertanya begitu"ucap Bintang.


"Syukurlah sayang...mas tidak tau apa? yang akan kamu lakukan jika tidak betah tinggal di sini"ucap Allan.


Allan langsung memeluk istrinya itu, biar bagaimanapun Bintang adalah obat pelipur lara.


Sampai timbul cinta di antara keduanya, Allan dan Bintang, kini bersatu tanpa perlu melupakan cinta pertama mereka.


Bisa menjadi teman, sekaligus pasangan suami istri dan kini merawat anak bersama-sama, meskipun bukan dari darah daging mereka.


Allan begitu bahagia hari-hari nya di penuhi dengan senyuman sudah kembali.


Bahkan tidak terlihat bahwa ia pernah mengalami depresi berat.


Allan kini tengah berada di sofa setelah bintang menidurkan Irene.


"Sayang Duduk di sini"ucap Allan.


"Baiklah, jika sudah begini mau apa?"goda bintang.


"Bintang sayang kamu sengaja menggoda ku"ucap Allan.


"Tidak hanya saja mas yang minta"ucap Bintang.


"Aku rindu Isti cantik ku ini"kata Allan.


"Heumm mas, aku juga rindu tapi masalah nya aku sedang M"ucap Bintang berbohong.


"Mana bisa M tipu-tipu saja"ucap Allan yang kini meraih pinggang ramping tersebut.


"Mas, aku serius ampun mas ampun"ucap Bintang yang kegelian saat Allan menggelitik pinggang ramping tersebut.


"Jujur gak, jika tidak mas terus seperti ini"ucap Allan.


Sementara Bintang sudah tidak tahan dia pun menyerah dan berkata jujur.

__ADS_1


"Iya-iya ampun sayang ampun, aku ngaku"ucap Bintang yang terus berusaha lepas dari Allan yang kini terlihat sedang geregetan.


"Mas, hentikan hahaha mas sudah"ucap Bintang.


Bintang kini tengah berada di atas ranjang bersama dengan Allan yang bahkan tidak pernah mau melepaskan istrinya itu, mereka sama-sama melepaskan rindu.


Sementara itu di kediaman Sanum, wanita itu baru saja dari bandara setelah menjemput sang suami yang baru kembali dari luar negeri.


"Kenzie yang sangat tampan itu kini terlihat sangat keren dan gagah dengan jas yang menyerupai jubah dipadukan dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya diikuti oleh kedua asisten pribadi nya, pria itu kini tengah berjalan kearah Sanum sang istri tercinta peluk dan cium membuat semua orang baper melihat itu, bagaimana tidak keduanya begitu serasi.


Kenzie langsung merangkul pinggang istrinya begitu posesif.


Hingga mereka memasuki mobil dan pulang ke mention.


"Sayang aku sangat merindukan mu, apa? kau tau ada banyak yang menyukai produk yang kita keluarkan di luar sana"ucap Kenzie.


"Oh benarkah"ucap Sanum.


Sanum langsung memeluk Kenzie.


Kenzie pun balas memeluk sanum.pria itu sudah lama berada di luar negeri untuk memasarkan produk yang di produksi di perusahaan miliknya itu.


Sanum yang memiliki ide,itu dan Kenzie yang mewujudkan semua nya, dan usaha yang mereka geluti saat ini sangat sukses.


"Syukurlah mas, aku senang saat ini Kevin dan Kendra pun, sudah mulai bisa diajak kompromi, jadi aku bisa bantu mas untuk memasarkan produk tersebut"ucap Sanum.


"Tidak sayang cukup mas seorang yang akan mengurus semuanya, sampai kapan pun,mas tidak ingin istrinya mas sibuk dengan pekerjaan, cukup pekerjaan mu mengurus ku dengan kedua anak kita"ucap Kenzie.


Sanum memeluk Kenzie yang sedari tadi mengecup seluruh wajah Sanum.


"Sekarang mas mandi dulu aku siapkan air dulu"ucap Sanum.


"Ya sayang temani aku mandi"ucap Kenzie.


"Aku sudah mandi, mas saja yang mandi ya"ucap Sanum.


"Baiklah sayang"ucap Kenzie lesu tadinya pria tampan itu ingin melepas rindu di dalam kamar mandi.


Sanum langsung mengisi bathtub dengan air hangat untuk suaminya itu, dan setelah itu dia keluar dan membantu Kenzie melepaskan semua pakaiannya , Kenzie sesekali mengecup bibir istrinya.


