Ku Gapai Pelangi

Ku Gapai Pelangi
#Malam yang gelisah#


__ADS_3

Gidion langsung mengunci pintu ruangannya dengan remote yang ia gunakan saat ini.


Gidion mendekat dan menatap wajah Mikaila yang sudah basah dengan air mata.


"Honey apa? kamu lupa dengan cinta kita! hanya karena kesalahanku kamu begitu membenci diriku, saat itu aku hanya ingin menyelamatkan mu dari mereka dan mungkin caraku salah tapi hanya itu jalan satu-satunya"ucap nya.


"Sudah semuanya tidak perlu dibahas lagi"ucap Mikaila.


"Kamu sudah memaafkan aku honey"ucap Gidion.


"Aku, sudah memaafkan mu Dion tapi maaf aku tidak bisa kembali padamu"ucap gadis itu.


"Sayang,,, please jangan lakukan itu aku bahkan lebih baik mati daripada harus kehilangan mu lagi"ucap Gidion.


"Aku tidak pernah menghilang darimu Gidion, kamu yang meminta ku untuk menjauh dan aku sudah melakukan hal itu. sekarang semuanya sudah berakhir jadi seharusnya kamu juga senang bukan"ucap gadis itu.


"Tidak! aku tidak pernah minta hal itu semua itu terjadi karena daddy mu yang membawamu pergi"ucap Gidion.


Gidion, mengunci pergerakan Mikaila.


pria itu bahkan telah mengigit bibir bawah istrinya yang sangat ia rindukan.


"Ayo pulang ke rumah kita."ucap Gidion lembut.


"Tidak Dion,, aku mohon jangan pernah lakukan itu, jika kamu tidak ingin aku mati"ucap gadis itu.


"Aku sudah memutuskan hubungan ku dengan mereka, jadi apapun yang terjadi aku tidak ada hubungan dengan mereka lagi.


Gidion langsung bergegas membawa Mikaila dengan cara di gendong ala bridal style.


Gadis itu, hanya bisa pasrah karena percuma saja menolak pun hasilnya akan sama saja.


Sesampainya di dalam mobil pria itu bahkan memasangkan sabuk pengaman pada tubuh gadis itu.


"Tunggu sebentar sayang"ucap Gidion sambil tersenyum manis.


Andaikan saja, tidak ada rintangan dalam hubungan mereka, mungkin saat ini Mikaila akan menjadi wanita yang berbahagia karena memiliki suami seperti Gidion namun pada kenyataannya semua tidak semudah itu.


Hubungan mereka cukup ditentang oleh keluarga Gidion, hingga kini bahkan seluruh keluarga besar itu mengincar nyawa Mikaila.


Mikaila sendiri masih berada di zona waspada saat ini dia bahkan tidak pernah berharap jika semua akan mulus seperti yang ia harapkan tadi karena Mikaila sudah melihat beberapa orang yang mencurigakan sejak dia keluar dari dalam kampus.

__ADS_1


Mikaila hanya bertahan untuk membuktikan pada Gidion jika perkataan nya tidak pernah salah.


Gidion, melihat sebuah mobil yang mengikuti mobil mereka bahkan terlihat sangat dekat seakan ingin menabrak mobil yang ditumpangi oleh Gidion.


"Dion! hentikan mobilnya biarkan aku keluar yang mereka incar adalah aku,, aku tidak ingin kamu kenapa-napa karena terus bersama ku!."teriak Mika.


"Tidak Mikaila jikapun aku harus mati aku akan mati dalam keadaan bahagia saat aku bisa berada di sisimu seperti saat ini.


Gadis itu, menatap sendu kearah wajah Gidion dia tidak bisa menyeret Gidion dalam bahaya dia tidak ingin suaminya mati terbunuh oleh keluarganya sendiri.


"Mika jangan gegabah sayang! teriak Gidion yang melihat Mikaila melepaskan sabuk pengaman dari tubuhnya bahkan dia hendak memencet tombol kunci otomatis pintu mobil tersebut namun Gidion masih bisa menghentikan nya.


Pria itu pun mengerem mendadak saat itu juga tapi pintu mobil masih terkunci otomatis.