"Mas buruan mandi biar aku siapkan piyama nya dulu"ucap Sanum.


"Oke Sayang"ucap Kenzie yang langsung beranjak pergi masuk kedalam kamar mandi.


Sampai beberapa menit kemudian Kenzie keluar dari dalam kamar mandi, pria itu bahkan tidak ingin berlama-lama di sana karena sudah sangat merindukan istrinya yang kini tengah menunggu dirinya di sofa.


Sanum bangkit ketika Kenzie keluar dengan menggunakan handuk di pinggang dan tetesan air yang masuk menetes di kulit tubuhnya itu.


Sanum langsung meminta suaminya untuk duduk di depan meja rias, dan dia mencolokkan pengering rambut dan mulai mengeringkan rambut suaminya itu.


Tidak hanya itu Sanum, juga memakaikan piyama tidur nya Kenzie, sebagai baktinya kepada suami.


Hingga selesai menggunakan pakaian Sanum langsung mengajak Kenzie untuk makan malam meskipun dia hanya menemani saja karena sebelum ke bandara ibu dua anak itu sudah makan terlebih dahulu.


............................


"Sayang kamu juga makan"ujar Kenzie.


"Tidak mas, tadi sebelum menjemput mas, aku makan bareng Kevin dan Kendra"ucap Sanum.


"Heumm sayang, mereka sudah bobo... jika belum mereka pasti akan unboksing mainan yang mas beli satu minggu lalu"ucap Kenzie sambil mulai menyuapkan makanan tersebut.


"Besok saja, masih banyak waktu kok"ucap Sanum.


"Kamu benar yang, ya sudah mas makan dulu"ucap Kenzie.


Saat Kenzie makan Sanum, sibuk dengan ponselnya dia sibuk berbalas pesan dengan Davina, yang kini sudah menjadi seorang ibu dari kedua bayi kembar tepat nya sepasang anak kembar.


Jika waktu itu Davina mengira bahwa ia hamil anak tunggal maka saat melahirkan dia terkejut karena ternyata ada dua bayi dalam rahimnya yang benar-benar sebuah keajaiban tidak terdeteksi sama sekali dengan alat medis.


Sementara suami Davina, dia begitu bahagia disaat usia matang nya dia memiliki dua anak sekaligus.


"Sayang kamu sedang apa?"ucap Kenzie yang merebut ponsel istrinya, karena cemburu melihat istrinya yang senyum-senyum sendiri padahal mereka sedang membicarakan tentang Jack yang kewalahan saat mengganti popok kedua anak nya karena ternyata yang laki-laki pipinya seperti air mancur yang menerpa wajah Jack.


"Tidak ada sayang aku hanya chat bareng Davina"jawab Sanum.


"Sampai tidak sadar bahwa suaminya sudah selesai makan"ucap Kenzie.


"Sayang"ucap Sanum merasa bersalah.


Sanum bangkit dia ingin menyimpan bekas makan suaminya tapi Kenzie melarangnya , dia meminta pelayan mengambil bekas makan nya.

__ADS_1


Sementara Kenzie kini tengah bersiap untuk beristirahat dia menggandeng Sanum, untuk naik ke tempat tidur mereka berdua.


Sampai akhirnya mereka pun melepas rindu.


Sementara itu di kediaman Devan, istri tercinta nya kini tengah menemani putra semata wayangnya tidur karena sedang tidak enak badan sementara Devan, sedang menemani putri nya tidur di kamar terpisah karena takut tertular.


Devan langsung memutuskan hubungan dengan Deswita yang memaksa dia untuk kembali menikah setelah istri keduanya ketahuan hamil dengan pria lain, sementara istri pertama yang sangat ia cintai yang hamil anak kembar masih di sia-siakan.


Jika ada yang menyebut bahwa Devan, adalah seorang anak durhaka Devan bisa terima tapi dia tidak bisa menerima jika harus meninggalkan wanita yang ia cintai berserta kedua darah dagingnya, sementara selama ini Devan sudah berusaha untuk menjadi anak yang berbakti tapi bakti itu tidak bisa membuat Deswita puas.


Bukan Devan tidak menyayangi ibunya, tapi dia ingin menyelamatkan keluarga kecilnya itu.


Setelah keluarga nya aman dan damai, Devan akan pergi untuk meminta maaf.


Kembali pada keluarga kecil Allan.


"Sayang hari ini ada perjalanan bisnis, tapi aku usahakan untuk pulang hari ini juga"ucap Allan.


"Iya mas, hati-hati di jalan jangan sampai lengah"ucap Bintang.


"Ya sayang hati-hati juga di rumah ingat tempat persembunyian jika ada orang yang mencurigakan datang"ucap Allan.


"Ya mas, cepat pulang aku akan merindukan mas"ucap Bintang.


"Sama-sama sayang"ucap Allan.


"Sayang "Ucap Allan yang kini langsung mencium bibir manis yang selalu menjadi candu bagi Allan.


"Bagaimana jika kita liburan sayang, sekaligus bekerja, kamu bisa tinggal di hotel saat aku bekerja dengan putri kita setelah aku pulang kerja kita akan segera jalan-jalan"ucap Allan.


"Baiklah mas, aku juga tidak ingin rasanya berpisah dengan mu, akhir-akhir ini"ucap Bintang.


"Heumm... mommy Irene, sepertinya ada kabar baik"ucap Allan.


"Heumm aku tidak berani memastikan nya mas, karena sudah sering terjadi dulu tapi hasilnya aku kecewa"ucap Bintang.


"Sayang kamu sudah siap"ujar Allan yang tadi langsung mengambil tes kehamilan yang selalu stok di laci.


"Baiklah demi mas dan juga Irene"jawab bintang yang langsung meraih tes kehamilan tersebut dan masuk kedalam kamar mandi.


Bintang dengan malasnya menampung air seni dan memasukkan alat tersebut kedalam air seni tersebut hingga bintang membulatkan matanya saat itu juga ternyata dia benar-benar mendapatkan keajaiban tersebut.


Dia langsung bergegas keluar dengan air mata yang mengalir dari kedua matanya saat itu juga.


"Ada apa? sayang apa ada yang sakit"ucap Allan yang kini langsung memeluk nya.


Bintang tidak menjawab hanya bisa menangis sesenggukan sambil memeluk erat Allan.


"Hi... honey, ayo katakan dimana yang sakit"ucap Allan.


"Hiks... hiks... hiks.. mas, aku hiks..."perkataan Bintang tidak juga bisa selesai.


"Tenang dulu ya tenang mas ada disini bersama dengan mu cinta"ucap Allan.


Allan langsung membulat kan matanya saat tangan Bintang terangkat dan memperlihatkan alat tes kehamilan yang bergaris dua.


"Sayang"lirih Allan, pria itu setengah tak percaya.


Pria itu akhirnya menangis juga, karena benar-benar merasa bahagia meskipun awalnya merasa tidak punya harapan lagi tapi tuhan menunjukkan kebesaran nya.


Allan selalu berharap semua nya terwujud, dan kini satu persatu persatu kebahagiaan datang menghampiri nya.


Pria itu langsung mengangkat tubuh istri nya itu menggendong nya dan meminta Bintang untuk beristirahat dan hari ini dia langsung membatalkan perjalanan bisnis nya.


"Mas akan tetap di rumah sayang mas tidak akan meninggalkan kalian, sebelum semua dipastikan keamanan nya, untuk saat ini jangan katakan kabar baik ini pada siapapun, karena aku takut keselamatan kalian terancam"ucap Allan.


"Mas, mas pergi saja, aku dan Irene akan baik-baik saja"ucap Bintang.


"Tidak sayang mas akan meminta asisten mas untuk mewakili mas"ucap Allan.


"Baiklah terserah kamu saja"ucap Bintang.


Mereka masih bersantai di atas ranjang empuk itu, karena Allan sedari awal tau, bahwa Bintang hamil dia benar-benar tidak ingin jauh dan ingin berada di samping istrinya itu, di setiap detik waktu.


Seperti saat ini Allan begitu over protective.


"Sayang apa? kamu ingin sesuatu,biar mas buatkan atau belikan"ucap Allan.


Sampai akhirnya wanita itu mencoba menenangkan suaminya yang terlihat gundah dan ada ketakutan di matanya.


"Mas, tenang ya... kita akan baik-baik saja Bintang janji akan menjaga anak kita dengan sangat baik"ucap Bintang sambil mengelus puncak kepala Allan.

__ADS_1


"Mas hanya takut jika ternyata mereka akan memburu kamu, karena sampai saat ini kita tidak tahu siapa? sebenarnya musuh kita"ujar Allan.


"Tidak masalah sayang, semua sudah ada yang mengatur contoh nya, selama ini kita aman dan baik-baik saja karena aku selalu minta perlindungan dari sang pencipta karena aku yakin itu semua atas kehendak nya.


__ADS_2