"Dion tolong buka pintu nya,, kamu bisa langsung pergi setelah menurunkan aku, aku tidak ingin kamu mati konyol karena mereka hanya menginginkan nyawa ku"


Benar saja tiba-tiba jendela mobil tersebut diketuk dengan sangat kencang bahkan kasar.


"Dion buka pintu nya biar aku keluar kamu bisa langsung pergi"ujar Mikaila.


"Sayang!,, Stop aku yang akan menghabisi mereka"ucap pria itu.


"Tidak Dion mereka bukan hanya satu dua orang mereka menyebar."ucap Mikaila yang langsung keluar dari dalam mobil .


"Mikaila!."Teriak Arman saat orang-orang itu ingin menusuk Gadis itu dan Arman langsung menerjang pria itu dan membawa Mikaila lari menuju mobilnya.


Sementara, Gidion tidak berbuat apa-apa karena dia ditahan oleh hampir sepuluh orang.


Mikaila, yang sudah berlalu pergi dengan kecepatan tinggi bersama dengan Arman, Gadis itu tengah menatap kearah jendela.


Air mata nya terus menetes, Mikaila sudah tidak punya harapan lagi dengan hubungan antara dirinya dan Gidion.


Arman, yang melihat itu dia langsung membawa gadis itu kedalam dekapannya meskipun dia merasa ragu.


"Menangis lah."ucap Arman.


"Aku baik-baik saja."ucap gadis itu pura-pura kuat hingga akhirnya dia membenamkan wajahnya di dada bidang Arman.


Arman mengelus puncak kepala gadis itu.


Sampai saat, dia tiba di apartemen Arman membawa gadis itu dalam gendongan nya.

__ADS_1


Gadis itu, tertidur pulas di dalam dekapan nya hingga saat tiba di apartemen. akhirnya Arman menggendong Mikaila.


Arman, membaringkan gadis itu diatas ranjang Mikaila.


Sampai ia menyelimuti Mikaila.


Gadis itu bahkan tidak terganggu sama sekali.


Sampai Arman keluar dari dalam kamar Mikaila.


Pria itu, langsung bergegas pergi menuju ruang kerja nya.


Dia langsung berkutat dengan laptopnya.


Arman, sebenarnya tidak bisa konsentrasi tapi dia juga tidak bisa tenang jika teringat dengan kondisi Mikaila saat ini apalagi melihat Mikaila hampir terbunuh.


"Aku tidak tau apa? yang akan terjadi padamu jika aku terlambat untuk datang"ucap Arman lirih.


Ternyata gadis itu benar-benar dalam bahaya.


Arman sedang menyusun rencana saat ini Arman berencana untuk menemui Gidion secara langsung dan setelah itu akan membawa Mikaila pergi jauh seperti yang ia katakan pada Kenzie saat itu.


Sementara, Gidion saat ini hanya bisa terdiam dia merenung di balkon kamar nya.


Dia benar-benar tidak habis pikir dengan keluarganya selama ini ia bahkan hampir kehilangan wanita yang sangat ia cintai.


Gidion akan mendatangi Keluarga besarnya itu untuk meminta mereka melepaskan Mikaila.


Gidion pun akan merelakan Mikaila jika ternyata dia sudah tidak ditakdirkan untuk bersama dengannya lagi, daripada dia harus kehilangan wanita itu gara-gara kematian.


Malam pun tiba Gadis itu kini terjaga dari tidurnya.


Mikaila pun bersandar di headbord, sambil memikirkan apa? yang akan terjadi nanti.


Sampai saat dia pergi menuju kamar mandi untuk membasuh wajah nya.


Namun Mikaila kini tengah berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah itu ia langsung bergegas menuju dapur karena jujur saja saat ini dia bingung harus masak apa untuk makan malam keduanya.


Sementara itu Gidion kini tengah meminum wine.

__ADS_1


Pria itu bahkan hampir melukai dirinya sendiri karena, sudah tidak tahan lagi dengan semua derita yang ia tanggung.


"Apa?. tadi ada kurang"ucap pelayan tadi.


__ADS_2